NovelToon NovelToon
TEROR!

TEROR!

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Hantu
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Maple_Latte

Sinopsis

Sabrina, seorang gadis desa yang cerdas, berhasil meraih impiannya berkuliah di kampus elite ibu kota lewat jalur beasiswa.

Namun, kehidupan barunya yang tampak sempurna hancur berantakan ketika sebuah tragedi tak terduga terjadi: Sabrina nekat melompat dari lantai atas gedung kampus dan tewas seketika.

Kematian tragis tersebut menyisakan tanda tanya besar bagi orang-orang di sekitarnya. Apa yang sebenarnya terjadi di balik tembok kampus megah itu hingga mendorong Sabrina mengambil langkah se-ekstrem itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maple_Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pergi dari klub!

Malam makin larut saat dentuman bas dari musik EDM bergema memenuhi setiap sudut nightclub eksklusif di pusat kota.

Lampu-lampu neon dan laser warna-warni menyambar liar di tengah kegelapan, membiaskan bayangan puluhan orang yang tenggelam dalam riak euforia malam.

Di lantai atas, area meja VIP yang menghadap langsung ke panggung utama diisi oleh rombongan Julian.

Botol-botol minuman alkohol kelas atas bermerek premium sudah berjejer di atas meja, dikelilingi es batu yang perlahan mencair.

"Satu sloki lagi, Fan! Nggak asik lu kalau mundur sekarang!" seru Rian kencang melampaui suara musik.

Ia menuangkan cairan emas pekat itu hingga meluap dari bibir gelas Fano.

Fano yang sudah setengah sadar tertawa lepas.

Matanya memerah dan sangat sayu. Efek alkohol tinggi yang masuk berturut-turut sejak dua jam lalu benar-benar melumpuhkan akal sehatnya.

Ia menyambar gelas itu tanpa ragu, merosotkan kepalanya ke sandaran sofa kulit, lalu meneguknya hingga tandas dalam satu tarikan napas.

"Gila! Habis juga tuh botol!" sorak Rian gembira seraya menepuk-nepuk meja, diiringi gelak tawa dua wanita berpakaian minim yang duduk merapat di sisi mereka.

Fano mulai meracau tidak jelas. Kepalanya terkulai ke belakang, pandangannya melayang menatap langit-langit klub yang terasa berputar hebat. Tubuhnya limbung sepenuhnya di atas sofa, benar-benar tenggelam dalam mabuk berat.

Sementara itu, Julian duduk agak bersandar di sudut sofa dengan satu gelas cocktail di tangannya yang masih tersisa separuh. Ia hanya minum secukupnya, menjaga kesadarannya tetap penuh. Tatapan matanya dingin menatap pendar lampu klub, sementara pikirannya justru melayang jauh dari kegilaan di ruangan itu.

Di sampingnya, Adrian menyandarkan tubuh dengan gaya angkuh, memegang gelas berisikan whiskey. Wajahnya sedikit merona akibat alkohol, namun ia masih sangat sadar. Adrian melirik Fano yang teler, lalu beralih menatap Julian dengan senyum miringnya.

"Lihat tuh si Fano," cemooh Adrian dengan tawa kecil, menunjuk Fano menggunakan ujung gelasnya.

"Baru berapa botol udah tumbang. Lemah banget."

Adrian kemudian memiringkan tubuhnya mendekati Julian.

"Lu sendiri kenapa diam aja dari tadi? Muka lu tenang banget, gak kaya biasanya. Masih kepikiran junior perhotelan lu itu?"

Julian tidak meracau seperti Fano. Ia hanya menatap Adrian datar, lalu menyesap minumannya pelan. Di balik sikap tenang dan kesadaran penuhnya malam itu, ada gejolak asing yang mulai merayapi dadanya, sebuah perasaan tak tenang yang tak sanggup dibilas oleh suasana riuh di sekeliling mereka.

Dentuman bas makin membakar suasana saat pengawal pribadi area VIP membukakan barikade beludru merah. Manajer club melangkah masuk terlebih dahulu dengan senyum penuh penghormatan, diikuti oleh deretan wanita berpakaian gaun malam elegan dan sangat minim.

Mereka adalah para ladies eksklusif, wanita-wanita terpilih yang memang hanya disediakan khusus untuk para tamu kelas atas dan kalangan VIP berdompet tebal.

"Selamat malam, Mas Julian, Mas Adrian," sapa sang manajer seraya merundukkan tubuhnya sopan.

"Ini pilihan terbaik kami malam ini. Silakan, mana yang sesuai selera."

Deretan wanita cantik itu berdiri berbaris rapi di depan meja VIP. Paras mereka menawan dengan riasan wajah sempurna dan aroma parfum mahal yang seketika menyeruak, mengalahkan bau alkohol di udara.

Masing-masing memancarkan pesana dan melemparkan senyum godaan manis ke arah para pemuda kaya itu. Rian yang melihat kedatangan mereka langsung bertepuk tangan kegirangan.

"Nah! Ini dia yang dari tadi gue tunggu-tunggu!"

Dengan sigap, Rian menarik lengan dua wanita tercantik untuk duduk di sampingnya, langsung merangkul pinggang mereka tanpa canggung.

Sementara itu, Fano yang sudah teler berat di sofa hanya tertawa meracau saat salah satu wanita berambut pirang duduk menyandar di dadanya, berusaha memanjakannya.

"Pilih, Lian," celeguk Adrian santai. Ia melambaikan tangan, memberi isyarat pada seorang wanita bertubuh tinggi semampai dengan gaun merah menyala untuk duduk di sampingnya.

Adrian menyesap whiskeynya, lalu menyunggingkan senyum miring yang provokatif ke arah Julian.

"Ladies kelas atas nih. Padat, wangi, dan tahu cara bikin cowok seneng. Jangan kayak orang susah deh, duduk sendirian gitu. Pilih satu atau dua buat nemenin lu malam ini."

Salah satu wanita berambut panjang bergelombang, yang parasnya sepintas memiliki garis wajah anggun mirip anak kuliah, melangkah mendekati Julian. Ia tersenyum sangat manis, lalu duduk perlahan di sisi sofa Julian tanpa diundang.

"Malam, Kak... Mau aku tuangin minumannya?" bisik wanita itu halus, jemari lentiknya yang bermeditasi kuku cantik bergerak perlahan menyentuh lengan kemeja Julian.

Julian hanya diam. Dia lalu menghela napas panjang. Sentuhan jemari wanita di sampingnya dan aroma parfum yang menyengat itu justru semakin membuat kepalanya pening.

Rasa risi yang tak tertahankan berdesakan dengan bayangan wajah Sabrina, membuat Julian tak beta berada di ruangan tersebut semenit pun lagi.

Ia menegakkan tubuhnya, dengan halus menepis jemari wanita itu dari lengannya, lalu mengambil ponsel mahalnya yang berada di atas meja.

Ponsel itu sengaja ia bolak-balik di hadapan teman-temannya seraya berpura-pura baru saja menerima sebuah pesan penting.

"Gue balik duluan," ujar Julian datar seraya berdiri dari sofa empuk itu.

Rian yang sedang asyik tertawa bersama dua wanita di sampingnya langsung menoleh kaget.

"Lah? Baru juga jam berapa! Ladies udah lengkap begini masa lu mau kabur?"

"Bokap gue," potong Julian cepat dengan nada suara yang sengaja dibuat berat dan tak ingin dibantah.

"Ada urusan keluarga mendadak yang harus gue selesaikan malam ini juga. Nggak bisa ditunda."

Mendengar nama ayah Julian, seorang figur konglomerat raksasa yang sangat berpengaruh, Rian dan Fano yang teler langsung bungkam. Mereka tahu betul betapa tegas dan tak tersentuhnya keluarga Julian.

Adrian yang sedang memangku gelas whiskeynya menatap Julian dengan mata menyipit. Senyum miring yang penuh kecurigaan sempat terpatri di bibirnya, namun ia hanya mengibaskan tangan pelan.

"Ya udah kalau bokap lu yang manggil, bisa gawat kalau lu ngebangkang," kata Rian seraya terkekeh sinis.

"Hati-hati di jalan. Jangan sampai sekretaris bokap lu yang jemput lu ke sini."

"Santai," jawab Julian singkat. Ia melirik meja VIP itu sekali lagi.

"Semua tagihan malam ini udah gue handle di depan. Kalian puas-puasin aja."

Tanpa menunggu tanggapan lebih lanjut dari teman-temannya, Julian menyambar kunci mobil SUV-nya dari meja, berbalik, dan melangkah lebar meninggalkan area VIP.

Saat pintu peredam suara club tertutup di belakangnya dan dentuman musik gila itu perlahan meredup, Julian mengembuskan napas lega yang teramat panjang.

Hawa dingin udara malam langsung menyapa wajahnya di pelataran parkir.

Ia masuk ke dalam mobil, menyalakan mesin, dan menatap layar ponselnya. Jemarinya bergerak ragu memandangi kontak nama Sabrina.

1
Nurr Tika
apa teman"julian ada hubunganya dengan kematian sabrina
Nurr Tika
julian km ga akan hidup tenang
Nurr Tika
kayanya sabrina hamil terus julian ga mau tanggung jawab
Nurr Tika
nanti km menyesal sabrina
Nurr Tika
sabrina knpa langsung suka sih harusnya selidiki dulu
Nurr Tika
ternyata julian palayboy
Siti Yatmi
nah kan..bener 1 lagi test pack menghancurkan wanita bodoh....sabrina kamu sadar ga sih...kamu itu cinta bukan budak nafsu, setiap ketemu ko pasti anu2..ya hamil lah...
Siti Yatmi
test pack.....jawaban yg selalu membuat hancur wanita bodoh....
Siti Yatmi
ya Tuhan sabrina..kasian banget kamu, terlalu naif kamu jd cwe....
Siti Yatmi
nah..kan hamidun...deh...hadehhh..sabrina oon amat sih..ga selamanya itu pil bisa cegah kehamilan...astogeeeee....
Siti Yatmi
masih abu2 sementara..menerka nerka...😄
Siti Yatmi
ya Tuhan sabrina..lo mah bukan polos, tapi begoooo....pacaran aja belom lama, udh mau aja di anu anu..haduhh
Siti Yatmi
hadehhh .julian....kamu mah bukan cinta, tapi nafsu....harus nya sabrina jgn mau...
Siti Yatmi
ngga ada caption nya thor..🤣
Siti Yatmi
thor...itu flash back kah???sumpah..ga mudeng aku...😄
Maple latte: iya itu flashback🤭 aduhh🤣
total 1 replies
Siti Yatmi
kaya lagu kotak...🤭
Siti Yatmi
masih teka teki banget..hemmmm...ayo thor...jadi penasaran tingkat dewa...wk2
Maple latte: 🥰🥰 Sabar ya, pelan2 aja🤭
total 1 replies
Siti Yatmi
ya ampun julian....org mah ikut kata hati, bukan kata temen, ya kali temen lu mati, lu juga ikut..dablek banget ih...
Siti Yatmi
kaya nya julian cinta sama sabrina,tapi ego nya terlalu tinggi, kasian sabrina ..
Riska Salahudin
masih penasaran apa yg membuat sabrina bundir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!