Lagi di revisi.
Marcell dikhianati oleh pacarnya
Namun ternyata dia sebenarnya orang kaya.
Marcell kemudian bertemu dengan Kinara
bagaimana kisah mereka ikuti terus.
vote like
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Jay H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Paman Dika yang mendengar kecurigaan Gio, akhirnya mengangguk setuju, sependapat dengan apa yang dipikirkan oleh Gio.
"Untuk itulah, paman memintamu menyelidiki ini, bantu Tuan muda, meski mereka menikah sangat singkat, namun paman yakin Tuan muda serius pada Nona Kinara, begitupun dengan nona Kinara. !" Ujar Paman Dika pada Gio, saat sebelum bertemu dengan Reno.
"Paman, tanpa paman meminta, saya akan lakukan, bagi saya keluarga Admaja sudah seperti keluarga sendiri ." Kata Gio, membuat Paman Dika tersenyum lega.
Kembali pada Reno dan Gio.
"Jadi, ada apa dengan Wilona ?"
"Wilona, dia adalah seorang model di bawah naungan agency Admaja Company, dan aku setelah mendapat tugas langsung mencari tahu tentangnya, karena kemungkinan dia yang akan lebih dulu membuat masalah, jika kedua orang tuanya sampai saat ini mereka belum ada pergerakan, meski mereka sudah mengetahui siapa yang menikahi nona!" Reno mengangguk, karena di pun sudah mengetahui hal ini dari para bodyguard yang menjaga Kinara.
"Lalu, apa kau menemukan sesuatu?"
Gio mengangguk. "Aku mendapat laporan dari orang yang sudah aku perintahkan untuk menyusup ke dalam kediaman Wijaya, dan dia mengatakan, jika Wilona saat ini tengah merasa kesal dan marah. Terutama Wilona sangat tidak terima jika Kinara hidup lebih baik darinya.
Dan aku yang sudah menyadap HP Wilona, yang saat itu saya mendapatkan informasi jika Wilona sudah memberikan tugas pada seseorang untuk mencelakai Kinara, meski saya pun belum tahu kapan mereka akan beraksi ?" Mendengar itu Reno terdiam dan khawatir, mengingat jika Marcell dan Kinara sedang berada di Bogor.
"Apa mereka mengikuti Marcell dan Kinara ke Bogor ?" Tanya Reno khawatir.
Gio menggeleng. "Tidak, tapi mungkin tidak lama lagi mereka akan terlihat, kau tidak perlu khawatir, karena aku sudah memberikan tugas pada beberapa bodyguard kita untuk mengikuti dan melindungi mereka, tanpa mereka ketahui." Mendengar itu Reno pun bernafas lega.
"Syukurlah jika begitu, Gio apa kau akan bekerja di perusahaan atau hanya di belakang kami ?"
"Belakang, aku tidak biasa bekerja di perusahaan, aku lebih suka bekerja di rumah. " Ujar Gio dan Reno mengangguk paham.
"Untuk saat ini berarti kita hanya fokus pada Wilona?"
Gio mengangguk. "Jika ada kabar lain aku akan segera memberitahu kau atau Tuan Marcell. Geri Wijaya, Reno sepertinya mereka benar-benar menyembunyikan sesuatu, terutama orang tua kandung Nona, namun mereka benar-benar menyembunyikannya dengan rapat.!"
Reno mengangguk. "Kau benar, jika tidak mengapa mereka mau mengapa mengadopsi Kinara, jika mereka hanya membuatnya menderita. Gio kita bicarakan ini nanti dengan Marcell, Marcell harus tahu akan hal ini, jadi kita bahas soal Wilona saja. !" Ujarnya pada Gio. karena menurut Reno pembahasan hal seperti ini meski Marcell dengar. Gio pun mengangguk paham.
.
.
Kembali ke Marcell dan Kinara.
Tidak terasa mereka berjalan-jalan di sekitar puncak hingga sore hari, Kinara terlihat senang, wajahnya terlihat ceria, kedua sudut bibir Kinara yang terus melengkung membuat Marcell bahagia, bersyukur jika istrinya merasa senang.
Kinara kini merasa hidupnya tidak ada lagi beban saat bersama Marcell, sejenak ia melupakan tentang siapa orang tua kandungnya. Kinara menyerahkan semuanya pada Marcell, terlebih Marcell yang memintanya untuk tidak terlalu memikirkannya.
Mereka yang baru mengenal dan menikah dalam hitungan hari, namun mereka seperti sudah seperti pasangan yang sudah lama menjalin hubungan, tidak ada kecanggungan antara mereka.
"Ara, sayang kau tidak lelah ?" Tanya Marcell khawatir. Karena sejak setelah makan siang mereka tidak henti berjalan-jalan, berfoto - foto di tempat-tempat yang bagus.
Kinara tersenyum. "Lelah, tapi aku senang Marcell, aku tidak pernah berlibur seperti ini," jawab Ara tersenyum, namun Marcell melihatnya sendu.
Marcell mendekat ke arah Kinara yang sedang berfoto dengan berlatar pemandangan pegunungan di belakangnya.
Kinara yang melihat Marcell pendekatan pun tersenyum. Kinara menggandeng lengan Marcell dan berfoto bersama, Marcell pun tersenyum ke arah kamera, entah sudah berapa foto yang mereka abadikan.
"Aku ingin mencetaknya, Marcell bolehkah ?" Tanya Kinara, yang sangat senang melihat hasil foto - foto yang mereka ambil di HP Nya.
Marcell mengacak rambut Kinara gemas." Lakukanlah apapun yang membuatmu senang." Ujar Marcell, dan Kinara pun tersenyum manis pada Marcell, membuat Marcell terpaku, senyuman Kinara seolah adalah mood booster untuk nya.
Marcell mendekati wajah Kinara, yang membuat Kinara gugup, Marcell mencium bibir Kinara lembut, kegugupan Kinara membuatnya terdiam saat bibir Marcell menyentuh bibirnya, hingga tak lama Kinara pun membalas apa yang Marcell lakukan.
"Aku mencintai mu, Ara!" Ucap Marcell di sela ciumannya.
Membuat Ara terdiam dan tersenyum. "Aku juga mencintaimu, Marcell."
Marcell mendengar Kinara mempunyai perasaan yang sama padanya pun senang, hingga kembali Marcell mencium Kinara dengan penuh perasaan begitu pun dengan Kinara.
Ungkapan perasaan mereka seolah didukung dengan pemandangan yang indah di sekitarnya, serta tidak ada yang mengganggu mereka, tempat ini seolah menjadi saksi perasaan mereka, perasan cinta yang entah sejak kapan datangnya.
Kinara merasa bersyukur, kejadian yang menimpanya malah membawa sebuah berkah dan juga Marcell yang membawa kebahagian untuknya, Kinara benar-benar tidak menyangka jika dia kini menjadi seorang istri dari CEO perusahaan terkenal.
"Kita kembali ke Villa, sepertinya aku sudah sangat menginginkanmu." Ucap Marcell melepas tautan bibirnya pada Kinara.
Kinara yang masih mengatur nafasnya karena Marcell dan mendengar perkataannya pun mendelik kesal.
Kinara memukul dada Marcell lembut. "Ck, aku masih ingin berjalan-jalan dan membeli jagung bakar." Pinta Kinara pada Marcell.
Marcell tertawa dan mencubit gemas hidung istrinya yang membuat Kinara kembali kesal.
"Ck Marcell, sakit..." Ucap manja Kinara.
Marcell terkekeh. "Ya sudah kita mau kemana lagi, suami mu ini akan mengikuti apapun yang kau minta." Ucap Marcell membuat Kinara senang.
"Kalau begitu, ayo, aku ingin kau membelikanku jagung bakar !" Ucap Kinara sambil berjalan ke arah motor.
Marcell mengangguk dan mengikuti istrinya yang terlihat bersemangat, dan mereka pun kembali menaiki motor matic Pak Amir, mencari jagung bakar yang diinginkan Kinara.
Berbeda dengan Amara yang sedang ada di apartemennya, Amara yang baru mendapat telepon dari temannya Andien, jika dirinya bertemu dengan Marcell bersama istrinya.
Wajah Amara seketika membeku, dia merasa malu dan kesal, terlebih Amara sudah menyombongkan dirinya karena ia berbicara sudah menikah dengan Marcell.
Mungkin itu adalah salah satu alasan untuk nya, yang sangat gencar mendekati Marcell kembali, karena teman- teman kuliahnya hanya tau jika dia lah pasangan Marcell.
"Brengsek Marcell, kau mempermalukan ku! Marcell, lihat saja, suatu saat, aku yang akan membuatmu menyesal karena telah menolak ku!"
tapi banyak diulang ulang tiap paragraph...
risiiiihhhh.....
bingung dach ....