NovelToon NovelToon
OM KEN YANG PERKASA

OM KEN YANG PERKASA

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:218.8k
Nilai: 5
Nama Author: YuKa Fortuna

Kenneth memutuskan untuk mengasuh Keyra ketika gadis kecil itu ditinggal wafat ayahnya.
Seiring waktu, Keyra pun tumbuh dewasa, kebersamaannya dengan Kenneth ternyata memiliki arti yang special bagi Keyra dewasa.
Kenneth sang duda mapan itupun menyayangi Keyra dengan sepenuh hatinya.
Yuk simak perjalanan romantis mereka🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YuKa Fortuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 13. Di Atas Perut

13

.

Keyra menghempaskan diri ke kasur, masih terbakar perasaan melihat Ken dan Madame Elvira bicara begitu lama. Ia mencoba mengalihkan kekesalannya, cara tercepat untuk tidak memikirkan Ken adalah… hiburan.

Ia menarik laptopnya, membuka tutupnya, dan segera menyalakan layar.

“Udah lah… nonton aja,” gumamnya kesal.

Ia membuka folder tersembunyi yang telah ia siapkan. Folder yang ia pakai untuk menyimpan film-film dewasa yang direkomendasikan temannya. Yaitu aplikasi biru yang diceritakan sebagai “pendidikan percintaan”.

Namun…

Keyra menegang.

Aplikasinya hilang.

Ia menggerakkan mouse cepat-cepat, mencari ikon itu dari ujung ke ujung layar.

Tidak ada.

Ia membuka folder lain.

Tidak ada.

Ia buka menu pencarian…

Mengetik: LO......

Hasil:

0 items found

Keyra ternganga.

“…Nggak mungkin.”

Tatapannya mengeras.

Ia buka tab unduhan.

Hasilnya juga kosong.

Firasat buruk langsung menerjangnya seperti palu godam,

KEN.

“KENNETH CEDRIC MILES!!”

Keyra hampir melempar laptop itu ke kasur.

Ia membuka pengaturan, berniat men-download ulang aplikasi itu. Namun…

Muncul peringatan:

Parental Control Active

You do not have permission to download this content.

Contact your device administrator.

Administrator:

Kenneth Cedric Miles.

Keyra menatap layar dengan mulut melongo, lalu berubah menjadi ekspresi tidak percaya yang amat sangat.

“…oh my God.”

Panas di wajahnya bukan lagi cemburu.

Ini murni kemarahan.

“Kenneth bener-bener… BENER-BENER... aaargghhh!!!”

Ia berdiri dari kasur, rambut acak-acakan, wajah memerah, telapak kaki menghentak karpet.

“Dia hapus APPS itu?! Terus dia aktifin kontrol orangtua?!”

Keyra memukul bantal.

“Aku udah TIGA JAM download itu kemarin! TIGA JAM!!”

Ia ingin berteriak.

Ingin menendang udara.

Ingin keluar kamar dan menuntut Ken bertanggung jawab atas kesembronoan moral yang ia kontrol seenaknya.

Namun ia hanya bisa menggeram keras,

“KEN!! Kamu bener-bener keterlaluan!!”

Keyra akhirnya jatuh terduduk ke karpet, memegang kepala, merasa hidupnya benar-benar dirampok oleh pria satu itu.

“Ken ini siapa, sih… penjaga moral atau babysitter?!”

Ia merenggut boneka kelincinya dan memukulnya lagi.

Rasanya sangat tidak adil.

“Dia ngobrol mesra sama Madame Elvira, tapi aku mau download app aja dilarang?!”

Kemudian ia mendengus keras.

“Ken makin ngeselin…”

Tapi di balik amarah itu… pipinya memanas lagi.

Kalau Ken ngapus itu… berarti Ken lihat, dong?

Keyra spontan menampar pipinya sendiri.

“Jangan mikir yang aneh-aneh, Keyra!!”

Tapi wajahnya semakin merah.

Ia tergeletak di kasur, menendang-nendang udara dengan kesalan yang tidak menemukan tempat.

“KENNNN!!!!”

.

Rumah sudah sunyi.

Lampu-lampu lantai bawah padam, hanya cahaya redup dari koridor lantai dua yang tersisa. Madame Elvira tampaknya sudah masuk kamar tamu sejak setengah jam lalu. Struktur rumah itu selalu terasa hangat setelah jam sembilan malam, tidak ada suara TV, tidak ada obrolan, hanya keheningan yang menenangkan.

Kenneth menghela napas panjang, akhirnya bisa merebahkan diri setelah hari yang melelahkan.

Ia sudah ganti baju, mengenakan kaos abu-abu longgar dan celana rumah yang nyaman. Di tangan kanannya masih ada buku tentang manajemen bisnis yang sedang ia baca. Ia setengah berbaring, bersandar pada kepala ranjang, mata hampir terpejam.

Ia benar-benar butuh waktu tenang.

Namun ketenangan itu hanya berlangsung tiga puluh detik.

BRAK.

Pintu kamarnya terbuka sedikit terlalu keras.

Ken langsung tersentak bangun.

“Keyra?”

Gadis itu berdiri di ambang pintu dengan wajah memerah karena marah, mata besarnya membara penuh emosi yang ia tahan sepanjang malam. Rambutnya agak berantakan, napasnya memburu, dan ekspresinya… tidak menunjukkan niat baik.

Tanpa menunggu izin, Keyra melangkah masuk.

“Ken,” katanya pelan namun dingin. “Kita perlu bicara.”

Ken menutup bukunya. “Sekarang? Sudah malam, Key.”

Keyra tidak menjawab. Ia menatap Ken dalam-dalam, bergeming, sampai Ken hampir bisa merasakan emosi itu menyengat udara.

“Aplikasinya,” ucap Keyra akhirnya.

“Kenapa Ken hapus?”

Ken menegakkan tubuh, mencoba tenang.

“Aku hapus karena itu tidak pantas untuk anak seusiamu, Keyra.”

“Tidak pantas menurut siapa?”

Keyra mendekat dua langkah, suaranya meninggi.

“Itu laptop aku. Ken nggak punya hak menghapus apa pun!”

“Kamu masih di bawah tanggung jawab Om,” balas Ken lembut namun tegas. “Om tidak mau kamu belajar hal semacam itu dari...”

“KEN MENGATUR SEMUANYA!” Keyra menjerit, suaranya pecah.

“Aku cuma mau nonton! Itu salah?!”

Ken mengusap wajahnya, berusaha tetap rasional.

“Key, mendidikmu itu tugasku. Kamu tidak bisa...”

“Tugas?!”

Keyra mendengus, semakin dekat.

“Kalau mau menghakimiku sebagai wali asuh, katakan di depan wajahku. Dekat.”

Ken baru hendak meminta Keyra keluar ketika gadis itu tiba-tiba naik ke kasur.

“Keyra, tunggu...”

Dan sebelum Ken sempat bergerak menghindar, Keyra langsung duduk di atas perutnya, menunduk, menantang dari jarak yang tidak seharusnya mereka punya.

Ken membeku.

Tubuhnya menegang seketika.

Napasnya tertahan, pikirannya kacau.

Bukan karena terjadi sesuatu yang buruk, tapi karena posisi ini terlalu dekat, terlalu intim, terlalu… berbahaya.

“Key, turun,” suara Ken serak. “Kamu nggak boleh begini.”

“Justru aku mau begini.”

Keyra mencondongkan wajahnya lebih dekat, matanya menusuk.

“Aku mau dengar alasanmu… dari sini.”

Ken menelan ludah, jantung memukul rusuknya.

Ia mengangkat kedua tangannya, bingung harus menyingkirkan gadis itu dari bagian mana tanpa salah sentuh.

“Keyra,” ucapnya tegas namun pelan, “kita tidak boleh berada dalam posisi seperti ini.”

“Kenapa?”

Tatapan Keyra tidak bergeser sedikit pun.

“Ken risih?”

“Ya,” jawabnya jujur, spontan.

“Sangat.”

Keyra terdiam sesaat, seolah memproses jawaban itu.

“Kenapa?” ia bertanya lagi, suaranya melembut. “Karena aku… begini?” Keyra membusungkan dadanya.

Ken memejamkan mata sebentar, mengumpulkan keberanian untuk tetap dewasa dalam situasi yang hampir membuatnya kehilangan kendali.

“Karena kamu… sudah bukan anak kecil lagi,” balasnya perlahan.

“Saat kamu duduk di atas tubuhku seperti ini, aku… merasakan hal yang seharusnya tidak boleh aku rasakan sebagai walimu.”

Keyra tertegun.

Wajahnya memerah samar, tetapi ia tidak langsung turun. Ia terlihat bingung, tersinggung, dan… senang? Semua bercampur jadi satu.

“Kalau begitu,” bisiknya, “kenapa kamu menghapus aplikasiku? Kenapa kamu batasi semua yang bisa aku lakukan?”

“Karena aku peduli,” Ken menatapnya dengan mata yang tegang namun jujur.

“Aku tidak mau kamu mencari jawaban dari hal-hal yang bisa menyesatkanmu… terutama di usia sekarang.”

Hening panjang tercipta.

"Oh, kalo Ken nggak boleh aku belajar dari aplikasi, kenapa bukan Ken aja yang mengajariku secara langsung." Cetus Keyra dengan senyuman nakal.

"KEYRA!!" Ken murka.

Tapi bukannya takut apalagi turun, Keyra malah bertindak nekad.

Apakah yang dilakukan oleh gadis itu?

.

YuKa/ 031225

1
Winda Oktaviani
utuuuu utuuuuu gemes bget liat pasangan ini👉👈🥺
Anti Noor
Waaahhh!! Gaya teraniaya 🤭
mbak mell
aduhh ken sayang, bakal terjadi sesuatu yang gong nanti nya dong xixixix
mbak mell
plisss key, kamu yang ngomong gitu aku yang malu😭😭
D.Nafis Union
Rafael sm Rayya sama² gak jelas kmn arahnya.
Ken emang paling pinter mancing Keisya. Makasih neng, lupa blm komen 😄
Lilik Juhariah
miris jadi Rayya
Lilik Juhariah
kasihan Rayya sampe merendahkan diri gitu , padahal pikiran Rafael gak ke dia, jangan sampe kamu menyesal Raffa saat Rayya udah lelah
Kedan Bawel 🍒
🤣🤣🤣🤣.. Kucing di pancing pake ikan, mana mungkin di tolak iya kan Rafael..? 🤣🤣
Rafael gak minta, tp dia menyerahkan diri kok.. Embat lahh.. 🤣🤣🤣
Kedan Bawel 🍒: Ken mencoba fantasi yg berbeda.
Dengan mengikat Keyra sebagai objek fantasi nya..
Ken, jgn terlalu banyak gaya..
Tohh, rudal nya menancap ke titik target yg sama.. 🤣🤣
total 1 replies
BunNa1
yesss kedua😘😘😘
BunNa1
om Ken nih ada aja gebrakannya🤭🤭🤭
BunNa1
kasihan sm Rayya sih. dia kayaknya tulus sm Rafael, tp di hati Rafael tetep Keyra. kamu akan nyesel Raf klo Rayya udah capek n ninggalin kamu
Arum Widya
selamat pagi dan salam sehat , damai sejahtera...
akhirnya bisa komen disini lagi... 🤗🤗
Arum Widya
first comment... 🤗..
tumben...
Arum Widya: yeayyy.. 👏👏
total 2 replies
Arum Widya
raf.. coba dech. ngajak ngomong raya baik"... ngomong dari hati ke hati. toh sekarang keyra udah happy ama om ken. jadi mending you move on. kalau bukan dengan Rayya. bisa dengan wanita lain. ☺
Arum Widya
Rayya masih ngebet bae... udah tau rafaelnya enggak mau. tp Rafael juga sih.. udah gak mau tetep aja ngacung... 🙄🙄
Arum Widya
🫣🫣🫣....
apa yang terjadi.... kenapa harus di ikat. kan kasihan...? 🤔🤔🤔..
YuKa Fortuna
makasih kk🥰
Lilik Juhariah
'bukan karena kamu meminta , tapi karena aku memilih " , kalimat ini luar biasa , bagaimna menghargai perasaan pasangannya ,
YuKa Fortuna: makasih kk🥰
total 1 replies
ollyooliver
lanjuttt
YuKa Fortuna: ok kk
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
tembak didalam ya🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!