NovelToon NovelToon
KISAH CINTA ALDARA DAN ARIES

KISAH CINTA ALDARA DAN ARIES

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan / Romantis
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Chinta Maulana

Aldara, wanita yang hatinya baru saja remuk redam ditinggalkan kekasih demi wanita lain, berusaha menyembunyikan kesedihannya di balik senyum tenang agar tidak dikasihani orang lain. Ketika dipanggil oleh kenalannya, Siska, untuk bertemu di kafe langganan, ia tidak menyangka bahwa kunjungannya kali ini akan menjadi titik balik hidupnya. Di sana ia diperkenalkan kepada Aries—seorang pemuda pendiam namun memiliki pesona tersendiri. Pertemuan yang awalnya terasa biasa saja perlahan membuka jalan bagi sebuah kisah baru yang akan menyembuhkan luka lama dan mengajarkan Aldara arti cinta yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chinta Maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 027: Kepulangan yang Dinanti

Baru saja Aldara memutar gagang pintu rumahnya, napasnya tertahan kaget. Sosok yang berdiri di depannya adalah orang yang paling ia rindukan sekaligus khawatirkan selama ini.

“Aries…” panggilnya lirih, matanya seketika berkaca-kaca menahan haru.

“Apa kabar, sayang? Maafkan aku yang beberapa hari ini tak memberi kabar sama sekali,” ucap Aries dengan nada penuh rasa bersalah.

“Kamu ke mana saja? Kenapa tak ada kabar sama sekali? Aku cemas dan takut terjadi apa-apa padamu,” suara Aldara bergetar.

Tanpa bicara banyak, Aries segera merentangkan pelukannya, memeluk gadis itu erat seolah tak ingin melepaskannya lagi. Tak jauh dari sana, Randy yang baru tiba membawa bunga dan bekal makanan terpaku diam. Ia melihat pemandangan itu dengan tangan mengepal kuat, rasa kecewa membakar dadanya.

“Sial… kenapa harus sekarang kau kembali? Kalau begini caranya, aku tak akan pernah bisa memilikinya,” gerutunya kesal. Tanpa berani mendekat, ia berbalik dan pergi meninggalkan mereka berdua.

Mereka pun duduk di teras ditemani secangkir teh buatan Aldara.

“Coba jelaskan, ke mana saja kamu selama ini?” tanya Aldara lembut namun serius.

“Ada tugas mendadak ke luar kota, aku tak sempat pamit dan di sana benar-benar tak ada sinyal sama sekali. Aku berusaha menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin agar bisa segera pulang menemuimu. Aku sangat merindukanmu,” jelas Aries tulus.

Aldara menghela napas lega. “Lain kali jangan pergi tanpa kabar begini lagi. Aku takut sekali kamu kenapa-napa.”

“Iya sayang, aku janji,” jawab Aries sambil menggenggam tangan Aldara erat. “Hari ini aku menemani kamu seharian, ke mana pun kamu mau pergi.”

“Tunggu sebentar ya, aku ganti baju dulu,” kata Aldara sambil tersenyum lebar.

Tak lama kemudian mereka berangkat menaiki motor Aries. Langkah pertama mereka mampir ke kedai bubur ayam dekat taman, Aries tahu Aldara belum sempat sarapan.

“Mas, dua porsi bubur ayam ya,” pesan Aries.

“Siap, Mas!” jawab penjualnya ramah. Mereka pun menikmati makanan itu dengan lahap ditemani obrolan ringan yang menghangatkan hati.

Setelah kenyang, Aries mengendarai motor menuju markas tempat mereka biasa berkumpul. Begitu masuk, Abang Chepot langsung menyambutnya dengan pelukan hangat.

“Aries! Ke mana saja kamu? Kami semua khawatir lho,” seru Chepot.

“Tugas kerja di daerah terpencil, Bang. Jaringannya benar-benar hilang,” jawab Aries sambil menarik tangan Aldara untuk duduk di sampingnya.

“Cie… hari ini pasti hati Kak Aldara sedang berbunga-bunga karena pujaan hatinya sudah pulang,” ledek Hafizah sambil tertawa.

“Apaan sih, biasa saja kok,” sanggah Aldara, namun pipinya memerah padam menahan senyum bahagia.

“Benar kok, Kak! Siapa yang tidak senang kalau orang yang ditunggu-tunggu akhirnya kembali,” timpal Dede Ara tak mau kalah.

“Kalian ini suka sekali mengerjai Aldara ya,” ucap Abang Chepot sambil tersenyum.

“Ngomong-ngomong, apakah kamu akan kembali lagi ke sana?” tanya Abang Chepot serius. Aldara pun menatap Aries, menanti jawaban.

“Aku belum tahu pasti. Kalau bos meminta aku kembali, aku harus berangkat lagi,” jawab Aries jujur.

“Wah berarti Abang Aries akan pergi meninggalkan Kak Aldara lagi?” tanya Hafizah kaget, disambut anggukan Dede Ara.

“Itu namanya tanggung jawab pekerjaan, tidak bisa ditinggal begitu saja,” jelas Aries lembut.

Aldara terdiam sejenak, namun ia segera menata hatinya. “Tenang saja Aldara, dia pergi demi kebaikan dan masa depan kalian berdua,” batinnya.

“Kamu kenapa diam saja, sayang? Kamu marah ya kalau aku sering pergi?” tanya Aries khawatir.

Aldara tersenyum tulus sambil menggeleng. “Tidak sayang, aku tidak marah. Yang penting kamu selalu menjaga hatimu hanya untukku.”

“Pasti sayang, hatiku hanya ada untukmu seorang selamanya,” janji Aries mantap.

1
Sribundanya Gifran
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!