NovelToon NovelToon
Pernikahan Tanpa Mempelai

Pernikahan Tanpa Mempelai

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / CEO / Percintaan Konglomerat / Persahabatan / Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: Susanti 31

Spion Off "Tuan Muda Amnesia"

Di hari yang seharusnya menjadi momen terindah, kabar buruk menyergap kediaman Alexander. Calon mempelai putra sulung mereka menghilang, tanpa jejak, tanpa pesan.

Namun, upacara tetap disiapkan, tamu tetap berdatangan, akan tetapi kursi di samping Liam Alexander kosong. Liam bersikeras menunggu, meski semua orang mendesaknya untuk menerima kenyataan.

Semakin lama Liam bertahan, semakin jelas bahwa ada sesuatu yang tak beres, dan hilangnya calon istrinya bukanlah kejadian kebetulan

Follow instagram @Tantye untuk informasi seputar novel

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

H -1 Pernikahan 2

Mendapatkan amanah dari sang sahabat, Seaven langsung meninggalkan apartemennya untuk menjemput Arumi dan memastikannya aman sampai di rumah agar Liam tidak bersedih.

Seaven berjalan cepat memasuki studio dan menemukan Arumi bersiap-siap untuk pulang. Dia tahu Arumi tidak terlalu nyaman dengannya, tetapi karena kesetiannya pada Liam ia selalu merima ketidaknyamanan itu.

"Liam menyuruhku menjemputmu," ujar Seaven pada Arumi.

"Saya bisa pulang sendiri. Kamu bisa mengantar Sevia pulang, hari ini dia tidak membawa kendaraan," jawab Arumi berjalan keluar dari studio. Menguncinya agar semua foto yang ada di lantai dua aman sampai pameran tiba.

"Tapi Liam memberiku amanah untuk ...."

"Saya yang menolak dengan artian kamu nggak lari dari amanah itu mas Seaven."

Tampak Seaven menghela napas panjang, pria itu melirik Sevia yang berdiri mematung seolah bingung harus ikut dengan siapa. Hari ini mood atasannya sangat buruk mungkin karena ada yang merusak gambar yang dia dapatkan susah payah untuk pameran.

"Sevia ikutlah bersama Seaven, dia akan mengantarmu pulang!" teriak Arumi yang sudah berada di dalam mobilnya.

Wanita itu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sedangkan Seaven hanya bisa menghela napas melihat kekeras kepalaan calon istri sahabatnya.

"Saya akan mengantarmu pulang, tapi setelah memastikan Arumi sampai dirumah dengan aman," ujar Seaven dan dijawab anggukan oleh Sevia.

Pria itu pun melajukan mobilnya, menambah kecepatan agar bisa menyusul Arumi. Namun kecepatan itu tiba-tiba memelan melihat mobil yang dikendarai Arumi seperti tidak terkendali di jalan raya lumayan sepi.

"Pak Seaven, sepertinya mobil bu Arumi akan ...."

Belum selesai Sevia berucap, mobil di depan mereka akhirnya hilang kendali dan menabrak pembatas jalan.

Seaven langsing menginjak rem, buru-buru turun dari mobil dan berlari untuk menghampiri mobil Arumi yang mulai berasap. Namun, saat hampir tiba tubuh Seaven terpental berbarengan suara ledakan sangat dahsyat seolah ada sesuatu di dalam mobil yang memicu ledakan.

"Bu Arumi!" teriak Sevia dengan jantung hampir berhenti melihat kobaran api pada mobil yang dikendarai oleh atasannya.

Sevia kembali berlari menuju mobil untuk mengambil ponselnya, menghubungi damkar dan keluarga Arumi. Sedangkan Seaven sepertinya mulai hilang akal, semakin mendekati kobaran api sehingga punggungnya dihantam benda keras ketika terjadi ledakan kedua kalinya.

"Tuan Seaven tidak boleh mendekat!" Sevia menarik tangan Seaven agar tidak hilang akal.

"Liam akan bersedih Sevia, besok adalah pernikahannya. Saya sudah berjanji membawa Arumi tiba dirumah dengan selamat." Seaven meraung, andai damkar tidak cepat datang mungkin Seaven benar-benar memasuki mobil yang tidak berbentuk itu.

"Pak di dalam mobil ada atasan saya, tolong selamatkan dia," pinta Sevia dengan air mata berderai.

Namun, tampaknya aparat keamanan tidak punya harapan untuk menyelamatkan orang di dalam mobil.

....

Langkah kaki terus terdengar silih berganti menghampiri brankar yang telah ditutupi kain putih. Suara tangisan, raungan kepedihan terdengar samar di telinga Liam seolah ia berada di dimensi lain.

Semuanya terasa fana, semakin lama Liam tidak mendengar suara apapun dan hanya menyaksikan keluarga silih berganti menghampiri brangkar di mana ada tubuh dan wajah yang tidak bisa dikenali akibat luka bakar sangat parah.

Liam melangkah pelan, mendekati brankar dan saat dia tiba tangan Arumi keluar dari kain putih memperlihatkan jemari lentik dengan cincin yang lupa di lepas. Ia hampir hilang keseimbangan melihat cincin tersebut. Cincin lamaran yang hanya ada sepasang sebab Liam memesan khusus untuk mereka.

Tidak ada air mata, sepatah kata pun tidak keluar dari mulut Liam ketika brangkar di dorong menjauh.

Dan hal yang terdengar bodoh di telinga keluarganya juga keluarga Arumi berhasil keluar dari bibir Liam.

"Pernikahan akan tetap di laksanakan," ucap pria itu dengan tatapan kosong dan wajah dinginnya.

....

Masa sekarang ....

Kelopak mawar merah berserakan di kaki Liam, keindahannya tidak lagi terlihat setelah terlepas dari tangkai. Terlebih ketika sepatu mahal pria itu menginjaknya tanpa perasaaan.

Liam meletakkan gaun pengantin di atas tempat tidur dan berlutut di sisi ranjang. Sampai detik ini belum ada air mata yang membasahi pipi Liam, seolah air mata itu tidak pernah ada dalam dirinya.

Dia menepuk dadanya yang terasa sesak, ia sulit untuk bernapas sampai akhirnya lolongan kesakitan keluar dari mulutnya, mengema di langit-langit kamar.

Sakitnya tidak tertahankan dan Liam tidak pernah membayangkan akan merasakan sakit di hari dimana seharusnya ia bahagia dan tertawa bersama keluarganya.

Lama Liam dalam posisi tersebut sampai akhirnya bangkit dan mengambil gaun pengantin impian Arumi, menggantungnya di dalam lemari kaca yang tempus pandang.

Pria itu masuk ke kamar mandi, menguyur tubuhnya dengan air dingin. Dia hampir satu jam di ruangan dingin itu sampai akhirnya memunculkan batang hidungnya di hadapan Seaven yang ternyata masih ada di dirumah.

"Semua orang sudah kembali, dan om Cakra menanyakan keberadaanmu. Mereka mungkin khawatir ...."

"Aku baik-baik saja Ven, kamu bisa pergi sekarang."

"Really?" Seaven memastikan dan dijawab anggukan oleh Liam.

"Oke kabari aku kalau kamu membutuhkan teman curhat." Seaven menepuk pundak Liam sebelum meninggalkan rumah baru tersebut.

Liam pun meninggalkan rumah barunya, bukan untuk bertemu keluarga tetapi ke supermarket demi memenuhi kebutuhan harian, mingguan dan bulanan seperti hayalannya dulu bersama Arumi.

Pria itu terus mendorong troli, memilih bahan-bahan makanan kesukaan Arumi. Cemilan, keperluan wanita dan semua hal yang disukai Arumi dan dirinya seolah tidak terjadi apa-apa dalam hidupnya.

"Tuan Liam."

Liam menoleh dan mendapati Sevia berdiri di sampingnya.

"Kebetulan bertemu di sini. Saya mau membahas tentang pameran istri saya minggu depan. Jangan mengubah jadwal apapun dan lakukan sesuai rencana istri saya."

"Baik Tuan." Meski sedikit terkejut mendapati ucapan Liam, Sevia tetap menganggukkan kepalanya.

"Tuan Liam belanja sebanyak ini untuk apa?"

"Harus dipertanyakan lagi?" tanya Liam balik dan mendorong troli menjauhi Sevia. Padahal wanita itu bertanya karena merasa aneh dengan barang belanjaan Liam.

Usai berbelanja keperluan rumah Liam kembali ke rumah barunya. Menyusun sesuai tempat semestinya seperti yang telah mereka bicarakan saat melihat-lihat rumah ini.

Liam tersenyum mengingat bagaimana cerewetnya Arumi menjelaskan tata letak barang dan hal-hal menarik yang harus mereka lakukan setelah menikah. Usai menyusun barang dan menyadari hari telah gelap, pria itu melanjutkan memasak tanpa kenal lelah.

Padahal di kediaman Alexander dan Rocky sedang tidak baik-baik saja usai kehilangan seseorang secara tiba-tiba.

"Sudah ada kabar dari Liam?" tanya Liora pada suaminya.

"Belum Sayang, terakhir pas mas tanya pada Seaven, dia bilang Liam ada di rumah barunya."

"Aku nggak suka Liam yang seperti itu Mas. Aku lebih ingin melihatnya menangis di pelukanku," lirih Liora yang merasa sikap putranya aneh usai kecelakaan semalam.

....

Oke kita sudah kembali ke masa sekarang😘

1
Nena Anwar
bhahaha emang enak kepergok sama camer omelin Om Rocky Tuan mudanya kapan lagi kan ngomelin Liam 😂😂
ken darsihk
😂😂😂😂😂 Di rumah tetap Rocky yng berkuasa atas anak nya
nuraeinieni
nikahkan cepat pak,supaya mereka bebas nyosor,,,😂😂😂😂
nuraeinieni
uuhh liam lagi model manja sama arumi,,,athur dan sofia seperti tommy and jerry saja,,,,😂😂😂😂
Ikaaa1605
Keciduk nih mas liam main nyosor ajaa🤣
Ikaaa1605
Semangat up mba othor
Nena Anwar
Arhan anak tirinya Eril ya thor
Bucinnya Nunu ☆•,•☆: iya kak, jadinya nggak sepupu seayah
total 1 replies
Dew666
👑🍎
Teh Yen
konflik ringan aj Thor kan yg berat nya udh d awal hehe
nuraeinieni
tangammu sakit liam,tunggu saja kamu di omelin sama arumi.
nuraeinieni
kwkwkw kasian dirimu athur,,pacarmu ngambek
nuraeinieni
yg ringan aja thor biar enak di baca
Teh Yen
menikah saja dengan yg hadir hanya keluarga inti itu sudah cukup yah Liam
ken darsihk
Memang nya masih ada konflik lagi tbor , yang ringan 2 saja thor
Ikaaa1605
Yang ringan aja mba othor
Arsyad Algifari.
yang ringan aja lah Thor ..
Nena Anwar
yg ringan aja thor yg berat cukup berat badan aku aja 🤣✌️
Nena Anwar: maaf maaf thor ✌️😁
total 2 replies
Nena Anwar
semoga Liam dan Arumi hidup bahagia
sryharty
jangan hadirkan seaven lg ka
jijik
nuraeinieni
nggak apa2 sederhana,yg penting sah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!