NovelToon NovelToon
Cerai

Cerai

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Tamat
Popularitas:497.9k
Nilai: 3.9
Nama Author: rizal sinte

Nanda mengetahui kenyataan pahit ternyata suaminya mencintai wanita lain selama ini. Nanda langsung menggugat cerai suaminya itu tanpa pikir panjang, dia tidak ingin mempertahankan laki-laki yang tidak mencintai dirinya.

" Kalian langsung saja pergi ke KUA untuk mendaftarkan pernikahan." Nanda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rizal sinte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34

Tiba-tiba Nanda mengecup bibir Farhan agar laki-laki itu sedikit tenang.

" Ini air mata bahagia, aku bersyukur bisa bertemu denganmu. Semoga kita selalu bersama membina rumah tangga bahagia tanpa harus saling menyakiti. Terima kasih karena sudah mencintaiku dan mau menerima kekuranganku, aku bahagia."

Farhan langsung menarik Nanda dan memeluknya erat. Iya juga merasakan kebahagiaan yang tiada tara. Cintanya terbalas dan juga mau menerima dirinya apa adanya, mau menerima anak dan juga kekurangannya. Lantas nikmat apalagi yang harus didustakan. Hanya laki-laki bodoh saja yang menyia-nyiakan wanita setulus seperti Nanda.

" Ehem ..." Mendengar suara deheman membuat Nanda dan Farhan langsung melepaskan pelukan mereka dengan wajah yang merah merona.

" Papi, kakak."

" Hehehe, Manda seperti kita datang diwaktu yang tidak tepat. Seharusnya kita beli buahnya yang banyak saja." ujar oma Gina sambil cekikikan. Ia menjadi merasa bersalah lantaran sudah menganggu waktu anak dan sepertinya sudah menjadi calon menantunya itu.

" Ibu ..."

Wajah Nanda sudah sangat merah, rasanya ia ingin menenggelamkan diri ke dasar lautan dalam sangking malunya sudah tertangkap basah oleh calon ibu mertua. Jangan sampai dirinya di cap buruk oleh calon mertuanya itu.

" Kakak lagi sakit ya, Manda jadi sedih." Rupanya anak itu tidak menghiraukan apa yang ia lihat barusan. Gadis kecil itu terlalu fokus pada Nanda yang sedang sakit.

Nanda tersenyum lalu ia mengusap kepala Manda dengan sayang. " Kakak gak apa-apa kok, sebentar lagi sembuh kan sudah minum obat. Jadi Manda jangan sedih ya."

Manda sangat sedih. " Boleh Manda peluk," ucapnya ragu.

Nanda tersenyum lalu dia merentangkan kedua tanyanya. " Kemari Lah." Dengan senang hati Nanda menerima pelukan gadis kecil itu karena ia sangat merindukan nya.

" Kakak ..." Manda membenamkan wajahnya di dada Nanda, ia sangat sedih mendengar wanita kesayangannya itu sakit bahkan sampai masuk rumah sakit. Manda tidak ingin kehilangan wanita yang sudah ia anggap sebagai ibu tersebut.

" Ah Manda, cepetan turun tidak boleh memeluk kakak seperti itu. Kakak kan sedang sakit," tegur Farhan.

" Sudah tidak apa-apa, lagi pula aku sangat merindu memeluk Manda," ucap Nanda sambil mengusap-usap punggung Manda yang masih memeluknya erat.

Hiks ... hiks ...

" Hey, kamu kenapa nangis? Apa gara-gara Papi melarang kamu tadi?" Panik Nanda lalu ia melotot pada Farhan. Gara-gara melarang memeluk dirinya Manda menjadi nangis.

" Hiks ... hiks. Manda takut," ucapnya, Manda masih menangis.

" Takut kenapa, apa takut sama Papi? Kamu jangan nangis lagi, biar kakak yang akan memarahinya, jadi kamu jangan takut lagi ya," bujuk Nanda, dia kembali melotot pada Farhan..

" Manda takut kakak kenapa-napa. Manda tidak mau kakak pergi meninggalkan Manda seperti Mami," ucapnya sangat mengejutkan. Sungguh besar rasa sayang Manda sehingga takut kehilangan. Nanda jadi terharu.

" Sayang, liat kakak." Manda mendongak. Dengan lembut Nanda menghapus air matanya.

" Kakak cuma demam biasa karena kelelahan dan kurang istirahat. Jadi tidak mungkin sampai meninggalkan Manda yang cantik ini, jadi Manda jangan takut ya karena kakak akan selalu ada bersama Manda."

" Sungguh? Kakak berjanji akan selalu bersama Manda selamanya?" Katanya dengan wajah cerah penuh harapan.

Nanda tersenyum lalu mengecup seluruh wajah Manda dengan gemas. " Insyaallah jika Allah mengizinkan."

" Manda jangan khawatir, Papi berjanji bakalan membuat kakak selalu bersama kita secepatnya," timpal Farhan, laki-laki itu duduk di ranjang pasien lalu meraih tangan Nanda tujuannya ingin memberitahu bahwa mereka memiliki hubungan khusus.

" Sungguh, tapi bagiamana caranya kan kakak Nanda punya rumah sendiri, jadi tidak mungkin selalu bersama kita." Wajahnya kembali sedih.

" Tidak akan jika Papi dan kakak Nanda menikah. Kamu mau kan kalau kakak Nanda menjadi Mami kamu?" jawab oma sangat bahagia, akhirnya anaknya itu berhasil menemukan pawangnya. Ternyata ketidak pulangnya tadi malam membuahkan hasil.

" Mau ... hore Manda punya mami." Manda lebih bahagia karena sebentar lagi akhirnya dirinya memiliki seorang ibu dari wanita yang ia sayang.

Wajah Nanda tersipu malu, ia berusaha melepaskan pegangan tangan Farhan lantaran malu dilihat calon anak dan calon ibu mertua.

" Lepas, Mas," pinta Nanda berbisik.

" Tidak akan, aku tidak akan melepaskanmu," balasnya dan males semakin mempererat genggamannya.

" Romantisnya, jadi teringat masa muda dulu." Komentar Oma Gina. Nanda semakin malu saja dibuatnya.

" Oh iya ... apa kamu sudah menghubungi orang tua kamu, sayang?" Tanya Oma Gina.

" Sudah Bu mungkin sedang dalam perjalanan ke sini," jawab Nanda. " Emmm, apa tidak apa-apa kalau orang tuaku datang ke sini dan bertemu dengan kalian?" Tanyanya ragu.

" Justru malah lebih bagus, ya itung-itung kenalan agar bisa lebih dekat lagi dengan calon besan," ucapnya senang.

" Oh begitu, syukurlah." Lega rasanya, tadinya Nanda sedikit khawatir lantaran keluarga Farhan bakalan bertemu dengan keluarganya. Tapi, apa tidak apa-apa?

" Ya ampun Nanda. Kok bisa sampai sakit begini sih? Kamu gak papa?" Panjang umur, baru saja dibicarakan, mereka sudah datang dengan cepat.

" Ayah jangan lebay, aku cuma demam biasa aja." Malu sekali lantaran ayahnya terlalu berlebihan khawatirnya. Apalagi ada calon ibu mertua disana, duh mau tarok dimana mukanya ini.

" Kamu pasti kecepatan makanya sampai sakit begini. Kamu tuh ya kebiasaan." oceh ayah Nanda yang bernama Bara Prakoso itu.

" Eh, Nanda. Mereka siapa?" Kemudian dia berbisik baru menyadari jika diruang rawat anaknya ada orang lain.

" Nanti aku kenalin, tapi Bunda mana?" Nanda mencari keberadaan ibunya, ia ingin segera memperkenalkan mereka.

" Oh, itu tadi bunda kamu pergi ke toilet." Nanda manggut-manggut, sedangkan Bara terus memperhatikan satu persatu orang asing di ruangan anaknya, terutama Farhan.

Bara menatapnya intens sampai-sampai Farhan kesulitan bernafas. Nanda merasa tidak nyaman ia bingung mau diperkenalkan sekarang atau menunggu kedatangan ibunya dulu. Tapi, melihat tatapan mata sang ayah membuatnya tidak tenang.

" Emmm, Ayah. Ken ..."

Ceklek...

" Loh, jeng Hana!" Dunia begitu sangat sempit ternyata Oma Gina mengenali Bunda Hana ibunya Nanda yang baru saja datang.

" Eh Mbak Gina kita ketemu lagi, padahal baru kemarin loh kita bergosip seharian." Heboh bunda Hana. Wanita itu bahkan langsung duduk di samping oma Gina dan melupakan Nanda atau suaminya disana yang menatapnya keheranan. Begitu juga dengan Farhan dan Manda.

" Iya ya, tau aja kalau kemarin masih belum puas." Keduanya cekikikan.

" Tapi ... kok bisa ada disini? Siapa yang sakit Mbak." tanya bu Hana.

" Calon mantu," jawab oma Gina malu-malu.

" Wah, kayaknya bakalan ada pesta besar nie. Jangan lupa undangannya ya, pasti seru deh apalagi kalau ibu-ibu yang lain di undang juga." Kedua malah mengobrol asik sendiri. Benar-benar melupakan orang-orang dituang tersebut.

" Tentu dong, kalau soal itu gak bakalan lupa. Eh, ngomong -ngomong jeng Hana ngapain di rumah sakit ini?" Farhan dan Manda menepuk keningnya.

" Oh, anak aku katanya lagi sakit. Makanya aku mau menjenguknya. Eh, tunggu dulu, kol rasanya ada yang aneh." Bu Hana baru menyadarinya.

" Loh ini kan ruangan Nanda. Kok Mbak Gina bisa ada disini?" Sekarang giliran Nanda dan ayah Bara yang menepuk keningnya.

" Aduh, Bunda." ucap keduanya sudah tidak heran lagi.

" Kan tadi sudah saya bilang kalau calon mantu lagi sakit," jawab oma Gina.

" Eh, eh ..."

Loading ...

Satu detik.

Dua detik.

Tiga detik...

" Kyaaaa ..." teriak keduanya heboh. " Jadi calon mantu Mbak itu adalah Nanda, anak saya?" ucap bu Hana kegirangan.

" Ya ampun, gak nyangka dunia ini ternyata sempit banget ya Jeng. Kita bakalan jadi besan." Tak kalah girang, kedua pun berpelukan bahkan sampai lompat-lompat sangking senengnya. Dari besti menjadi besan.

" Sudahlah, lupakan saja mereka. Dan sekarang, apa ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan ke Ayah?"

1
Yosda tegar Sakti
cerita ny kq campur "y bingung baca ny
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
Alurnya buat aQ pening.. gara2 iklan😅
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
Astaga lembabnya🤭🤭
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
Nanda doktor tpi otaknya lambat loading🤭🤭
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
typo mulu Thor😅
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
mantap Nanda jgn berpaling dari keputusan mu..
Mira
ini ko ceritanya makin gak jelas ajir
Mira
gak jelas cerita
Nurianti Sampit
sengaja ya...ato gimana🤔
Fadjarwati Endang
Kok isi ceritanya jadi ga jelas dan ngawur ya
Tining Revi
up sesuka hati. ceritanya apa, up nya apa. ora nyambung blas
Farida Rida
Kok ada ya athor yg seperti ini egois, sombong tak pernah mau dengar keluhan para pembaca,klu emang udah otak udah bobrok ya tamati aja ceritanya,klu ceritanya trs gini jls athor menunjukkan kebobrokan nya sendiri sebgai penulis cerita
Lyza Yessy
sebenere ada apa denganmu Thor, masak 2 novelmu semrawut bersamaan, ceritanya apa bab tambahannya buanyak jg, jd ga karuan novelmu Thor,sayang ceritanya bagus tp jd amburadul🤦🤦
Erni Nofiyanti
nama sama Farhan,tp ngga ada Nayla
puyeng saya bacanya.kalau novel baru jgn di campur bab nya KK
keder baca nya.
Ira
baru x ini aku baca novel yg GK jelas..dari ratusan yg udh aku baca.. thanks Thor semoga next time ada perubahan
Hanisah Nisa
lanjut lagi
Soraya
lanjut
M Holis
membingungkan🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔😩
Erni Nofiyanti
dobel
Erni Nofiyanti
Farhan orang kaya masa Nanda ngga di kasih pengawal udh tau musuhnya orang kuat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!