NovelToon NovelToon
LOTUS YANG TERASING

LOTUS YANG TERASING

Status: sedang berlangsung
Genre:Ruang Ajaib / Wanita perkasa / Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:24k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora79

Seorang Dokter Jenius dari masa depan bereinkarnasi kembali ke dalam raga seorang putri bangsawan, yang menikah dengan pria yang sangat membenci dirinya. Hingga pada suatu hari yang nahas, dia pun diasingkan ke sebuah wilayah terkutuk bersama pelayannya, karena tuduhan.yang keji.

*
"Aku tidak akan menyerah! Sudah diberi kehidupan dan kesempatan kedua, masa harus aku sia-siakan?"

*
Jadilah saksinya, wahai langit! Jika aku, akan mengguncang dunia kuno ini dengan semua keahlianku!"

*
"Nona, tapi Anda tidak bisa apa-apa, loh!"

*
"Tenang saja ... Dewa memberkatiku dalam komaku kemarin, dan aku akan menunjukkan keahlianku!"

*
Bagaimana kisah si Dokter Jenius ini di dunia kuno yang tidak terdapat di dalam sejarah Kekaisaran?

*
Apakah dia mampu membangun kekuatannya sendiri di sana?

*
Ikuti kisah si Dokter Bar-bar hanya di sini ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32: Kemarahan Anlian!

***

Hari kedatangan para utusan dan pemuda dari desa tetangga pun tiba, derak roda kereta kuda sudah terdengar dari kejauhan.

Kepulan debu tipis beterbangan di jalan utama, saat tiga buah kereta kuda berukuran besar, berhenti di depan gerbang masuk desa Mingxien.

Para anggota AN yang bertugas, langsung berdiri dengan tatapan tajam ke arah kereta kuda itu.

"Berhenti!"

"Ada keperluan apa kalian datang ke desa kami?!" seru salah satu penjaga dengan wajah datar.

Dari dalam kereta kuda paling depan, turun seorang pria yang memakai jubah biru muda, rambut hitamnya diikat tinggi, dan ada simbol awan perak yang tersulam di bagian dadanya.

Dibelakang pemuda itu, ada enam orang pemuda dan pemudi berpakaian sama, dengan raut wajah sedikit ... meremehkan.

"Hm, jadi ini desa Mingxien itu ya?" ujar salah satu pemuda itu, sambil menatap ke arah sekitar.

"Hmph! Sepertinya, iya ... Desa ini terlihat sangat rapi dan bersih, untuk sebuah ukuran desa di pedalaman ..." sahut seorang pemudi berwajah culas.

Para penjaga gerbang menahan dirinya dengan sekuat tenaga, agar tidak menghajar para tamu yang sombong ini.

"Mohon tunggu sebentar! Kami akan melaporkan kedatangan kalian kepada Tetua dan Penguasa desa Mingxien!" ujar salah satu penjaga dengan nada tegas.

"Kami adalah utusan yang dikirim oleh Sekte Awan Biru, datang bersama pemuda desa tetangga untuk melihat kemajuan yang ada di desa Mingxien ini. Tidak perlu ada sambutan formal ..." sahut pria berjubah biru itu sambil tersenyum tipis.

Nada suaranya terdengar sopan, namun penuh superioritas tinggi.

Di alun-alun utama desa Mingxien, Anlian dan keluarga kecilnya sudah berdiri disana, untuk menyambut datangnya para tamu tersebut.

Yuexin mengenakan hanfu modifikasi antara modern dan kuno buatan Anlian yang berwarna hijau giok, dengan pita rambut senada.

Mingye berdiri di samping Yuexin, dengan mengenakan hanfu warna sama dengan Anlian.

Tatapan matanya tenang dan tajam, seolah-olah sedang menganalisa orang-orang itu.

"Usahakan jangan terlalu banyak bicara, Xinxin! Amati saja mereka dalam diam, oke?!" ujar Mimgye, memperingatkan Yuexin.

"Hmph! Oke!" jawab Yuexin sambil mendengus.

Rombongan yang dipimpin oleh murid Sekte Awan Biru itu mendekat, pria berjubah biru itu langsung membungkuk ringan di hadapan Anlian.

"Saya Lu Cheng, Panatua Luar Sekte Awan Biru ..." ujar pria itu memperkenalkan dirinya.

Anlian menganggukkan kepalanya, singkat.

"Saya Anlian, Penguasa desa Mingxien ..."

Pria bernama Lu Cheng itu melirik ke kanan dan ke kiri dengan liar, dan tatapannya berhenti pada Mingye dan Yuexin.

"Dan ... siapakah anak-anak ini?" tanya Lu Cheng, penasaran.

"Mereka adalah anak-anakku ..." jawab Anlian.

Dalam benak Anlian, T2 bersuara.

[Peningkatan ke level tiga berhasil! Pelindung transparan tubuh tuan rumah aktif! Mendeteksi akan ada kekacauan yang dibuat oleh orang-orang ini!]

Anlian hanya menjawab 'Hmm' dalam benaknya, tatapan matanya menjadi waspada ke arah para tamu tersebut.

Salah satu pemuda Sekte Awan Biru menyeringai, saat melihat Mingye dan Yuexin.

"Desa ini benar-benar aneh! Kenapa kalian membiarkan para bocah ini ikut menyambut kami? Harusnya mereka bermain dengan para bocah desa, kan?" ujar pemuda itu dengan nada meremehkan.

Yuexin yang merasa tersinggung langsung mengangkat alisnya.

"Paman ini siapa, ya? Mulut paman bau sekali! Bau bangkai!" sahut Yuexin dengan wajah polos, sambil mengibaskan tangannya di depan hidung.

"Ppffftt ...!"

Beberapa warga desa menahan tawa mereka, saat mendengar ucapan penuh racun si kecil Yuexin.

Wajah pemuda itu memerah karena malu, dia langsung menunjuk Yuexin dengan emosi.

"Ka--kamu! Kamuuu—"

Lu Cheng langsung menepuk bahu muridnya itu, berusaha untuk menenangkan.

"Jangan bertindak impulsif! Ingat tujuan kedatangan kita kesini ..." ujar Lu Cheng dengan suara pelan.

Lalu dia menatap ke arah Anlian.

"Kami datang untuk melihat langsung sistem irigasi desa ini, dan belajar sedikit tentang inovasi yang ada di desa ini ..." ujar Lu Cheng kepada Anlian.

"Lalu?" tanya Anlian dengan wajah datar.

"Kami juga membawa beberapa pemuda desa tetangga, untuk menjadi delegasi pertukaran ilmu pengetahuan ..." lanjut Lu Cheng.

Setelah ucapannya jatuh, terlihatlah belasan pemuda desa tetangga, yang turun dari atas kereta kuda dengan wajah kagum dan iri.

Salah satu dari mereka langsung melihat ke arah Yuexin, dia berniat untuk menggoda bocah itu sampai menangis.

"Hey, bocah kecil! Pakaianmu sangat bagus untuk ukuran anak kecil dari desa. Apakah kamu salah satu dari para pelayan Bangsawan Ibukota yang pulang ke desa ini?" ujar pemuda itu sambil menyeringai.

Udara langsung berubah dingin, saat perkataan pemuda itu jatuh.

"Jaga ucapanmu itu!" ujar Mingye, yang langsung berdiri di depan Yuexin.

"Wah! Hahahahaha! Bocil ini ternyata bisa galak juga, ya?! Sungguh menarik!" ujar pemuda itu sambil tertawa meremehkan.

Yuexin melihat pemuda tengil itu dengan wajah suram.

"Kamu siapa?" tanya Yuexin.

"Aku Zhao Kun, murid luar Sekte Awan Biru," jawab lantang pemuda itu dengan nada sombong.

"Dan, kamu siapa?" tanya Zhao Kun.

"Aku adalah anak dari Penguasa desa ini, pemilik desa ini ..." jawab Yuexin sambil tersenyum manis.

Ledakan tawa terdengar dari kelompok yang baru turun itu, saat mendengar jawaban Yuexin.

"Whuahahahaha!"

"Apa?! Pemilik Desa ini? Kamu bercanda! Hahahaha!"

"Benar! Masih kecil sudah sok berkuasa! Sombong sekali!"

Zhao Kun mendekat ke arah Yuexin, lalu dia bertanya dengan nada meremehkan.

"Kalau benar begitu, bolehkah aku menguji kehebatan kamu, Nona Pemilik Desa?"

Anlian merasa tidak senang dengan keangkuhan mereka, lalu dia membentak dengan suara lantang.

"CUKUP! HENTIKAN!"

Dia merasa tidak senang, saat anak-anaknya diremehkan oleh orang lain.

Namun, Zhao Kun sudah terlanjur menantang Yuexin, dan dia berdiri hanya dua langkah dari Yuexin.

"Kenapa harus berhenti? Apakah kamu takut sekarang, hmm?" ujar Zhao Kun memprovokasi Yuexin.

Yuexin menaikkan alisnya sambil menyeringai tipis.

"Siapa yang bilang aku takut?"

Tiba-tiba ...

KRAAK!

Tanah disekitar Zhao kun retak tipis dan aura berat terasa menekan di udara.

Ini bukanlah tekanan dari Kultivator Qi, bukan pula tekanan energi spiritual ...

Ini adalah tekanan murni yang penuh dengan niat membunuh!

Yuexin menatap Zhao Kun tanpa senyum, wajahnya terlihat dingin dan menakutkan.

"Ulangi lagi apa yang kamu katakan sebelumnya ..." ujar Yuexin dengan tatapan membunuh.

Jantung Zhao Kun berdetak kacau, mulutnya terbuka, namun tidak dapat berkata-kata.

"A--apaa ... A--aaku ..."

Lu Cheng menatap Yuexin dengan wajah serius, dia terkejut melihat kekuatan fisik anak usia enam tahun itu.

Bukan hanya fisik, kekuatan mentalnya juga luar biasa!

"Hmm, menarik!"

Para pemuda dan pemudi yang ada di belakang Zhao Kun tertawa canggung.

"Ternyata hanya gertakan sesaat saja, menakutkan sesaat, huh! Hahahaha!"

Zhao Kun merasa dipermalukan, dia menggeretakkan giginya kuat-kuat.

"Kamu pikir, aku takut hah?! Bersiaplah!"

Zhao Kun mengangkat tangannya, dan sebuah energi Qi warna merah terkumpul ditangannya.

Dia benar-benar marah, oke?

Dia ingin menghabisi bocah itu dalam satu pukulan.

Namun, sebelum energi itu terkumpul sempurna, sebuah bayangan hitam berkelebat menghajarnya.

Wooosh!

Tidak ada yang menyangka, jika Anlian bergerak secepat itu ke arah Zhao kun.

BRUGH!

Hanya dengan satu langkah dan tendangan yang tepat, Zhao Kun terlempar bagaikan karung pasir ke atas tanah.

"Arrrghh!"

Debu mengepul di sekeliling mereka, dan semua orang langsung terpaku melihatnya.

Lu Cheng menatap tajam ke arah Anlian.

"Apa yang Anda—?!"

Sebelum ucapan Lu Cheng selesai, Anlian sudah berdiri tegak di depan Yuexin.

Tatapan matanya liar, penuh niat membunuh yang pekat.

"Siapa yang memberi kalian izin untuk mengeluarkan niat membunuh di depan putriku?" ujar Anlian dengan suara rendah yang terdengar berat.

PYAR!

Aura membunuh level tinggi langsung meledak keluar dari dalam tubuh Anlian.

Ini bukan aura membunuh seorang Kultivator, bukan juga dari energi Qi spiritual.

Ini adalah aura membunuh seorang ibu yang melindungi anak-anaknya, dimana tekanannya sangat brutal seperti kekuatan binatang purba.

Beberapa orang yang tidak punya kekuatan mental kuat, tiba-tiba langsung jatuh berlutut dengan keras.

Brugh!

"Aduh! Tekanan apa ini?! Kuat sekali!"

Lu Cheng langsung mundur beberapa langkah ke belakang tanpa sadar.

Yuexin mengintip dari belakang Anlian, karena dia merasakan energi aneh dari dalam tubuh ibunya.

"Ibu marah sekali, ya?" tanya Yuexin kepada Mingye dengan suara berbisik.

"Ya ... sangat ... sangat marah!" jawab Mingye sambil menarik napas.

Anian maju perlahan, membuat tanah disekitarnya bergetar.

"Lu ... Cheng ..." panggil Anlian dengan suara rendah yang berbahaya.

"Jika bukan karena kalian datang sebagai utusan ... kepala kalian semua sudah terpisah dari raga," ujar Anlian, penuh intimidasi.

Lu Cheng merasa tidak berdaya, lalu dia mengepalkan tangannya sambil membungkuk hormat.

"Maafkan saya atas semua kejadian ini ... Ini semua adalah kesalahan kami ..." sahut Lu Cheng dengan susah-payah.

Anlian menatap tajam Lu Cheng sesaat, lalu dia berbalik memunggungi mereka.

"Bawa semua orangmu untuk mempelajari teknologi kami, dan jangan pernah mencari masalah di desa ini, jika kalian masih sayang nyawa!" ujar Anlian dengan nada tegas.

"Dan ingat satu hal ..."

"Jika ada yang berani menyentuh anak-anak saya, saya tidak perduli 'SEKTE' apa yang ada dibelakang kalian!"

"Kaisar pun tidak akan menyalahkan saya, jika satu SEKTE itu menghilang dari Dinasti ini!"

"Kalian sudah memprovokasi orang yang salah!"

Setelah mengatakan itu, Anlian membawa keluarga kecilnya pergi dari Alun-alun Desa.

Suasana menjadi hening dan sedikit canggung, hanya suara kincir angin yang terdengar ramai, seolah-olah setuju dengan apa yang Anlian katakan.

Yuexin tersenyum puas, wajahnya berbinar penuh rasa bangga.

"Ibu sangat keren sekali! Aku sayang sama Ibu! Ibu memang yang terbaik! Hehehehe ..." seru Yuexin dengan nada ceria.

Sementara Mingye, dia menatap Sekte Awan Biru itu dengan tatapan mata yang sangat dingin.

"Sekarang mereka paham, jika Desa Mingxien ini ... bukan tempat 'bermain' untuk mereka ..." ujar Mingye.

"Aku yakin, setelah ini mereka akan mengirimkan orang-orang level atas untuk mengganggu desa ini ..." gumam Yuexin.

Mingye menyeringai tipis ...

"Silahkan saja, jiwa mereka ingin melihat 'Dewa Yamma' ..."

1
Lala Kusumah
wow Mingye dapat harta karun lagi nih, mantaaaaappp 👍👍👍
Bey
Lanjut tor lanjut aduhhhhh aku penasaran 😍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Ashiap, Kak Bey ... terima kasih dukungannya, kak ...😊🙏🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Yulianti Amiruddin
lanjutkan 💪💪💪
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih dukungannya, Kak Yulianti ... 🙏🏻😊🫰🏻🫰🏻🫰🏻
total 1 replies
Lala Kusumah
good job Mingye 👍👍👍💪💪💪
Lala Kusumah: sami-sami 🙏🙏
total 2 replies
Lala Kusumah
lanjuuuuuuuuut
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Ashiaaaaaap, Mak Lala 🫡🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
SAF.A.NAPIT
Thor jangan lupa mampir di novel terbaru ku juga yah
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Thank you, Kak Saf ... 🤗👌🏻🙏🏻
total 3 replies
Kusii Yaati
terlalu ekstrim nggak sih, hewan aja masih punya hati nurani.itu mah robot bukan manusia,karena sisi manusianya telah di musnahkan, malah jadi ngeri 😟
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Halusinasi, Kak Kusli ... jangan terlalu dibawa serius bacanya, dunia nyata saja banyak orang yang gak punya hati, tanpa harus minum obat apa-apa ...😁😁😁. Terima kasih atas dukungannya Kakak ...🙏🏻🤗😊✌🏻💖💖💖
total 1 replies
Lala Kusumah
penuh teka teki 🤔🤔🤔
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Malu aku diketawain sama Kak Lala ...🤭🤭🤭
total 3 replies
Lala Kusumah
wah Mingye ternyata adalah keturunan ras naga ya ..... hebaaaaaatt 👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Wokehhh, Mak! Hati-hati dijalan, oke? Semoga hari ini pekerjaannya tidak banyak, and jangan lupa makan Mak! Semangat!!🤗🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻👍🏻👌🏻😁
total 3 replies
Lala Kusumah
selamat ya klg Anlian, mantaaaaappp n kereeeeeennn nih 👍👍👍😍😍😍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih, Kak Lala ... 🙏🏻😘🫰🏻🫰🏻🫰🏻
total 1 replies
kriwil
memang kamu harus nerima si suami mu anlian dari pada sama orang yang cuma nanam.benih lalu menghilang🤣
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Setuju ... 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Lala Kusumah
tegaaaanng juga ya 😵‍💫😵‍💫🫣🫣
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Jangan tegang-tegang, Kak Lala ... nanti sakit lagi loh ...😂😂😂😂😂
total 1 replies
Linda pransiska manalu
pantasan, panjang sekali saat di baca.
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😁😁😁😁😁
total 6 replies
Linda pransiska manalu
per bab jumkatnya berapa ya kak
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Kalau aku, 2000 kata Kak ... Kadang 1800 ... 😁
total 1 replies
Lala Kusumah
ngeri intrik istana itu ya 😵‍💫😵‍💫🫣🫣
Lala Kusumah: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Andira Rahmawati
lanjuttt💪💪💪
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Ashiaap, Kak Dira ....🤗😘🫰🏻🫰🏻🫰🏻
total 1 replies
Lala Kusumah
Ayah biologis kalian meninggalkan kalian begitu saja, wajar tidak diakui ....
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Alhamdulillah ... Semangat bekerja Kak Lala ... 😘🤗
total 3 replies
Icha Arsy
wes kasep kuwi
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Ra' diakui itu si Pak'ne, Kak ... Wes mbeledos atine ...🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
kriwil
lagian ga ada gunanya ayah biologisnya di hadirkan setelah 10thn dan sudah punya bini , sebelum tanam benih kan sering mingintai anlian ketika habis tanam benih menghilang dan setelah 10thn baru muncul lagi gunanya apa coba🤣
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Benar ... gak guna sama sekali, jadi dibuang saja ...🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Lala Kusumah
wah ada anggota baru nih Lingyuan yang comel ya 👍👍😍😍
Lala Kusumah: aamiin yaa rabbal alamiin 🤲🤲
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!