Alana Liora Argantara, Gadis nakal yang mendapat julukan murid abadi hanya karena dia pernah tertinggal kelas.
Kedua orang tuanya sudah pasrah menghadapi kenakalan putrinya. Untuk itu mereka berniat menjodohkannya dengan seorang guru.
Tentu saja Alana menolak keras dengan dengan berbagai alasan. Tapi dengan ancaman ayahnya, Alana mengalah.
Bara Erfian Rahardian, guru killer yang dihindari oleh semua siswa. Suatu hari dia tidak sengaja bertemu dengan gadis nakal. Dan ternyata gadis itu adalah Alana, orang yang akan dijodohkan dengannya.
Terjadi perdebatan saat mereka tahu satu sama lain. Tapi mereka tidak punya pilihan selain menerima perjodohan tersebut. Mereka membuat perjanjian dan sepakat menyembunyikan pernikahan mereka.
Kehidupan rumah tangga tanpa cinta dan pertemuan yang meninggalkan kesan yang mengesalkan membuat mereka terus berdebat setiap hari. Bagaimana kelanjutan rumah tangga mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34 Rencana Kabur
Alana berusaha melepaskan tali yang mengikatnya. Tapi usahanya sia-sia karena ikatan tersebut sangat erat. Alana menghela nafas panjang dan memulai memikirkan cara agar bisa kabur dari sana. Hingga dia mendengar suara pintu terbuka.
Alana refleks menoleh kearah pintu dan melihat seorang pria datang dengan membawa nasi bungkus dan sebotol air mineral.
"Bos memintaku untuk membawakan mu makanan." Pria itu melepas ikatan tali di tangan Alana dan kembali berkata, " Jangan macam-macam atau kau akan menerima akibatnya." ancam pria itu. Dia keluar dari ruangan tersebut dan kembali mengunci pintunya
Alana mulai mencari jalan keluar. Dia mencoba membuka jendela, tapi ternyata jendela itu terkunci. Alana menggeram kesal dan mulai mencari cara.
Dia melihat makanan yang ada di sana. Sejenak dia tersenyum, dia harus mengisi tenaga agar bisa kabur dari sini. Untuk itu dia memutuskan untuk makan terlebih dahulu.
"Kau adalah penculik yang baik Mrs. Sebelum kau menyiksaku, kau memberiku makan terlebih dahulu." gumam Alana. Dia segera memakan makanan itu dengan lahap. Dia harus bertahan dan mencari cara untuk keluar dari tempat ini. Tapi sayangnya dia tidak tahu dimana dia sekarang? Apakah dia berada di pinggiran kota yang jauh dari pemukiman atau bahkan lebih mengerikan dari itu yaitu di tengah hutan?
Alana memejamkan matanya, mencoba mendengar baik-baik apakah ada suara bising di luar sana. Dan ternyata sunyi. Itu artinya dia berada di daerah yang jauh dari pemukiman.
Tapi dia tidak akan menyerah. Dan semoga saja ada orang baik yang akan menolongnya nantinya.
Setelah makanan tersebut habis, Alana mulai mengeluh sakit perut. Dia menggedor pintu dan meminta untuk diantar ke toilet.
"Tolong buka pintunya!! Perutku sakit sekali. Aku sudah tidak kuat." teriak Alana. Dia menempelkan telinganya di pintu, tapi dia tidak mendengar ada suara di luar sana. Dia kembali menggedor pintu kali ini dia mengerahkan seluruh tenaganya.
"TOLONG BUKA PINTUNYA!! AKU SUDAH TIDAK TAHAN INGIN BUANG AIR BESAR. KALIAN MAU AKU MENGELUARKANNYA DI SINI?" teriak Alana kencang. Dia kembali menempelkan telinganya di pintu dan terdengar suara langkah kaki mendekat.
Alana mulai melakukan aktingnya. Dia membungkuk sambil memegang perutnya.
"Kenapa kau berteriak, hah?" hardik pria itu
"Perutku sakit. Aku mau buang air besar." seru Alana.
"Cih.. Ini pasti hanya akal-akalan mu saja. Kau pasti berencana untuk kabur, kan?" tebak pria itu
Alana berdecak pelan karena rencananya mudah di tebak. Tapi dia berusaha meyakinkan penculik itu dengan mengerahkan seluruh tenaganya untuk mengeluarkan gas beracun nya.
DUUTT...
"Upss... Maaf, aku kelepasan." seru Alana menahan tawanya
Pria itu refleks menutup hidungnya. "Dasar tidak sopan. Kau seorang gadis tapi kentutmu luar biasa mematikan."
"Aku kan sudah bilang jika perutku sakit. Kau saja yang tidak percaya." gerutu Alana.
Pria itu berdecak kesal dan menggiring Alana ke toilet.
Alana masih berakting dengan terus memegang perutnya. Tapi matanya melirik kesana-kemari meneliti tempat dimana sekarang dia berada.
Tempat itu benar-benar buruk. Banyak debu yang sangat tebal, Sarang laba-laba di mana-mana dan minim cahaya. Dia menghafal tata letak setiap ruangan yang dia lewati untuk meneliti apakah ada celah untuk kabur?
Dan saat mereka sampai di toilet, pria itu mengancam Alana untuk tidak macam-macam atau dia akan menghabisinya saat itu juga.
"Cepat selesaikan dan jangan macam-macam atau aku akan menghabisi mu." ancam pria itu
"Ck.. Memangnya saat kau membuang kotoran di perutmu, kau bisa memprediksi cepat tidaknya? Lagian, aku tidak yakin jika kau berani menghabisi ku. Yang ada Mrs. Amanda akan memarahi mu." Alana tertawa keras dan masuk ke toilet.
Tapi sesampainya di dalam, wajah Alana berubah lesu. Di toilet tidak ada celah untuk kabur. Hanya ada ventilasi yang cukup tinggi. Dia tidak yakin apakah dia bisa mencapai ventilasi tersebut. Di tambah lagi, apa tubuhnya muat keluar dari sana?
"Hah... Ternyata semua tidak semudah yang aku bayangkan. Aku kira akan seperti yang ada di film-film, dimana mereka bisa kabur melalui ventilasi toilet. Tapi ternyata..." Alana menghela nafas panjang. Tapi dia tetap mencobanya, siapa tahu berhasil. Tapi sayangnya, tubuhnya terlalu pendek untuk mencapai ventilasi tersebut. Dan hal itu membuat Alana kembali menghela nafas.
Alana duduk di closed. Dia mengingat-ingat, setiap sudut ruang yang dia lewati tadi. Ada benda yang dari tadi mengganggu pikirannya. Dia tidak yakin jika benda itu bisa membuatnya keluar dari sini atau tidak. Lagipula dia tidak tahu, ada berapa orang yang menculiknya.
Yang dia tahu hanya tiga orang saja. Bapak yang menjebaknya dan satu lagi orang yang membiusnya, yang saat ini menunggunya di luar. Dan Mrs. Amanda sebagai pelaku utama. Tapi tidak ada salahnya mencoba, bukan?
"Hei... Sudah belum??? Jangan coba macam-macam!!" teriak pria itu di luar sana
Alana menghela nafas dan berkata, "Iya, sebentar lagi." jawabnya
"Huh... Tenang Alana, kau pasti bisa." ucapnya menyemangati diri sendiri. Dia melihat air dan gayung di sebelahnya. Dia mengambil air tersebut menggunakan gayung dan berpura-pura menyiram closed. Baru setelahnya dia keluar dari toilet.
"Ah.. Leganya." ucapnya
"Ayo kembali ke tempatmu!!" pria itu mendorong Alana untuk segera berjalan. Dan saat dia melihat benda yang dia butuhkan, Alana berpura-pura terjatuh
"Akh.." Alana mengambil pecahan kaca di lantai dan menyembunyikannya.
"Cepat bangun!!" hardik pria itu
Alana berdecak kesal dan berdiri. Dalam hati dia tersenyum karena berhasil mengambil kaca tersebut yang akan dia gunakan nantinya.
Pria itu mendorong Alana masuk dan mengikat tubuh dan kedua tangan Alana di kursi. Alana menggenggam pecahan kaca tersebut sambil menahan sakit dan berharap pria itu tidak curiga. Dan saat pria itu keluar, Alana mulai melancarkan aksinya. Dia berusaha memotong tali tersebut menggunakan kaca yang dia ambil tadi.
"Come on!!! Bantu aku untuk keluar dari sini." gumam Alana. Dia terus berusaha memotong tali yang mengikat tangannya. Dan setelahnya cukup lama, akhirnya dia berhasil.
Alana menghela nafas lega. Dia segera melepaskan tali tersebut dan mengecek setiap jendela yang ada di sana sekali lagi.
"Ck.. Kenapa semuanya terkunci?" Alana terlihat frustasi. Satu-satunya jalan keluar adalah pintu itu.
Alana mendekati pintu dan menempelkan telinganya. Dia mendengar apakah ada orang di luar sana atau tidak. Dia mengintip dari lubang pintu dan tidak ada siapapun di sana.
"Baguslah." gumam Alana. Dia melepas jepit rambutnya dan mencoba mengotak-atik lubang kunci pintu. Dia tidak tahu apakah ini akan berhasil atau tidak. Dia hanya melakukan sesuatu yang sama seperti film yang pernah dia tonton. Dan sekarang dia mempraktekkan nya.
Cukup lama Alana mengotak-atik lubang kunci. Dia merasa semua sia-sia karena pintu tersebut tidak kunjung terbuka. Mungkin ada tehnik lain untuk membuka pintu yang terkunci menggunakan jepit rambut. Atau yang dia lihat di film hanya rekayasa?
"Hah... Kenapa sulit sekali?" keluh Alana. Belum sempat dia berhasil, dia mendengar ada suara langkah kaki mendekat. Alana panik. Dia langsung mengikat diri sendiri di kursi sebelum orang itu muncul. Tapi.....
sungguh mantap sekali ✌️🌹🌹🌹
terus lah berkarya dan sehat selalu