NovelToon NovelToon
Seindah Cinta Bulan Dan Bintang

Seindah Cinta Bulan Dan Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teen / Diam-Diam Cinta / Persahabatan / Kisah cinta masa kecil / Idola sekolah
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: NdahDhani

Apa jadinya jika dua orang sahabat memiliki perasaan yang sama, tapi sama-sama memilih untuk memendam perasaan itu daripada harus mengorbankan persahabatan mereka? Itulah yang saat ini dirasakan oleh dua orang sahabat, Bulan dan Bintang.

Bulan, sahabat sejak kecil seorang Bintang, menyukai pemuda itu sejak lama tapi perasaan itu tak pernah terungkap. Sementara Bintang, baru menyadari perasaannya terhadap gadis cantik itu setelah dirinya mengalami kecelakaan.

Keduanya terjebak dalam perasaan yang tak terungkap. Mereka tidak tahu harus melakukan apa. Keduanya hanya tahu bahwa mereka saling membutuhkan satu sama lain. Tapi, akankah persahabatan itu berubah menjadi sesuatu yang lebih?

---------------------------------------------------------------------------

"Lo keras kepala banget! Lo gak tau apa gue khawatir, gue sayang sama lo." gumam gadis itu lirih, bahkan hampir tak terdengar.

"Lo ngomong apa tadi?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NdahDhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34: Mulai memperhatikan

Cahaya matahari masuk melalui celah-celah jendela. Tanpa sadar, hari kemarin pun telah berganti menjadi hari baru, meninggalkan kenangan dan pelajaran di hari sebelumnya.

Sesuai dengan kesepakatan bersama teman sekelasnya kemarin, Bulan dan Bintang pun sedang bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Mereka telah menyiapkan segala sesuatunya, seperti lem, origami dan juga gunting. Ya, perlengkapan itu yang pastinya akan mereka gunakan untuk membuat dekorasi.

Bulan sedang berdiri di depan cermin, menata rambutnya dengan pita-pita kecil. Rambutnya ia biarkan tergerai begitu saja. Ia juga memilih pakaian kasual yang nyaman, sebuah blouse berwarna pink dan rok lipat sebagai bawahannya.

Tak lupa, Bulan merias sedikit wajahnya, dengan makeup yang sederhana. Bibirnya ia poles sedikit dengan liptint nya, hanya sedikit tapi membuatnya terlihat sangat cantik.

Setelah selesai, ia pun langsung beranjak dan mengambil sebuah tas selempang nya. Ia pun langsung keluar dari dalam kamar.

Saat pintu terbuka, ia langsung berhadapan dengan Bintang. Betapa terkejutnya ia ketika melihat Bintang yang sepertinya ingin mengetuk pintu kamarnya.

Bulan tertegun sejenak ketika melihat Bintang yang terasa berbeda. Jantungnya berdebar-debar ketika melihat Bintang yang mengenakan kaus putih dan celana hitam, terlihat simple tapi menampilkan aura tampan yang berbeda. Terlebih Bintang yang terlihat baru memangkas rambutnya, jelas saja menambah ketampanan pada dirinya.

Bulan tidak tahu sejak kapan Bintang pergi untuk memangkas rambutnya. Tapi yang jelas, Bulan benar-benar terpesona ketika melihat tampilan baru sahabatnya itu.

Sementara itu, di waktu yang bersamaan, Bintang juga merasa jantungnya kembali berdegup kencang. Tanpa makeup saja Bulan sudah terlihat sangat cantik, apalagi saat ini dengan polesan tipis-tipis di wajahnya.

Bintang merasa terpesona dengan penampilan Bulan yang sangat jarang ia lihat. Terlebih Bulan menata rambutnya dengan pita-pita kecil, membuat Bintang merasa gemas ketika melihatnya.

"Ekhem," Bintang mencoba untuk berdehem keras, mencoba untuk menghilangkan perasaan aneh yang baru saja menyerang hatinya. "Lo udah siap?" Lanjutnya.

Bulan yang terpaku kini langsung mencoba untuk menetralkan kembali emosinya. Ia pun langsung mengangguk cepat, berusaha menutupi rasa gugupnya.

"U-udah, gue udah siap." Ujar Bulan pada akhirnya.

"Tumben nih hari Minggu udah rapi aja, mau kemana?" Ujar Aksa yang hendak berangkat kerja, ia berhenti sejenak di depan Bulan dan Bintang sembari merapikan gulungan baju lengannya.

"Mau ke sekolah bang, ada sedikit proyek," ujar Bintang dengan nada yang sudah kembali seperti biasanya.

"Proyek apa proyek? Jangan-jangan mau jalan ni berdua," goda Aksa sembari menaik-naikkan alisnya.

"Apa sih bang? Ngaco lo! Gue sama Bintang beneran mau ke sekolah kok," ujar Bulan yang langsung salah tingkah.

Aksa menahan senyumnya, karena sebenarnya ia tahu isi hati adiknya itu. Tapi ia tidak ingin memaksa Bulan untuk mengutarakannya, ia hanya menunggu waktu bahwa dugaannya terhadap Bulan tidaklah salah.

"Haha iya deh iya, jangan kemaleman pulangnya. Gue berangkat dulu," ujar Aksa sembari meraih helm di atas meja.

"Iya bang, hati-hati." Ujar Bulan dan Bintang kompak.

Aksa pun langsung keluar dari rumah dan menuju ke arah motornya. Sementara Bulan dan Bintang berjalan ke arah dapur untuk berpamitan kepada ayah dan ibu Bulan.

Setelah berpamitan, keduanya berjalan menuju ke sekolah. Bulan yang mendorong kursi roda Bintang, bisa mencium jelas aroma parfum khas dari seorang Bintang. Ia merasa nyaman dan sangat suka dengan aroma parfum itu.

Sementara Bintang, ia terdiam tanpa kata. Ia masih belum bisa menetralkan detak jantungnya. Ia masih merasa gemas ketika mengingat tampilan Bulan hari ini. Dan ia pun tidak bisa menyangkal lagi bahwa ia mulai jatuh hati pada sahabatnya sendiri.

"Hmm, Bulan..." Panggil Bintang tiba-tiba di sela-sela keheningan.

"Ya? Kenapa Bintang?" Ujar Bulan sambil menghentikan sejenak langkahnya.

Bulan pun langsung memfokuskan pandangannya ke arah Bintang, sementara Bintang langsung mendongak ke arahnya. Manik mata mereka kembali bertemu, dan degup jantung itu kembali menguasai diri mereka.

"Oh enggak-enggak, gue cuma mau nanya. Perut lo masih sakit gak? Soalnya kita di sekolah lumayan lama nanti, karena buat dekorasi," ujar Bintang yang langsung mengalihkan pandangannya.

Bintang yang merasa jantungnya tidak karuan, langsung kembali menoleh ke arah depan. Ia tidak ingin Bulan mendengar degup jantungnya yang sangat keras saat ini. Karena Bintang takut Bulan akan menjauhinya jika ia tahu perasaan lain Bintang saat ini.

Bulan menarik nafas sejenak sebelum menjawab. Rasa gugup diiringi degup jantungnya yang keras, jelas saja membuat Bulan sedikit tidak nyaman dengan perasaannya sendiri. Setelah dirasa tenang, ia pun akhirnya menjawab pertanyaan Bintang.

"Udah enggak Bintang, thanks. Aman kok," ujar Bulan pada akhirnya.

"Syukurlah," ujar Bintang singkat.

Tanpa kata lagi, Bulan pun kembali mendorong kursi roda itu menuju ke sekolah mereka. Mereka yakin bahwa teman-temannya pasti sudah menunggu saat ini.

Beberapa saat berlalu, tibalah keduanya di lapangan sekolah yang sepi, hanya terlihat beberapa siswa-siswi dari kelas lain yang juga ingin mempersiapkan acara bazar yang akan datang.

Di kejauhan, beberapa lainnya langsung melambaikan tangannya ke arah Bulan dan Bintang. Mereka pun langsung menghampiri karena mereka tahu bahwa itu adalah beberapa teman-teman sekelasnya.

"Kalian udah lama? Mana yang lain?" Tanya Bintang setelah tiba di hadapan teman-temannya.

"Enggak lama sih, baru aja. Yang lain belum dateng kayaknya," ujar salah satu dari mereka.

Bulan dan Bintang mengangguk perlahan. Keduanya langsung bergabung dengan teman sekelasnya tanpa perbincangan apapun dengan mereka, karena hampir keseluruhan dari mereka sibuk memainkan ponselnya masing-masing.

"Bulan, duduk sini. Gak capek apa berdiri terus?" Ujar salah satu teman sekelas Bulan yang sudah mulai mau berbicara dengan dirinya.

"Gu-gue?" Ujar Bulan sembari menunjuk dirinya.

"Iya, sini." Ujar gadis yang bernama Tamara itu.

Bulan yang sempat terkejut pun kini langsung duduk di sebelahnya. Ia tidak menyangka bahwa kini ada teman sekelasnya yang mau berbicara dengannya, dengan nada lembutnya. Terlebih yang ia dapatkan sebelumnya hanya perbincangan yang menyakitkan hati.

Tamara pun langsung mengajak Bulan untuk mengobrol. Bulan yang merasa mendapatkan teman baru pun langsung membalas obrolan itu dengan santai, meskipun masih sedikit kaku.

Bintang tersenyum sedikit ketika melihat interaksi mereka. Bintang tidak ingin mengganggu sahabatnya itu, ia pun memutuskan untuk memainkan ponselnya saja.

Seperti biasa, jika Bintang sudah sibuk dengan ponselnya maka aplikasi yang dibukanya adalah game. Tangannya yang lincah menari-nari di atas layarnya itu, sembari menunggu teman-teman sekelasnya yang belum tiba.

Bintang memang sedang memainkan game nya, tapi sesekali pandangannya justru melirik ke arah sahabatnya itu. Ia mulai curi-curi pandang ke arah Bulan. Tanpa sadar, sudut bibirnya pun tertarik ke atas sedikit.

Bintang yang dulunya selalu meyakinkan diri bahwa perasaan untuk sahabat itu hanya sebuah omong kosong belaka, tapi kini ia justru menarik perkataannya itu. Ia mulai menaruh rasa untuk Bulan, dan ia tidak tahu kapan tepatnya perasaannya itu muncul.

Sadar dari lamunannya, Bintang pun langsung kembali memfokuskan pandangannya ke arah ponselnya. Ia mencoba untuk mengalihkan perhatiannya, tapi tetap saja ekor matanya memperhatikan Bulan yang sibuk berbincang dengan teman sekelasnya itu.

"Sorry banget ya kita lama, ke rumah wali kelas dulu tadi."

Beberapa menit berlalu, tiba-tiba saja suara seorang teman sekelasnya memecah fokus masing-masing. Mereka yang baru tiba pun langsung bergabung dan duduk bersama di bawah pohon rindang itu.

"Oke, no problem. Berhubung udah pada kumpul ayo kita buat dekornya, lebih cepat lebih baik." Ujar salah satu dari mereka.

Mereka pun duduk bersama di bawah pohon besar itu. Angin yang berhembus membuat dedaunan jatuh di sekitar mereka. Diskusi pun dimulai, dan mereka langsung bekerja sama untuk membuat dekorasi itu.

Bulan dan beberapa teman yang lain menggunting origami. Sementara Bintang dan yang lainnya menyambung potongan-potongan origami itu ke dalam sebuah tali.

Kerja sama mereka terlihat santai dan nyaman, meskipun masih banyak dari mereka yang tidak menyukai kehadiran Bulan di sana. Tapi Bulan tidak memperdulikan hal itu, karena baginya profesional dalam bekerja sama itu adalah hal yang utama.

"Bintang, lo lanjutin sebentar ya? Gue mau ke toilet dulu." Ujar salah satu teman laki-laki yang bekerja sama dengan Bintang.

"Oke," ujar Bintang singkat.

Bintang pun mengambil alih tugas temannya itu. Ia bekerja sama menyusun potongan-potongan origami itu bersama satu orang temannya, begitu juga dengan yang lainnya.

Saat itu, tiba-tiba saja Bintang kembali menoleh ke arah Bulan yang masih fokus pada tugasnya. Ia memperhatikan wajah cantik Bulan yang membuatnya merasa terpesona. Untungnya, tidak ada seorangpun yang menyadari tatapannya itu.

"Bulan secantik itu ternyata, kok gue baru nyadar sekarang." Batin Bintang yang pandangannya sedari tadi tertuju ke arah Bulan.

Saat itu, tiba-tiba saja Bulan menoleh ke arahnya. Bintang yang terkejut pun langsung berpura-pura sibuk dengan tali dan origami yang dipegangnya. Ia merasa salah tingkah, dan ia tidak ingin Bulan tahu bahwa ia memperhatikannya sejak tadi.

Bulan yang tidak menyadari hal itu langsung kembali pada tugasnya, ia tidak ingin mengulur waktu. Teman Bintang pun sudah kembali, mereka semua bekerja sama dengan baik sesuai harapan wali kelasnya. Bulan maupun Bintang berharap bahwa kerja sama ini akan berlangsung terus seperti ini, setidaknya sampai acara itu berlangsung.

"Kita break dulu guys, udah lumayan lelah ni mata gue," ujar salah satu dari mereka.

Mereka semua menyetujui dan berpisah sejenak untuk mencari makanan dan minuman di luar sekolah. Bulan dan Bintang pun juga melakukan hal yang sama, mereka berdua keluar dari gerbang sekolah untuk membeli makanan dan minuman.

"Lo mau beli apa, Bulan?" Tanya Bintang ketika mereka tiba di sebuah minimarket.

"Gue pengen teh dingin aja sih, sama roti cokelat. Lo pengen apa?" Tanya Bulan kembali.

"Samain aja, biar gue yang bayar." Ujar Bintang dengan seutas senyum.

Bulan pun mengangguk dan berjalan menuju rak pendingin untuk mengambil dua botol teh dingin. Setelahnya, ia mengambil dua bungkusan roti lalu membawanya ke arah kasir.

Bintang pun mengikuti Bulan ke arah kasir, lalu mengeluarkan uang dari dompetnya untuk membayar roti dan teh dingin itu. Setelahnya, mereka pun memutuskan untuk bergabung kembali dengan teman-teman mereka.

"Thanks ya Bintang buat traktiran nya," ujar Bulan dengan seutas senyum.

"Sama-sama," Balas Bintang singkat.

Keduanya kembali memasuki gerbang sekolah untuk melanjutkan dekorasi mereka. Sekolah yang awalnya terlihat sepi karena hari Minggu, kini justru terlihat ramai dengan beberapa kelas serta para anggota paskibraka yang terlihat sedang berlatih.

Bulan dan Bintang pun melewati pinggir lapangan karena tidak ingin mengganggu aktivitas yang lain. Setibanya di tempat awal, mereka berdua langsung menikmati makanan dan minumannya diiringi dengan perbincangan ringan dan tawa canda.

Ting!

Saat itu, tiba-tiba saja ponsel Bintang bergetar, menandakan adanya pesan masuk. Bintang langsung membukanya setelah selesai berbicara dengan Bulan.

"Bro, lo lagi di mana? Gue pengen ngomong sesuatu sama lo. Karena gue gak bisa lama-lama sembunyiin rahasia dari lo."

Betapa terkejutnya ia ketika melihat pesan itu yang ternyata dari Zai. Apa maksud Zai mengirim pesan itu, Bintang pun tidak tahu. Yang jelas, ia merasa bimbang untuk saat ini.

"Bintang, itu pesan dari siapa? Kok muka lo tegang banget?" Ujar Bulan yang ternyata memperhatikan perubahan ekspresi wajah Bintang.

^^^Bersambung...^^^

1
ndah_rmdhani0510
Ayo jangan lupa tinggalkan jejaknya ya, like komen dan dukungannya dibutuhin banget biar semangat juga aku buat up-nya😊
JJ Official
PENDAPAT :
Hai bang/kak, aku lumayan suka sama Cerita Abang/kakak, karena penggunakan Kalimat Deskriptif yang baik serta Rasa Cinta yang Mulai Tumbuh Antara Bulan Dan Bintang

SARAN/PERBAIKAN:
novelnya Lumayan Bagus, Saya Suka, Tapi Alangkah Baiknya kakak/Abang tambahkan konflik eksternal pada karakter Bulan/bentang

REKOMENDASI :
Aku Punya Rekomendasi buat Kakak/Abang buat ngembangin Cerita ini, mungkin Kamu bisa bikin Konflik eksternal yang dihadapi Bulan/bintang, kayak misal-kan ada orang yg suka sama bulan/bintang dan dia gak suka kalau mereka berdua-duaan dan membuat Rencana untuk melakukan tindakan eksterem terhadap bulan/bintang atau mungkin orang itu terus bikin rencana supaya Bulan Dan Bintang Saling Benci untuk Eps selanjutnya...

PESAN :
Ingat ya! Jangan pernah menyerah Dalam Berkarya! aku tau karya ada yang rame dan ada yang tidak, tapi tetap pertahankan karyamu! jangan karena Ceritanya tidak populer, kamu berpikir bahwa kamu harus menyerah! TETAP SEMANGAT, DAN JANGAN MENYERAH, WALAU BADAI MENYERANG!
ndah_rmdhani0510: Terima kasih buat saran dan dukungannya, dan memang konflik seperti itu memang sudah direncanakan, tinggal tunggu bab nya saja. Nanti di bab bab selanjutnya konfliknya bakal ke arah seperti yang anda katakan. Mohon bersabar untuk menunggu bab-bab itu ya🙏😊
total 1 replies
yuningsih titin
sabar bulan, kalo jodoh ngga kemana
yuningsih titin
wah bulan cemburu ya
yuningsih titin
wah bulan diam diam suka ama bintang ya
yuningsih titin
bintang kamu bandel banget ya, bulan sabar ya
yuningsih titin
bagus ceritanya... bintang kamu yang nurut kalo dinasehati tuh
JJ Official
Kapan Up kak?
kalea rizuky
lanjut donk
kalea rizuky
kapok di ingetin yg bner ma bulan ngeyel mereka. temen toxic
kalea rizuky
aneh ngeluh doank bisanya lu aja naik. motor kayak punya nyawa dobel. giliran lumpuh sok nyalahin Tuhan dih laki kok. GOblok amat
kalea rizuky
buat bulan tegas thor dia kn suka taekwondo biasanya cwek yg suka. olahraga g menye menye cengeng.. ini bulan malah cengeng
ndah_rmdhani0510: Oh iya... Makasih ya kak buat sarannya
total 1 replies
kalea rizuky
g salah rev. klo. g di bles ya mundur alon alon
kalea rizuky
g tau diri emank si bintang uda biarin aja bulan dia mau di siksa ortunya mau balapan cuekin aja
JJ Official
Hai Kak, Saya Sudah membaca Novel Kaka dari Bab 1 - 7 dan saat saya baca novel Kaka, Saya sedikit Kebingungan, sebenarnya Konflik Apa yang sebenarnya Dihadapi Oleh bintang sehingga dia menjadi anak yang nakal dan acuh tak acuh? dan apa pekerjaan Orang Tua Bulan sehingga dia bisa tinggal di keluarga yang Tidak Terlalu Kaya dan tidak terlalu Miskin? dari Bab 1 Bintang dan Bulan Tampaknya sudah Kenal, tidak dijelaskan bahwa mereka ketemu dimana? kenalan dimana? dan suka ngobrolin apa? begitu ya kak. itu saja kritik dari saya semoga Kaka bisa Up Episode 8 Dengan Alur yang Lurus ya kak 😊
ndah_rmdhani0510: Sudah di revisi, semoga suka ya sama ceritanya... Happy reading 🤗
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!