NovelToon NovelToon
Dunia Terlalu Kejam Untuk Aku Yang Sendirian

Dunia Terlalu Kejam Untuk Aku Yang Sendirian

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Kehidupan di Kantor / Penyesalan Suami
Popularitas:438
Nilai: 5
Nama Author: Agnura

karya ini aku buat atas pemikiran aku sendiri,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sera dan mamahnya menyepelekan key

Malam itu belum benar-benar berakhir bagi Key. Setelah tangisnya pecah di halaman rumah, ia tidak langsung masuk. Ia duduk lama di sana, memeluk dirinya sendiri, mencoba menenangkan hati yang terasa hancur berkeping-keping. Namun setiap kali ia memejamkan mata, bayangan ibunya muncul—dan kata-kata kejam itu kembali terngiang.

“Didorong dari atas gedung…”

Air matanya kembali jatuh tanpa izin.

Namun dari dalam rumah, suara pintu terbuka tiba-tiba terdengar. Key refleks berdiri dan dengan cepat menyeka air matanya. Ia tidak ingin terlihat lemah. Tidak di depan mereka.

Mamah tirinya keluar dengan langkah santai, diikuti oleh Sera yang terlihat sudah berganti pakaian lebih rapi dan mencolok.

“Kamu di sini?” tanya mamah tirinya dengan nada datar, seolah tidak terjadi apa-apa.

Key hanya menunduk sedikit. “Baru sampai.”

Tatapan mamah tirinya menyapu wajah Key sekilas, memperhatikan mata yang sedikit merah. Namun ia tidak bertanya. Tidak peduli.

“Mama mau keluar sebentar,” ucapnya kemudian, sambil mengambil tas kecilnya. “Ke mall. Udah lama Mama nggak refreshing.”

Sera langsung tersenyum lebar. “Aku ikut, Mah. Lagi pengen suasana malam juga.”

Mamahnya mengangguk puas. “Ya sudah, temani Mama. Kita butuh hiburan.”

Key diam. Ia hanya berdiri di sana, seperti bayangan yang tak dianggap.

Namun saat mereka hendak pergi, mamah tirinya tiba-tiba berhenti dan menoleh ke arah Key.

“Kamu… nggak usah ke mana-mana,” ucapnya singkat. “Di rumah saja. Jangan bikin masalah.”

Kalimat itu terdengar biasa, tapi nadanya penuh penekanan.

Seolah Key adalah masalah itu sendiri.

Key mengangguk pelan tanpa membalas. “Iya.”

Sera menatapnya sekilas, lalu tersenyum miring. “Jangan kemana-mana ya, Kak. Siapa tahu ada yang nyari kamu.”

Nada suaranya terdengar seperti sindiran, bahkan ancaman terselubung.

Key tetap diam.

Ia sudah terlalu lelah untuk membalas.

Mereka pun pergi, suara heels Sera dan langkah santai mamah tirinya perlahan menjauh. Tak lama kemudian, suara mobil menyala dan akhirnya menghilang di kejauhan.

Rumah kembali sunyi.

Namun kali ini, kesunyian itu terasa berbeda.

Bukan lagi sepi yang dingin.

Melainkan sepi yang penuh dengan kebenaran yang baru saja terungkap.

Key berdiri diam di ruang tamu. Tatapannya kosong menatap ke depan, tapi pikirannya berputar begitu cepat.

Semua potongan kejadian kini terasa menyatu.

Sikap dingin.

Kebencian tanpa alasan.

Dan… kematian ibunya.

Semua bukan kebetulan.

Key perlahan berjalan masuk ke dalam rumah. Langkahnya pelan, namun pasti. Ia berhenti di depan sebuah foto lama yang tergantung di dinding—foto keluarganya dulu, saat ibunya masih ada.

Tangannya terangkat, menyentuh bingkai itu dengan hati-hati.

“Mama…” bisiknya lirih.

Air mata kembali jatuh, tapi kali ini tidak sekuat sebelumnya.

Karena di balik kesedihan itu, ada sesuatu yang mulai tumbuh.

Tekad.

Di sisi lain, di dalam mobil, suasana berbeda.

Sera duduk di kursi penumpang, memainkan ponselnya, sementara mamahnya mengemudi dengan santai.

“Mah,” ujar Sera tiba-tiba, “Mama yakin Kak Key nggak dengar tadi?”

Mamahnya tersenyum tipis. “Kalaupun dia dengar, dia nggak akan berani apa-apa.”

Sera tertawa kecil. “Iya juga sih. Dia terlalu lemah.”

Mereka tertawa ringan, seolah apa yang mereka lakukan bukanlah sesuatu yang besar.

Lampu-lampu kota menyambut mereka saat mobil melaju menuju bar. Musik, tawa, dan gemerlap malam menunggu mereka.

Sementara itu, di rumah—

Key masih berdiri di depan foto itu.

Namun perlahan, ia menghapus air matanya.

Wajahnya tidak lagi terlihat rapuh seperti sebelumnya.

Ia menarik napas panjang, lalu mengangkat kepalanya.

“Kali ini… aku nggak akan diam,” ucapnya pelan, tapi penuh arti.

Malam itu, ketika mereka memilih untuk bersenang-senang tanpa beban—

Mereka tidak sadar…

1
EvhaLynn
Saya Sangat Menyukai Cerita Novel Mu, Semangat Ya Berkarya.
😉🤍
Agnura Lestari 🍑
siap say otw
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!