Ratih seorang wanita yang berpendidikan cukup tinggi, D3 Broadcasting, sempat bekerja di sebuah Production House, tapi karena menikah dia memilih resign dan menjadi ibu rumah tangga biasa. Namun kehidupan pernikahan yang dibayangkannya akan bahagia, ternyata penuh luka. Ratih memilih berpisah dari lelaki yang telah memberinya seorang putra.
Ratih tetap melanjutkan hidupnya meskipun dibayangi luka pernikahan, hingga dia bertemu seorang lelaki yang tulus mencintainya dan menjadi suami kedua bagi Ratih. Kehidupan pernikahan keduanya memang tidak lah mulus, namun mereka mampu membuktikan ketulusan cinta dan saling menyembuhkan luka satu sama lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kadariah Burhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32 Anugerah Nya (End)
Usai sudah badai penuh pecahan kaca yang menerpa kehidupan ini. Luka yang membilur di sudut hati telah mengering seiring waktu yang kuhabiskan di sisi Pandu.
Aku yakin tak ada kehidupan yang sempurna di setiap hidup manusia. Namun dengan memiliki pasangan hidup yang tepat segala kesulitan itu menjadi mudah. Dan ketidak sempurnakan itu menjadi indah.
Aku tengah mengandung anak ketiga dan keempat, Karena aku hamil anak kembar. Pandu teramat sangat antusias menjaga dan mengawasi perkembangan bayi kami.
Rumah tangga aku dan Pandu berjalan sangat harmonis.
Tidak ada masalah yang begitu berarti, kami selalu bisa menyelesaikan dengan baik.
Vino sudah masuk sekolah dasar. Walaupun tubuh Vino tidak begitu sehat seperti adiknya, namun Alhamdulillah dia telah sembuh setelah melakukan begitu intensive pengobatan hingga ke luar negeri. Pandu dan keluarganya melakukan segala cara untuk membantuku membuat Vino bisa pulih.
Aku bahkan tak bisa membayangkan bagaimana perjuangan Mama dan Papa mencari Rumah Sakit terbaik di luar negeri. Bagi mereka Vino sama berharganya dengan cucu yang lahir dari pernikahan aku dan Pandu.
Mama bahkan sering menjemput Vino dan Rhaisya untuk menginap di rumah mereka. Keduanya mendapatkan limpahan kasih sayang, dari banyak hati.
Rhaisya juga telah berusia 3 tahun. Ulang tahunnya di rayakan kecil-kecilan, hanya selamatan mengundang anak panti asuhan binaan Mama.
(Mama ketua yayasan yang memiliki Panti asuhan yatim piatu dan juga pondok pesantren gratis. Kehidupan sosial mama telah di wariskan kepada aku dan Keisya. Kami berdua juga aktif di yayasan amal itu.)
Setelah acara ulang tahun selesai, terjadi kegaduhan di rumahku, karena tiba-tiba aku mengalami kontraksi berulang.
"Sayang, kamu sepertinya akan melahirkan si kembar." Pandu memapahku masuk ke dalam mobil. Ibu dan Tante Neneng ikut menemani, tak lupa kakak beradik super kepo dan selalu bikin tertawa karena rebutan jenis kelamin adik mereka juga dibawa serta.
Setelah melalui waktu yang tidak begitu lama, lahir satu anakku dan selang beberapa menit kemudian kembarannya juga lahir. Dua jagoan terlahir dengan fisik sempurna dan tidak begitu banyak kesulitan. Aku melahirkan dengan cara normal.
Kini aku telah menjadi ibu dari empat orang anak yang merupakan anugerah tak ternilai.
Begitu selesai mengadzankan kedua bayi kami, Pandu berbisik di telingaku:
"Terima kasih sudah menjadi Ibu dari keempat anak hebat ini sayang. Terima kasih karena mencintaiku dan terima kasih telah mendampingi aku dalam suka duka tawa dan luka." Pandu mengecup mesra keningku.
Air mataku menetes haru, bahagia tak terkira, kata-kata saja tak cukup mampu menggambarkan kebahagiaan ini.
"kata-kata yang sama ku tujukan kepadamu sayang." ucapku sembari menyentuh wajahnya. Kami berpelukan mesra.
Mama, Papa Ibu dan Tante Neneng bergantian menggendong dua bayi tampan itu. Vino dan Rhaisya juga terus mencium pipi lembut adik mereka.
Kebahagiaan terasa demikian membahana di seluruh relung sukma. Rasa sakit setelah melahirkan seketika terasa hilang. Berapa bahagianya melihat keduanya lahir dengan srhat dan sempurna.
******************
Keisya telah sembuh dari penyakitnya, namun pernikahan mereka tidak menghasilkan keturunan. Perusahaan yang dipimpin Mas Prabu berkembang pesat.
Namun kejadian mengejutkan tiba-tiba menimpa , Mas Prabu terkena serangan jantung saat sedang berolah raga. Keisya mengabarkan kepada kami dengan suara bergetar.
"Innalillahi Wainailahi roojiun." ucapku sedih. Air mataku tiba-tiba menggenang. Aku sungguh berduka menyadari mantan suamiku yang kini menjadi suami iparku telah pergi selamanya. Bagaimanapun Mas Prabu ayahnya Vino. Dan satu setengah tahun terakhir Mas Prabu telah berubah dan bertobat.
Kepergian mendadak Mas Prabu membuat Ibunya terserang stroke, dan kali ini mengakibatkan keadaannya semakin fatal. Ibu tak lagi bisa berdiri. Bahkan kesulitan berbicara.
Kami semua melayat ke rumah Keisya dan sungguh terenyuh, Keisya menangis tiada henti. Dia bilang Mas Prabu sehat segar bugar tak kurang apa pun saat berangkat ke tempat kebugaran.
Namun semua ini adalah garis takdir yang tak mungkin bisa dirubah oleh manusia. Beberapa ustadzah bergantian menasehati Keisya untuk ikhlas. Keisya hanya menyapu air matanya dan memeluk ustadzah pondok pesantren binaan Mama.
Luka kehilangan itu begitu besar di rasakan Keisya. Namun sepertinya dia semakin kuat dan tabah. Dia semakin menenggelamkan diri dengan kesibukan di yayasan.
Keisya juga tidak melepaskan biaya untuk mertuanya. Dia membantu mengobati Ibu dan menjamin seluruh kebutuhan hidup Ibunya Mas Prabu.
Aku tidak menyangka ternyata cinta Keisya dan Mas Prabu terpisahkan oleh maut yang tak disangka. Maut yang datang tiba-tiba.
Menurut Keisya, Mas Prabu telah berubah menjadi lelaki baik dan sangat mencintai istrinya. Penyakit kelamin yang pernah menyentuh hidupnya akibat terlalu sering berganti-ganti pasangan sebelum menikahi Keisya cukup membuat dia bertobat.
Beruntunglah manusia yang sempat bertobat sebelum kematian datang menjelang.
*****"""*****""""""*****"""
Hari ini ulang tahun perak pernikahan aku dan Pandu. Kami telah mengarungi bahtera kehidupan rumah tangga super romantis selama dua puluh lima tahun.
Pandu tetap suami romantis diusia tak lagi muda. Kami tak pernah merasakan gelombang berarti hingga menua bersama.
Semua berkumpul dan merayakan ulang tahun pernikahan kami. Dan walaupun kami tak lagi muda, setelah acara ulang tahun itu, kami berangkat ke Maladewa untuk mengenang masa-masa indah saat masih sangat muda.
Vino Ardiansyah, putra tercinta kami telah menikah dengan salah satu lulusan Pasantren, mereka sudah dekat dan ta'aruf sejak Annisa menantuku itu masih santriwati di Pasantren milik yayasan amal Mama. Dan aku sangat dekat dengan menantu wanitaku.
Aku belajar banyak dari cara mama memperlakukan aku.
Sepuluh tahun terakhir aku yang menjadi ketua yayasan. Keisya menjadi wakilku di Yayasan yang berkembang pesat.
Mama dan Papa telah beristirahat dan tak lagi terlibat baik di perusahaan maupun di yayasan.
Vino telah menjadi wakil Papanya di Perusahaan. Rhaisya masih kuliah kedokteran begitupun kedua adik kembarnya juga mulai masuk dunia perkuliahan di London. Kembar kami sangat pintar, namun juga sholeh.
Ibuku telah tiada sejak lima tahun lalu, Begitupun Tante Neneng. Keduanya meninggal berjarak dua tahun.
Mantan mertuaku telah lama meninggal dunia. Jauh sebelum Ibuku.
Keisya telah berkeluarga dengan salah satu ustadz di Pasantren. Ustadz Zakaria lulusan Al Azhar Mesir itu sangat mencintai Keisya. Keduanya di karuniakan Allah seorang Putri yang kini telah remaja.
Keisya terlihat sangat bahagia dengan jodoh yang dipilihkan Allah untuknya.
**""*********************
Dari Author:
Tak ada derita yang abadi seperti halnya hidup ini.
Ketika kita melalui begitu berat dan sulit jalan di kehidupan ini, jangan pernah putus asa dari harapan akan Rahmat Allah yang sangat besar dan luas.
Selamat menikmati cerbung Kadariah Burhan yang lain.
Baca juga cerbung author yang tak kalah mengharukan:
Istri Pertama Yang Terabaikan
dan Cinta Kedua.
Buat yang suka romance berbalut mistery, ikuti Sweet Sin
akhirnya mereka hidup bahagia semuanya..