Cerita ini bercerita tentang seorang gadis bernama Viona yang tidak pernah dianggap apalagi di terima oleh keluarganya. Karena sang mama meninggal ketika melahirkan nya dan saudara kembarnya Vivian.
Bahkan ayah kandungnya tidak pernah menganggap nya ada . Lebih parahnya Viona dianggap pembawa sial oleh keluarganya.
Setelah Viona tumbuh dewasa dan pergi dari rumah orang tua nya. Malah badai semakin kuat menghantamnya. Gagalnya pernikahan nya karena saudara kembarnya.
Tolong jangan kasih Rate jelek ya! Kalau tidak berkenan membaca silahkan di skip saja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayya mell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25
Viona terpaksa menonaktifkan ponselnya karena ulah Satria .Lebih dari seratus kali mungkin panggilan yak terjawab dari Lelaki itu dan juga spam chat.
" Orang ini menganggu saja!" gerutunya. Tak lama terdengar ketukan pintu dari luar.
*tok .tok...*
" Vio boleh bibi masuk nak?" tanya suarà dari luar yang ternyata bu Ratih.
" Masuk saja saja bi!" jawab Viona.
" Vio, tadi bu Marni telfon , bu Marni bilang di kos sama kontrakan sedang ada hal aneh yang terjadi" ujar bibi Ratih.
" Kenapa ibu tidak bilang pada Vio ya bi?" tanya Viona.
" Bu Minah bilang takut menganggu kuliah kamu nak. Sekarang saja pak Sapto sedang sakit " ujar bu Ratih.
" Ya sudah kita kesana sekarang bi, sekalian jenguk bapak. Bibi cepat siap-siap ya !" Viona todak tenang terlihat dari cara bicaranya. Dia khawatir akan sesuatu.
Sementara di rumah Satria ,lelaki itu tengah mengamuk dan membuat seisi kamarnya bagaikan kapal pecah.Tiba-tiba terdengar suara dering ponsel.Satria langsung bergegas melihat ponselnya . Berharap itu Viona,Namun ternyata bukan Viona yang menghubunginya . Melainkan teman tapi mesra yang belum pernah di temui nya di dunia nyata .
Keduanya hanya berkomunikasi lewat udara , atau video call. Entah kenapa ada sesuatu yang membuat Satria nyaman dengan teman tapi mesra nya itu.
Dari raut wajah ada sedikit kemiripan dengan kekasihnya.
" Hallo!" sapa Satria.
" Hi ,Vi ! Ada apa? "tanya nya . Ternyata teman tapi mesra lewat udara Satria adalah Viona. Pantas saja ada kemiripan antara Vivian dan Viona itu karena mereka kembar walaupun tidak identik.
" Kamu kenapa? Kok penampilan kamu berantakan gitu?".
" Aku lagi pusing, pacarku tiba-tiba minta putus gara-gara dilabrak sama mami" Satria menjelaskan.
Satria tidak pernah menutupi apapun pada Vivian. Entah kenapa seperti tidak ada rahasia antara keduanya.
" Wah kok bisa mami kamu melabrak pacarmu?" tanya Vivian.
" Mami aku kan todak pernah setuju , karena latar belakang keluarga kami berbeda dan kamu tahu itu"
"Ya ,aku tahu. Satria aku hari ini juga sedang todak baik-baik saja. Hari ini aku kecelakaan" akhirnya mengalir lah cerita Vivian soal kecelakaan tadi pagi.Namun tidak sepenuhnya benar. Ada beberapa bagian yang di ubah narasi nya oleh Vivian. Supaya Satria bersimpati padanya.
Kedua nya mengobrol lewat panggilan video cukup lama. Sampai tiba-tiba pintu kamar Satria terbuka. Alicia masuk ke kamar itu tanpa permisi.
"Astaga kak, ini kenapa kamar kamu?" Alicia heran.
" Kamu kalau masuk bisa permisi lebih dulu nggak si?" sewot Satria.
"Maaf! Kamu kayak gini pasti gara-gara cewek miskin itu. Sudahlah jangan terlalu di pikirkan. Masih ada aku disini yang selalu ada buat kak Satria"Dengan suara yang dibuat-buat , Alicia berucap . Berharap kalau Satria akan tergoda.
Vivian yang mendengar itu langsung merasa panas karena cemburu.Seolah dia tak rela jika Satria digoda oleh wanita lain.
Vivian langsung mematikan panggilannya dan mencoba menghubungi Satria kembali.
Mendengar ponselnya berdering ,Satria bergegas menjawab panggilan itu.
Dan saat itu juga dia mengusir Alicia untuk segera keluar dari kamarnya.
Dengan wajah cemberut dan hentakan kaki kasar, Alicia keluar dari kamar Satria.
"Maaf ya tadi tiba-tiba aku matiin" ucap Satria. Dia masih tidak sadar jika tadi Vivian masih bisa mendengarkan apa yang Alicia katakan.
"Tidak apa-apa! Sat ,kita sudah lama kenal lewat telefon tapi belum pernah bertemu sekalipun. Bagaimana kalau kita bertemu dan kamu bisa sekalian refreshing supaya tidak teringat mantan kamu"
Vivian harus secepatnya mengambil keputusan untuk bertemu dengan Satria. Sebelum ada orang lain yang jadi sandaran baru untuk Satria.
***kira-kira Satria setuju nggak ya?*******
Terimakasih sudah mampir ,jangan lupa tinggalkan like dan jejak di kolom komentar ya!!!!!!