Sebuah musibah merenggut keluarganya dan dia ditolong oleh seorang pendekar yang pernah jaya dimasanya. Yuk kita sama sama melihat jalan ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tio Bukilsum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Beberapa Tahun Telah Berlalu.
Tio menggunakan ilmu meringankan tubuh berjalan diatas udara, tubuhnya bergerak meliuk liuk diatas udara menghindari kemanapun arah batang bambu mengejarnya. Dia dengan sangat mudah menghindarinya.
"Awas ya, kalau kamu tidak mau membalas serangan kakek dan cuma menghindar saja. Jangan salahkan tubuhmu jadi babak belur aku gebuk. Hahaha" Ucap Thio Sam Hong mengancam.
"Cih. Hanya jurus Dewa memukul anjing saja dibangga banggakan, lihat jurus Dewa ilusi memukul anjing yang sesungguhnya" Ucap Tio mencibir, lalu dia meningkatkan tenaga dalamnya hingga setengahnya. Terlihat tubuhnya berubah seperti ilusi.
Gerakannya langsung berubah sangat cepat, terlihat tubuhnya berubah jadi beberapa bayangan.
"Hahaha. Hanya jurus Dewa ilusi saja kau bangga banggakan didepan kakek gurumu ini. Awas jaga tubuhmu jangan sampai kena gebuk oleh bambu ini" Ucap Thio Sam Hong melesat menyerang kearah muridnya semakin cepat lagi.
Tak terasa sudah lima puluh jurus telah terlewati, terlihat kedua orang beda usia itu terus menjual beli serangan. Belum ada satupun diantara mereka berdua yang berhasil mengenai tubuh satu sama lainnya. Tapi tiba-tiba terdengar suara keras.
"Krakkk!"
Tio Buki terpaksa menggunakan tangannya yang sudah dialiri tenaga dalam sampai setengah untuk menangkis bambu yang akan mengenai mukanya, hingga dia tersurut mundur beberapa langkah kearah belakang.
"Hahaha. Hahaha. Bagus, bagus, Tio! Kakek gurumu bangga dengan perkembangan ilmu silatmu sekarang. Lihat serangan berikutnya" Ucap Thio Sam Hong membuang bambu yang ada ditangannya karena sudah patah.
Tiba-tiba terlihat tangan kakek gurunya telah berubah menjadi warna ungu, melihat itu Tio jadi tersentak kaget dengan jurus yang akan dikeluarkan oleh gurunya.
"Kakek guru! Apakah kau ingin membunuhku dengan ilmu Dewa ungu itu, ya?" Tanya Tio, lalu dia mengeluarkan ilmu Dewa badai.
Disekelilingnya terlihat putaran angin yang sangat kencang seperti dinding kokoh seakan akan akan sebagai pelindung bagi tubuh Tio.
Thio Sam Hong melepas ilmu Dewa ungu kearah Tio. Tanganya seketika berubah menjadi api ungu lalu dilepaskan kearah muridnya.
"Whussss!"
Hawa yang terasa sangat panas seakan akan membakar apa saja yang dilaluinya, dan Tio tidak tinggal diam saja. Dia juga melepaskan ilmu Dewa badai kearah Api ungu yang datang siap membakar tubuhnya.
"Blegarrrrrrrrr!"
Terdengar suara yang maha dahsyat mengema ditempat itu, dua pukulan dipenuhi tenaga dalam tingkat tinggi saling bertemu di udara.
Tubuh Tio terlempar jauh kearah belakang dengan dada yang berdenyut denyut sakit. Lalu dia segera duduk bersila mengalirkan tenaga dalamnya keseluruh tubuh untuk menyembuhkan luka dalam.
Sedangkan gurunya juga tersurut mundur beberapa langkah kearah belakang, badannya juga bergetar hebat. Lalu kemudian melesat kearah muridnya.
"Kau tidak kenapa-kenapa kan?" Tanya Thio Sam Hong khawatir, ketika dia telah tiba didekat muridnya.
"Hehehe. Itu kecil kek, aku tidak kenapa-kenapa" Jawa Tio Buki cengengesan seraya garuk garuk kepala.
"Hahaha. Bagus, bagus itu. Itu baru namanya muridku, tahan pukul dan tahan banting. Sekarang kau bersihkan dulu dirimu dan temui aku didalam gubuk. Ada yang ingin aku bicarakan dengan dirimu" Ucap Thio Sam Hong.
"Sekarang ya kek?" Tanya Tio sangat serius.
"Bukan, tahun depan. Ya sekarang lah!" Dasar murid edan. Setelah itu dia menghilang dari tempatnya.
Tio kemudian bangun dan pergi kearah sungai yang ada dibawah gunung itu, tidak beberapa lama kemudian dia telah kembali lagi ketempat gubuk gurunya.
Bersambung ke episode selanjutnya.