Kisah seorang anak perempuan terakhir yang hidupnya selalu di tentukan oleh orang tuanya,dan tidak di beri kesempatan untuk memilih untuk hidupnya.
hingga akhirnya ia pergi dari rumah, dan bertemu dengan seseorang yang mampu untuk ia jadikan rumah dan tempat bersandar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RUSB 26
" Ya Raynar Bisma Kastara bin Danu Kastara saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan adik kandung saya Kusuma Rahayu Ningrum binti Sarjito dengan maskawin berupa uang tunai sebesar 1milyar rupiah dan mobil mazda cx- 3 dan emas 100gram di bayar tunai" Suara lantang Haris terdengar di ballroom yang megah ini.
" Saya terima nikah dan kawinnya Kusuma Rahayu Ningrum binti Sarjito dengan mas kawin tersebut di bayar tunai.
" bagaimana saksi, sah? tanya penghulu pada kedua saksi.
" sah"
" Sah"
" Alhamdulillah, Bârakallâhu laka wa bâraka 'alaika wa jama'a bainakumâ fî khairin".
" Selamat mas Raynar sudah menjadi suami dan istri"
Sedangkan para tamu undangan tidak banyak, hanya beberapa tentang terdekat dan seluruh saudara kedua mempelai.
Nina mulai memasuki ballroom hotel dengan di apit oleh Wira dan juga Malihah, dengan kebaya putih adat solo, ia tampak anggun dan berseri.
Raynar kagum melihat kecantikan sang istri yang terpancar saat pernikahan mereka, wajah yang teduh kini berusaha tersenyum.
Hingga sampai di depan Raynar tampak sesekali mengusap air matanya yang sudah menetes, Nina mencium tangan suaminya dengan khimad, sedang Raynar menaruh satu tangannya di atas kepala sang istri dan mendoakan istrinya.
Wira yang mengantarkan sang adik tampak tak kuasa, melihat adik kecilnya yang dulu suka ia jahili dan suka ia suruh- suruh, kini telah menjadi seorang istri.
Wira di tenangkan oleh Malihah, berbeda dengan Haris walau tampak biasa, namun ia juga sedih menjadi wali sang adik, dan mengntarkannya ke pelaminan, memberikan tanggung jawab untuk suaminya .
Acara di sambung dengan berfoto dan juga makan- makan, hingga waktu menunjukan pukul satu siang.
Acara resepsi akan di adakan nanti setelah kepulangan orang tua Nina dari ibadah Haji.
Pada selama itu Nina akan menetap di solo, sedangkan Raynar akan bolak balik Jakarta- solo, karena pekerjaan sudah lama ia tinggalkan.
Kini suasana kamar yang di tempati oleh pengantin baru tersebut,sangat terasa sekali hawa - hawa canggung, kini Nina sudah selesai membersihkan diri dan tinggal giliran Raynar.
Setelah itu Nina melaksanakan sholat dhuzur sendiri,tanpa menunggu sang suami yang sedang mandi.
Setelah sholat dhuzur Nina rebahan di sofa yang berada di kamar tersebut, tak lama Raynar keluar dengan hanya menggunakan handuk yang di lilit kan ke badan kekarnya.
Nina melihat tubuh kekar sang suami, ia kemudian segera menutup wajahnya , tanpa Nina sadari Raynar melihat apa yang di lakukan olehnya.
Raynar hanya tersenyum,ia kemudian mengganti bajunya dan mengerjakan sholat dhuzur, hingga ia selesai sholat dhuzur ia melihat gadis yang sedang tiduran di sofa yang kini sudah resmi menjadi istrinya masih dalam posisi yang sama.
Raynar mendekati sang istri, ia membuka bantal yang menutupi wajah istrinya, terlihat sang istri yang memejamkan matanya dengan nafas yang teratur.
" Na" panggil Raynar sedikit menggoyangkan tubuh Nina.
" Yahh... malah tidur" gumam Raynar.
"Tapi gemesh banget sih kalau tidur" gumam Raynar sedikit mencolek hidung sang istri.
Raynar mengangkat tubuh istrinya, dan memindahkannya ke kasur agar lebih nyaman, Nina tampak tak tergangu saat Raynar memindahkannya ke kasur.
Setelah itu Raynar mencuri ciuman singkat di bibir sang istri, lalu ia melanjutkan mengerjakan pekerjaannya.
...****************...
Di Jakarta Icha sedang bertemu dengan seseorang wanita di salah satu restoran, wanita dengan rambut panjang, leher jenjang, kulit putih dengan hidung mancungnya.
" Kenapa selama dua minggu ini loe tidak mengabari gue tentang Raynar?" tanya Wanita tersebut.
" Maaf kak, Pak Raynar dan mbak Zeyya selama dua minggu ini tidak ada di kantor" jawab Icha.
" Kalau anak baru yang loe bilang itu?" tanya Wanita yang bertemu dengan Icha.
" Yang aku denger sih dia di pindahin ke kantor cabang kak, untuk sementara waktu kak" jawab Icha.
" Apa dia masih dekat dengan keluarga Kastara?" tanya Dena kembali, ya.. Wanita itu adalah Dena seorang perempuan yang tergila- gila dengan Raynar.
" Dia cukup deket kak, yang aku pernah dengar dari temannya sebulan yang lalu, dia menginap di Villa dengan keluarga Kastara dan dia mengaku sebagai adiknya Pak Haris, CEO PT MAJU JAYa" jawab Icha.
" Apa dia bakal balik ke pusat? " tanya Dena.
" Sepertinya iya kak, kalau dengar dari HRD dan teman- temannya" jawab Icha.
" Okey, kabarin gue kalau dia udah balik, gue sendiri yang akan kasih pelajaran ke dia"