NovelToon NovelToon
Perasaan Tak Terbendung (Kelana Dan Mataharinya)

Perasaan Tak Terbendung (Kelana Dan Mataharinya)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:13.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: ALSIB

WARNING hanya untuk 21+ 🔥🔥🔥 !!!


Keadaan kacau ketika penggerebekan di sebuah club malam, Lana, Sita, Maya, Dion, Putra, Teguh, Marvin dan Surya kocar kacir terpencar yang tadinya satu meja mereka buyar semua entah dimana mereka berada. Mereka semua yang ada di club berusaha keras keluar dari tempat itu berlari sekuat tenaga, bersembunyi untuk menyelamatkan diri dari kepungan razia rutin dari kepolisian.
Karena panik Lana dan Surya bersembunyi di gudang. Maya, Marvin dan Dion berada di dapur club sedangkan Sita, Teguh dan Putra berhasil meloloskan diri keluar dari parkir dan bersembunyi di mobil dan ketika aman mereka pergi meninggalkan mereka semua. Ya memang benar persahabatan kadang terpisah saat razia, disitulah kokoh dan rapuhnya persahabatan dibuktikan. Polisi menyidak sampai dapur dan tak terelakkan Maya, Dion dan Marvin tertangkap dan di gelandang ke Polsek. Seorang satpam karena ingin menyelamatkan miras harus mengunci gudang agar selamat dari razia, tanpa tau di dalam ada Lana dan Surya. Akhir Masa remaja saat yang indah adalah di puncak kelulusan, yaa mereka merayakan kelulusan mereka di club malam, sebuah perayaan untuk melanjutkan hidup mereka atau masalah baru dalam kehidupan mereka. Bagaimana nasib mereka? Dan juga nasib Lana dan Surya yang harus bermalam di gudang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ALSIB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Serasa Di Kutub

"Aaahh Suryaa.. pelukkk.. dingin Baby" kata Lana di sela- sela tidurnya dia menciumi apa aja di hadapannya, sampai dia terbangun dan di sadarinya itu hanya mimpi.

Aaahh keliatan nyata sekali.. kenapa ini seperti kenyataan.. mungkin aku terlalu merindukannya.

** Kalau kau ingin aku mencintai wanita lain.. maka ajari lahh aku Kelana!!! bagaimana caranya!! tolong katakan!! aku terlalu bodoh untuk bisa mencintai wanita lain, asal kau tahu !! **

Baik lah pak Surya, aku akan mengajarimu mencintai wanita lain, aku akan menjauhimu sejauh mungkin.. kata- kata mu kemarin sepertinya kau ingin lepas dari bayang- bayangku. Aah laki- laki.. kalian semua menyebalkan! Pikiran Kelana berkecamuk pagi itu.

Pukul 05.10 Lana akhirnya menyudahi lamunan dan berakhir di shower dengan air hangat, setelah 30 menit menikmati acara mandinya.

Setelah memoles wajahnya dengan make up Lana keluar dari kamarnya masih dengan training dan kaos oblong tanpa lengan menuju sebuah lounge hotel untuk breakfast.

Pukul 06 pagi lounge masih sepi, namun beraneka ragam breakfast telah tersedia, Lana membuat kopi susu lalu membuat roti bakar, memesan omlette, mengambil salad buah, kentang goreng, orange juice dan chicken wings.

Dia menatanya serapi mungkin lalu mengambil kamera ponselnya dan memfoto makanan dan minumannya yang ada di mejanya dengan view kolam renang, kemudian Lana menguploadnya di Instagramnya dengan caption :

♡ wake up early, wahh banyak sekali makanan orang bodoh ini dan orang bodoh butuh tenaga extra.. karena penolakan butuh kekuatan, apalagi melupakan.. karena untuk melepas bayang- bayang seseorang yang ingin diajarkan cara mencintai butuh tenaga yang dahsyat, Selamat Pagi Dunia. Mari bersemangat! #AkuAkanAjariCaraMencintai

Tiinngggg!!

Ponsel Surya berbunyi dan melihat pemberitahuan dari Instagram.

Lana?! Apa ini.. Ooh rupanya dia sudah berada di lounge? Caption ini... Siaall... jadi dia merasa aku tolak? mengajar kan cinta? apa maksudnya dia ingin berniat mengajari ku? dia mau melupakan dan melepaskan?? Orang bodoh? yaa memang kau bodoh sekali Kelana!! Kau orang terbodoh di muka bumi ini!! Dan aku mencintaimu!! Ooh Tuhan, bagaimana aku menghadapinya? Jadi perkataanku kemaren dianggap permohonan? apa aku yang salah ngomong? Siaall.. dasar wanita.. kenapa aku menjadi posisi bersalah sekarang? Kenapa harus ada wanita di bumi ini sih!! Aaarrgghh.. padahal aku seperti benar dan menang.. kenapa wanita bisa merubah posisinya begini.. dasar wanita selalu benar!! Tapi aku membutuhkannya, aku mencintainya!! siaall.. siaall.. siaalll.. siaaalll... Gerutu Surya dan membenamkan wajahnya dibantal dengan kesal.

"Bos udah liat Instagramnya belum?" kata Dion.

"Hahahaha sangat lucu" kata Dion lagi.

"Apa maksudmu lucu?" kata Surya bangkit menuju lemari memakai jasnya dan mengambil sepatunya.

"Apa bos kemarin ngatain dia bodoh?" kata Dion.

"Emang dia bodoh" kata Surya.

Sebenarnya sih kalian berdua bodoh. Dion.

"Kira- kira dia sarapan sama siapa ya.. kayanya nggak mungkin makanan sebanyak itu dia makan sendiri" kata Dion sambil memainkan ponselnya, Surya menyambar jas nya setelah mendengar komentar Dion.

"Ayo kita sarapan di bawah" kata Surya membuat Dion tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

Tanpa sepengetahuan Lana, ternyata Surya menginap di Hotel yang sama dan bersebelahan dengan kamar Lana.

Setelah mengantarkan ke lobi semalam, hatinya merasa tidak karuan dan akhirnya atas usul Dion menginaplah mereka di hotel Garden City yang ternyata status kepemilikannya adalah milik Gahardhi Group.

Surya mengambil posisi dibelakang Lana yang duduk sendiri menikmati makanannya, pelayan datang mengantar kopi pesanannya dan pesanan Dion.

Surya meletakkan kopinya dan membuka kamera ponselnya lalu mengambil foto secangkir kopi dengan background Lana didepannya dengan view kolam renang, namun Lana terlihat di blur tapi masih terlihat kalau itu Lana.

Lalu Surya menguploadnya ke Instagram dengan Caption :

♡ Ngopi aja, Males sarapan .. ngeliat banyak makanan jadi kenyang! #LoveHerSoMuch #MyBaby

Tiiing!!

Pemberitahuan pun masuk ke ponsel Lana dari Instagram, Lana terkejut bukan kepalang dengan Instagram Surya.

Apa- apaan ini?! ini kan aku.. sial dia di belakang ku.. aku pake noleh segala tadi.. Jadi dia nggak mau sarapan? aku akan membawakan sarapan nanti ke kantor.. ihh apa perduli ku? aku mau menjauhinya kan? aaaaaarrghh aku tidak perduli Lana.

"Nggak mau sarapan beneran Bos?" kata Dion disela- sela menikmati sarapannya.

"Nanti aja.. melihat Lana perutku penuh rasanya" kata Surya.

"Itu dada bos sesek kali terus lari ke perut teruss turuunnn lagii ke puser dan ke sono deh hahahaha" kata Dion tertawa lebar dan tawa Dion samar- samar terdengar di telinga Lana tanpa tau apa yang mereka bicarakan.

Surya hanya menjawab dengan tendangan kaki nya

"Hahahahah ampunnn bosss" kata Dion kembali terdengar jelas di telinga Lana.

"Aahh dia ngelove captionku barusan.. tapi aku nggak mau ngelove balik.. aku nggak suka caption Lana, kejem banget nih cewek " kata Surya berbinar namun kembali kesal.

"Laah bos kan tau dia kejem dari dulu, Bos kenal Lana dari SMP udah apal lah dia gimana" kata Dion.

"Tapi kan aku hanya mengubah gudang itu malah pikirannya aneh- aneh" kata Surya menggerutu.

"Boss.. kan bos tau.. disitu ada kenangan manis dan pahitnya juga ada.. kalau pikirannya aneh- aneh ke boss.. itu bagus lah.. berarti Lana ada hati sama Bos . ahh gimana sihh" kata Dion menyadarkan Surya.

"Eehh dia mau kemana tuh" kata Surya saat melihat Lana bangkit dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan lounge itu tanpa menoleh ke arahnya.

"Kurang ajar" Gumam Surya tapi terdengar di telinga Surya.

Lana kembali ke kamarnya dan berganti baju kantor karena waktu menunjukkan pukul 07.10.

Dia mengenakan celana model Palazzo yang membungkus pinggang dan pinggulnya yang ketat agak longgar di bagian paha namun lebar dari betis sampai mata kakinya.

Blouse model rufflled top dengan potongan leher V berbahan sutra dengan lengan yang lebar berwarna salem di masukkan ke dalam celananya dengan syal putih berbunga salem senada dengan blousenya.

Sepatu stiletto putih dan tas putih yang senada

membuat Lana secerah matahari pagi, sangat cantik!

Seperti top model kelas atas, Lana berjalan menyusuri lobi perusahaan menuju lift.

Mata yang melihat seperti tersihir dengan kecantikan Lana. Saat memasuki lantai 30, Lana melihat pintu ruang presdir terbuka terdengar gelak tawa dari dalam ruangan itu.

Lana mengetuk pintu dan masuk

"Selamat pagi semuanya" kata Lana tersenyum canggung. Di dalam ruangan ada Robert, Bela, Gisel, Dion dan Surya, dan di balas dengan salam pagi juga. Namun Surya terlihat diam.

"Ohhh My Goddd Kelanaa.. uuhh kamu cantik banget.. senyummu benar- benar membunuh tauu.. uuhh penampilanmu selalu penuh magic" kata Robert.

Siall.. kenapa dia cantik banget sih .Surya.

"Kenapa kamu kesini? auditmu selesai rob?" tanya Lana.

"Udah selesai dong akuu.. uuhhh.. Aku di suruh kesini sama pak presdir yang ganteng.. buat bantuin kamu Kelana.. seruu kann" kata Robert.

"Robert, aku nggak perlu bantuanmu, hari ini kamu free" kata Lana ketus.

Aku akuin emang kak Lana cantik, sempurna sekali. Gisel.

Pantas Surya tak bisa berpaling. Bella.

"Kak Kelana cantik banget kak" kata Gisel.

"Terima kasih Gisel, panggil orang- orang yang kemarin datang kesini ke ruangan ini sekarang" kata Lana dingin, dan Gisel buru- buru pergi.

"Lan santai dulu sini" kata Bella.

"Sorry Bell, aku harus bekerja, aku tidak suka ngerumpi" kata Lana.

Lana memasuki ruangan dan menulis sesuatu di kertas dan mengambil selotip, lalu berjalan keluar lagi lalu menempel kertas di kaca yang menjadi ruangan kerjanya sementara.

'Dont Disturb' terpampang di kaca yang membuat semua tersihir dengan apa yang dilakukan Lana. Pesonanya membuat Surya tak bisa berkata apa- apa, hanya memandang dengan kebekuan.

"Lana dari dulu sih selalu amazing" kata Dion.

"Ooohh no.. pak presdir.. dia kumat killernya, sebaiknya aku pergi sebelum dia mengamuk" kata Robert meninggalkan ruangan presdir, Surya tersenyum tipis.

"Robert.. suruh sekretarisku booking tiket minggu depan, aku nggak bisa menghubungi nya dari tadi" kata Lana lagi.

"Laksanakan! dengan penuh bunga- bunga di hatikuuu.. my darling.. I'll call you later, byee" kata Robert meninggalkan ruangan presdir setelah berpamitan dengan semuanya.

Jantung Surya tiba- tiba berdebar Lana akan pergi, apalagi melihat Lana mengunci matanya di depan laptop.

Beberapa orang masuk dan memasuki ruangan asisten dan mereka tampak tegang menghadapi Lana yang berwajah dingin nyaris tak ada senyumnya.

Rupanya begini kalau kerja di kantor pusat, sangat menakutkan.. hahaha Lana.. Kalau mengingat desahanmu ini sangat berbanding terbalik dengan apa yang aku lihat sekarang.. kenapa aku jadi pengen sih.. aarrghh pikiran kotor pergilah. Surya.

"Huuuaahhh.. rasanya seperti di kuburan.. dinginnya serasa di kutub" kata Dion menyandarkan tubuhnya di sofa.

"Bella.. duduklah di sampingku.. dan bawa berkasmu kesini" kata Surya dan Bella pun segera duduk di samping presdirnya dengan senang hati.

Lana hanya melirik tak menggubrisnya, dia mengikat rambutnya tinggi di gulung asal- asalan dan duduk di dekat kaca yang sangat dekat dengan sofa, namun duduk membelakangi Surya.

Siaallll... awas saja kau Lana.. aku akan membuatmu memohonn.. Siaall.. Surya.

"Hahahaha boss.. bersabarlah sedikit bos" kata Dion paham isi kepala Surya.

"Bella kalau kau sudah selesai, kau bisa tinggalkan tempat ini, aku butuh bekerja" kata Dion membuat Bella ciut dan pergi meninggalkan ruangan presdir.

Surya menghela nafas panjang lalu meninggalkan Dion menuju meja pribadinya. Diapun harus bekerja agar konsentrasinya tak karuan.

Waktu bergulir menuju siang, mereka semua belum terlihat akan keluar untuk makan siang

"Vina, kamu masuklah" telpon Surya ke salah satu sekretarisnya, dan tak berapa lama wanita bernama Vina itu masuk.

"Bilang kepada mereka aku mengajak mereka makan siang" kata Surya. Dion tersenyum tipis masih memandangi laptopnya.

Tak lama Vina terlihat keluar dengan wajah pias.

"Kata Nona Lana, ehm terima kasih dan Nona Lana sudah memesan makan siang untuk kita semua di lantai 30" kata Vina.

"Apaa?! lancang sekali dia.. keluarlahh!" kata Surya membuat Vina takut.

Tidak berapa lama beberapa office boy dan office girl datang dengan membawa kotak makanan, Lana keluar dari ruangan itu akhirnya.

"Tolong berikan ke bagian sekretaris dan pantry juga" kata Lana mengambil beberapa box untuk dirinya dan semua yang ada di ruangan ini tanpa terkecuali.

"Dion mau makan nggak? kalau nggak mau nanti aku makan" kata Lana nyengir.

"Mau lah.. udah siang ini" kata Dion. Surya melirik tajam ke arah Lana.

"Apakah pak Surya mau?" Lana menghampiri Surya dengan sekotak makanan.

"Letakkan sana aja" kata Surya tak melihat Lana, namun ketika Lana berbalik Surya memandanginya penuh perasaan.

Aku di panggil 'Pak'... Rasanya tidak menyenangkan. Surya.

Lana duduk di sofa bersama Dion, bagaimanapun dia lebih memilih untuk makan bersama sahabatnya.

"Bos keburu dingin nggak enak bos, kan bos nggak sarapan tadi pagi, melupakan butuh tenaga bos" kata Dion tergelak saat kakinya di tendang Lana.

"Uuuhh... Kenapa kalian hobi banget nendang kaki akuhhh hahahah" Gaya Dion meniru gerakan Robert yang melambai yang membuat Lana tertawa.

"Terima kasih makan siangnya" kata Surya datang bergabung dengan mereka.

"Sama- sama" kata Lana.

"Ini enak banget Lan, ada daging, ayam goreng, cumi tumis, telor balado, brocoli udang.. beuhh ini seporsi berapa" tanya dion iseng.

"Seporsi kurang dari 200 ribu deh pokoknya" kata Lana.

"Lo perlu kekuatan ya Lan untuk menghadapi kenyataan" celetuk Dion mendapat injakan kaki Lana dan Dion terbahak.

Lana sesekali melirik Surya, sikap cueknya cara makannya membuat hatinya resah, Suryapun begitu aroma tubuh Lana membuat khayalannya bermain- main dan terbang jauh.

Dion menyelesaikan makannya dan menuju keluar ke ruang resepsionis, Surya dan Lana terlihat canggung makan berdua di sofa.

Tidak banyak bicara dan saling diam, tidak saling menatap saling menunduk mengamati makanan istimewa yang itu semua kesukaan Surya, namun Surya tak menyadarinya.

Seandainya aku bisa membuat sambel ini terbang terus hinggap di lehernya dan dadanya biar kepedesan, dia pasti akan membuka dasinya, jasnya dan kemejanya.. dann.. aahhh otak edan! Sumpah aku sudah gila hahaha.. Lana

Bagaimana dengan tusuk gigi itu.. bagaimana kalau terbang ke matanya buat ganjel biar melototin aku terus.. hahahaha aku pasti udah stress. Lana

"Emang tuh cumi ama telor lagi pada ngelawak Lan? Ampe lo senyum- senyum gitu.. mereka lagi ngobrol apa?" kata Dion tertawa.

"Hahaha gue lagi bayangin sambel ini terbang kena.. ehmm.. " Lana melirik Surya dan sorot mata Surya yang tajam mengintainya dari tadi.

"....kena bibir mu Yon biar bisa diem" kata Lana dengan canggung.

"Uuuhh maassaa" kata Dion menirukan lagi gaya Robert melambai.

"Dion, lama- lama kamu jadi beneran lho Yon.. kaya gitu tuh nularnya cepet, baru tiga kali ketemu aja udah kaya gitu, gimana seterusnya dia disini hahahah nggak bisa bayangin aku, sahabatku pake celana pink dengan bawa lip balm kemana- mana hahahah.. jijaay " kata Lana terpingkal- pingkal. Surya terlihat menahan tawanya namun tertutup gengsi segede gunung.

"Dihh amit- amit Lan.. " kata Dion bergidik.

"Yang satu ubur- ubur yang satu cumi hahahha" tawa Lana membuat Surya kembali menahan tawanya.

"Amit- amit jabang bayi Landaakk" kata Dion mengetok jidaknya dan meja bergantian.

"Dan aku akan mengubah namamu jadi Yoonnceee hahahahha.. aduhhh.. ampe sakit perut" kata Lana menyudahi makannya.

"Lannaaa awas aja ya.. aku nih bodyguard" kata Dion bersungut- sungut.

"Hahahahah aahhh aku kenyaang, mau ikut aku ke toilet nggak.. Yoncee hahahah" Lana berlarian keluar ruangan itu.

"Lannnddaakkk!" kata Dionnn kesal.

"Hahahahah.. " tawa Surya meledak setelah Lana pergi dan membuat aneh Dion.

"Tawa aja bos nggak usah gengsi, kalau ditahan suka angin yang keluar" kata Dion terkekeh.

Sementara keluar dari toilet ketika akan kembali ke ruangannya, Lana disambut seorang Office boy dengan logat bahasa Tegal yang sangat kental.

"Nona, lhaa yakk ini gimana yak.. saya tuh nggak jelas, maksudnya bapag- bapag tadi tuh non yakkk... ini buat nona apak nona yang harus memberikan ke bapag presdir... lahh yaak saya lupa jeh Non, ini ada tulisannya, pribenn yakk.. saya nggak paham" kata office boy dengan name tag Yanto dengan logat Tegalnya.

"Perintahnya gimana?" Lana merasa aneh.. lalu membuka catatan kecil di nampan. 'aku mau lyche yang ada di mulut mu'. Kata- katanya membuat hati Lana berdesir.

"Ini buat nona apa buat bapaqe presdir yak, tadi saya bingung non" kata Yanto.

"Ini yang ngasih siapa dan buat siapa?" kata Lana ikutan bingung.

"Ini tuh yakk, dari bapaqe yang keker itu lho tuan Dion, lha ini buat bapaqe presdir apa nona soalnya bapaqe presdir tau jeh non" kata Yanto membuat Lana menahan tawanya.

"Ayo ikuutt... " ajak Lana.

"Dionnn.. dicari yanto tuh, dia mau leyche yang ada di mulut lo.. hahahah.. dia bingung aku juga bingung.. perintahnya nggak jelas katanya hahahah udah ahh aku mau kerja lagi, urusin tuh si Yanto" kata Lana menahan tawanya saat Surya menatap dengan pandangan membunuhnya.

Surya dan Dion saling memandang dengan geram, antara kesal dan malu serta dongkol namun tak kuasa menghadapi Yanto dengan tampang memelas.

"Kan saya bilang kasih ke Nona Lana, taroh di ruangannya bapak.. kan Nona Lana di ruangan bapak.. ya kamu cari nona Lana di ruangan bapak dong" kata Dion menjelaskan ulang.

"Laahh kan saya ketemu nona di sana, jadi saya pikir sekalian gitu bapake, laah kan bener to bapake itu buat nona di ruangan bapake apa gimana sih bapake enggak jelas.. itu yang mau minum siapa gitu aja bapake dion" kata Yanto kebingungan.

Lana membuka kacanya sedikit agar terdengar pembicaraan mereka dan membuatnya terpingkal- pingkal.

"Aarrghhh Yantoooo" kataa Dion kesal.

Surya muka nya memerah, lalu meremas kertas yang ditujukan buat Lana.

"Udah sana kasih nona Lana!" kata Dion memerintah dengan kesal.

"Sorry boss harusnya jangan Yanto" kata Dion memijit pelipisnya, Surya memijit batang hidungnya dan menghela nafas panjang.

"Bapake kata Nona kertasnya dimana jeh bapake Dion" kata Yanto berdiri dengan pintu terbuka sehingga semua saling mendengarkan.

"Udah di buang" kata Dion.

"Laah non udah di buang sama bapake Dion" kata Yanto membuat Dion tepok jidat. Lana tertawa terpingkal- pingkal dan semua karyawan disitu.

"Tolong cari sampai ketemu yaa yantoo hahahah bilangin bapake kalau kertasnya nggak ada, saya nggak mau minum hahaha" kata Lana dengan tawa keras yang di dengar semuanya.

"Siniii!!" kata Surya membuat Yanto berlarian mengambil kertas yang telah di remas Surya.

"Nona.. maaf yakk udah leceq, yang remes bapake bukan saya" kata Yanto dengan muka tegang, namun membuat Lana semakin terpingkal- pingkal.

"Saya permisi dulu Nona" kata Yanto berjalan ke arah pintu dan membungkukkan badannya ke arah Surya dan Dion.

"Yaantoooo.. makasihh yaa lyche tea nya" kata Lana dengan masih menahan tawanya.

"Jangan ke saya Non, makasihnya ke bapake" kata Yanto.

"Yang beli siapa?" tanya Lana.

"Saya non" jawab Yanto memelas.

"Yang ngasih siapa?" tanya Lana lagi

"Saya Non.. tadi di luar sana Non, tapi kan belinya pakek uang bapake presdir non" jawab Yanto.

"Yang ngasih siapa?" tanya Lana lagi.

"Saya non" kata Yanto dengan wajah kebingungan.

"Berarti makasihnya ke siapa?" tanya Lana menjebak.

"Ke saya non.. ehh ke bapake Non" kata Yanto memelas dan ketakutan ketika melihat Surya melotot ke arahnya.

"Hahahahahah... ya sudah pergilah sebelum wajahmu leceqq di remes bapake, hahahha" kata Lana terpingkal- pingkal.

"Kauuu?!" kata Surya nyaris tak terdengar.

"Upssss.. kabuuurrr!" Lana buru- buru masuk ruangan dan menutupnya rapat- rapat.

Hari menjelang sore ketika Lana melihat Surya masuk ke ruang pribadinya, Lana bersiap- siap pulang karena pekerjaan bersama tim nya berjalan cepat untuk hari ini.

Dia pun melangkahkan kakinya keluar ruangan bertepatan Surya keluar dari ruangan pribadinya, dengan kaos polo berwarna cream dan jeans biru dongker wajahnya tampak segar, parfumnya menyeruak memenuhi ruangan.

"Yuukk Dionn aku duluan.. Mari pak" kata Lana berjalan keluar dan terlihat membawa lyche tea pemberian Surya yang masih utuh belum dia buka.

"Lan nggak bareng" teriak Dion tak di jawab Lana, dia pura- pura tak mendengarkan teriakan Dion.

Siaallll.. mau kemana dia apakah mau ke hotel atau kelayapan kemana? Sama siapa? Huuuhhff aku sama dia sama- sama cemburuan dan curigaan sebenarnya, untuk apa kemarin aku marah.. aaargghh siaall. Surya.

1
Dian Rahma
Hai Ka.. aku lagi kangen semua karyamu dan pengen reread semuanya lagi. walau harus dgn akun baru, krn akun gmail lama ku ke hack jd harus balik level awal.
Defioiiyu Susanti
pu ceweknya bego yaaa....masa lalu udah kaya begini Marvin...masa sekarang.masih aja ngegalau in Marvin...aellahhhh.goblokk bgt...
ramadetya_dewi
karya author ini di selingi dengan fakta tentang saham.trauma.pohon oak yg bisa hidup ratusan tahun jd seperti karya yg bukan cuma nyari pembaca tapi ngajak pembaca melek pengetahuan
Sity Qomariyah
entah dibelahan bumi mana nemuin cowo setulus surya di RL😍Yang pasti aku akan sematin nama belakang surya di nama anaku nanti🥰💕
Sity Qomariyah
Hai Thor, aku balik lagi di karya lama mu ini🥰 karaya yang hingga saat ini terus membekas dalam ingatan. bye bye semua aku mau nostalgiaan sama surya kelana 🥰
Diyah Saja
hamil lagi🤣
Diyah Saja
apakah liyoa hamil anak toni
Diyah Saja
😍😍
Ifah ifah
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ifah ifah
diih jd ingat dlu waktu paksu menggenjot terllu keras eeh berdarah 🙈 terpaksa paksu berhenti kaget liat darah 😂😂😂
Xaylla
bagus bagus semua cerita ka alsib👍👍👍
Santi Nuryanti
ud 2x bc msh sj nangis...sedihny
Ayla Anindiyafarisa
banyak banyak sabar y Dion😅😅
Ayla Anindiyafarisa
yg dirumah nungguin yg kabur😅
Santi Nuryanti
suamiku seumurn thor...emg ribet n suka ribut tp slj dr kita klo brmtem ad yg mengalah n mnt maaf..alhmdllah ud 13th
Santi Nuryanti
ku bc lg,kangen karyamu thor...ap kbrmu thor???
brugak elen
kubaca lagi ...bukan hny kangen dng ceritanya, tapi kadang kangen masa2 awal menemukan novel ini bertahun2 yg laluu..miss u waktu yg telah berlalu
Rizky Kya: sama banget lagi, aku sampe download noveltoon lagi kak, gara2 kangen novel ini, habis denger lagunya padi. inget kak alshib, author terbaik
total 1 replies
Aisilia Putri
semua pada revisian lebih hot yang pertama
Aisilia Putri
aku baca lagi kangen thor, mudah"an outhornya masih mau lanjut karyanya udah beberapa tahun gk lanjut
Ela Nurlaela
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!