NovelToon NovelToon
CINTA TAK TERDUGA DARI BERONDONG MANIS

CINTA TAK TERDUGA DARI BERONDONG MANIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Berondong
Popularitas:665
Nilai: 5
Nama Author: intan_fa

Ranaya Aurora harus rela mengakhiri hubungan asmaranya dengan sang kekasih karena perselingkuhan. akibat dari itu, Naya tidak lagi percaya cinta dan pria sehingga memutuskan untuk tidak akan pernah menikah.
akan tetapi, tuntutan keluarga membuatnya harus menikah. Aero Mahendra menjadi pilihan Naya, lelaki asing dengan usia empat tahun di bawahnya. Walaupun pernikahan itu di tentang keluarga hanya karena perbedaan status sosial, Naya kekeh memilih Mahen atau tidak menikah sama sekali.
Bagaimana Naya menjalani pernikahan dan hidup bersama Mahen?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon intan_fa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebun buah

Naya menatap Rina dari ujung rambut sampai ujung jaki dengan heran. Orang yang sama, tapi dengan penampilan yang berbeda.

"Benar, kan, Bu?" tanya Rossi.

"Kau benar ..." jawab Naya.

"Tidak menyangka bertemu disini. Apa Nona pergi ke villa baru? Bagaimana villa-nya? Nona puas tidak?" tanya Rina begitu akrab.

"I–iya ... Villanya bagus dan saya suka. Ibu disini juga lagi–kerja?" tanya Naya. Walaupun ia ragu dengan penampilannya yang tidak mungkin sedang bekerja, dari tadi ia melihat pegawai disana mengenakan seragam yang sama.

Tiba-tiba seorang pria paruhbaya menghampiri mereka. "Mama disini ternyata. Aku cari kemana-mana gak ada."

Naya dan Rossi saling melihat. Bisa menebak kalau itu adalah suaminya dan tidak mungkin orang biasa aroma uang tercium dari kejauhan.

"Itu siapa lagi?" bisik Rossi. Naya hanya menggelengkan kepala.

"Kebetulan papa kemari. Lihatlah ..." tunjuknya pada Naya. "Mama ketemu lagi sama perempuan yang waktu itu beli villa kita. Yang mama bilang cocok untuk anak kita," ujar Rina.

Naya dan Rossi semakin tidak mengerti. Saling tatap dengan beribu pertanyaan.

"Jangan sembarangan, Ma," kata pria itu.

"Maaf, ya. Istri saya memang begitu," ujarnya diiringi tawa kecil.

Naya dan Rossi hanya mengangguk seraya memasang senyum kaku. Ingin pergi, tapi terlihat tidak sopan.

Kemudian Rina meraih tangan Naya. "Kita belum sempat berkenalan. Nama saya Rina, ini suami saya Austin ... Kamu Ranaya, kan?"

"Iya, nama saya Ranaya. Senang bertemu dengan kalian ..." jawab Naya begitu kaku.

"Kalian sedang berjalan-jalan ya, silakan lanjutkan kembali. Kami tidak akan mengganggu waktu kalian ... Silakan ..." ujar Austin.

"Kalau begitu, mari kami duluan ..." pamit Naya seraya berlalu pergi.

"Papa ... Kenapa di suruh pergi sih? Aku masih mau ngobrol. Belum juga aku menawarkan Mahen padanya," gerutu Rina.

"Mama ... Kebiasaan sekali, itu terlihat sangat mengganggu. Apa kamu tidak lihat dari tadi dia gak nyaman? Pasti dia sedang liburan, biarkan saja dia menikmati tempat ini," tutur Austin.

"Aghhh papa gak asyik ... Katanya mau Mahen cepat menikah agar mudah menyuruhnya mengurus perusahaan?" ujar Rina.

"Ya bukan begitu juga, Ma."

Dari sisi lain, Mahen datang menghampiri mereka. Awalnya tidak mau mendekat karena ada papanya, tapi terlajut sudah terlihat.

"Hmmm nih anak gak tau diri muncul juga!" cetus Austin. Semenjak keluar dari rumah memang dirinya belum bertemu dengan Mahen lagi.

"Papa ...."

"Bukannya diluar negeri? Sudah balik aja?" celetuk Austin.

"Aku ngaku, aku gak keluar negeri!" jawab Mahen dengan cemberut.

"Pasti kalian bertemu di belakang papa diam-diam, kan?" tebak Austin. Menatap Mahen dan Rina bergantian.

"Heheheee ... Papa pintar sekali deh ..." seru Mahen cengengesan.

"Kau ini!"

"Sudah iiih, jangan berdebat. Ngomong-ngomong kenapa kamu kemari?" tanya Rina pada Mahen.

"Sengaja mau menemui kalian!"

"Wah kebetulan banget ... Mama akan pertemukan kamu dengan seorang perempuan cantik yang mama bilang kemarin itu. Ayo ... Ayo ..." Rina menarik tangan Mahen, tapi Mahen tidak bergerak.

"Mamaaaa ... itu gak penting. Ada hal lain yang mau aku bicarakan dengan kalian," jawab Mahen. Kemudian ia mendudukkan Rina dan Austin di bangku yang ada disana.

"Kayaknya serius banget nih, apa kamu siap mengambil alih perusahaan?" ujar Austin.

"Itu aku belum siap!"

"Lalu apa? Serius banget," Rina semakin penasaran.

"Begini, ceritanya aku akan menikah—" belum seleai bicara, Rina dan Austin sudah menyelanya dengan gembira.

"Akhirnyaaaa ..." cetus Rina.

"Dengan begitu kau tidak bisa menolak lagi untuk mengurus perusahaan!" timpal Austin senang.

"Bukan begitu ... Dengarkan aku dulu ... Aku suka sama cewek, tapi dia trauma sama cowok kaya. Dia gak mau berhubungan dengan cowok kaya ..." jelas Mahen.

Rina dan Austin mengernyitkan dahinya keheranan saling melihat.

"Maksudnya gimana?" tanya Rina.

"Mana ada perempuan seperti itu!" cetus Austin.

"Ada, Ma, Pa ... Dia pernah di khianati sama mantannya. Dia perempuan pekerja keras dan punya perusahaan sendiri."

"Terus? Kalau kamu mau menikahinya, ya, kita lamar saja temui orangtuanya," ujar Austin.

"Ya itu masalahnya. Aku orang kaya, kan? Jadi, aku mau kita pura-pura menjadi keluarga biasa yang gak punya apa-apa," tutur Mahen.

Kedua orangtuanya semakin keheranan dan tidak mengerti dengan kemauan anaknya yang aneh itu.

"Ya Tuhan, kenapa kalian masih belum paham?"

"Mana mungkin bisa begitu, Mahen? Kamu penerus bisnis papa. Gimana ceritanya jadi miskin?" ujar Rina.

"Kamu ini ngelantur saja. Katakan saja perempuan itu anak siapa dan kita pergi untuk melamarnya," timpal Austin. Itu adalah kabar baik karena dengan Mahen menikah otomatis Mahen siap meneruskan perusahaan.

"Kalian gak mau bantu nih? ini sementara doang kok, nanti setelah sah aku pasti akan jujur mengatakannya," jelas Mahen.

"Oh oke, papa gak masalah!"

"Papa ... Kok gitu sih?" elak Rina.

"Bagaimana kalau kita buat kesepakatan. Kami akan menuruti apa maumu dan kamu harus menuruti apa mau kami, bagaimana?" tanya Austin.

"Bisa bisa ..." Mahen setuju.

"Kami mau berpura-pura jadi orang biasa, tapi kamu harus siap mengurus perusahaan. Papa kasih waktu kamu tiga bulan? Gimana?" tanya Austin.

"Cepet banget tiga bulan? setahun deh paling cepet," tawar Mahen.

"Tiga bulan sudah paling cepat," ujar Austin.

Tanpa pikir panjang lagi, Mahen menyetujuinya. Kemudian ia menjelaskan kalau tiga hari lagi akan mengajaknya menemui Naya terlebih dahulu sebelum menemui orangtuanya. Mereka pun setuju.

Sementara itu, Naya berada di kebun jeruk. Memetik beberapa buah kesukaannya itu untuk di bawa kembali ke Villa.

"Bu Naya merasa aneh gak sih sama bapak dan ibu tadi?" tanya Rossi. Bukan Rossi namanya jika tidak selalu ingin tahu.

"Emang agak aneh sih, kita tahu ibu itu cuman sales, tapi kayaknya bukan sekedar sales ..." sahut Naya juga penasaran.

"Bu Naya tadi dengar soal Bu Naya yang cocok untuk anaknya? Apa jangan-jangan ibu itu sedang mencari jodoh untuk anaknya dan ternyata mereka orang kaya yang menyamar untuk menemukan menantu tulus?" tebak Rossi.

"Kau ini! Kebanyakan nonton drama China, jadi pikirannya kaya gitu. Udah ah, ayo kita pulang, nanti terlambat bertemu client ..." pungkas Naya seraya berlalu pergi.

"Ehh ehhh bu Naya, tunggu saya. Saya belum selesai bicara bu. Bagaimana kalau mereka itu orang kaya raya cari menantu ... Bu ..." cerocos Rossi.

Buah yang mereka petik di timbang dan harus di bayar kalau ingin di bawa pulang. Setelah menyelesaikan pembayaran, mereka pergi ke parkiran dan tidak sengaja bertemu dengan Mahen yang juga memarkir mobilnya disana.

"Mahen ...."

1
Kaira
sejauh ini sih seru
Kaira
Harus jodoh Naya sama Mahen dong
Aruna
Naya cocoklah sama Mahen
Intan Diamond: penasaran, kan???
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!