Perjodohan yang terjadi tanpa di kehendaki oleh dua insan tersebut,
Wanita bernama Allin Wilton dan Arnold Gall, mereka dijodohkan oleh kedua orang tuanya,
Arnold Gall berusia 28 tahun tidak menyangka akan dijodohkan dengan karyawaannya sendiri Allin Wilton 24 tahun.
" tidak, dia karyawanku "
- Arnold Gall
" tidak, dia Boss ku "
- Allin Wilton
.
.
.
.
.
19 juli 2019
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annida Rahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34
Braaaakkkkkk
Yura masuk dengan mendobrak pintu , dia juga melihat adegan yang membuat darahnya mendidih
Arnold dan Allin kaget melihat Yura datang dengan membawa tongkat bisbol, apa yang akan Yura lakukan
" Yura" Anold berdiri dari ranjang dan menatap tajam Yura didepannya
" jalang!" Yura langsung berlari kearah ranjang Allin untuk memukulnya, Yura sudah sangat benci dengan Allin, Karena Allin sudah merebut semuanya
Arnold membulatkan matanya melihat Yura yang berlari kearah Allin, Yura mengangkat tongkat bisbol itu untuk memukul Allin, Arnold yang melihat itu menahan tangan Yura
Yura menatap marah Arnold yang menahannya
" lepas berengsek !!" Yura menghempaskan tangan Arnold dan mendorongnya , lalu dia kembali mengangkat bisbol itu untuk memukul Allin, Allin dengan cekat turun dari ranjang
" Yura apa yang kamu lakukan?"
" wanita jalang! Kamu sudah mengambil Arnold dariku, aku yang seharusnya bersama dia bukan kamu!"
Yura kembali mendekati Allin yang berjalan kearah pintu , saat Allin sudah memegang hendel pintu , Yura menarik rambut Allin dan mendorongnya hingga jatuh
" Yura hentikan " Arnold berdiri dan kembali menahan tangannya, Yura langsung menendang Arnold dan menatapnya tajam
" jangan salahkan aku bila aku melukaimu!" Yura langsung memukul Arnold tepat di kepala nya, hingga Arnold jatuh dan kepalanya berlumuran darah
Allin menutup mulutnya menggunakan tangan, kaget Yura akan melakukan itu
" Arnold " Allin berusaha mendekati Arnold yang terkapar berlumuran darah dikepalanya, air mata Allin keluar, jantungnya serasa berhenti melihat Arnold yang tidak bergerak sama sekali
Yura juga keget melihat Arnold yang berlumuran darah, dia merasa takut
" Ar...Arnold " kata Yura dengan suara bergetar
Yura melihat Allin yang berusaha menggapai Arnold, seketika amarah Yura kembali menggebu, dia menarik rambut Allin yang hampir menggapai Arnold
" Aaaahh....Yura hentikan"
" ini semua karena kamu jalang, seharusnya kamu tidak ada didunia ini, Arnold itu mencintaiku bukan kamu" Yura menyeret Alllin menjauhi Arnold dan melemparnya ke sisi ranjang, Yura melempar tongkat bisbol ditangannya dan mencengkram rambut Allin
" dengar aku jalang, bila aku tidak bisa memiliki Arnold , kamu juga tidak bisa" Yura menampar pipi Allin berkali- kali, hingga tubuh Allin merosot jatuh di lantai
Yura mendengus sinis dan mengambil tongkal bisbol yang tadi dia lempar, Yura menatap Allin yang sudah tidak berdaya disamping ranjang
Yura berjalan mendekati Allin dengan senyuman sinis di bibirnya
" sekarang , mari kita bawa kamu ketempat seharusnya" Yura mengangkat tongkat itu, untuk memukul Allin, dan saat tongkat itu hampir mengenai Allin, Yura berhenti dan menatap arah kakinya
Arnold menahan kaki Yura untuk menghentikannya, Yura sungguh kesal melihat itu, Yura menendang Arnold yang memegang kakinya
" harusnya aku yang kamu cinta, harusnya aku yang menjadi istrimu, bukan dia, karena aku yang selama ini ada untukmu" Yura menangis melihat Arnold yang sudah sangat tidak berdaya hanya untuk menggerakkan tangannya
Allin menatap Arnold yang sudah kehilangan banyak darah
" Arnold..."
Allin menatap marah Yura yang masih melihat Arnold terkapar dilantai
Allin berdiri dan langsung memukul kepala Yura dengan pas bunga yang ada diatas meja, kepala Yura mengeluarkan darah dibelakang kepalanya , darah menetes jatuh kelantai putih rumah sakit, Allin yang melihat itu bergetar karena takut, Yura masih berdiri dan berbalik menatap tajam Allin, Yura memegang kepala belakangnya dan melihat ada darah
" berengsek! Wanita sialan !" Yura berjalan cepat mendekati Allin yang bergetar karena takut, melihat Yura yang terlihat marah, dengan mata penuh kebenciannya, disana Yura seakan sudah siap untuk melennyapkan wanita didepannya
Yura mengangkat tongkat itu dan akan memukul Allin yang sudah tidak bisa lari kemana- mana lagi karena dia tersudut di dinding
" Yura Hentikan!" Jose masuk dan langsung merebut tongkat itu dari tangan Yura, Yura marah dan langsung menerjang Jose dengan kakinya, Yura mencakar- cakar tangan Jose yang menjauhkan tongkat itu
Allin syok tapi dia harus mencari bantuan, kalau tidak Jose akan terluka juga, Allin berlari kearah pintu, Allin sempat berhenti melihat Arnold yang tidak sadarkan diri
" Arnold "
Allin menatap Arnold dengan air mata berlinang , Allin juga menap Jose yang terlihat sangat kesulitan menghadapi Yura, Allin membuka pintu kamar inapnya dan memanggil orang- orang
" Tolong!!"
" Tolong!!"
Para suster yang mendengar datang mendekat dan bertanya
" ada apa?"
" suster tolong suami saya"
Suster itu masuk dan melihat seorang pria tidak sadarkan diri dengan banyak darah
Suster itu juga melihat seorang wanita yang menyerang seseorang pria lainnya
Suster itu langsung memanggil suster yang lainnya dan memanggil pihak keamanan
************
Allin menangis di luar ruang operasi Arnold, semua orang sudah berkumpul disana dan menatap kasihan Allin yang terlihat sangat terpukul
" kakak "
" Arnold....Arnold...Ella"
" iya, kak Arnold akan baik- baik saja"
" hiks...hiks....wanita itu memukulnya "
" wanita sialan itu sudah dibawa kekantor polisi jadi kakak tidak perlu khawatir"
" dia memukul Arnold dengan tongkat itu, hingga darah keluar dari kepala Arnold" Allin kembali mengingat tentang Yura yang memukul Arnold dengan tongkat bisbol
Ella menatap sedih Allin yang terlihat sangat ketakutan, Ella memeluk Allin untuk menenangkannya
**********
" terima kasih Jose"
" tidak masalah, aku yang seharusnya minta maaf dengan apa yang terjadi, meskipun aku dan Yura akan berpisah tapi dia masih berstatus istriku"
" apa kamu nyakin dengan berpisah dengannya?"
" tidak ada harapan lagi untuk pernikahan kami, semuanya sudah hancur dari awal, dia menipuku......." Jose menarik nafas panjangnya
" tapi semua sudah berlalu, dia sudah mendapatkan balasan dari apa yang dia lakukan" lanjut Jose
" aku tidak membenci Yura, aku hanya tidak percaya dia dapat melakukan itu semua"
" dia sudah menahannya sangat lama, 5 tahun menunggu Arnold yang tidak mencintainya , aku mengerti perasaannya "
" kamu benar, tapi semua sudah terjadi, kita tidak bisa menyalahkan siapa- siapa "
" Allin...kamu wanita yang baik, Arnold sangat beruntung memilikimu"
" Jose apa yang kamu katakan? Jangan membuatku malu"
" haha...baiklah, aku akan pergi sekarang untuk mengurus surat perpisahanku dengan Yura, jaga Arnold dengan baik" Jose berbicara sambil menatap Arnold yang terbaring di ranjang rumah sakit
" tentu"
Jose tersenyum dan keluar dari kamar inap Arnold, Allin kembali menatap Arnold yang masih belum sadar, Arnold sudah dua hari belum sadar, dokter bilang Arnold akan sadar dalam waktu dua atau tiga hari untuk penormalan saraf otaknya
" Arnold, kapan kamu akan sadar?"
Terdengar suara pintu terbuka, Mama Arnold dan Mama Allin beserta Ella masuk , Allin melihat mereka tersenyum dan berjalan mendekat
" kalian datang?"
" tentu saja, kakak pasti sangat lelah, kakak bisa pulang untuk bersih- bersih, kami akan menjaga kak Arnold , iya kan Ma?"
" iya sayang, kamu pulang saja, kamu sudah menjaga Arnold selama dua hari nonstop, pasti kamu lelah"
" tidak Ma, aku baik- baik saja"
" sudah kak, kakak pulang saja, nanti kalau kakak sudah selesai kakak bisa kembali lagi kesini"
" tapi....."
" tidak ada tapi- tapian, pergilah"
Ella mengambilkan tas Allin dan mendorong Allin keluar dengan halus
" iya, tapi aku akan berpamitan dulu dengan Arnold "
" ck baiklah "
Allin berjalan mendekati ranjang dan menggenggam tangan Arnold
" Arnold aku pulang dulu ya, nanti aku akan kesini lagi" Allin mencium kening Arnold lama dan kembali menatap Arnold yang terbaring dengan damai
Allin tersenyum dan berniat untuk melepaskan genggaman tangannya , tapi genggaman tangan itu tidak terlepas, Allin menatap Arnold yang masih terpejam, Allin mencoba melepaskan tangan Arnold yang menggenggamnya
Tapi genggaman itu malah semakin erat, Allin menatap Arnold dengan intens, kemudian Allin menatap tiga orang yang terlihat berbincang di sofa kamar rumah sakit
Allin menatap Arnold dan mendekatkan dirinya
" Arnold " Allin berbisik didepan Arnold
" jangan pergi" Allin terlonjak dan hampir berteriak, Allin menatap Arnold dengan takut- takut
" Arnold, kamu sudah sadar?" Allin mencoba menggerakkan tubuh Arnold
" ada apa kak?" Ella datang dan bertanya bingung
Allin menatap Ella dan terlihat berpikir keras
" itu Arnold ......" Allin berhenti bicara setelah merasakan sakit ditangannya karena genggaman Arnold
" kak Arnold kenapa ?"
" Arnold aakh...." Allin sedikit berteriak karena Arnold kembali menggenggamnya erat
" kenapa kak?"
" tidak ada"
" baiklah, kakak pulang saja sekarang "
" iya...." Allin mencoba menahan rasa sakit ditangannya karena Arnold kembali melakukannya
" Ella, kakak rasa kakak tidak jadi pulang " Allin merasakan genggaman tangan Arnold melemah
" kenapa ? Kakak pulang saja"
" tidak , kakak akan tetap disini"
" ya sudah kalau begitu, ayo kita makan dulu" Ella menarik tangan Allin untuk makan, Allin pikir Arnold akan menahannya tapi diluar dugaan, Arnold melepaskan tangannya
********
Allin menatap Arnold yang terlihat gelisah dalam tidurnya, Allin melihat Mamanya dan Mama Arnold serta Ella yang berbincang sambil sesekali tertawa
Allin mencoba mendekatkan wajahnya pada Arnold , Allin kaget mendengar suara Arnold
" suruh mereka pergi, aku ingin buang air kecil"
Allin menjauhkan wajahnya dan menatap Arnold yang terlihat masih belum sadarkan diri
" apa Arnold sudah sadar? Tapi kenapa dia berpura- pura tidak sadarkan diri?"
*********
Allin sudah sangat berusaha membuat mereka bertiga untuk pulang
" Ma, Papa hanya sendiri dirumah, lebih baik Mama pulang saja" kata Allin pada Mamanya
" tapi kamu bagaimana sayang?"
" kan ada Ella disini"
" iya, Ella akan menemani kak Allin disini"
Mama Allin dan Mama Arnold saling menatap dan mengangguk
" baiklah kalau begitu , kami pulang dulu, tapi kalau terjadi sesuatu segera hubungi Mama ya"
" iya"
Mama Allin dan Mama Arnold sudah pulang, Allin menatap cemas Arnold yang semakin gelisah
" kamu pergi saja ketoilet, hanya ada Ella disini"
Arnold membuka matanya dan menatap kesal Allin, Allin kaget saat melihat Arnold membuka matanya, tapi juga lega melihat Arnold baik- baik saja
Arnold bangun dan turun dari ranjang, Ella membelalakkan matanya kaget melihat itu
" Kak Arnold!"
aku suka.
sukses selalu
👍👍👍🌺🌹
👍👍👍👍
4 jempol buatmu Thor
sukses selalu
semanhat
💪💪💪💪
😍😍😍👍
bikin pingin trs baca
lanjuut