NovelToon NovelToon
Anak Yang Tidak Di Akui

Anak Yang Tidak Di Akui

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Pengkhianatan
Popularitas:54.3k
Nilai: 5
Nama Author: Elvy Anggreny

Elfa adalah seorang gadis 17 tahun, dia siswi berprestasi di sekolah, Elfa sangat cantik, pintar dan polos. Hanya satu kekurangannya dia bukan anak orang kaya. Dia hidup bersama ibunya yang hanya seorang tukang cuci. Elfa masuk ke sekolah itu melalui jalur beasiswa.
Elfa bukan hanya pintar dan cantik tapi dia adalah kekasih seorang Aditya siswa paling tampan di sekolah dan idola semua siswi.
Elfa terlalu mencintai Aditya, ia akan melakukan apa saja untuk Aditya. Hingga satu malam dengan kata sebagai bukti cinta. Elfa menyerahkan kesuciannya kepada Aditya.
Dari kejadian satu malam itu , Elfa hamil anak Aditya. Ia mengatakan pada Aditya tentang kehamilannya tapi Aditya memaksa Elfa mengugurkan kandungannya.

"Gugurkan kandunganmu, jangan berharap aku akan bertanggung jawab. Kau sadar? Kita ibarat langit dan bumi. tidak akan mungkin bersatu" Ucap Aditya

Seluruh tubuh Elfa bergetar "aku bersumpah ....!!! kau tak akan pernah mendengar suara tangisan bayi dalam hidup mu "

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvy Anggreny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Semua berjalan normal, Steven menghabiskan bulan madu di kampung mereka, karena itu memang keinginan mereka berdua. Menghabiskan waktu di kampung, sebelah kembali dengan rutinitas sehari-hari mereka di kota.

Satu bulan berlalu, hari ini minggu sore, pesta ulang tahun Tasya di rayakan, tamu undangan sudah banyak termasuk teman teman sekolah dan guru Tasya, rumah Orang tua Aditya yang sangat besar dan megah di sulap menjadi semakin indah dengan semua hiasan. Pesta yang sangat meriah.

Tasya melihat, semua undangan sudah ada, dan mereka sedang menikmati pesta

"Apa yang kamu lihat Tasya? kamu sedang menunggu seseorang..? Tanya teman Tasya.

"Ya...aku menunggu Gavin, dia berjanji akan datang bersama teman-temannya.."

"Mungkin sebentar lagi..."

"Ya.."

Orang tua Tasya, kakek dan Neneknya, paman Aditya dan Chelsea sedang menemani tamu tamu undangan yang lain, yaitu rekan bisnis kakek dan ayah Tasya, mereka duduk bersama, tertawa dan sesekali membicarakan bisnis.

Aditya duduk diam, hanya tersenyum dan sesekali bicara..Itu semua tak luput dari perhatian Chelsea dan Ardian.

"Hei bro..kamu baik baik saja ? ayolah..ini ulang tahun keponakan mu.. ".Kata Ardian, Chelsea ikut mengangguk.

"Tidak kak, aku hanya merasa tubuhku sedikit tidak bersemangat"

"Sayang.. Jangan seperti itu, Tasya akan sedih mendengar ini " Ucap Chelsea

"Baiklah, Aku kedalam dulu..." Aditya melangkah masuk kedalam kamarnya.

"Ayo sayang, nikmati pestanya..." bisik Tania pada Chelsea

Sementara itu di rumah Elfa...

"Pesta ulang tahun ? Di rumah.....? Eeh.. Apa kalian berdua mau ke tempat itu?" tanya Elfa, saat Gavin mengatakan Tasya mengundang dia dan Steven.

"Aku tidak akan ke sana sayang, aku ingin di rumah saja, menghabiskan waktu bersama istriku yang cantik.. Jagoan bagaimana dengan mu? "

"Aku..? aku harus pergi ayah, kalau tidak Tasya akan marah padaku..ayah tahu kan, ini pesta keluarga dari lingkungan kelas atas. Sesekali aku ingin merasakan masuk dalam lingkungan orang besar..."

Kedua Alis Elfa mengernyit heran dengan sikap Steven dan Gavin

"Apa maksud kamu sayang..?"

"Hahaha tidak Bu, aku bercanda. ibu tidak perlu khawatir.."

"Sayang, Gavin ingin pergi ke sana... biarkan dia ke sana, di sana dia bersama teman temannya"

"Tapi di sana itu kan..?"

"Tidak apa-apa Bu...aku bersama Ryan dan Fadel.."

Steven bisa melihat Elfa menarik nafas panjang, Steven dan Gavin saling melirik dan tersenyum tipis.

Sebelumnya...Steven menolak ajakan Gavin, karena dia belum ingin melihat wajah pria itu " Ayah tidak akan ke sana Jagoan "

"Tapi Ayah, Semua guru di undang.." Steven mengerti, Gavin tidak tahu apa apa.

"Tidak,kamu pergi lah bersama teman teman mu. Ayah di rumah menemani ibu saja ya.."

" Baiklah Ayah..."

"Ayah tunggu cerita mu, besok...."

____

Gavin berdiri mematung melihat rumah mewah dan megah itu, bukan tatapan kagum tapi tatapannya kosong.

"Apa yang kau lihat?" Tanya Ryan

"Ayo masuk..." Gavin mengajak kedua temannya masuk

Gavin berjalan dengan langkah tegap, dia tahu rumah ini. Setelah dia tahu siapa Aditya dan hubungannya dengan Tasya.

Apakah Gavin sengaja datang ke pesta ulang tahun Tasya..? Jawabannya, YA....Gavin merasa dia belum memberikan kejutan apapun untuk keluarga Aditya. Masih banyak yang harus mereka bayar atas luka ibunya.

Gavin hanya seorang anak kecil bagi orang dewasa, tapi tak ada yang tahu dia punya rasa sakit, dendam dan kebencian kepada orang orang yang telah menyakiti ibunya dan membuangnya dirinya. Gavin seorang anak yang punya dendam.

Langkah kaki tiga remaja mengalihkan perhatian para undangan yang sedang menikmati pesta.

Gavin berjalan mendekati Tasya..

"Selamat ulang tahun "

Tasya tersenyum manis "Terimakasih Gavin, Ryan, Fadel.."

"Ayo masuklah....Gavin, ayo aku kenalkan dengan keluargaku... mereka pasti terkejut melihat kamu.." kata Tasya pada Gavin lebih tepatnya.

Gavin mengangguk, ia berjalan perlahan dan sangat tenang

"Apakah aku dan Ryan tidak di perkenalkan juga ? Mungkin orang tuamu bisa memilih yang terbaik di antara kami bertiga Tasya.." Kata kata Fadel, mengundang tawa Tasya dan Gavin.

"Apa apaan sih.. Kau itu masih anak kecil, ahh kita semua." Tasya berkata dengan nada kesal

"Ayo ikutlah, siapa tahu di dalam sana kalian melihat hal hal yang menarik..." Gavin berjalan seiring dengan langkah Tasya.

Dengan penuh semangat, dua teman Gavin berjalan di depan Tasya dan Gavin.

"Tasya, rumah kamu sangat besar, mewah dan megah. Ini seperti istana saja..."

"Kalian terlalu berlebihan memuji.." Jawab Tasya.

" Tapi apa yang di katakan Fadel Itu benar Tasya, rumah ini besar sekali. Pasti untuk mendapatkan rumah sebesar ini banyak pengorbanannya ya.."

Ryan tertawa mendengar Gavin bicara seperti itu.." contoh nya tuan Gavin.."

"Ya mana aku tahu, kita kan masih anak kecil. Aku hanya tahu, apapun yang kita miliki pasti ada sesuatu yang di korbankan..." Jawab Gavin cuek

"Ya ya ya.. Baiklah Tuan Gavin, kamu selalu benar "

"Hei... Aku selalu benar di antara kalian berdua, ingat .. Kemarin cewek incaran mu itu mengirimkan aku sebuah bingkisan dan di dalamnya adalah baju kaos yang manis sekali dengan kertas yang ada tulisannya.....Gavin, aku menyukai kamu. Kamu benar-benar sempurna...."

"Ahh itu kau hanya beruntung saja mendapat perhatian darinya.." Jawab Ryan.

"Tapi di dalamnya, ada kata kata tadi, kamu benar benar sempurna... Ryan. Artinya aku memang selalu benar.. Hahaha "

"Hahaha...aku setuju Gavin, kau memang paling benar. Bahkan ibu Sita benar benar menyukaimu.."

"Fadel... Jangan katakan itu di sini "

"Ah. Ya ya ya.. Aku lupa kawan, ia memiliki ibu sita yang benar benar dengan ukuran badan yang wow.. benar benar menyukaimu Gavin..."

"Aku bilang jangan... "

"Ayolah kawan, ibu Sita adalah Wanita dewasa yang sangat sempurna...."

"Ayo Tasya....kita tinggalkan mereka.." Kata Gavin meninggalkan kedua temannya.

Tasya tertawa keras mendengar candaan teman temannya.

" Hahaha....Baiklah, ayo ikuti aku, di dalam ada papi mami aku dan keluarga yang lain. Tadi teman teman yang lain juga aku perkenalkan. jadi tidak yang spesial ya Fadel.."

"Baiklah ratu, bawa kami kedalam.."

Gavin berjalan...dia bisa menghitung langkah kakinya sebelum melihat wajah wajah yang ingin menyingkirkannya.

"Papi... Mami..ini teman teman Tasya. Mereka baru saja sampai..."

Satu..dua..tiga...

Orang orang dewasa di depan ke empat anak remaja itu, mematung dengan wajah memucat..

Prang...

Cangkir di tangan Chelsea terlepas begitu saja, jantungnya berdetak dengan ritme yang tidak beraturan.

Dia menatap ke empat remaja itu dengan mata yang membelalak besar.

"Tidak.. tidak mungkin...." bisik Chelsea, ia merasakan jantungnya seperti berhenti berdetak, tubuhnya kaku.

Ardian dan Tania, kedua orang tua Aditya seperti melihat cermin masa remaja Aditya berdiri di hadapan mereka.

Suryadi dan istrinya sangat terkejut....

"ka..kamu te..teman Tasya?" Ibu Aditya bicara seperti orang yang mengalami kesulitan bicara. Suryadi terduduk di atas kursi, tubuhnya bergetar hebat. Kakinya tidak kuat menopang tubuhnya.

Beberapa rekan bisnisnya yang menjadi tamu undangan, hanya menatap tanpa kedip.

Dua teman Gavin juga menatap heran, Tasya melihat semua orang di depannya tak ada satupun yang bergerak.

"Kenapa wajah kalian pucat seperti ini? Apa yang terjadi..?" Tanya Tasya.

Gavin tersenyum lembut menatap wajah wajah ini, dia menikmati susana ini. Dia tahu mereka melihatnya. Di tengah kebekuan suasana dalam ruangan itu, salah satu pintu terbuka lebar, seorang pria melangkah keluar dengan setelan kemeja linen yang rapi namun santai, gesturnya tenang, memancarkan aura pria mapan.

Namun, seketika itu juga dia merasakan jantungnya berhenti berdetak. Kakinya tak bisa di gerakkan.

"Selamat malam, aku Gavin teman Tasya.." Gavin memperkenalkan diri

"Aku Ryan dan ini Fad...." Ryan mematung, di samping mereka, Wajah pernah dia lihat di depan butik sedang berdiri kaku " Gavin......" Panggil Ryan pelan namun terdengar cukup jelas, Gavin hanya mengangguk

Dengan langkah berat, Aditya menyeret kakinya melangkah mendekat di mana Gavin berdiri.

Aditya terpaku...ia melihat Gavin tersenyum padanya untuk pertama kalinya. Aditya tidak merasakan kehangatan, ia bergidik ngeri. senyum itu menakutkan, Aditya merasakan tengkuknya meremang.. Senyum sinis itu terbentuk di lekukan bibir yang sama dengannya

" Hallo om.... selamat malam..."

Ponsel di tangan Aditya hampir jatuh, dia menyapa Aditya, memanggil om.. Aditya menatap tak percaya.

"Paman, Papi Mami...kalian semua kenapa ? Apa karena wajah Gavin mirip Paman Aditya?"

duaarrr.....

ruangan yang tadi penuh dengan suara tawa, suara langkah dan alunan musik lembut seketika hening. Tasya membuat semua tamu beralih melihat ke arah di mana keluarga Tasya berada.

"Gavin... Ada apa ini ? Kenapa semu menatapmu seperti itu?" Tanya Ryan

"Entahlah, Aku tidak merasa di tatap. Mereka semua melihat ke arah kita.." Jawab Gavin dengan suara keras

Aditya melirik Chelsea yang masih berdiri menatap Gavin tanpa melepaskan tatapan nya. Dia berdiri di samping Ardian yang menatapnya, Tania yang ikut berdiri di samping suaminya. Ayah Aditya yang duduk menekan dadanya dan ibunya yang berjalan dengan langkah perlahan lahan ke arah Gavin.

"Nak.. kamu siapa ?"

.

.

.

Next...

1
Nesya
dasar orang2 egois sangat memuakkan
Nesya
emaknya aditya syok saat liat suami elfa 😂
Lydia
lah aneh si chelsea... malah salahin elfa... jelas2 korban... lama2 jd gila si chelsea atau cerai aja lah.... hehehe.... Lanjut Author. Terima Kasih.
Retno Harningsih
lanjut
Lee Mba Young
Seumur hidup Aditya gk akn punya anak lain.
Chelsea kl km ingin anak cerai lah ma Aditya 🤣😁. tp km kn bucin pingin anak biar jd pewaris semua harta.
tp kn orang kaya hrse bisa dong cerai dng Aditya 🤣🤭.
Ani Basiati
lanjut thor
Lala
si tua Bangka pinta kali Dy ektimg hadeh
💝F&N💝
thor, jangan biarkan gavin diambil oleh si surya atau si aditya itu. biar mereka merasakan kesepian.
Nesya
suryadi licik dasar 🙄
Nesya
ngak bisa hamil chelsea mulai gila, menyedihkan 🤣🤭
Nesya
betul ardian lebih baik pergi g usah ikut campur percuma bicara dengan orang bebal
Nesya
telak suryadi
Retno Harningsih
lanjut
Deliz Diaz Dla FM B
Lanjutannnnnnn
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
Rika Rahim
knpa aditya gk di kasih paham sama chelsea kalau kena karma dengan masa lalunya aditya karena gk bertanggung sama orng yg di tinggalkan, coba kalau chelsea menikah dengan orang lain pasti sudah punya anak,
yunita
lnjutt
Happy Kids
walah mulai setres chelsea. elfa ga ngapa ngapain. ngiri bgt dah. smg ga sampe dicelakai elfa n bayinya sama chelsea perempuan odgj
💝F&N💝
up lagi thor
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!