Wang Ryu, seorang pria modern, tiba-tiba menemukan dirinya terlempar ke masa lampau, lengkap dengan status setengah dewa yang misterius.
Di dunia yang asing ini, di mana kelangsungan hidup adalah prioritas utama, Wang Ryu memutuskan untuk menggunakan pengetahuannya dari masa depan untuk membangun sebuah bisnis.
Dengan kecerdikan dan sedikit sentuhan magisnya sebagai setengah dewa, dia berusaha keras untuk tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga menciptakan jejaknya sendiri di zaman kuno.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengintip Masa Depan
"Apa jantung anda baik-baik saja Tuan Ming?"Tanyanya mengubah topik pembicaraan.
Ayah Ming bingung tapi masih menjawabnya dengan jujur."...Ya saya sehat..."
"Kalau begitu kemarilah..." Ayah Ming tak tau apa yg akan dia lakukan tapi dia dengan patuh berganti posisi duduk dengan putranya.
Wang Ryu melihatnya dan berkata dengan nada ringan."...apapun yg kamu lihat nanti tolong jangan terlalu emosional....."
"Baik..."jawabannya tak mengerti,namun Saudara Ming merasa tak nyaman." Ayah apa aku saja ...."
"Tidak apa-apa,aku yg akan melakukannya ...."jawabannya dengan tegas menolaknya.
Ayah Yang Dan istrinya saling melihat dan kembali fokus pada Tuan muda dan Tuan Ming.
Wang Ryu memintanya menarik nafas dan untuk tenang. Pria itu mengangguk. Lalu Dia menaruh jarinya di kening Ayah Ming dan memejamkan matanya.
Angin tertiup ringan didalam toko. Membuat yg lainnya gugup, beberapa saat mereka melihat bahwa rambut Tuan muda Wang berubah memutih, berkilauan dengan cahaya biru.
Lalu tak lama air mata jatuh dipipi tuan Ming.
Wang Ryu dan Ayah' Ming Berdiri ditempat yg penuh mayat bergelimpangan darah tercium diudara.
Susana mencekam mememuhi udara,ini Ayah Ming tak mungkin kenal dengan suasana seperti ini, ini hanya dapat di dilihat dimedan perang.
" Tuan muda ini..." Dia menoleh padanya ,apa yg terjadi kenapa bisa mereka disini.
Wang Ryu mengangkat dagunya ke arah depan." Lihat kedepan...."
Pria itu menoleh lagi dan matanya melebar.
Ayah Ming melihat putrinya memakai baju besi membawa pedang dan berteriak memimpin pasukan untuk menyerang.
"Serang...!!"teriak Sister Ming dengan penuh momentum ,dia memacu kudanya kedepan tanpa rasa takut.
"Serang..!!" Para prajurit berteriak bersamanya dan berlari menuju medan perang.
Sister Ming dengan tak kenal ampun mengangkat senjata untuk membunuh lawan-lawan nya,dia berteriak dengan ganas saat berhasi menumbangkan musuh.
Ayah Ming tak bisa melepaskan pandangannya pada putrinya yg dengan gagah berani berperang, memimpin ribuan pasukannya.
Ayah Ming merasa waktu berjalan cepat,dia melihat putrinya memenangkan pertemuan dan diangkat menjadi panglima perang wanita satu-satunya yg berhasil memukul mundur musuh.
Putrinya berlari ke rumah dengan bangga memamerkan keberhasilannya pada saudara dan dirinya,disana dia juga tertawa bahagi dan merasa bangga.
Namun gambar itu Tiba-tiba kacau ,wajah putrinya tiba-tiba melebur menjadi asap.
Ayah Ming maju kedepan dengan cemas."..tidak ...tidak apa yg terjadi....?!"
"Ayah aku tak ingin menikah....ayah...."Suara tangisan putrinya terdengar.
"Ayah minta maaf, tapi ini sudah Dekrit dari Kaisar....kita tak bisa menolaknya..."desah suara pria tak berdaya.
Ayah Ming berbalik dan melihat masa lalu saat putrinya menikah' dengan Menteri Yun.
Lalu waktu berganti,ini sepertinya kediaman Menteri Yun.
"Apa yg kamu lakukan!kau berjanji untuk tak memiliki selir! Lalu aku mengalah padamu dan membiarkan kamu mengambil wanita-wanita itu!...lalu sekarang...selir mu hamil!kau pasti bahagia lalu bagaimana dengan ku!?"teriak Sister Ming dengan wajah penuh kekecewaan.
"Aku butuh keturunan! Ibu sudah setuju bukan giliranmu untuk mengatur ku!" Jawab Mentri Yun dengan wajahnya dingin.
" Yun Lang...kau benar-benar bajingan...aku ingin bercerai!" Sister Ming tertawa terbahak-bahak, dengan air mata yang berlinang.
Wajah Mentri Yun membeku,dia melihat istrinya dengan tak percaya.".. Ming Ming jangan seperti ini,kenapa kamu harus bersikap egois ..."
"Egois?"Sister Ming tertawa terbahak-bahak.wajah Menteri Yu memucat.
"Yun Xun,aku benar-benar merasa jijik karena menikah dengan mu...!"Wanita itu bangun dari lantai dan pergi keluar dari kamarnya menuju kediaman Mertuanya dengan wajah gelap.
Saat dia masuk ada selir yg hamil anak suaminya duduk dan tertawa bahagia bersama ibu mertuanya.
Melihat masuk suasananya menjadi canggung,namun Sister Ming sama sekali tak ingin berbasa basi dengan mereka.
"Nyonya Yun anda tau Yun Lang sudah melanggar kontraknya dengan kaisar! Jadi hari ini aku Ming Fei tak ada lagi hubungan dengan putra Bajingan mu....!" Teriak nya menggema di seluruh kediaman Ibu Yua.
Semua orang, pelayan dan Mentri Yun yg berhasil menyusulnya melihatnya dengan tak Nyonya Yun bahkan tak dapat bereaksi.
Semua orang terkejut.
Sister Ming berbalik pergi dari sana dengan langkah tegas."...jadi selamat tinggal!"
" Ming Ming aku...." Menteri Yun yg mengikutinya membeku disana ,dia ingin menghentikannya namun saat mata dingin dan terasing wanita yg hidup bersama selama bertahun-tahu itu yg terarah ke arahnya.
Tangannya membeku diudara. jantungnya berdetak lebih cepat.
"Menantu mu juga akan mendapatkan hukumannya..."Suara Wang Ryu terdengar dingin.
Ayah Ming tersadar dia melihat ke arahnya dengan suara gemetar."...tuan jika saya tak menikahkannya...apa yg akan terjadi..."
"Dia akan menjadi satu-satunya panglima perang kebanggaan negeri Hu dan dikenang dengan nama penghormatan sebagai...." Dia melihatnya dengan senyum kecil.
"Huan Liming...."
Air mata Ayah Ming menetes.
"Ayah !"
Mata pria tua itu terbuka perlahan,air mata masih menetes dimatanya. Rasa frustasi dan kecemasan dan rasa bersalah memenuhi hatinya.
Ayah Ming menundukkan kepalanya,terisak dengan bahu gemetar.dia menghancurkan hidup putrinya,impian putrinya.
Apa dia masih pantas menjadi ayah'nya.
"Tuan apa yang terjadi?" Saudara Ming melihat pada pria itu dengan cemas.
Wang Ryu melihatnya dengan ringan."..Kamu bisa bertanya pada ayahmu sendiri nanti...."
Lalu pelayan muncul dan meminta mereka untuk mengikuti mereka, jadi ke empat orang itu dibawa ke rumah yg sudah disiapkan.
Ayah Ming masuk kedalam rumah dengan diikuti oleh putranya.
Sister Ming yg duduk diruang tamu segera berdiri,saat melihat wajah ayah' nampak pucat."Ayah!kamu baik-baik saja...?"
"Ming Ming..aku minta maaf,ayah benar-benar minta maaf...." Ayah Ming berjalan kerah putrinya dengan langkah terhuyung-huyung.
Sister Ming terkejut dia segera meraih tangan ayah'nya.melihat pada kakaknya."Ayah'...apa yang terjadi?"
Dia menggeleng kepalanya, dengan nada kuwatir."...aku tidak tau,Tuan muda meminta ayah untuk melakukan sesuatu..lalu ayah menangis...."
"Ayah bangun lah dulu ...." Keduanya menarik Ayah Ming untuk duduk di kursi ruang tamu.tanyanya dengan lembut."...apa yg terjadi...?"
Ayah' Ming segera menceritakan semuanya apa yg dia lihat selama bersama dengan Wang Ryu.
Wajah ke dua bersaudara itu memerah, hijau lalu memucat.
"Aku... panglima perang wanita pertama..."Ucapnya Sister Ming menundukkan kepalanya tak percaya.alisnya mengerut tajam.
Jika dia tak menikah dulu impiannya dalam waktu 10 tahun' akan berwujud. Namun dia membuang waktu 10 tahun' dan menjadi sia-sia.
"Ayah apa kamu yakin?"tanya saudara Ming pada ayahnya dengan agak tak percaya.
apa mungkin itu hanya ilusi.
tapi melihat rambut Tuan muda Wang yg berubah menjadi putih tak mungkin itu semua palsu.
Ayah Ming menggelengkan kepalanya,tetap teguh dengan perkataannya."......Aku melihat masa depan adikmu jika dia tak menikah dengan Bajingan itu 10 tahun' kemudian,adikmu sudah menjadi panglima perang satu-satunya di negri ini dalam tahun ini!"
Saudara Ming melihat adiknya yg duduk dengan kepalanya menunduk,jadi hidup adiknya yg cemerlang hancur begitu saja selama 10 tahun ini.
"Ming Ming...Tuan muda juga memperlihatkan semua saat kamu berada Dikediaman Yun...aku benar-benar minta maaf...." Ayah Ming merasa bersalah melihat tak bereaksi apapun.
Sister Ming mengusap air matanya, mendongak dan tersenyum pada ayahnya."Ini bukan salah ayah... Tak apa-apa..."
"Lalu ayah apa yg dikatakan tuan muda...?"dia paling ingin tau apa ahir yg dikatakan Tuan muda soal dirinya.
Ayah Ming mengingat semua kata-kata Tuan muda Wang.jika putrinya tetap disini dia tak akan menjadi apapun.
namun saat dia pergi ke barak putrinya mungkin masih bisa mengejar mimpinya.".....Ming Ming apa kamu masih ingin pergi ke barak?"
" Ya!"jawabannya tegas. Saudara Ming melihat ayah dan saudarinya dengan wajah lega.
"Baiklah tak apa-apa...tak apa-apa..."Ayah Ming tersenyum Menepuk-nepuk kepalanya dengan lembut.
Pukul 7 malam semua tamu sudah pulang, kelompok Jendral dan lainnya juga sudah kembali.
Wang Ryu melihat Blok.1 yg berantakan,dia melambaikan tangannya,meja dan kursi yg miring tertata dengan rapi kembali.
Bekas minum' berbaris untuk masuk ke keranjang piring. Dan 5 sapu lantai bergerak sendiri untuk membersihkan setiap sudut tempat.
Melihat ini Yong il dan pelayan Xing segera berterima kasih dan menuju tempat cuci didekat Restoran.
Wang Ryu berbalik dan melihat bahwa gerbang masih dibuka ,dia berjalan ke blok 2 sambil berkata."tutup....!"
Pintu gerbang tertutup dengan sendirinya.
Saat dia berada diblok 2 para pelayan persik sedang beberes disetiap toko. Paman Feng dan Pelayan Ming juga membantu disana.
"Paman ,He Ming tak perlu membersihkan... biarkan mereka berkerja...."
"Baik tuan!" Keduanya memberikan sapu dan lap para para pelayan dan mengikuti Wang Ryu kembali.
Yong il dan Pelyan Xing sibuk diarena cuci untuk mencuci piring dan gelas kotor. Beberapa saat kemudian juga dipanggil.
Mereka menyerahkan pekerja mereka pada pelayan dan pergi ke rumah Utama.
Wang Ryu duduk dengan tenang ditempatnya. Didepannya paman Feng dan lainya sudah berkumpul.
"Ini adalah hari gaji akan dibayarkan....paman Feng..." Dia memanggil mereka satu persatu,paman Feng segera maju kedepan.
"3 tael emas..." Dia memberikan 3 tael emas diatas meja. Paman Feng mengambilnya dan membungkuk."Terimakasih Tuan muda..."
"Pelayan Ming dan Xing Juga Yong il...."Panggil nya lagi, sambil menaruh koin-koin itu dimeja sesuai dengan jumlah gaji mereka." 2 tael emas dan 5 tael perak...."
".....Terimakasih Tuan muda!" Ketiganya membungkuk hormat,mereka mengambil uang yg dibagikan dan segera mundur.
"Bibi dan paman kalian sudah bekerja keras...2 tael emas untuk masing-masing...." Dia menaikkan gaji mereka.
"Terimakasih banyak tuan.....!" Ucap ke duanya dengan semangat. Walaupun gaji mereka yg terkecil diantara yg lain.
tapi itu karena pekerjaan mereka tak seberat pelayan yg lain.jadi tak ada rasa iri pada pendapat orang masing-masing.