Dokter playboy Vs gadis preman kampung.
Karena sering berbuat ulah Susi di jodohkan oleh ayahnya dengan anak sahabat yang terkenal playboy dan pecinta wanita dewasa.
Bagaimana nasib rumah tangga star Susi yang setiap harinya selalu bertengkar dan bertengkar?
Akankah mereka bercerai atau mereka berdamai dengan takdir yang mengikat mereka dalam sebuah pernikahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liana kiezia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 34
“Yang mana yang sakit, bang?" tanya Susi bersalah.
Star mengerut dan pontang panting seperti udang sakaratul maut. “Kau gebukin ular Abang dek!" Jerit Star.
“Astaga bang maafkan aku!” kata Susi merasa bersalah.
“Gimana kalog ini mati!" rintih Star.
“Ayo kita ke rumah sakit bang!"
“Nanti aku hanya di tertawakan sama ayah!” star frustasi.
“Kamu kan dokter obatin sendiri, narik aku akan bantu terapi jika harus di terapi, tapi jangan bilang-bilang ke ibu mertua jika aku a-n-u," Susi malu mengatakan kelakuannya.
“Ok gak papa, tapi kamu janji akan bantu terapi ya," kata Star, pria itu adalah raja modus pemirsa.
“Gimana jika kita coba terapi pertama, aku takut ini gak hidup lagi," kata Star.
“Oh ya, lebih baik begitu, nantik Kalog gak hidup jangan tuntut aku ke penjara ya bang!” kata Susi takut.
“Kita coba dulu," Star memeluk Susi. Wanita itu gemetar sedangkan wajah Star seperti orang menang lotre.
“Jangan langsung seruduk ya bang!"
“Haih tenang saja, pelan-pelan, anggap saja aku guru dan kamu murid baruku!”
Perlahan Star menidurkan Susi di atas ranjang. ‘Yesss akhirnya bisa ihirrrr...’ jerit Satar dalam hati.
“Dek boleh cium?"
“Kenapa harus izin sih bang, jadi nervous kan adek!" kata Susi.
“Abang takut di tonjok dek, jika main seruduk!" kata Star hati-hati sebab Be Tina di depannya ini adalah preman merangkap menjadi garangan Wati. Bisa-bisa ia anu.
“Aman bang lanjutkan!”
“Macem capres preode kedua nih!" masih aja si Star ngelawak.
Susi sudah parah Star masih aja melakukan kuda-kuda seperti kodok mau nyebrang.
“Bang jadi gak? Apa karena playboy pensiun Abang jadi lupa jalan?"
“Atau si Jono sakaratul maut bang?” tanya Susi harap-harap cemas. Bahkan bayang-bayang seragam orange bertuliskan tahanan serta masker hitam plus borgol terngiang di kepalanya.
Mana kasusnya miris. Istri KDR barang keramat suami.
“Atau mas lupa proses —” ucapan Susi langsung di bungkam oleh bibir tipis Star yang seksi.
Pria itu menyesap bibir istrinya atas bawah bergantian, Susi yang merasakan itu pun perlahan rileks dan menikmati pelayanan dari mantan playboy karatan itu.
“Hemm,” rintih Susi ketika Star sudah melancarkan aksinya. Tangannya pun liling kampung BukSus untuk mengecek onderdil aman atau sudah siap.
Ketika ia melepaskan kaos istrinya tiba-tiba badai tornado berputar-putar di dalam perutnya.
“Uekkk...” Star mual.
“Uuu..." Karena sudah tak tahan star melompat langsung berlari secepat mungkin ke kamar mandi.
“Apakah aku bau ketek ya?” Susi mencium kedua keteknya bergantian.
“Aman nih. Kenapa itu playboy?” karena rasa penasaran bercampur rasa takut gara-gara dirinya Star mual muntah, Susi pun menyambar kaos Star lalu memakainya dan mendekati kamar mandi.
“Bang!" Susi begitu khawatir melihat pria itu berjongkok di depan koloset hingga ingin pingsan.
“Astaga Abang!”
Brooottt... Star sampai terkentut-kentut karena muntah yang tak berkesudahan.
“Dek...,”
Gedebukk... Star pingsan.
“Astaga bang!” dengan susah payah Susi menarik tubuh suaminya.
“Janda nih gue, janda malam ini!” masih saja si Susi mikirin dirinya janda.
“Harus dibawa ke rumah sakit nih mah!" Susi menggendong suaminya seperti karung beras.
“Bah kebanyakan dosa apa lu bang, berat kali!" Gerutu Susi keluar dari kamar dengan keadaan ya hanya berpakaian seadanya bahkan Susi memakaikan kaosnya di tubuh Star. Namanya sudah panik ya pemirsa. Mohon di maklumi jika baju mereka tertukar.
To be continued