Genre: Aksi, Kehidupan sekolah, Kultivasi, Martial arts, Petualangan, Reinkarnasi, Wuxia, Xianxia, Xuanhuan.
Ini adalah dunia yang baru. Langit dan Bumi adalah pasir dalam Alam Semesta yang luas. Takdir yang mutlak menentukan. Kisah seorang anak yang terlahir dari Batu Kosmik Alam Semesta. Lin Tian, reinkarnasi dari sang legenda. Bumi adalah planet yang melampaui tanpa batas. Manusia, makhluk berdimensi 30, dan kultivator, makhluk berdimensi 100 perbedaan yang sangat signifikan dengan dewa yang berdimensi melampaui tak terbatas. Mereka akan terus bertarung memperebutkan kekuasaan dan menyelamatkan dunia. Lin Tian, entitas yang melampaui segala Setting Narative yang ada di cerita sebagai eksistensi tak terkalahkan termasuk author nya sendiri, bahkan penulis sendiri tidak bisa mengalahkan nya.
Penulis: Nuo ya shizu (Zhāng tiānguāng)
karya: Orisinil
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azriel Ahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 34
...Rencana Lin Tian....
Sementara para dewa sedang berdebat tentang alam semesta Da Yuan yang terus berevolusi setiap waktu nya..
Akademi Bei Cang.
Lin Tian, Chen Cang'an, Hu Xuan, dan Lin Naoyi berada di kelas IPA atau mereka sedang melakukan praktek kelas IPA untuk membuat sebuah alat roh.
Ya, di akademi Bei Cang ini terdapat beberapa bagian bidang dari akademi, yaitu alat roh, dan juga bidang Bloodline.
Bloodline atau Garis Darah,atau Garis Keturunan adalah sebuah kekuatan dari garis keturunan leluhur baik dari klan, atau keluarga biasa dengan berkah kekuatan yang hebat.
Salah satu contohnya adalah Lin Naoyi, dia memiliki Bloodline mata spiritual, Raja Merak Langit, Harimau putih neraka, dan Dewi Agung.
Tidak mengherankan jika seseorang memiliki lebih dari satu Bloodline dalam tubuh nya, hal ini dapat disebabkan karena keturunan campuran, atau memiliki leluhur dengan kekuatan garis keturunan spesial.
Dalam negara Yindunixia sendiri rakyat nya terbagi menjadi 4, yaitu 25 persen adalah kultivator dengan sistem biasa, 25 persen kultivator dengan sistem Bloodline, 25 persen pembasmi iblis dan penyihir, serta 25 persen manusia biasa.
Untuk Lin Tian sendiri, dia hanya memiliki 2 Bloodline yaitu Necromancer, Mata Surgawi, dan Fallen God, yang dimana semua itu murni dari diri nya sendiri.
Siapa lagi yang mengetahui nya?
Semua orang hanya mengetahui Bloodline milik Lin Tian hanyalah Necromancer, dan Mata Surgawi, mengingat Bloodline Fallen God memiliki kekuatan dari Ashura, Kehancuran, dan Dharmakaya.
Mata Surgawi adalah Bloodline yang memiliki kemampuan spesial, dimana Lin Tian mampu mengetahui, dan melihat segala hal di dunia fantasi nya atau di seluruh dunia fiksi.
Namun jangan berpikiran cabul, Lin Tian meskipun bisa melihat nya, dia bukanlah orang cabul atau mesum.
Necromancer, Bloodline ini mampu membuat Lin Tian memiliki kekuatan paling mutlak necromancy yang sangat kuat.
Kembali..
Saat ini, mereka tengah menyiapkan senjata yang akan mereka gunakan di arena roh agung nanti, yaitu arena tempat dimana semua kultivator, penyihir, dan pembasmi iblis dapat berpartisipasi.
Ini adalah arena yang penuh akan tantangan.
Arena ilegal!
Ini adalah arena ilegal yang beroperasi secara ilegal, dan digunakan untuk bertarung secara gila-gilaan. Dimana ditempat ini, semua kekuatan sadis, dan gila berkumpul untuk saling bertarung dan membunuh.
“Semuanya pasti memiliki persiapan sendiri-sendiri, lagipula pertarungan yang hebat pasti akan menambah pengalaman, tingkat kekuatan tidak harus menjadi patokan dalam bertarung.” Lin Tian meminum teh, sambil mengotak atik senjata buatan nya.
Chen Cang'an bertanya, “Senjata apa yang kau buat itu, bentuk nya hampir mirip dengan pengukur, pedang, dan bagian tajam kapak?”
“Ini adalah Pengukur Kosmik (Cosmic Meter) senjata ini ku buat untuk aku gunakan sendiri, lagipula aku membuat senjata ini dengan kecocokan diriku, untuk kalian aku akan memikirkan nya nanti.” ujar Lin Tian.
Senjata ini memiliki bentuk yang benar benar sempet pengukur, dengan gagangan mirip pedang, dan bagian lain nya seperti pengukur, dan kapak.
Lin Tian mengaku, bahwa bentuk senjata nya terinspirasi dari senjata Nolan, karakter dari Mobile Legends Bang Bang, game yang saat ini sangat terkenal akan kepopuleran nya.
Kemampuan senjata ini kurang lebih hampir sama, yaitu mampu merobek dan meretakkan ruang dengan 5 dimensi spatial dan 5 dimensi temporal dengan mudah.
Beda nya, di bagian yang dekat dengan gagang tersebut, atau bagian yang dekat dengan laser kosmik tersebut terdapat sebuah ukiran yang diukir membentuk sebuah persegi panjang, dengan sebuah pembatas di bagian atas ukiran.
Selain itu, Lin Tian juga membuat senjata lain yang berbentuk sebuah kartu yang disebut sebagai “Cosmic Card” atau kartu kosmik dimana kartu ini sangat berguna untuk menyerang lawan.
Salah satu kekuatan dari Cosmic card ini adalah Binah, sang banjir pertama yang dimana memiliki kekuatan untuk memanggil Naga air raksasa dengan kemampuan penyerangan dan pertahanan.
Setelah selesai, Lin Tian mengajak Chen Cang'an, Hu Xuan, dan Lin Naoyi untuk pergi ke kantin.. Mengajak mereka untuk makan siang dikantin akademi.
Mereka setuju.
Mereka berempat segera berjalan menuju ke kantin akademi, mengingat saat ini sudah masuk jam makan siang.
Seperti dugaan mereka, suasana di kantin Akademi Bei Cang saat makan siang pasti sangat meriah dan ramai!
Banyak murid-murid Akademi Bei Cang yang terdiri dari para siswa yang berbakat dan bersemangat dalam bidang seni bela diri, berkumpul di kantin untuk menikmati makan siang bersama.
Suasana kantin dipenuhi dengan suara-suara riuh dan tawa-tawa murid-murid yang sedang berbincang-bincang dan berbagi cerita tentang pengalaman mereka di Akademi Bei Cang.
Bau makanan yang lezat dan aroma rempah-rempah yang khas juga memenuhi udara, membuat perut semua orang terasa lapar dan ingin segera menikmati makanan.
Di tengah-tengah kantin, terdapat meja-meja panjang yang dihiasi dengan sprei merah dan di atasnya terdapat berbagai jenis makanan yang lezat dan seimbang, seperti nasi, sayuran, daging, dan buah-buahan.
Murid-murid Akademi Bei Cang dengan antusias memilih makanan yang mereka inginkan dan menikmati makan siang bersama teman-teman mereka.
Di sudut kantin, terdapat beberapa murid yang sedang berlatih teknik bela diri mereka, seperti menghantam papan kayu atau melatih kekuatan kultivasi mereka. Suara-suara pukulan dan teriakan mereka juga menambah suasana kantin yang meriah.
Dalam keseluruhan, suasana di kantin Akademi Bei Cang saat makan siang sangatlah meriah, ramai, dan penuh semangat.
Semua murid-murid Akademi Bei Cang menikmati makan siang bersama teman-teman mereka dan mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan-tantangan yang akan datang.
Lin Tian memesan mie instan rasa ayam geprek super pedas kesukaan nya, Lin Naoyi juga memesan mie instan, namun dia memesan mie instan rasa ayam goreng, Chen Cang'an dan Hu Xuan memesan pesanan yang sama, yaitu satu porsi ayam goreng super lezat.
Ketika sudah mendapatkan meja, mereka langsung menyantap hidangan mereka untuk mengisi tenaga mereka kembali.
Lin Tian dan Lin Naoyi hanya bisa saling pandang melihat Chen Cang'an, dan Hu Xuan yang menyantap makanan nya dengan lahap, sampai sampai membuat meja mereka bergetar.
“Hehe mereka memang sangat lahap.” ujar Lin Tian ekspresi senyuman heran nya melihat kedua teman nya yang sangat lahap menyantap makanan nya.
Nafsu makan mereka benar benar kuat.
Lin Tian hanya bisa menggelengkan kepalanya sedikit.
“Oh ya, kak Lin.. Bagaimana senjata yang telah kamu buat ujian partisipasi di arena roh agung?” tanya Lin Naoyi.
“Aku membuat senjata yang ku berikan nama Pengukur Kosmik, dan kartu Kosmik, yang salah satu kartu itu aku memberinya nama yaitu, Binah sang banjir pertama. Aku membuat nya masih dari bentuk, dan konsep nya saja, belum saat nya mengisi kekuatan kartu Kosmik itu.”
“Wow! apakah ini bisa sangat kuat?” tanya Lin Naoyi.
“Kau akan melihat nya nanti saja.” jawab Lin Tian sambil menjelaskan bahwa ini adalah rahasia yang tidak bisa di katakan saat ini.
...****************...
......................
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
jika berkenan, mampir di cerita aku ya kak