NovelToon NovelToon
Mafia

Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Tamat
Popularitas:927
Nilai: 5
Nama Author: Taurus girls

Ah, sialan!

Liga berusaha tetap terlihat biasa saja walau kenyataannya perasaannya sangat gugup sekarang. "Aku hanya mengunjunginya saja dan tidak melakukan apapun. Tapi di--"

"Mengunjungi?" Mafia menyela, menatap Liga cukup intens, membuat ucapan Liga terhenti dan berganti anggukan.

"Iya. Aku hanya ingin mengunjunginya saja. Tap--"

"Sejak kapan kamu suka mengujungi tahanan?" sela Mafia lagi yang tanpa diketahui berhasil membuat jantung Liga berdebar kencang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Taurus girls, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20

"Siapa kamu?"

Mafia tidak mengenali seseorang yang berdiri didepan rumah besarnya ini. "Haru, biarkan dia masuk,"

"Baik tuan,"

Haru menyingkir, tidak lagi menodong orang itu. Dia kembali berjaga dengan berwibawa ditempat seharusnya, begitu juga dengan Kasim. Dia kembali berperan sebagai penjaga disamping Haru. Benar benar tidak terpisahkan karena mereka ada diposisi yang sama.

Mafia berjalan masuk kedalam rumah, dimana ruang tamu yang cukup luas itu menyambutnya. Mafia mempersilakan orang yang dia anggap tamu untuk duduk. Vair yang tahu situasi berjalan kedalam rumah, dia menuju dapur, dan berniat membuatkan minuman untuk Mafia dan tamu itu.

Langkah pertama yang Vair ambil adalah dua gelas cangkir bening berukuran satu kilan tangan bayi. Menuang satu sendok gula dan satu sendok teh bubuk dimasing masing cangkir itu. Setelahnya dia menuang air panas dari teko kedalam cangkir. Bau harum gula dan teh yang dipadukan sangat wangi ketika air panas merendamnya. Vair memejamkan mata menghirup aroma khas gula dan teh yang kini sudah matang.

"Hmmm...wangi sekaliii...."

Vair membuka mata, mengambil sendok teh, dan mulai mengaduknya perlahan. Suara dentingan sendok yang menyentuh sisi gelas terdengar. "Mungkin, setelah menyajikan teh manis ini diruang tamu, aku juga akan membuatnya untukku sendiri, sepertinya nikmat,"

Gula terlihat sudah larut, Vair menyudahi mengaduknya, dan menaruh sendok teh diwastafel, biarkan bibik yang mencucinya nanti. Vair tersenyum, dia mengambil nampan pada rak, menaruh dua gelas cangkir diatasnya lalu membawanya menuju ruang tamu. Vair tidak sabar dengan komentar yang akan Mafia berikan untuknya nanti. Semoga saja Mafia suka dan memuji minuman buatannya.

"Apa sebelumnya kita saling kenal?" Mafia bertanya dengan tatapan yang selalu tajam menusuk, semua gerakannya terlihat wibawa, jelas terlihat jika dia bukan orang sembarangan dan penakut.

"Perkenalkan, saya Vegas, apa tuan melupakan saya? Sebelumnya kita ada ditempat pelatihan yang sama, emmm sekitar sepuluh tahun yang lalu kalau tidak salah ingat,"

Mafia mengangkat satu alis. Menatap Vegas dengan seksama. Dia tidak mau terkecoh, siapa tahu orang ini adalah penipu, penyusup seperti yang sudah sudah.

"Oh ya? Tapi aku tidak ingat. Bisakah kamu mengingatkanku, atau dulu kita dekat saat dipelatihan?" Mafia sebenarnya mengingat dengan jelas siapa saja orang yang dulu dekat dengannya bahkan sampai sekarang masih berhubungan baik dengan teman teman dipelatihan dulu.

"Oh tentu saja tuan. Dengan senang hati saya akan menceritakannya, hahaha..."

Tawa yang terdengar sok akrab menurut Mafia. Tapi tidak masalah, biarkan saja Vegas mengeluarkan siapa dia sebenarnya. "Baik, ayo ceritakan sekarang."

"Saya du----"

"Jangan seformal itu lah, biasa saja, lagi pula kata kamu, dulu kita dekat kan?" potong Mafia.

Vegas mengangguk, yang dikatakan Mafia benar juga. "Iya juga ya, hahaha..." lagi lagi Vegas tertawa.

"Dulu kita sering berebut senjata dipelatihan. Apa kamu inget itu Mafia?" sesuai perintah, Vegas tidak lagi berbicara seformal tadi, memanggil Mafia tanpa ada embel embel tuan.

"Oh ya? Aku bener bener lupa,"

"Biar aku yang ingatkan, oke? Hahaha... Begini, dulu kamu suka banget dengan pedang putih bergambar singa hitam, dan aku juga suka sama pedang itu. Dan disitulah kita berebut pedang... hahaha. Aku juga ingat saat kita menyukai wanita yang sama,"

"Ehem!"

Mendengar suara orang lain, Vegas dan Mafia menoleh, dia melihat Vair yang berdiri dengan muka masam diambang pintu ruang tamu, membawa minuman.

Mafia mengangkat alis, menatap bingung pada Vair yang kini menatapnya dengan tatapan galak.

Dia kenapa?

"Oh, hai Nona," Vegas menyapa Vair. "Apa dia pelayanmu Mafia?" bisiknya pada Mafia tapi masih bisa Vair dengar.

Vair berjalan mendekat dengan langkah yang sedikit dihentak hentakan, menaruh nampan diatas meja, menaruh satu cangkir dihadapan Vegas dengan ramah, menaruh satu cangkir didepan Mafia dengan kasar, sampai sampai air minumnya sedikit tumpah.

"Permisi, maaf sudah mengganggu...," Vair tersenyum ramah pada Vegas, melirik tajam pada Mafia. Lalu Vair pergi dari sana masih dengan langkah yang sama, berjalan dihentakan.

Mafia menatap kepergian Vair dengan heran. Kemudian menatap minumannya yang Vair buatkan, terlihat berantakan, dengan air minum yang mengotori sisi gelas, bahkan di meja.

Mafia mendesis kesal, tidak mengerti dengan maksud Vair barusan. Dia tersenyum ramah nan sopan pada orang lain tapi menatap galak dan tajam padanya. Wah benar benar ya dia, aneh sekali. Seperti dedemit kurang sajen.

"Mafia, itu tadi pelayanmu?" Vegas mengulangi pertanyaannya karena sejak tadi Mafia belum menjawabnya.

"Bukan." Mafia tidak suka dengan pertanyaan Vegas yang ini, dia tidak terima Vair dikira pelayan. Walau Vair tadi baru saja memperlakukannya dengan tidak baik. Tapi tetap...dia wanita yang disukainya.

Kedua mata Vegas berbinar mendengar jawaban dari Mafia yang mengatakan jika wanita tadi bukanlah seorang pelayan. "Oh, apa dia adikmu? Atau keponakanmu? Aku perhatikan dia cantik juga. Apa aku boleh tahu siapa namanya?" tanya Vegas antusias.

Mafia menggeram kesal, dia tidak suka ada lelaki lain yang memperhatikan Vair. Bahkan memuji Vair juga. Tidak boleh, pokoknya hanya dirinya lah yang boleh memuji dan memperhatikan Vair. Lagian kenapa juga Vair tadi keluar dan antarkan minum segala, bukannya sudah ada bibik dan itu tugasnya bibik? Mafia mendengus.

Dasar centil. Bisa bisanya dia tebar pesona pada pria lain dihadapanku...!

"Sebenarnya tujuan kamu kesini untuk apa? Apa kamu bertugas sebagai tukang sensus penduduk?"

Mafia sangat kesal, mood nya berubah buruk karena tingkah Vair barusan. Apalagi pria didepannya ini, lihat, tatapannya terus menatap kearah pintu di mana tadi Vair pergi. Kurang ajar sekali. Ingin rasanya Mafia mencongkel kedua mata pria itu dan menjual kedua matanya ke pasar loak.

Vegas tersenyum kecut karena di sangka tukang sensus penduduk. Pedas sekali kata katanya. "Maaf Mafia, aku sudah lancang dan tidak sopan." Vegas berdiri setelah meminum habis teh yang di buat oleh Vair.

"Kalau begitu aku pamit, maaf sudah mengganggu waktu mu kawan, dan terima kasih untuk minumannya. Minuman terenak yang pernah aku rasakan."

Mafia tidak merespon apapun. Dia hanya ikut berdiri dan mengantar Vegas sampai ke depan. Dia menatap kepergian Vegas dengan gigi yang mengetat, tatapan tajam seperti pisau dapur emak emak, dan raut wajah datar nan dingin seperti biasanya.

"Haru, Kasim..."

Haru dan Kasim yang selalu berjaga disana menoleh. "Iya tuan,"

"Atur penjagaan semakin ketat. Awasi pula setiap orang yang datang atau melewati rumah ini. Mengerti,"

"Mengerti tuan,"

Mafia berbalik, ingin masuk kedalam, tapi dia dikagetkan dengan keberadaan Vair yang sudah ada didepannya.

"Siapa cewek yang kamu taksir?"

1
Apple
vair udh mulai suka sm mafia nih
Apple
galak banget ibu vair. jangan galak galak dong
Apple
geledah nanti kethuan tuan mafia
Apple
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Apple
berdebar hati berdebar itu gejolak rinduuuu
Apple
malu malu tp mau
Apple
bagus Aan. ayo katakan yg sbnrnya biar Liga dapet hukumN
Apple
hayo lho Liga
Risa Virgo Always Beau
Ternyata Mafia itu terkenal kejam
Risa Virgo Always Beau
Mafia nanti kamu ceritain ke Liga ya jangan ada yang di tutupi dari Liga
Risa Virgo Always Beau
Liga ternyata Vair sedang mengejek kamu
Risa Virgo Always Beau
Mafia seenaknya banget menyuruh Liga
Apple
bagus
Apple
next bab. bagus dan bikin penasaran
Apple
kira kira vair bakal mafia apain ya. dihabisi juga kah. nex bab thor penasaran aku tuh ama kelanjutannya
Apple
apa mafia sama vair udah saling kenal?
anggita
like 👍iklan☝ buat novel barunya. moga lancar.
Cakrawala: aamiin makasiiiihhhhh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!