"Aku ingin mati saja, buat apa aku hidup toh semuanya sudah berakhir. Tidak ada yang bisa dibanggakan lagi dari diriku. Semuanya telah hancur. Keluargaku akan hancur bila mengetahui ini semua, akulah kebanggaan mereka tapi kini leyaplah semua" ucapku dengan melempar buku-buku. Aku duduk terdiam dengan fikiran menerawang entah apa yang aku fikirkan. Aku gak punya semangat lagi, seakan semuanya musnah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nia Nara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34 RESEPSI YANG LUAR BIASA 2
"Namanya juga selera moz. Mungkin Farel lebih nyaman sama dia. Udah kamu lupakan Farel karena Farel sudah ada yang milikin. Kamu nyari yang lebih dari Farel jangan ngusik hidup mereka. Aku sebagai sahabat kamu dan Farel hanya bisa kasih nasehat bahwa sebesar apapun cinta kita, belum tentu orang yang kita cintai juga bisa cinta sama kita jadi carilah orang yang juga cinta sama kita agar kebahagiaan yang kita dapat bukan kesengsaraan yang kita dapat"
"Kamu gak ngeri apa yang aku rasa tuh, cintaku sama Farel itu sudah lama sekali sejak kita kuliah. Aku sudah sering ungkapin sama Farel tapi Farel selalu bilang mending sahabatan aja karena Farel nganggap aku adek. Siapa yang gak sakit digituin. Aku gak mau dianggap adek, aku pengen lebih dari itu"
Aku ngerti banget tapi daripada kamu maksain keinginan kamu yang cuma akan nyakitin kamu, mending kamu lupain perasaan kamu itu. Ingat Farel akan menjauh kalau orang yang Farel di ganggu. Aku cuma ngingetin biar kamu gak nyesal dibelakang hari. Dengan kamu tetap sahabatan sama Farel, kamu gak akan kehilangan perhatian dia"
Ucapan Fatih membuat Moza berfikir kalau dia akan buat istrinya pergi dengan sendiri. Karena moza akan menyita perhatian Farel dengan cara mengambil perhatian Farel" Moza tersenyum karena Moza begitu percaya diri bahwa Farel bisa dia taklukkan. Semakin malam tamu banyak yang sudah meninggalkan gedung. Najwa sudah benar-benar merasa lelah karena dari pagi dia harus di atas pelaminan. Tamu yang datang banyak sekali. Besok masih ada cuma gak sebanyak sekarang. Farel melihat sang istri sudah kelelahan, akhirnya Farel memanggik pihak MUA untuk membawa istrinya kekamar. Pihak MUA datang dan membawa Najwa masuk. Mereka membantu membuka seperintilan aksesoris yang dikenakan. Habis itu Najwa membuka baju dan membersihkan diri karena badannya sudah terasa lengket. Najwa mandi habis itu dia merebahkan tubuhnya di kasur. Najwa gak mencari sang suami karena sebelumnya sang suami sudah bilang kalau dia akan menemui para clientnya. Jadi Najwa akan istirahat sebentar sebelum sang suami datang. Tak berapa lama Najwa tertidur dengan nyenyak hingga dia gak sadar bahwa Farel masuk. Farel sengaja tidak membangunkan Najwa karena kasihan melihat sang istri tidur dengan nyenyak. Farel berganti baju dan segera membersihkan badan. Habis itu Farel juga merebahkan badan disisi sang istri. Farel mengecup kening Najwa dan ikut terlelap karena rasa capek yang mendera.
*******
Sekitar jam 7.00 pihak MUA sudah datang kembali untuk merias Najwa dan Farel. Acara hari ini tidak sampai malam hanya sampai jam 12 karena tamu tidak terlalu banyak yang diundang. Pihak MUA sudah memulai merias mereka, hari ini mereka memakai baju modern karya desainer terkenal yang sudah biasa dipakek oleh artis papan atas. Riasannya semuanya selesai, Farel dan Najwa segera menuju ke pelaminan karena tamu sudah mulai berdatangan. Hari ini hanya para karyawan dan sahabat Farel dan Najwa. Sahabat Najwa datang dan mereka begitu bangga karena sahabatnya bisa meluluhkan sng bos yang super duper cuek. Mereka gak menyangka Najwa sudah menjadi nyonya Farel sang pewaris kaya raya. Mereka gak bisa bayangkan bagaimana mujurnya Najwa. Yang dulunya makan enak harus nunggu gajian, s karang tiap hari bisa makan enak, ke salon tiap hari dan shopping tiap hari. Benar-benar mujur nasib Najwa. Sebagian sahabatnya tak henti-hentinya memuji Najwa yang menurut mereka suatu kemujuran bisa mendapatkan sang bos. Apalagi sang bos sangat tampan seperti artis Korea. Pokoknya sempurna sekali Najwa bisa dapet suami ganteng dan kaya raya. Mereka berharap nasib mereka sama dengan nasib Najwa haaaaaaaa para sahabat Najwa membayangkan semuanya.
Saat giliran para sahabat Najwa yang kedepan untuk bersalaman, mereka benar-benar heboh karena bisa berjabat tangan dengan sang bos yang dari dulu menjadi incaran para karyawan namun tidak ada yang bisa meluluhkan hatinya. Tapi saat Najwa datang barulah hati sang bos bisa luluh hiiiiii. Mereka menikmati suguhan yang sangat wah sekali. Maklum mereka anak kos yang tiap hari hanya bisa menikmati warteg saja. Giliran saat ini bisa makan makanan orang kaya, mereka tidak menyia-nyiakannya. Mereka makan dengan lahap tapi masih menjaga image. Jangan sampai mereka mempermalukan diri mereka. Mereka bersikap jaim siapa tahu anak bos perusahaan lain bisa mereka gaet wkwkwkw seperti Najwa haaa.
Jam sudah menunjukkan 11.30 para tamu sudah pada meninggalkan gedung. Najwa segera kekamar untuk mengganti pakaian. Karena rencana hari ini, Najwa mau mencari oleh-oleh untuk dibawa pulang keluarga Najwa. Keluarga Najwa berniat akan pulang sore hari karena mereka sudah cukup lama Dijogja. Tidak enak rumah dikampung kalau ditinggal terlalu lama maklum didesa sedang musim malaing sapi. Sapi kepunyaan paman Najwa saja menyuruh orang untuk dijaga, habis membersihkan diri, Najwa dan sng suami istirahat sebentar karena nanti sorenya akan keluar. Najwa membaringkan badan disebelah sang suami dan Najwa tak henti-hentinya tersenyum.
"Ada apa yank kok senyum-senyum terus liat mas"
"Gak apa-apa mas, aku hanya gak nyangka bisa nikah sama kamu yang merupakan bos aku. Dulu pertama aku masuk, mas jutek banget sama aku, bahkan aku sempet mau dipecat karena telat sedikit. Aku sampek memohon-mohon kayak orang bodoh hufff" Cemberut Najwa melihat sang suami.
"Hahahahahah maaf sayang, kan waktu itu hanya menegur seorang karyawan. Memang seperti itu peraturannya. Masak aku mau melanggar peraturan yang sudah disepakati dan dibuat dari dulu. Maaf ya sayang kalau aku dulu sangat jahat. Tapi dengan seperti itu kita bisa dekat kan dan kamu tambah rajin karena takut dipecat"
"Kapan-kapan kalau aku datang telat mau dipecat gak" Goda Najwa.
"Gak dipecat tapi dikasih hukuman"
"Huuuu pasti hukumannya buat ngelayani mas, udah bisa aku tebak mah"
"Hahahahha tau aja kamu huuuuu" Towel Farel ke hidung Najwa.
"Aku bahagia sekali bisa dapetin wanita seperti kamu. Semoga kita cepat diberi momongan dan hanya ajal yang memisahkan kita"
"Amin" Ucap mereka bersamaan.
Farel membawa kepala Najwa senderan di dada Farel, hal itu membuat Najwa bahagia. Perhatian Farel mampu membuat Najwa merasakan menjadi perempuan yang diratukan. Selama Najwa menjadi orang terdekat Farel, Farel selalu menuruti keinginan Najwa. Bahkan ketika Najwa sakit, Farel yang mengurusnya, meskipun Farel sibuk dikantor tapi dia tidak pernah lalai merawat Najwa.
"Kenapa sih mas bisa suka sama aku padahal kan, karyawan mas banyak yang cantik-cantik dan modis-modis apalagi mbak moza teman mas yang super cantiknya. Aku iri liat kecantikan mbak moza" Ungkap Najwa.