Dara Kaylie Virginia, gadis muda, Cantik Dan berprestasi dibidang akademik berusia 18 tahun, mahasiswi arsitektur semester awal yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi bergengsi di Jakarta. Ia merupakan anak tunggal dari keluarga Adiguna Wiratama seorang pengusaha, senator dan politisi ternama. Sejak umur 5 tahun ia ditinggal meninggal oleh ibunya karena menderita sakit kanker.
Keenan Aldrich William, 25 tahun, seorang CEO muda, tampan , lelaki blasteran Indo- Inggris-Turkey Dan ambisius terkenal bertangan dingin dalam dunia Bisnis. Ia merupakan pewaris Dari keluarga konglomerat terkaya di Asia William Abraham.
Awal pertemuannya dengan Dara tanpa disengaja karena ia telah menyelamatkan nyawa gadis muda korban kecelakaan maut . Sejak kejadian malam itu entah mengapa ia merasakan ada yang aneh pada dirinya. Ia selalu teringat pada wajah gadis cantik itu dan perasaan ingin selalu melindunginya.
Kisah cinta yang romantis antara Dara Keenan ditengah konspirasi dan balas dendam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tracy Marie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
Tanpa berpikir panjang lagi Bram langsung memecahkan kaca mobil.
Setelah kaca dipecahkan ia langsung membuka pintu mobil.
Keenan segera memecahkan airbag yang sudah mengembang yang menghimpit tubuh gadis itu agar mudah dikeluarkan dari dalam mobil.
Betapa kagetnya mereka berdua setelah melihat korban kecelakaan itu adalah gadis yang masih sangat muda. Kondisinya sangat memprihatinkan ia sudah tak sadarkan diri.
" Ternyata korbannya cewek bos,sepertinya masih belasan tahun!!!" ujar Bram.
"Deg..deg..deg" jantung Keenan berdetak keras saat melihat wajah cantik gadis itu, walaupun tertutup rambut dan bekas tetesan darah tetapi ia bisa melihat kulit gadis ini sangat putih bersih.
Keenan memeriksa denyut nadinya, ternyata masih ada tetapi sangat lemah.
"Syukurlah masih ada denyut nadinya Bram", sepertinya kejadiannya baru saja" ujar Keenan.
Ia dan Bram mengeluarkan tubuh gadis itu dari dalam mobil. Masih dalam kondisi hujan , tetapi tidak terlalu deras seperti tadi. Entah mengapa ia sangat ingin menyelamatkan gadis itu. Tanpa ragu ia membuka jas nya dan menutupi tubuh gadis malang itu.
"Bram kamu cepat hubungi polisi laporkan telah terjadi kecelakaan dan ada korbannya jiwa" ujar Keenan
"Coba kamu cari di dalam mobil mungkin ada ponsel atau petunjuk nomor telepon keluarga gadis ini. "Kabari keluarganya segera bahwa anaknya saya bawa ke Rich hospital.
" Saya akan membawa gadis ini ke rumah sakit, karena kondisinya sangat lemah kamu tunggu disini sampai polisi datang" ujar Keenan.
" Baik bos"ujar Bram cepat.
Keenan langsung bergegas mengangkat dan memeluk tubuh gadis yang masih pingsan itu. Sopirnya langsung membukakan pintu mobil dan membantu Keenan masuk kedalam mobil.
Keenan masuk dan duduk dibangku penumpang. Kepala gadis itu ia letakkan diatas pahanya sebagai sandaran .
" Cepat pak kita ke Rich hospital" ujar Keenan memerintah sopirnya.
"Baik tuan" jawab sopirnya. Ia langsung tancap gas menuju ke Rich hospital yang berjarak 15 menit dari lokasi kejadian.
Rich hospital merupakan rumah sakit terbaik dan berstandar internasional.
\=\=\=\=\=\=
Sementara Bram lagi menghubungi kantor polisi terdekat, dalam 10 menit mereka akan sampai dilokasi kecelakaan. Ia masih sibuk mencari ponsel gadis itu di dalam mobil. Setelah ia cari ternyata ponselnya sudah terlempar dibawah jok mobil.
"Syukurlah ketemu , mungkin saya bisa menghubungi pihak keluarganya" ujar Bram bicara sendiri.
Ia segera mengambil ponsel gadis itu dan melihat dilayar ada notifikasi panggilan tak terjawab puluhan kali dari nama yang agak aneh 'Guardian Angel'. Bram sempat-sempatnya tertawa membaca nama dilayar ponsel gadis itu.
" Serem amat masih muda tapi udah telponan ama malaikat" gerutunya sendiri.
"Coba gue telpon mungkin ini nomor pacarnya si gadis malang itu" ujarnya.
Ia langsung menekan tombol panggilan ke 'Guardian Angel' tadi.
Dalam hitungan detik sudah langsung tersambung dan terdengar suara dari ujung ponsel.
"Halo Dara ...nak dimana kamu kok gak sampe-sampe kerumah" ujar suara tuan Adiguna.
" Oh namanya Dara " ujar Bram dalam hati.
"Ha-halo maaf ini bukan Dara"jawab Bram belum selesai bicara ia sudang dipotong suara diseberang ponsel.
" Ini siapa mana anak saya!!!apa yang terjadi dengan anak saya!!!Kamu apakan anak saya..jangan macam-macam kamu ya!!!!ujar adiguna panik.
" Maaf...perkenalkan saya Bram...kebetulan kami tadi yang menolong anak bapak...Tenang dulu...saya mau memberi kabar bahwa anak Bapak mengalami kecelakaan, sekarang sudah dibawa sama bos saya ke Rich hospital" Ujar Bram menjelaskan kepada Tuam Adiguna.
Bersambung...
coba mampir di cerita aku ya kak.
aku ga butuh like cuma butuh saran🙏🙏🙏🙏🙏