Menikah dan bertahan dalam ikatan suci pernikahan karena Anak, tidaklah seburuk yang dibayangkan.
Bahkan, karena Anak lah...
Pernikahan yang awalnya tidak dilandasi oleh cinta, malah berbalik bucin.
Dan dua insan yang awalnya adalah orang asing dan tidak saling mengenal, kini bisa menjadi satu keluarga.
Yukk simak kisah mereka, Revan-Ana dan juga Ghafin-Clara hanya disini...🤗🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.34
***
"Re_Reyna? Kamu?" ucap Revan tergagap saat melihat penampilan adik bungsu nya kini.
“Iya Bang, ini Reyna. Reyna adik Abang,” jawab gadis berhijab syar’i itu.
Bukan hanya Revan yang terlihat shock mendapati penampilan baru dari sang adik. Namun kedua orang tua nya juga.
Mereka tidak menyangka setelah menolak pulang selama bertahun tahun dan entah berada di mana gadis itu tinggal. Meski tidak pernah putus komunikasi dengan kedua orang tua nya, namun Reyna menolak memberitahu di mana dia tinggal setelah lulus dari kuliah nya di London.
Dan kini mereka bisa kembali melihat sang putri dengan penampilan yang berbeda. Entah apa yang membuat gadis yang biasa berpenampilan terbuka dan baju minim itu kini menutup seluruh tubuhnya dengan baju longgar dan juga kerudung panjang hingga menutupi setengah bagian tubuh atas nya.
Namun, kedua orang tua Revan merasa lega saat putrinya kini kembali dengan penampilan yang sangat berbeda dari biasanya.
“Sayang, ini beneran kamu kan Nak” tanya Mama Meli masih belum percaya jika gadis yang kini memeluk tubuh Revan adalah putri bungsu nya, Reyna.
“Iya Ma, ini Reyna. Ini Reyna, putri Mama dan Papa,” jawab wanita itu yang kini berhambur memeluk tubuh sang mama.
“Selama ini kamu kemana saja sayang? kenapa tidak pernah memberitahu kami di mana kamu tinggal dan sama siapa?” tanya Mama Meli yang tak kuasa lagi menahan tangis bahagia nya karena akhirnya bertemu dengan putri bungsu nya.
“Reyna tinggal di jawa tengah Ma, di sebuah pondok."
"Pondok? Jawa tengah? Lalu kenapa tidak mengatakan itu pada kami?"
"Maafkan Reyna Ma, Pa. Maaf karena Reyna tidak bisa jujur sama Mama dan Papa. Reyna juga minta maaf karena sudah banyak mengecewakan Mama dan Papa. Bahkan sempat buat Papa dan Mama malu dengan apa yang terjadi pada Reyna,” jawab wanita itu dengan nada yang bergetar karena menahan tangis nya.
“Maksud kamu apa Dek? memangnya apa yang terjadi pada kamu?” tanya Revan yang saat ini ada di samping sang adik dan menatap penuh selidik pada wanita berhijab itu.
“Biar saya yang menjelaskan semua nya,”
Deg
Seketika perhatian Revan dan juga Mama Meli yang sejak awal terus memusatkan perhatian mereka pada Reyna kini beralih pada sesosok pria yang berdiri tepat di belakang Reyna.
Seorang pria berwajah tampan, kalem dan juga ramah kini menyapa seluruh keluarga Adinata. Pria itu berjalan maju lalu menyalami satu persatu keluarga Reyna dengan takzim.
Mama Meli, Papa Reza dan juga revan hanya bisa saling lempar tatapan saat pria itu menyapa mereka layaknya keluarga, padahal ini adalah pertemuan mereka untuk pertama kali nya.
“Maaf, tapi kamu Siapa?” tanya Mama Meli pada pria itu.
“Perkenalkan, nama saya Muhammad Zayyan Abdulah dan saya adalah suami dari Reyna,”
Duaarrrrr
“APA? SUAMI?”
Serentak semua yang hadir di sana semua di buat Shock dengan pengakuan yang di lakukan oleh pria yang saat ini datang bersama dengan Reyna.
Pasalnya, keluarga Adinata merasa tidak pernah menikahkan anak gadis mereka. Namun kini, tiba tiba dia datang dengan membawa seorang suami.
*
*
Sementara di tempat lain…
Kebahagiaan tengah menyelimuti keluarga kecil Ghafin, dimana seorang bayi kecil baru saja lahir ke dunia menjadi pelengkap sekaligus menjadi anggota baru dalam rumah tangga Ghafin dan juga Clara.
“Ya ampun cucu Mama, lucu sekali,” seru Mama Laras saat melihat wajah cantik putri kedua dari putra sulung nya Ghafin yang kini ada di dalam pangkuan nya.
Nene dari lima orang cucu itu begitu bahagia karena keluarga nya kini bertambah ramai dengan hadirnya putri kedua Ghafin dan juga putra ke tiga dari Ana yang saat ini juga tengah melahirkan di negara tetangga.
Namun secara bersamaan, Mama Laras juga harus merasa sedih karena tidak bisa menemani putrinya Ana yang saat ini juga tengah melahirkan putra ketiga nya.
Meski begitu, Mama Laras merasa cukup lega karena Ana di temani keluarga dari suaminya, Revan. Mama Meli pun tidak pernah absen memberi kabar prihal perkembangan kabar tentang Ana dan Riana.
Meski berat namun Mama Laras harus rela membiarkan putrinya hanya di temani oleh keluarga dari Revan karena di sini, Clara jauh lebih membutuhkan nya. Karena wanita yang sudah 9 bukan menjadi menantu untuknya itu tidak memiliki keluarga, selain wanita paruh baya yang begitu setia menemani dan merawatnya Clara meski mereka tidak memiliki hubungan darah sama sekali.
"Bu Nilam istirahat saja dulu, nanti gantian jaga dede bayi nya dengan saya dan Ghafin," ucap Mama Laras pada wanita paruh baya yang sejak di kabari jika Clara akan melahirkan dia langsung datang dan tetap setia berada di samping Clara.
"Baiklah, kalau begitu saya ijin pulang dulu. Nanti kalau butuh bantuan jangan sungkan hubungi saya ya Bu,"
"Iya Bu, tenang saja. Ibu Nilam akan jadi orang pertama yang kami hubungi jika kami perlu bantuan. Fin tolong antar Bu Nilam pulang,"
"Tidak usah Bu, saya bisa pulang sendiri," tolak Bu Nilam halus.
"Biar Pak Anton saja yang antar Bu," ucap Ghafin akhirnya menghubungi supir pribadi rumah nya.
"Tapi, apa itu tidak merepotkan?"
"Tidak Bu, ibu sudah seperti ibu untuk Clara. Dan tentu saja, ibu nya Clara adalah Ibuku juga. Jangan sungkan, kita adalah keluarga. Berkat Ibu, akhirnya saya bisa bertemu dengan Istri dan anak saya. Jika saat itu Ibu tidak membantu Clara mungkin kami tidak akan di sini sekarang, sudah Ibu di antar Pak Anton saja. Beliau sudah menunggu di parkiran,"
"Baiklah jika begitu, saya pamit dulu ya Lara, Mas Ghafin."
"Iya Bu, hati hati."
Bu Nilam pun akhirnya pulang bersama dengan Pak Anton. Supir pribadi Ghafin dan Clara. Sementara di ruangan itu masih tampak kebahagiaan menyambut kehadiran anggota baru di dalam rumah tangga Ghafin dan juga Clara.
"Apa kamu sudah menyiapkan nama untuknya Fin?"
"Sudah Ma, namanya Ghina Adhyana Herlambang,"
"Ghina? Nama yang bagus dan cantik,"
"Bagaimana sayang? Kamu suka nggak nama itu?" tanya Ghafin pada sang istri yang masih terlihat lemas di atas ranjang.
"Suka Mas, terima kasih karena sudah memberikan nya nama yang cantik,"
"Sama sama sayang, istirahatlah. Ghina biar sama Mas dan juga Mama,"
"Iya Mas,"
Clara pun mulai membaringkan tubuh lelahnya lalu tidak lama memejamkan matanya. Tenaganya masih belum pulih seutuhnya pasca melahirkan putri kedua mereka.
Ghafin sendiri kini tengah menimang bayi mungil itu yang tampak anteng tertidur di dalam gendongan sang ayah. Mama Laras sendiri ijin ke luar sebentar untuk membeli makanan untuk mereka konsumsi selama menunggu di rumah sakit.
*
****
dg catetan buka hatimu,ikhlaskan masa lalu
Skrang saatnya melepas dahaga🔥🔥🔥