Nama ku Faiza Alya Aziza. Aku yatim piatu. Tinggal bersama nenek. Nenekku satu satunya keluargaku. Ketika nenek sakit dan memerlukan biaya yang tidak sedikit, aku pun rela melakukan apapun demi nenek.
Hingga aku harus terjebak dengan CEO tampan dan arogan.
Sampai akhirnya aku hamil. Aku mengalami keguguran yang dikarenakan perbuatan kekasihnya.
Tian yang tak terima karena berpikir aku sengaja menggugurkan kandunganku, akhirnya mengusirku. Aku harus pergi jauh dari kehidupan pria yang paling ku cinta dan juga ku benci.
Maaf masih dalam proses revisi, jika ada banyak kesalahan dan kejanggalan. Karena bukan penulis profesional, hanya pemula.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34. Ziarah ke kuburan nenek
Alya langsung check out dari hotel itu begitu Tian meninggalkan kamarnya. Ia tak mau berhubungan lagi dengan Tian.
Alya memilih hotel yang terdekat dengan tempat tinggalnya dulu. Ia ingin melihat lagi rumah yang pernah ditempatinya. Alya juga bermaksud ingin berziarah kekuburan neneknya.
Azka telah sampai ke Indonesia. Ia menghubungi Alya setelah pesawatnya mendarat.
"Kamu nginap dimana... aku akan ke sana. ..."Azka
"Kamu sudah di Jakarta... sudah aku katakan jangan menyusulku, aku bisa jaga diriku sendiri. Kamu masih banyak kerjaan..... "Alya
"Aku merindukanmu... "Azka
"Kamu minta aja taksi mengantarmu ke hotel Y. Aku menunggu di lobby... "Alya
Baru saja Alya menutup pembicaraan dengan Azka, ponselnya kembali berdering. Kali ini dari Yudha.
"Kamu di mana... resepsionis mengatakan kamu udah check out"Yudha
"Aku pindah hotel... aku tak enak jika kamu dan Tian mengunjungiku... "Alya
"Aku tak habis pikir... maunya Tian apa... "Yudha
"Maaf.... aku lupa mengabarimu jangan datang ke hotel itu.... "Alya
"Tak apa apa... sekarang kamu menginap di hotel mana... boleh aku menemuimu.. "Yudha
"Maaf Yud... aku ada perlu... jadi tak bisa bertemu saat ini... "Alya
"Oh... tak apa apa. Tapi sebelum kamu kembali ke Singapura kita harus makan malam.... "Yudha
"Akan aku usahakan... tapi aku tak menjanjikan... "Alya
"Baiklah Alya... selamat sore... "Yudha
"Kamu lagi bicara ama siapa... Tian"Azka yang datang tiba tiba mengagetkan Alya
"Oh... bukan. Teman sekolahku dulu. Cepat banget sih sampainya. "Alya
"Aku sudah nggak sabar melihat senyum manismu... "Azka
"Sudahlah... rayuanmu basi. Hampir setiap saat aku mendengarnya... "Alya
"Kakimu kenapa.... "Azka langsung berjongkok dan melihat kaki Alya.
"Hanya keseleo... jangan terlalu kuatir gitu"Alya
"Kamu.... baru seminggu tak bersamaku, sudah keseleo... gimana kalau satu bulan.. "Azka
"Aku bisa mati... gitu... maumu"canda Alya sambil tersenyum
"Mana mungkin aku menginginkan kematianmu... aku ingin disisimu sampai menua"Azka
"Model tak akan dipakai ketika keriput mulai tampak di wajah... "Alya.
"Ini kamarmu... dan kamarku sebelahnya... Istirahatlah.... Nanti malam kita keluar makan malam... "Alya
"Baik tuan putri yang cantik... "Azka
"Udah... istirahat sana... becanda melulu"Alya
##################
Alya berjalan dengan menggandeng tangan Azka memasuki restoran yang cukup mewah dengan interior yang romantis.
"Aku sudah memesan meja buat kita... "Alya
"Kamu mengajakku kencan... "Azka
"Jangan kepedean... aku cuma tak ingin kamu marah karena terlalu lama ku tinggalkan... "Alya
"Jadi kamu menyuapku dengan makan malam agar mulutku tertutup dan tak jadi marah padamu.... "Azka.
"Ha.. ha.. kamu tahu aja"Alya tertawa dengan lepasnya.
Di meja seberang Alya ternyata Tian... Yudha... dan keluarga Sandra juga makan malam ditempat yang sama.
Mendengar suara Alya... Tian dan Yudha memandang kemeja seberangnya. Tampak Alya yang tertawa dengan riang bersama Azka.
"Bukankah itu Alya.... ia makan malam dengan siapa. Kamu teman lelakinya kan Yudha... "Sandra
"Aku tak tahu kalau ia makan malam disini juga... "Yudha berdiri dan menghampiri meja Alya
"Selamat malam Alya... "Yudha
Alya mendongakan kepalanya dan tampak Yudha telah berdiri disampingnya.
"Selamat malam Yudha.... kamu makan malam juga... "Alya
"Ya..bersama keluarga,tadinya aku bermaksud mengajakmu. Tapi kamu mengatakan sibuk.. jadi aku tak ingin mengganggu... "Yudha
"Ya... aku menanti kedatangan Azka.... oh ya Yudha... kenalkan ini Azka"Alya
"Yudha... "Yudha mengulurkan tangan dan menjabat tangan Azka
"Saya permisi dulu Alya... takut mengganggu makan malam mu... "pamit Yudha karena ia tak ingin berlama lama menyaksikan keakraban Alya dan Yudha.
"Siapa... "Tanya Azka
"Teman satu sekolahku dulu, yang tadi menghubungi..."Alya
"Bukan itu Tian... apa hubungannya dengan Tian... "Azka
"Ia adik kandungnya Tian"Alya
"Wow... kamu hebat.... dua saudara menyukai wanita yang sama... "Azka
"Bagaimana kamu menyimpulkan Yudha menyukaiku... "Alya
"Dari matanya yang menatapmu kagum dan menatapku seakan ingin memangsaku... "Azka
"Kamu ternyata bisa membaca raut wajah... tapi sayang kamu sedikit salah. Yudha menyukaiku dulu. Kalau sekarang aku tak tahu pasti apa ia masih mencintaiku atau bukan. Kami pernah pacaran sebelum akhirnya aku menikahi Tian... "Alya
"Wow.... amazing... kakak iparku ternyata kekasihku....begitu seharusnya judul ceritamu"Azka
"Ternyata kamu berbakat juga buat judul novel... tapi sayang hanya judul bukan ceritanya... "Alya
"Kamu menghinaku... "Azka
"Ha.. ha... maaf. Aku tak bermaksud menghinamu tapi itulah kenyataan... "Alya
"Kelihatannya Alya begitu gembira dengan lelaki itu. Apakah dia kekasihnya.... "Sandra
"Itu bukan urusanmu. Biar aja dia... "Tian
"Aku hanya heran... ku pikir Alya kekasihnya Yudha... "Sandra
"Alya teman satu sekolahku dulu.... "Yudha
Alya berdiri setelah selesai menyantap hidangan. Ia berjalan sambil menggandeng Azka.
##################
Alya berziarah ke kuburan neneknya. Hari ini tepat empat tahun kematian neneknya.
Alya bersimpuh disamping kuburan neneknya. Ia menangis mengingat neneknya
"Nek... maaf.. Alya belum bisa membahagiakan nenek sampai akhir ajalmu. Alya hanya bisa menyusahkanmu selama ini. Nek... Alya sangat merindukanmu. Nek... mengapa nenek meninggalkan Alya begitu cepatnya. Mengapa nenek tak membawa Alya. Alya ingin bersama nenek.... "Alya terisak... menahan tangisnya.
"Nek... maaf... aku tak bisa menolongmu. Aku mendoakan kamu tenang di alam sana"Tian
Alya melihat kedepan... tampak Tian juga berlutut di kuburan neneknya. Alya tak menyangka Tian mau berziarah ke kubur neneknya.
"Terima kasih kamu sudi berziarah kekuburan nenekku... "Alya
"Kamu ama siapa. Mengapa sendirian... mana Azka"Tian
"Aku memang tak ingin Azka menemaniku. Aku tak mau menangis di depan Azka... "Alya
"Mengapa... kamu malu sama Azka jika ia melihatmu menangis.. "Tian
"Bukan... aku tak mau Azka nanti ikutan sedih melihatku menangis. Ia tak bisa melihat air mataku. Ia pasti akan melakukan segala cara agar aku jangan bersedih. Aku tak mau selalu merepotkannya... "Alya
"Tampaknya Azka sangat perhatian denganmu... dan juga sangat mencintaimu"Tian
"Dia menghargaiku... ia tak mau melukai perasaan ku. Azka lelaki hebat... ia tak akan pernah mau menyakiti hati wanita... "sindir Alya
"Wow... pasti kamu sangat tersanjung menjadi wanita nya... "Tian berkata datar.
"Ya... aku merasa sangat dihargai... "Alya
"Kamu sudah selesai berdoa. Apa kamu mau pulang bersamaku.... "Tian
"Maaf tuan Tian... aku sudah memesan taksi. Terima kasih... "Alya berjalan dan masuk ke dalam taksi tanpa memperdulikan Tian lagi
"Kamu tampak sangat jual mahal sekarang Alya. Kamu lupa siapa aku... aku Tian.. apapun yang aku mau bisa aku dapatkan. Aku tak pernah diacuhkan begini... "Tian membatin...
********************
Jangan lupa like... koment dan vote
Terima Kasih
selalu suka deh..
jadi bingung mau komen apa..
sedikit saran, kata2 percakapan di novel ini lebih diperhalus lagi..
terutama jika anak berbicara dg ibunya seharusnya gak pakek "lu-gue" begitu jg sebaliknya..
kalo sesama anak sih, ya bisa dimaklumi lah..
trus cerita Alexa-Rendi gak lanjut di sini ya mam?
oke deh, lanjut next novel..
semoga sehat selalu ya mam..
tetap semangat berkarya dan semoga sukses selalu..
😘🥰😍🤩💪🏻🙏🏻💞