NovelToon NovelToon
Ibuku Adalah Surgaku

Ibuku Adalah Surgaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Matabatin
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rosida0161

Bagi seorang ibu selama khayat di kandung badan kasih sayang pada anak tak akan hilang. Nyawa pun taruhannya, namu demi keselamatan sang anak Suryani menahan rindu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosida0161, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencoba Kabur Dari Mantan Nyonya Majikan

"Ibu dipanggil oleh Nyonya yang duduk di kursi roda itu,"

Sungguh ia tak menyangka kalau perempuan yang duduk di kursi roda itu adalah mantan nyonya majikannya.

Namun Suryani berusaha kembali tenang. Aku tak boleh gugup. Tak boleh gegabah.sampai bisa membuat Nyonya bisa curiga, terlebih lagi jika sampai mengenaliku. Itu bisa bahaya.

Ya Tuhan aku harus segera pergi dari rumah majikanku ini sebelum ada yang mengenali diriku. Tapi jika malam ini langsung pergi bisa menimbulkan tanda tanya.

Harus bersabar menunggu besok pagi, bisik hati Suryani. Kemudian berusaha untuk bisa bersikap tenang di hadapan mantan nyonya majikannya.

"Nyonya ada yang harus saya lakukan, atau Nyonya ingin saya ambilkan makan?" Ramah dan sopan sikap Suryani.

Nyonya Sunyoto semakin yakin jika perempuan di depannya itu memang Suryani. Ia masih ingat suara Suryani.

"Tolong ambilkan aku air putih saja " Ujar Nyonya Sunyoto berusaha untuk pura-pura tak mengenal bahwa sosok di hadapannya memang Suryani.

"Baik Nyonya," segera Suryani mengambil air putih sesuai permintaan Nyonya Sunyoto.

"Ini Nyonya,"

"Terima kasih,"

"Apakah boleh saya mengambilkan Nyonya makan, atau kue?"

"Tidak usah," segera Nyonya Sunyoto meneguk air putih yang diterimanya.

"Mari sini biar saya bawa Nyonya,' menunduk Suryani untuk mengambil gelas kosong di tangan Nyonya Sunyoto.

"Keramahanmu ternyata tak berubah Suryani,"

Tentu saja Suryani terkejut menatap Nyonya Sunyoto yang baru disadarinya ternyata perempuan itu mengenalinya. Karena sangat terkejut membuatnya hanya terdiam dan membisu dalam dentaman dada yang bertalu-talu.

"Kamu lupa padaku, Suryani?" Suara Nyonya Sunyoto rendah, bahkan hampir terdengar seperti orang berbisik.

Suryani semakin tercekat hingga tak berani membalas sapaan perempuan di depannya yang menatapnya lekat.

"Suryani ini aku Elen Sunyoto ..." nada suara nyonya Sunyoto pelan dan sama sekali tak terkesan marah.

"Nyonya ..." Suryani gugup.

Bingung dan takut. Ingin rasanya langsung berlari. Karena ia tak ingin membuat kegaduhan di suasana pesta perkawinan anaknya.

Apa boleh buat aku harus pergi saat ini juga. Kasihan Adi sedang resepsi pernikahannya jangan sampai mendapat bahaya.

Tapi saat ia sudah memutuskan untuk menghindar, terdengar suara pelan Nyonya Sunyoto.

"Aku tahu kamu orang baik. Dan Adi melakukannya waktu itu karena ingin menyelamatkanmu,"

Suryani menatap mantan nyonya majikannya. Tubuhnya sudah gemetar.

Tiba-tiba mendekat Yanuar, "Mama," ujarnya bernada begitu perhatian pada ibunya.

"Oh!" Suryani semakin ketakutan saat melihat sosok lelaki suami Non majikannya itu "Bagaimana ini jika aku tertangkap mereka?!" Gemetar sekujur tubuhnya, keringat dingin mulai merembes ke leher bajunya. Dan kedua tangannya basah.

Tanpa menunggu lagi ia segera menjauh dari Nyonya Sunyoto.

Sebenarnya Nyonya Sunyoto ingin memanggilnya. Tapi kedatangan Yanuar membuatnya diam.

"Ma ..." Mendekat pula Nila.

"Mama kok di sini, kenapa nggak ngumpul di keluarga, Ayo kita ke sana" ajak Yanuar.

"Ya, Ma," ujar Nila.

"Yanuar ambilkan Mama minum,"

"Ya, Ma," segera Yanuar meninggalkan mamanya untuk mengambil apa yang diserukan perempuan itu.

"Nila tolong ambilkan Mama sepiring kue kok lapar nih belum makan dari siang," ujar Nyonya Sunyoto pada Nila.

"Ya, Ma," Nila pun meninggalkan ibu mertuanya untuk mengambil kue yang diminta sang mertua.

Sebenarnya itu hanya taktik Nyonya Sunyoto untuk menelepon Surya yang selalu mengawalnya.

Sedangkan Suryani dengan panik menjauhi suasana pesta

"Aku harus menjauh dari sini, kalau tidak aku tertangkap keluarga Nyonya, dan akan gaduh lalu Adi akan mendengar peristiwa ini," sungguh Suryani tak mau jika akhirnya Adi mengakuinya sebagai ibu dan semua akan berantakan.

Yang ada di pikirannya adalah menyelamatkan Adi dari Yanuar. Melanggengkan pernikahan Adi.

Nyonya Sunyoto segera menghubungi Surya dengan ponselnya, "Surya kamu dimana?"

"Menunggu Nyonya di luar gedung,"

"Suryani ada di sini, pakai baju merah. Barusan dia kabur, mungkin keluar gedung cepat kamu tangkap dia bawa ke rumah," kecewa Nyonya Sunyoto atas kepergian Suryani sebelum ia sempat mengutarakan maksud baiknya.

"Baik Nyonya," jawab Surya dari luar gedung

Yanuar dan Nila sudah kembali ke tempat Nyonya Sunyoto. Supaya tak curiga maka segera air dari Yanuar diteguknya.

"Ini kuenya, Ma," tangan Nila mengulurkan piring kecil berisi kue talam pada ibu mertuanya. Ia sangat paham jika Mama dari suaminya itu penyuka kue tradisional.

"Terima kasih ya, Nila,"

Apa boleh buat dimakannya separuh dari sepotong kue talam yang diberikan menantunya.

*

Surya segera waspada memperhatikan sekitar gedung. Tapi tak ada yang keluar Maka . bergegas menunggu di pintu keluar.

Suryani yang masih gugup berada di pojok ruangan sepi yang tak dipergunakan untuk area pesta.

"Aku harus bisa keluar dari sini," batinnya. Ia mengira pasti pintu keluar gedung sudah dijaga oleh orang mantan majikan perempuannya . Ia mengira jika Nyonya Sunyoto memiliki niat yang sama dengan Yanuar untuk melanjutkan balas dendam.

Suryani berpikir caranya lepas dari perhatian orang. Jadi harus pandai pandai menyiasati keadaan.

Segera ia lepas Cardigan seragam dari Nyonya Sugandi. Maksudnya supaya tidak terlalu menyolok perhatian.

Tak boleh meninggalkan seragamnya di sini. Bisa menaruh kecurigaan yang menemukan nanti. Maka dilipatnya seragam yang sama warna dan model dengan asisten Nyonya Sugandi yang lain. Dikepitnya di lengan seakan sedang mengepit dompet.

Dilihatnya ada rombongan beberapa orang yang berjalan membawa barang barang dalam keranjang dorong.

"Oh sebaiknya aku bergabung dengan mereka," bergegas ia mendekat pada mereka.

"Sudah keundangan, Bu," seru salah satu lelaki yang mendorong keranjang

"Saya pelayan di pesta itu Om, ini mau ngambil barang di mobil ada yang ketinggalan," jawab Suryani.

"Oh, mangga atuh duluan," seru lelaki itu ramah.

"Oh nggak usah buru buru, udah kecapekan ,Om, pelan sajalah," seru Suryani yang memang memburu napasnya. Bukan karena kelelahan, Tapi karena tegang dan ketakutan.

"Ya santai saja, Bu," ujar lelaki satunya

"Ya,, " dan Suryani mencari akal untuk bisa membantu mendorong keranjang itu, maksudnya jika ada orangnya Nyonya Sunyoto berjaga jaga di depan gedung ia dikira rombongan para pelaki yang mendorong keranjang berisi barang itu. Wah apa yang didorong ini Om banyak banget,"

"Gorden Buk, yang udah nggak kepakai. Biasa Bu tiga bulan sekali pergantian gorden dan yang lainnya, yang lama dilempar keluar," tertawa lelaki itu.

"Keranjangnya bagus Om" sengaja Suryani memegang keranjang dan seakan akan ikut mendorong keranjang. Langkah demikian untuk mengecoh jika nyonya Sunyoto dan Yanuar memerintahlan orang untuk mencarinya.

"Namanya juga keranjangnya gedung elite, ya, semua pasti bagus," tertawa lelaki di sebelah Suryani.

"Ya juga Om," bersyukur Suryani karena kedua lelaki itu tak menyadari jika dirinya sengaja menumpang jalan bersama untuk mencari keamanan dirinya dari pantauan orangnya mantan nyonya majikannya. Semoga saja aman, harapnya, serta diam-diam berterima kasih di dalam hatinya pada dua lelaki yang tanpa disadari itu telah menjadi penolongmya dalam perjalannya keluar gedung, setidaknya menjadi teman seperjalanan yang membuatnya merasa aman.

Di luar Surya mengawasi setiap pergerakan dari pintu keluar gedung.

Dan ia tak menyadari jika Suryani yang akan dibawa ke rumah majikannya sudah lewat bersama rombongan yang mendorong keranjang yang dibiarkannya berlalu.

"

Bersambung

1
Marifatul Marifatul
🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!