NovelToon NovelToon
Laki-laki Pilihan Suamiku.

Laki-laki Pilihan Suamiku.

Status: tamat
Genre:Janda / Cerai / Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang / Kontras Takdir / Trauma masa lalu / Tamat
Popularitas:136.3k
Nilai: 5
Nama Author: Muhammad Yunus

Sakit tak berdarah dirasakan perempuan bernama Ananta Gayatri Rumi ketika laki-laki yang menjadi suaminya justru mendorongnya pergi. Tidak hanya itu Ananta Gayatri Rumi di ceraikan hanya karena masalah sepele, Laki-laki yang menjadi suaminya kecewa karena saat pulang kerja tidak menemukan istrinya di rumah.

Hanya perihal sepele yang menjadi alasannya.

Saat mengetahui kebenaran yang terjadi. Suaminya itu menyesal, tapi semua tak lagi sama. Talak sudah jatuh.

Tak habis akal, anak kepala desa itu memanfaatkan kedudukannya untuk menjerat istrinya yang sudah terlanjur dijatuhi talak tiga.

Dia memaksa Ananta Gayatri Rumi menikah dengan laki-laki pilihannya, laki-laki yang kerap perempuan itu ajak bicara.

Laki-laki tak sempurna yang akan dijadikan tumbal supaya dia bisa kembali rujuk dengan Ananta Gayatri Rumi.

Lantas siapa sebenarnya laki-laki pilihannya itu?
Benarkah rencananya sesuai dengan keinginannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Yunus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terkejut.

Rumi menangis bersandar di belakang pintu kamar mandi. Di tangannya ada sebuah testpack yang menunjukkan satu garis merah. Lagi-lagi wanita itu kecewa harapannya tak kunjung datang.

Sudah lebih dari satu tahun tapi hingga kini Tuhan belum juga memberikan sebuah kepercayaan untuknya menjadi seorang ibu.

Hari ini adalah ulang tahun Jaya yang ke 40 tahun. Rumi terus berdoa agar hari ini bisa memberikan sebuah harapan baru untuk mereka menjadi kado terbaik untuk suaminya, tapi apa mau dikata ketika takdir tidak berkehendak dan Rumi hanya mampu pasrah dan menerima apa yang menjadi kehendaknya.

"Dek?" suara Jaya membubarkan Lamunan Rumi wanita itu buru-buru membuka pintu dan menyembunyikan testpack di belakang kantong celananya. Rumi tidak mau Jaya melihat kesedihannya selama ini, Jaya begitu baik padanya, Jaya menjadi laki-laki yang bertanggung jawab dan suami yang sabar membimbing Rumi menjadi lebih baik.

"Iya, Mas?" dengan wajah basahnya Rumi keluar dari kamar mandi. Rumi sengaja membasuh wajahnya dengan air dingin, agar menyamarkan air mata yang sempat menemaninya beberapa saat .

"Mas hanya memastikan! Kenapa adek lama sekali di kamar mandinya."

"Oohh! Itu, Rumi sakit perut." dusta nya.

Jaya terlihat mengernyit, seperti ingin memastikan ucapan istrinya.

Rumi meringis, tapi akhirnya bisa tersenyum lega ketika Jaya memilih pamit untuk pergi bekerja.

Setelah kepergian Jaya, Romi memutuskan untuk berbelanja kebutuhan pokok di salah satu pusat belanjaan. Wanita itu mengendarai taxi online setelah sebelumnya ijin pada Jaya.

Troli belanjaan Rumi sudah mulai terisi banyak oleh sayuran dan beberapa kebutuhan lain. Untungnya tadi Lestari mencatat semua barang yang harus dibelinya.

Wanita itu tengah memilih-milih buah ketika merasa ada seseorang yang berdiri di sampingnya.

"Apa kabar Rumi?" Ucap seorang pria.

Rumi tidak bodoh, dia mengenali suara pria yang menyapanya. Pria brengsek yang hampir memperkosanya, pria yang seharusnya menjadi laki-laki yang paling Rumi benci di hidupnya saat ini.

Rumi menoleh dan menatap tajam pria yang ada di sampingnya itu. Dia segera mengalihkan pandangannya, karena timbul rasa jijik dan mual ketika melihat wajah pria brengsek itu.

Kembali Rumi memilih buah, mengambil beberapa buah dan memasukkan ke dalam plastik roll yang sudah diambil sebelumnya, tidak ingin berlama-lama di situ , Rumi mendorong trolinya pergi menuju tempat lain untuk memilih daging segar. Dia berencana untuk membuat menu spesial di hari ulang tahun suaminya.

"Aku sedang ada meeting tadi terus nggak sengaja lihat kamu. Aku kira aku salah orang, tapi ternyata benar kamu."

Kembali Rumi mendengar suara pria yang membuatnya mual itu. Dia bisa merasakan pria itu kembali berdiri di sampingnya.

Masih tidak memperdulikan pria itu, Rumi mengambil daging yang sudah dipilihnya dan memasukkan ke dalam troli belanjaannya. Dia kembali berjalan menuju tempat lain.

Karena tahu dia masih diikuti oleh pria brengsek itu, Rumi dengan terpaksa mendorong cepat trolinya.

"Rumi!" Suara pria itu kembali terdengar.

Brengsek! Maki Rumi dalam hati. Dia sudah tidak ingin berhubungan dengan pria itu lagi. Rumi benar-benar tidak sudi untuk kembali berhubungan dengan pria brengsek itu.

Tapi sebuah cekalan di pergelangan tangan Rumi, wanita itu matanya melotot ke arah pria yang dengan keras hati berani menyentuhnya.

"Apa maumu, sialan?!" maki Rumi dengan gigi yang menggeretak menahan kekesalan.

Sontak mendengar makian Rumi, pria itu terlihat kaget dan tidak percaya. Rumi ketika bersamanya selalu bersikap manis dan penurut, wanita cantik itu tidak pernah memakainya atau berkata kasar seperti ini.

Segera Rumi menghentakkan tangannya untuk menyingkirkan tangan Harsa. Pria brengsek yang pernah menyandang status sebagai suaminya.

"Kita harus bicara sebentar." Kata Harsa memelas.

"Tidak ada yang perlu dibicarakan!" tegas Rumi.

"Ada. Sangat banyak yang ingin ku bicarakan sama kamu." ucap Harsa pelan dan tajam. Sepertinya kesabaran pria itu sudah mulai menipis untuk bersikap manis seperti saat ini.

"Bagiku semua sudah usai dan tidak ada yang perlu kita bicarakan. Maaf saya permisi."

Harsa tetap Harsa, Harsa itu mudah marah dan tidak suka jika dibantah dan dilawan seperti saat ini, apalagi lawannya seorang wanita, lihat saja! Wajah pria itu sudah memerah emosinya siap meledak.

"Bapak dan Ibu sudah bercerai Rum!" ucap pria itu tiba-tiba yang tentu saja ucapan Harsa menimbulkan sedikit rasa iba di hati Rumi.

"Apapun masalah keluarga kalian, aku harap semuanya berjalan dengan baik. Kita bukan lagi keluarga, antara aku dan kamu sudah usai, jadi jangan buang waktu hanya untuk bercerita seperti ini. Maaf saya harus segera pergi."

Harsa sedikit terkejut dengan sindiran Rumi. Raut wajah pria itu semakin menegang dan rona wajahnya sangat memerah. Karena tidak ingin terlibat lebih jauh lagi dengan Harsa, Rumi segera meninggalkan pria itu dan berjalan menuju kasir untuk membayar semua belanjaannya.

Semoga saja pria brengsek itu berhenti untuk mengikutinya. Seumur hidupnya dia tidak mau bertemu dan berurusan lagi dengan Harsa. Dia berharap semoga Tuhan menjauhkannya dari Harsa.

Di kantor. Jaya yang meninggalkan berkasnya memilih kembali pulang untuk mengambil berkas tersebut. Jaya tahu istrinya masih belum berada di rumah untuk itu dia tidak menghubungi Rumi.

Lelaki itu melajukan kendaraannya segera menuju kediaman mereka. Tapi apa mau dikata, lalu lintas begitu ramai, macet tidak bisa dihindari.

Sementara di kediamannya saat ini ada sosok wanita asing yang membuat rencana jahat untuknya.

Jenifer meminta seseorang untuk membobol rumah Hassan, orang suruhan wanita itu berhasil melumpuhkan beberapa orang yang Jaya bayar untuk menjaga rumah kediamannya. Saat ini pun Lestari sudah tertangkap perangkap Jenifer wanita itu tak sadarkan diri dan sedang terikat di atas kursi yang sudah diikat sedemikian rupa bahkan mulut wanita itu disumpal kain.

Sementara Rumi yang selesai belanja juga sedang menuju dalam perjalanan pulang, mobil yang membawanya diikuti oleh mobil lain yang tidak lain adalah Harsa.

Pria itu dalam kondisi setengah mabuk, menyetir secara ugal-ugalan. Harsa mengumpat berkali-kali ketika ada sebuah truk yang tiba-tiba menyalip dari sisi kanan kemudian menghalangi pandangannya dari taksi yang rumi naiki. Sialnya Harsa tidak hafal nomor plat kendaraan mobil yang membawa Rumi. Beruntungnya Harsa tahu di mana alamat wanita tersebut kini tinggal. Gegas lelaki itu buru-buru membawa mobilnya ke alamat tempat tinggal Rumi dan tepat saat mobilnya berhenti Harsa melihat mobil taksi yang sama berada tepat di halaman rumah mantan istrinya itu. Seringai jahat muncul di bibir Harsa, tak menunda waktu laki-laki itu langsung memasuki rumah Rumi yang kebetulan dalam keadaan terbuka, dan lenggang. Langkah lelaki itu menuju kamar yang terdapat seorang wanita yang tengah duduk di meja rias yang langsung terkejut karena kehadirannya.

*****

Jaya melangkahkan kakinya dengan pelan ke arah kamarnya bersama dengan Rumi, ia menajamkan pendengarannya guna mendengar sesuatu yang salah, kakinya terasa lemah untuk segera melangkah ke depan pintu. Matanya langsung terbelalak melihat apa yang terjadi di dalam kamarnya.

Melihat apa yang terjadi, serta tangisan menyayat dari wanita di kamarnya tersebut hatinya mencelos.

Rumi menjerit hebat, wanita itu segera berteriak histeris. Sementara Jaya mematung dengan perasaan tak karuan.

1
.
⭐ ⭐ ⭐ ⭐ ⭐
.
Terima Kasih, cerita nya Bagus
Saya sungguh terharu,

Karya Anda sungguh berkesan 🤍
Sinta Harianto
Bagus
Rahmi Mamimima
Wkwkk jebakan yg mmbuat klian terjebak sendiri 🤣
Rahmi Mamimima
Gede bgt ujian rumi😭 kasian
Rahmi Mamimima
😭Nangis dg kata2 ini
Rahmi Mamimima
Bagus ceritanyaaa😍😍😍
Rahmi Mamimima
Oalah.. Hasan suami dinar
Gnti nama jadi jaya?
Lia Afriani
happy ending n bikin aku terharu
Lia Afriani
apa ya
Lia Afriani
Deg degan bcax
Lia Afriani
crtax bgus,gk kyk kebnyakan novel
Lia Afriani
sepertinya Jaya ingin mrasa jd orng lain untuknutupi knytaan yg tk bs diterimax
Hera sasuwe
👍
Riza Umi Nurjannah
pergi kalau sikap jaya masih dingin
Ranny
akh ternyata ini cerita lanjutan tentang Hassan yg di tinggal wafat dang istri kasihan banget ya hidupnya sampai depresi gitu /Sob/
Ulin Dadi
ternyata ini sambungan kisah Dinar n Hasan sangat bagusssss n apakah da lanjutan u kisah Rumi n Hasan (jaya)?
Batriani
keren... bravo.... 👍👍👍👏🙌🙌🙌
Batriani
kemakan fitnah....
Batriani
pergi..,. kala tak tampak dimata baru akan kerasa ternyataa.... dia sangat berarti.... epeti harsa . sidah diceraikan baru tergila 2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!