Heaven, pria tampan sejuta pesona yang telah mendapat predikat playboy sejak SMA, mengalami nasib tragis setelah mendapatkan kutukan dari salah satu mantannya.
"Aku sumpahi kamu menjadi perjaka tua. Tak akan ada yang mau menikah denganmu. Jika adapaun kau akan mendapatkan istri yang sangat jelek." Ucap Selena setelah mengetahui jika dia bukan satu satunya kekasih Heaven. Ternyata pria itu memiliki 4 orang kekasih disaat bersamaan.
Entah karena kutukan itu atau karena memang takdir, hingga usia 33 tahun, Heaven tak juga laku. Kisah cintanya selalu kandas tak sampai pada pernikahan.
Hingga sang mamanya yang sudah kebelet pengen cucu, mendatangi paranormal untuk menghilangkan kutukan tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JAMUAN MAKAN
Sesampainya dibawah, ternyata mama Mita dan Rafa sudah menunggu dimeja makan. Melihat Rafa menatap kearahnya, Heaven langsung menggandeng lengan Mayra. Dia ingin menunjukkan jika sekarang, Mayra adalah miliknya.
"Ayok buruan duduk, kita udah lapar," ujar mama Mita.
"Lapar yang tinggal makan aja sih Mah. Lagian ngapain juga nungguin kita," celetuk Heaven.
"Ven, yang sopan dong. Ada tamu ini," ujar mama Mita.
Heaven memutar kedua bola matanya malas. Tamu? Astaga, tamu yang tidak diharapkan kedatangannya, batin Heaven. Kalau saja bukan karena mamanya, sudah pasti dia akan menendang Rafa dari rumah ini.
"Kamu sebelah sini Yank." Heaven mendorong pelan Mayra kekursi sebelah. Dia tak rela jika Rafa duduk berhadapan langsung dengan Mayra.
Setelah Heaven dan Mayra duduk, mama Mita langsung berdiri, mengambilkan nasi untuk Rafa.
"Mau lauk apa?" tanyanya sambil menoleh kearah Rafa. "Gak usah sungkan, jamuan ini memang buat kamu."
Rafa hanya tersenyum. Mungkin kalau tak ada Heaven, dia akan langsung menyikat makanan enak diatas meja. Tapi situasi saat ini, menuntutnya untuk jaga image, jangan sampai Heaven ilfeel padanya. Selain itu juga ada Mayra.
"Ayam saja," sahut Rafa.
"Sekalian ikan ya? Gurame asam manisnya enak banget loh. Ini masakannya Mayra, menantuku."
Heaven langsung melotot mendengar jika Mayra yang memasak ikan tersebut. Saat Mama Mita mau mengambil, Heaven langsung menarik piring berisi gurame kearahnya.
"Heaven, apa apaan sih?"
"Ini buat Heaven semua Mah."
"Semua?" Mama Mita mengerutkan kening. "Ikan itu besar, masa iya mau kamu makan semua?"
"Mayra masak spesial buat Heaven. Jadi sudah seharusnya Heaven menghabiskan semuanya."
"Ya tapi i_"
"Mah, please. Lauk lainnya ada, jadi mending ambil lainnya saja."
Rafa yang tak enak karena terjadi perdebatan karenanya langsung angkat bicara.
"Tidak masalah sayang, aku makan ayam saja. Lagian aku tak berapa suka gurame." Tentu saja Rafa hanya berpura pura. Sebenarnya dia sangat suka gurame, terutama masakan Mayra. Jujur saja, dia sangat rindu masakan mantannya itu.
Mayra menyebikkan bibir. Dia tahu jelas makanan itu kesukaan Rafa. Mayra juga heran kenapa Rafa datang pas banget saat dia masak makanan kesukaannya. Semua ini ketidak sengajaan, dia tak tahu Rafa akan datang.
"Maafin Heaven ya," mama Mita merasa tak enak pada Rafa.
"Ngapain minta maaf. Emang Heaven salah apa? Ikan ini yang masak istri Heaven, duitnya juga pakai duit Heaven, jadi salah Heaven dimana?"
Mayra sejak tadi hanya diam. Menikmati pertunjukan di meja makan yang lumayan mengasyikkan. Dia merasa senang saat melihat Rafa terpojok.
"Tapi Rafa ini tamu Ven, tak seharusnya kamu bersikap kayak gini," mama Mita kesal dengan sikap kekanak kanakan Heaven. Padahal dia beharap keduanya akan cocok.
"Tamu tak diundang," celetuk Heaven.
"Mama yang un_"
"Sudahlah sayang, aku tak masalah kok," potong Rafa sambil memegangi lengan mama Mita. "Lebih baik kita makan saja."
Mayra pengen sekali muntah mendengar Rafa memanggil mama Mita sayang. Menggelikan sekali memanggil semesra itu pada wanita yang lebih cocok menjadi ibunya.
Mama mita menyerahkan piring berisi nasi dan lauk kehadapan Rafa. Setelah itu, dia mengambil untuk dirinya sendiri.
Setelah mama Mita selesai mengambil makan, giliran Mayra berdiri. Mengambilkan nasi untuk Heaven lalu meletakkan didepannya.
"Makasih sayang. Kamu memang istri idaman. Sudah cantik, pinter masak dan juga pandai nyenengin suami. Semoga saja mantan kamu gak menyesal karena sudah ninggalin kamu."
Huk huk huk
Rafa yang baru makan beberapa sendok langsung tersedak. Kalimat Heaven terdengar seperti sindiran pedas untuknya.
"Pelan-pelan dong sayang." Mama Mita segera mengangsurkan air putih kedepan Rafa.
"Gak pernah makan enak kali. Makanya pas lihat makanan enak, pengennya cepet cepet, segera dihabiskan saja," ledek Heaven.
"Heaven, apa apaan sih kamu." Mama Mita sungguh dibuat kesal karena ulah Heaven. Jika tahu ujungnya seperti ini, mending tadi dia makan berdua saja dengan Rafa.
Setelah menegak air putih setengah gelas, Rafa menatap Mayra. Dia penasaran, apakah mantanya itu sudah cerita tentang masa lalu mereka pada Heaven.
"Gak udah lihat lihat kalau besok masih pengen punya mata."
"HEAVEN!" Pekik mama Mita yang kehabisan kesabaran. Heaven sungguh membuatnya malu didepan Rafa. "Bersikaplah yang sopan."
"Dia yang tidak sopan. Matanya jelalatan melihat Mayra," sahut Heaven.
"Itu tidak benar sayang," sangkal Rafa.
"Aku melihat sendiri kau menatap istriku," Heaven tak mau kalah.
"Sudah-sudah, lebih baik kita segera makan. Jangan sampai membuat makanan menunggu terlalu lama." Kepala mama Mita sampai pusing karena anak dan calon suaminya tak bisa akur.
Babnya pendek, cukup padat ceritanya,,
Tapiiii kyknya ga rela tamat, debaynya blom lahir thor..
Semangat & teruslah berkarya thor..