NovelToon NovelToon
FAIR UNTUK TRISTAN

FAIR UNTUK TRISTAN

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Keluarga / Persahabatan / Romansa / Bad Boy / Teen / Tamat
Popularitas:783.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mae_jer

Fair yang terbiasa hidup manja memilih kabur dari rumah karena sang papa yang terus membela orang lain. Dia bahkan nekat pindah sekolah hanya untuk hidup mandiri.

Di sekolah barunya yang terbilang sangat tak terawat itu, Fair bertemu dengan sahabat baru bernama Sasa. Namun baru hari pertama masuk sekolah, dia sudah dibuat pingsan oleh salah satu cowok populer bernama Gino. Mengakibatkan dirinya harus terlibat dengan teman-teman Gino. Salah satunya Tristan, salah satu sahabat Gino yang memiliki hubungan masa lalu dengan almarhum kakaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 34

"Masuklah," gumam Tristan. Ia mengantar Fair pulang sekitar pukul delapan malam. Dan sekarang keduanya telah sampai didepan apartemen gadis itu.

"Makasih udah anterin aku kak Tristan." ujar Fair setelah pintu masuk apartemennya terbuka.

"Mm, sana masuk gih." cowok itu mendorong pelan gadis didepannya.

Fair melambai dengan senyuman lebar. Ketika ia hendak menutup pintu, suara khas Tristan menghentikan gerakannya.

"Ada lagi kakak kelas ganteng?" perkataan Fair kontan membuat Tristan tertawa pelan. Ia menatap gadis itu lekat dan Fair balas menatap cowok tersebut dengan ekspresi polosnya yang menggemaskan. Ingin sekali Tristan mencubit pipi tembem itu.

"Jangan pernah berpikir untuk menyukai cowok lain, dan jangan tersenyum seperti itu pada laki-laki lain." kata Tristan lalu kembali mendorong pelan tubuh Fair dan menutup pintu kemudian pergi.

Fair masih mematung ditempatnya. Perkataan Tristan membuatnya bingung dan ... Gugup? Kenapa dia malah gugup begini? Dan apa maksud perkataan cowok itu tadi? Fair terus berpikir keras, lalu ia teringat perkataan Sasa. Jangan-jangan dugaan Sasa benar lagi, kak Tristan menyukainya. Memikirkan itu rasa gugup Fair bertambah.

"Manis," suara itu hampir membuat Fair melompat ditempatnya.

Gadis itu menoleh dengan sebelah tangannya memegangi dadanya. Ternyata kak Sam. Ia pikir siapa tadi.

"Kak Sam, aku kaget banget tahu." gerutunya sambil mengusap-usap dadanya.

Sam terkekeh. Lalu raut wajahnya berubah serius.

"Kamu darimana aja? Kenapa baru pulang jam segini? Kakak udah pernah bilang kan kalau mau mampir ke suatu tempat, kasih tahu kakak." ucapnya tegas. Fair menunduk, ia lupa.

"Maaf kak Sam," gumamnya dengan kepala terus menunduk..

Samudera menatapnya lama kemudian menarik nafas panjang.

"Ayo ke sini dekat kakak," gumamnya kemudian. Ia tidak tega marah lama-lama ke gadis kesayangannya itu.

Saat Fair berhenti melangkah didepannya, pria itu mengusap-usap rambutnya dan membawa Fair ke ruang duduk. Mereka duduk di sofa.

"Tadi yang anterin siapa?" tanya Samudera. Ia dengar Fair bicara dengan seorang laki-laki tadi, tapi tidak suara laki-laki itu tidak jelas.

Bukannya Samudera tidak mau Fair berteman atau dekat dengan laki-laki lain, tapi ia harus tahu dulu asal-usul laki-laki tersebut. Dari keluarga baik-baik tidak, bisa di percaya atau tidak. Apalagi Fair adalah masih polos, masih gampang dibohongi oleh para lelaki buaya tidak bertanggung jawab.

"Kak Tristan," sahut Fair.

Setelah gadis itu mengatakan nama Tristan, Samudera baru ingat kalau Tristan dan gadis ini memang cukup dekat. Ia juga bisa lihat ketertarikan Tristan pada Fair. Samudera akhirnya bisa bernapas lega sekarang. Kalau laki-laki yang dekat dengan Fair adalah Tristan, ia tidak perlu khawatir.

Samudera sangat mengenal sahabat lamanya itu. Mereka sudah bersahabat dari kecil, tentu saja semua hal tentang seorang Tristan Samudera mengetahuinya. Yang tidak ia ketahui hanyalah kehidupan Tristan beberapa tahun ini, mulai dari laki-laki itu pindah. Tentang sifat, tidak perlu diragukan. Sifat Tristan Samudera sudah hafal mati.

Tristan tidak pernah pacaran sebelumnya, tidak nakal seperti kebanyakan pria, bertanggung jawab, juga berasal dari keluarga berada. Dan pria itu kalau sudah mengklaim seseorang menjadi miliknya, ia akan benar-benar menjaga orang tersebut. Kalau  Fair bersama Tristan, Samudera tidak akan ragu. Ia yakin cowok itu akan memperlakukan Fair dengan baik.

"Jadi kamu sejak tadi sama Tristan? Kenapa nggak di ajak masuk?"

"Kata kak Tristan udah malam. Nggak baik berduaan malam-malam gini kalo sama aku, gitu katanya." Fair mengangguk lalu menjelaskan.

Samudera terkekeh. Benarkan. Sebagai cowok, Tristan memang dapat di percaya.

"Ya udah. Lain kali kalau kamu mau keluar lagi sampai malam, ingat ganti baju dulu. Keluyuran pake seragam gitu nggak baik."

Fair menyengir lalu mengangguk lagi. Memang kak Sam ini seperti pengganti kakak dan papanya. Papanya yang terlalu sibuk kerja membuat jarang pulang rumah. Hingga Fair merasa kesepian. Dulu ia tidak peduli papanya mau pulang ke rumah atau tidak karena masih ada kakaknya. Namun setelah kepergian sang kakak, Fair berharap sekali papanya akan mengurangi kesibukannya untuk menemaninya. Sayangnya itu hanya khayalannya belaka. Papanya tambah sibuk, parahnya lagi yang terus disisinya adalah para pengawal.

Kalau waktu itu tidak ada kak Sam yang selalu mensupport, menjaga dan menemaninya, mungkin Fair sudah memilih ikut kakaknya. Meninggalkan dunia ini dengan cara yang pernah ia pikirkan.

Hidup mewah dan diperlakukan bak Putri memang adalah impian semua orang, tapi bagi Fair, ia lebih ingin papanya menemaninya. Tapi itu tidak pernah terjadi. Namun kehadiran Samudera di hidupnya merupakan sebuah keberuntungan yang tidak pernah dia duga. Samudera seperti hadiah dari Tuhan untuk menggantikan kakaknya. Fair tidak pernah kesepian lagi sekarang. Karena satu persatu orang penting mulai muncul dalam hidupnya. Tentu saja Tristan masuk dalam sejumlah orang penting itu.

"Oh ya, besok kamu kosong kan pulang sekolah?" tanya Samudera kemudian.

"Kenapa emangnya?"

"Tim kakak mau tanding basket di sekolah. Kakak pengen kamu bisa ikut nonton,"

"Bisa ajak temen nggak?" Fair bertanya.

"Siapa, Tristan?"

"Nggak," sahut Fair langsung. Samudera tertawa pelan. Tanpa Fair ajak pun, ia akan menghubungi Tristan nanti. Mengajaknya ikut nonton pertandingannya juga.

"Temen yang bakal aku ajak ini cewek kak Sam. Teman sekelas aku yang pernah aku ceritain." jelas Fair. Samudera lalu mengangguk-angguk.

"Terserah kamu aja." gumamnya, kemudian mengacak-acak rambut Fair.

1
euprasia kewa
lanjut dong thor
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
emg gak punya alamat lengkapnya? kan bs pke googelmap. owalah fair
Dysha♡💕
tau gitu ga baca dari awal.
Dysha♡💕
katanya sudah tamat,tapi kok gantung sih Thor,,apalah padahal bagus ceritanya ,,kecewa bangat.
Dysha♡💕
aaaaa sasa
Dysha♡💕
fair sebenernya pintar,hanya saja karena kecelakan jadi agak eror otaknya 😂
Dysha♡💕
dari sekian banyak novel yg lucunya natural ya cuma novel ini😂ya ampun ga berhenti ngakak dari tadi aku🤣
Dysha♡💕
aduh sampe keluar air mataku gara gara ketawain kelakuan fair😂
Jong Nyuk Tjen
maaf thor , aku ga jadi baca . Endingnya d gantung sih
E F
yah kok gini
Santi Nalia
bagus lah Sasa putusin aja cwok kyk gitu....nggak bisa bedain mana pacar...mana adik....
Santi Nalia
tuh kan....samudra....kurang respek SM dia...
Santi Nalia
kurang suka SM sikap ny samudra...terlalu berlebihan SM fair...pdahal kan dia SDH punya cwek seharus ny cwek ny dong prioritas utama.....yaa..walaupun fair SDH d anggap adik sih ....tp ya harus jaga dong perasaan dan hati cwek ny....
Ririn Ningsih
gantung bngt, lanjutannya mana??
Woro Wardani
menarik
shena
🤭🤭🤭
Anonymous
Kak, laniutt Sam sm Dilla aja
ayli
kalo kabur bilang bilng namanya bukan kabur lagii diilll🤣
Anonymous
Kak pleasee lanjutin ceritanyaaa🥺🥺
Bundanya Syahdan
kak kok uda nggak lanjut si 😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!