Diusir dari rumah tak membuat Halley melemah. Justru sebaliknya, semenjak diangkat oleh sebuah keluarga kaya, gadis itu kini menjadi gadis lain yang sangat kuat, dingin, dan kejam apalagi sejak ia menjadi leader dari Black Devil. Dia menjadi BAD GIRL!
Lulus SMA, gadis yang mengubah nama menjadi Camilla itu malah mengulang sekolah lagi. Hingga takdir mempertemukannya dengan sahabat kecil, keluarga kandungnya, sekaligus musuhnya. Tak lepas dari itu, hadirlah seorang ketua OSIS tampan yang sangat Camilla benci nyatanya berhasil mengubah kehidupan gadis itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rara Tania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ke Bali?
"Ya kalau menurut gue sih, si Jack mau ngelindungin elo, biar entar elo matinya di tangan Jack. Gak sudi gue, elo matinya di tangan mafia lain, dia mikirnya gitu kali', lo kan udah bunuh adiknya kan." Tutur Welly panjang lebar. Kini mereka berada di markas, setelah tadi berkunjung sejenak ke rumah Jevar. Meski sudah diingatkan untuk istirahat, Camilla menolak, ia tidak lemah, katanya.
"Yaudah sih! Lagian Jack udah mati juga!"
Camilla terdiam sejenak, tiba-tiba ia teringat sesuatu, mimpinya yang waktu di rumah sakit belum lama ini. Mendadak ia jadi panik.
"Well, cari tau tentang Mama gue dong! Dua jam dari sekarang!" Titahnya penuh ketegasan. Matanya menatap tajam Welly, membuat laki-laki sekaligus asistennya itu tak bisa mengelak.
"Oke! Oke! Santai bos!"
***
Camilla merebahkan tubuhnya di atas kasur yang ada di dalam kamar pribadi di markas. Ruangan itu sangat tersembunyi, untuk masuk ke dalamnya pun juga harus menggunakan kode yang menempel di dinding. Bahkan Welly pun tidak tau jika ada ruangan tersebut.
Baru terlelap sejenak, bunyi dering telepon benar-benar mengacaukan mimpinya. Dengan hati-hati Camilla duduk, sambil sedikit memegang dadanya yang masih diperban. Kemudian ia mengambil ponselnya.
"Paan sih! Brisik tau nggak! Mau tidur aja nggak tenang gini!" Ketus Camilla. Membuat orang dibalik telepon, yang tak lain adalah Welly menjauhkan ponsel dari telinga laki-laki itu.
"Marah terus lo! Gue mau bicara penting! Gue tau sesuatu tentang Tante Zherra!"
Camilla membelalakkan matanya. Padahal ini baru tiga puluh menit, tapi Welly sudah menemukan keberadaan Mamanya.
"Dimana! Dimana!" Tanya Camilla tak sabaran.
"Di Bali! Mama lo kerja di Agung Resto, restoran mewah di dekat Pantai Kuta!" Senyuman lebar nampak menghiasi wajah Camilla, ia senang bukan main mengetahui mamanya masih hidup. Dengan segera, Camilla langsung berlari keluar ruangan untuk menemui Welly.
BRAK! Pintu ruangan Welly didobrak kasar oleh Camilla. Welly sontak terkejut, sambil memegang dadanya.
"Ngagetin lo!" Ucapnya, kemudian melanjutkan kalimatnya, "Kenapa sih?"
"Ayo kita ke Bali!" Tukas Camilla cepat, gadis itu melangkahkan kakinya ke lemari milik Welly, tempat berbagai pistol pribadi laki-laki itu disimpan. Camilla mengambil salah satunya yang menurutnya keren.
"Hah? Seriusan?" Kata Welly kemudian menutup laptopnya.
"Iyalah! Ngapain basa-basi! Ayo ikut gue bertemu Mama!"
Camilla langsung menarik lengan Welly dan membawanya keluar dengan berlari. Mereka masuk ke dalam mobil. Welly menyetirnya menuju rumah Jevar, papa angkat Camilla.
***
"APA?!" Teriak Eva dan Jevar bersamaan, diikuti dengan Alan dan Arlan yang tak kalah terkejut mendengar pernyataan Camilla yang ingin ke Bali hari itu juga.
"Ngapain ke sana, Dek?" Tanya Arlan.
"Mau ketemu Mama!"
Semua terdiam. Saling beradu dengan pikiran masing-masing. Mereka tidak mungkin melarang Camilla bertemu dengan ibu kandung gadis itu setelah berpisah tujuh tahun lamanya.
"Tapi, Cam. Kamu baru saja keluar dari rumah sakit! Dada kamu masih di perban!" Tutur Eva dengan nada melunak.
"Tapi, Ma--"
"Cam--"
"..."
"..."
Setelah berdebat cukup lama, akhirnya mereka pun mengiyakan Camilla untuk pergi ke Bali menemui Mama kandungnya bersama Welly, hanya berdua. Camilla beserta lainnya bergegas menuju kamar untuk membantu Camilla mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa.
"Awas lo kalau sampai adek gue kenapa-napa!!" Ancam Alan pada Welly. Tapi tak membuat laki-laki itu takut, justru malah menahan tawa.
"Kakak angkat sialan." Batinnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jan lupa follow Rara juga yak! 😻😻😻
Tapi kalo Cam sama Welly ntar judul novel nya outhor bukan Cewek bar2 sama Ketos ya, Pasti judul novelnya akan lain ya 😃😃