NovelToon NovelToon
Young Wife (Wedding Contract)

Young Wife (Wedding Contract)

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:264.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisyaeva

Usia Alexius Calandra memang sudah tidak lagi muda. Dan dia dijodohkan dengan seorang gadis yang pemarah dan arogan. Bagaimana cara dia menghadapi gadis muda itu yang punya sikap sangat menjengkelkan menurutnya.

Beberapa kali Sarah dan Alex berusaha menggagalkan perjodohan tetapi selalu gagal karena Ibu Alex sangat pintar dan berpendirian teguh.

Dengan sangat terpaksa akhirnya mereka menikah agar tidak dicoret dari daftar warisan keluarga.

Selalu ada pertengkaran kecil dalam rumah tangga Alex dan Sarah di setiap harinya, tetapi mereka tidak menyadari bahwa hal itu justru semakin mendekatkan hubungan mereka.

Sebuah rahasia terungkap saat Alex mulai mencintai Sarah begitupun sebaliknya. Bagaimana jika tiba-tiba mereka harus bercerai karena anak kandung Adolf Chavali yang hilang telah kembali dan mengambil semua haknya yang dipinjam Sarah selama ini, termasuk perjodohannya dengan Alex.

Bagaimana sikap Alex selanjutnya? Dan akankah kedua orang tua Sarah tetap menyayangi gadis itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyaeva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Alex gemas sendiri karena tingkah Sarah, wanita itu tidak mau tidur di ranjang yang sama dengan dirinya. Mungkin wanita itu merasa canggung atau malu karena sudah lebih dari sebulan mereka tidak bertemu.

Wajah Sarah menampilkan rona tipis yang membuat Alex ingin sekali menggigitnya. Walaupun tanpa make up, wajah Sarah tetap terlihat cantik alami.

Istri kecilnya itu memang masih begitu muda dan segar, Alex hanya bisa merutuk karena situasinya sangat tidak menguntungkan.

Hunter dan Valerie pasti sedang menghabiskan waktu bersama untuk bicara tentang perasaan mereka masing-masing. Lalu, apakah dirinya juga bisa seperti itu?

"Apa kau masih marah padaku, Sayang?!" Alex memeluk Sarah dari belakang karena wanita itu betah menatap jendela yang terbuka.

"Ayo, berbaringlah!" Tangan Alex menyusuri kedua tangan Sarah yang terbungkus oleh lengannya.

Alex mengambil ujung rambut Sarah yang panjang kemudian mengecupnya, ada wangi lembut yang tercium dari rambut wanitanya dan Alex sangat menyukai itu.

Wanginya tetap sama, lalu apakah wangi tubuhnya juga tetap sama?

'Sial ….'

Hanya dengan memikirkan itu saja sudah membuat Alex gila. Kerinduannya pada Sarah malah berujung dengan khayalan erotis yang membuat dirinya merasa kepanasan.

Apa salahnya, Sarah masih istrinya, mereka belum bercerai dan Alex punya hak penuh atas diri wanita itu, tetapi Alex juga masih mempertahankan pikiran rasional bahwa waktu dan tempat memang tidak tepat.

"Bagaimana dengan Kak Sierra dan Dilia?" tanya Sarah tanpa mengubah posisi.

Alex hanya terdiam untuk beberapa saat, pria itu hanya ingin menikmati kebersamaannya dengan Sarah saja.

"Papa, Mama, dan Mama Marina, apa mereka baik-baik saja?" Sarah kembali bertanya membuat Alex kesal sendiri karena baginya nama-nama itu adalah orang-orang yang tidak perlu dikhawatirkan.

"Apa kau ingin aku ceritakan segalanya?" tawar Alex karena Sarah tidak akan merasa puas sebelum mendapat jawaban darinya.

"Tapi ini akan menghabiskan waktu yang lama," ucap Alex melanjutkan ucapannya tadi.

Sarah berbalik dan dia melihat tatapan Alex yang sayu, dia merasa bersalah karena Alex mungkin lelah dan belum beristirahat.

Selain itu dia juga melihat kerinduan di mata pria itu. Sarah mengusap pipi Alex yang ditumbuhi bulu yang sudah sedikit lebat, mungkin pria itu tidak bercukur selama beberapa hari.

"Kau terlihat tidak menarik," ucap Sarah, juga sambil mengusap bulu halus di area atas bibir Alex. Pria itu hanya terkekeh mendengar ungkapan sang istri.

Sarah juga mengusap kemeja Alex yang sedikit kotor dan kusut, Sarah mengingat hidup pria itu, mungkin dulu keadaan Alex lebih buruk daripada itu.

"Aku rindu sekali padamu," ucap Alex sambil menyentuhkan kening. "Apa kau tidak merindukanku?"

"Aku juga heran, tubuhmu terlihat lebih berisi dan pipimu sedikit tembam," lanjut Alex. Mendengar itu Sarah menjauhkan tubuh sambil menyentuh pipinya.

"I-ini karena- …." gugup Sarah, "apa kau mau bilang aku gemuk?" gerutu Sarah secara tiba-tiba. Wanita itu juga mengerucutkan bibirnya

"Hey, aku bercanda, kau gemuk atau kurus aku tetap mencintaimu," hibur Alex yang menanggapi rajukan Sarah.

"Kau pembohong!" ketus Sarah. Sebenarnya dia hanya mengalihkan perhatian Alex supaya tidak memperhatikan perubahan pada bentuk tubuhnya.

Mungkin usia kandungannya baru melewati bulan pertama, tapi Sarah memang merasakan perubahan yang signifikan. 

Sarah belum memberitahukan Alex karena takut hal itu akan menambah beban pikiran Alex. Selain itu Alex juga harus bertanggung jawab pada masalah Dilia.

Alex kembali merangkul tubuh Sarah untuk memeluknya, dia tahu wanita muda itu tengah gelisah, entah apa yang Sarah pikirkan dia tidak akan pernah tahu.

"Selama satu bulan aku melewati hari yang berat tanpa dirimu," bisik Alex. Dia menyentuh dagu Sarah kemudian mengusap pipi putih wanita itu.

"Tetapi aku bersyukur pada Tuhan karena masih diberi kesempatan untuk bisa bersamamu," tambah Alex.

Sarah mengernyit karena tidak mengerti pada ucapan pria itu. "Apa maksudmu?" tanya Sarah penasaran.

Alex menghela kemudian menghembuskan nafas. "Anak yang dikandung Dilia, bukan milikku," ucapnya kemudian.

Sarah membulatkan mata karena tidak percaya. "Bagaimana bisa?" tanyanya untuk kesekian kali.

"Dia sudah menipuku, menipu kita berdua," jawab Alex sambil mengusap rambut Sarah.

"Apa kau yakin bayi itu bukan milikmu?" Alex hanya mengangguk sebagai jawaban.

"Sangat sulit dipercaya tapi dia memang sudah membohongiku sejak lama," ucapnya. Alex mengecup punggung tangan Sarah berkali-kali. Sementara Sarah segera memeluk sang suami, tetapi bukan karena merasa puas pada Dilia. Melainkan pada bayi yang dikandung wanita itu.

"Lalu, bagaimana dengan bayi yang tidak berdosa itu?" tanya Sarah dengan suara yang cemas.

"Itu bukan urusan kita, Sayang! Dia harus meminta pertanggung jawaban pada pemilik bayi itu," jawab Alex, dia cukup terkejut pada sikap Sarah yang tidak berbalik untuk membenci Dilia, wanita itu malah mengkhawatirkan makhluk yang sama sekali belum terlihat.

"Aku bahkan ragu jika dia sedang hamil," ucap Alex, "aku bersyukur karena belum terlambat untuk mengetahuinya."

"Ya Tuhan," ucap Sarah, itu artinya tidak ada penghalang lagi bagi Alex untuk menikah dengan Sierra. Itulah yang ada dalam pikiran Sarah.

"Tidak ada yang perlu kau pikirkan! Baik itu Dilia atau Sierra, karena aku tidak akan memilih keduanya!" tegas Alex yang menyadarkan Sarah dari lamunannya.

"Tidak, jangan protes!!" Alex kembali mempertegas ucapannya saat melihat mulut Sarah terbuka dan seperti akan protes.

"Istirahatlah, Sayang! Besok kita kembali ke London, hm?!" Alex meyakinkan Sarah yang tampak ragu untuk menyetujui semua perkataannya.

Alex tahu semua terasa sulit bagi Sarah, dia dilupakan dan dicampakkan begitu saja oleh keluarganya. Dia cukup tersentuh oleh keteguhan wanita itu yang rela mengorbankan segalanya demi orang-orang yang dia sayangi.

"Ingatlah satu hal! Aku sangat mencintaimu," ucap Alex sambil mengecup kening Sarah dengan lembut.

Sarah tidak sedikitpun meragukan cinta Alex, tetapi dia tidak memungkiri bahwa dia merasa terbebani oleh masalah lain yaitu Sierra yang merupakan jodoh Alex yang sebenarnya.

Hal itu sangat mengganjal dalam dadanya, tetapi dia juga tidak ingin menyakiti perasaan Alex yang begitu tulus padanya. Tentu dia sangat bahagia karena cinta pria itu begitu kuat yang punya kendali penuh atas perasaannya.

"Kau tidak akan percaya jika kukatakan yang sebenarnya tentang Sierra," ucap Alex dan tentu saja itu membuat Sarah terkejut.

"Dia sudah bukan Sierra yang dulu, dia sudah menjadi orang lain sejak terpisah dari keluarganya sendiri," ucap Alex, sementara Sarah hanya menatapnya penasaran. Sebuah tatapan yang menyiratkan banyak pertanyaan.

"Sierra adalah kakak angkat Valerie, saat kecil mereka berdua diculik Valentin Bykov dan dijadikan anak olehnya." Sarah semakin tidak mengerti, semua terasa sulit untuk dia cerna, apakah dia sedang dipermainkan oleh takdir sekarang?

Bug … bug …

Kali ini karung pasir yang dipakai Valerie untuk berlatih tengah dipukuli Victoria Bykov--Sierra Chavali. Tatapannya begitu tajam dan mematikan, bahkan karung pasir yang ia pukuli sudah hampir hancur dan mengeluarkan isinya.

Beberapa orang pria setia berdiri di belakangnya dengan melipat tangan di depan tubuh masing-masing.

Sierra yang mengenakan pakaian berupa legging dan bra olahraga hitam seperti sedang melampiaskan kemarahan pada benda yang tidak berdosa tersebut.

"Sudah cukup, Honey!!" Seorang pria tiba-tiba datang dari arah pintu masuk. Dia menginterupsi kegiatan Victoria yang sudah bermandikan keringat.

"Ini belum cukup, Papa!" jawabnya pada pria tambun tanpa mengalihkan perhatian pun menghentikan kegiatan memukulnya.

"Kau memang putri kecil kebanggaanku! Kau tidak seperti Valerie yang sudah melarikan diri sekarang," ucap pria tersebut.

"Papa masih punya aku, 'kan?" rajuk Victoria, kali ini dia berhenti dan memberi atensi penuh pada pria yang sudah terlihat lanjut usia.

"Iya, kau satu-satunya kesayangan Papa, Valerie selalu membuatku kecewa," lanjut si pria tambun yang berpenampilan rapi dengan jasnya.

"Aku bisa menyeretnya ke sini dan Papa bisa menghukumnya," ucap Victoria sambil menggandeng lengan pria tersebut.

"Ya, ya. Bawa dia pada Papa!" pinta pria itu pada Victoria.

"Kudengar Fox terluka dan tentu saja Val pasti pergi untuk menemuinya," ucap Valentin Bykov pria yang sudah berjalan dengan tongkat itu hanya bisa duduk dan menopang kedua tangannya pada kepala tongkat tersebut.

"Sudah saatnya kami yang mengurus semuanya, jika Val tetap keras kepala dan mengejar pria itu, maka aku yang akan menghukumnya," jawab Victoria sambil ikut duduk di samping Valentin Bykov.

"Lalu, kau sendiri bagaimana urusanmu dengan Eagle? Apa kalian tidak jadi bertunangan?" Valentin kembali bertanya.

"Dia sedang pergi untuk urusan bisnis, tapi kupikir itu kebohongan. Sepertinya Alex juga sedang mencari Hunter. Jika dia bisa diajak kerja sama maka semua bisa berjalan lancar, tapi jika tidak sesuai dengan rencana maka kupastikan dia akan kehilangan segalanya," jawab Victoria panjang lebar.

"Hm, bagus! Cepat temukan adikmu sebelum dia bertemu Eagle atau Fox!" perintah Valentin pada Victoria.

"Papa boleh aku tanya sesuatu?" tanya Victoria yang dijawab anggukan oleh Valentin.

"Siapa orang tua Valerie yang sebenarnya?" tanya Victoria alias Sierra.

"Hmm, dulu aku menemukannya saat ada sebuah kecelakaan mobil, sepertinya Valerie terpental dari mobil tersebut yang menewaskan orang tuanya," jawab Valentin panjang lebar.

"Dunia begitu kecil, Putriku!" ucap Valentin yang hanya didengarkan Victoria.

"Kenapa?" tanya Victoria penasaran.

"Mobil yang meledak itu adalah milik Richard Calandra," ucap Valentin dengan evil smirk di bibirnya.

Victoria membulatkan mata sambil menatap Valentin, dia bukan wanita bodoh yang tidak peka pada ucapan pria tua tersebut.

"Itu artinya- …."

"Iya, Valerie dan Alex adalah saudara satu ayah," potong Valentin pada Victoria.

Victoria atau Sierra terdiam dengan penuh emosi di matanya. Ada kemarahan tersirat di sana. Bukan hisapan jempol atau cerita bohong jika Valentin begitu kejam dan suka memutar balikan fakta.

"Kau putriku yang paling kusayangi, aku percaya padamu!" Valentin menepuk pundak Sierra kemudian pergi meninggalkan wanita itu dengan kebingungan yang luar biasa.

Sierra melangkahkan kaki menuju kamar pribadinya, saat ini dia perlu menjalankan sebuah rencana yang benar-benar matang tanpa kendala.

Sekarang dia mengingat semuanya, dulu dia pernah bertemu Alex beberapa kali saat kecil. Tetapi saat berusia sembilan tahun dia diculik orang-orang tidak dikenal.

Sierra tidak bisa kembali karena yang menculik dirinya adalah ketua mafia kelas kakap yang membuatnya takut untuk melarikan diri, tetapi dia sama sekali tidak dirugikan karena Valentin sangat menyayanginya.

Satu tahun kemudian setelah terbiasa tinggal bersama para mafia, dia selalu mendengar suara tangisan anak perempuan tepat di sebuah kamar yang bersebelahan dengan kamarnya.

Sierra mendatangi kamar tersebut secara diam-diam dan ternyata ada gadis kecil berusia tujuh tahun yang sedang menangis.

'Alexa ….'

Gadis kecil memperkenalkan diri dengan nama itu, berbeda dengan Sierra yang dimanja, Alexa justru sering mendapat sasaran amarah Valentin karena tidak mau menuruti perintahnya. Hal itu semakin membuat kepercayaan diri gadis itu melambung.

Seiring berjalan waktu selama sepuluh tahun mereka dididik untuk menjadi para gadis tangguh dan kuat. Sierra dikirim ke luar negri saat usianya baru sembilan belas tahun.

Sebelum pergi dia sempat bertemu Alex dan menanyakan pada Alexa yang sudah berubah nama menjadi Valerie karena keinginan Valentin.

'Mereka adalah anak buah Papa yang baru, Eagle dan Fox," jawab Valerie.

'Eagle?' Sierra tersenyum saat melihat pemuda yang berusia sekitar dua puluh tahun. 

'Iya, Eagle atau Alex, dan Fox atau Hunter," jawab Valerie.

'Alex?' Sierra kembali bertanya tanpa melepas senyuman di bibirnya.

'Kakak ini kenapa?' Valerie menatap heran.

'Pastikan dia belum mati atau menghilang saat aku kembali nanti!' ucap Sierra sambil menepuk pundak Alexa atau Valerie.

Waktu berjalan cepat selama beberapa tahun, Sierra akhirnya kembali tetapi dia tidak menemukan seseorang yang dia cintai.

Sierra mencari tahu tentang siapa Alex dari beberapa koneksi yang dikenalnya, sekali lagi, dunia begitu kecil bagi sebagian orang. 

Sebuah kebetulan yang sudah tertulis takdir, Sierra mendapat informasi bahwa dirinya masuk dalam daftar pencarian orang selama dua puluh tahun oleh keluarganya.

Sierra menggali informasi pada Valentin dan pria itu akhirnya mengatakan segalanya. Selain itu Sierra juga tertarik atas keterikatan nama Chavali dan Calandra yang artinya itu adalah nama belakang Alex.

Ternyata Sierra sadar dia memang sudah terobsesi pada pria itu sejak pertama kali melihatnya. Sangat tidak masuk akal, tapi itulah yang Sierra rasakan pada Alex.

Namun, Sierra harus menelan rasa kecewa yang begitu besar, karena semua tidak sesuai dengan rencana. Saat dia kembali, posisinya sudah digantikan oleh orang asing.

Sarah nama itu seperti duri dalam kehidupan Sierra, gadis keturunan Asia itu sudah merampas segalanya. Terlebih dia juga sudah merampas jiwa dan raga Alex, pria impiannya selama ini.

Semua itu membakar amarah Sierra yang ambisius, sehingga dia berpikir untuk mengambil kembali apa yang menjadi miliknya. Dia akan mengembalikan semuanya seperti semula.

… 

Sierra menjatuhkan tubuh di atas tempat tidurnya yang empuk dan hangat. Kehilangan sesuatu yang berharga itu membuatnya merasa lelah.

"Sayang, kau dari mana saja? Apa semalam kau tidak pulang?" Rose masuk ke kamar Sierra.

"Iya, Mama! Keluarga yang mengadopsiku mengadakan pesta, maaf tidak memberitahu Mama," dusta Sierra tanpa minat.

"Oh, begitu! Apa Alex sudah menghubungimu?" tanya Rose yang dijawab gelengan kepala oleh Sierra yang masih betah terlentang di atas tempat tidur.

"Marina sudah menyuruh anak buahnya mencari Alex, dan dia berada di pinggiran kota Yorkshire," ucap Rose sambil mengusap rambut hitam Sierra.

"Yorkshire?" Sierra segera mengangkat tubuh untuk duduk. 

"Iya, bukankah kau juga pergi ke sana beberapa hari lalu?" Rose terus bertanya tanpa menyadari aura gelap yang menyelimuti putrinya.

"Iya, aku menemui seseorang di sana," jawab Sierra dengan suara yang dingin.

"Ya sudah, kamu bersiap saja untuk acara pertunangan hari minggu nanti!" Rose meninggalkan kamar Sierra.

Sementara Sierra hanya bisa mengepalkan tangan sampai buku jarinya memutih bahkan kuku yang berpoles cat merah seperti menancap pada telapak tangannya.

"Akan kubuat kau tidak bisa bertemu Sarah lagi, aku berjanji! Kau harus merasakan apa yang kurasakan, Alex!" geram Sierra yang tertahan.

Sebuah mobil melaju dengan kecepatan sedang, mobil yang berisi dua pasang manusia di dalamnya. 

Alex yang memegang kemudi dan Sarah duduk di sampingnya, sementara Hunter dan Valerie duduk di belakang.

Sarah dan Alex sesekali saling melirik dan melempar senyum saat melihat kemesraan Valerie dan Hunter dari kaca spion ataupun kaca depan.

Sesekali Hunter mengecup tangan Valerie, itu terlihat manis menurut Sarah. "Hentikan itu! Kalau kau tidak sakit sudah kupastikan kau tidak akan berhenti mengemudi!" sindir Alex yang mendapat tatapan bosan dari Hunter.

Sarah hanya bisa menahan tawa, ternyata Alex dan Hunter sama-sama loyal, dia juga suka sekali melihat kemesraan Hunter-Valerie, bagi Sarah mereka terlihat begitu serasi.

"Kalau aku tidak sakit, aku tidak akan menumpang padamu!" timpal Hunter. "Lebih leluasa jika aku naik sepeda motorku saja. Benar, 'kan?" Tatapan Hunter berpindah pada Valerie, sebuah tatapan hangat dan lembut.

Wajah Valerie bersemu mendapat perlakuan dari Hunter, jika sebelumnya mereka selalu melempar kata-kata merendahkan satu sama lain, sekarang mereka hanya bisa mengalah pada ego dan hati masing-masing.

"Lihatlah suamimu itu, Sarah! Dia iri padaku," ujar Hunter pada Sarah yang membuat mereka semua tertawa.

"Jangan percaya padanya, Sayang!" Alex mengambil tangan Sarah dan menautkan jemari, dia juga mengecup punggung tangan wanita itu beberapa kali.

Sarah hanya berharap tidak ada yang terjadi seperti sesuatu yang buruk. Alex memang berkata bahwa semua akan baik-baik saja, dan sudah seharusnya dia percaya pada pria tersebut.

TBC

Tepar akuuu ...

alur nya sedikit cepat ya, untuk cerita lain sabar ya aku akan up kalau story ini tamat 😁😁😁 maafkeun ...

See you next chap ...

I Love you all 🌺🌺🌺

 

  

1
saleha widjaja
seru kisahnya buat penasaran aja
Ulil Zamhariroh
Baru buka
dan lihat 37 bab
ku pikir
berhenti di tengah jalan atau Hiatus atau pindah ke aplikasi lain nya karena ada tulisan end

eh ternyata emang bener di bab 37 tamat
keren bisa tamat
walaupun hanya 37 bab




semoga bisa berkarya lagi ya Thor 🤲 Aamiin 🤲
Rehta Ta
keren ceritanya😘
Thirta Nata
pikiran mereka sama².keren cerita nya
krisan
lanjut
Aba Bidol
ini bab yang bener2 bikin tegang..., ayoo Lex..bersihkan semua wanita2 ulet keket itu...
Aba Bidol
Karya ke 3 othor yang akhirnya tamat di baca. Cerita yang ringan, singkat dan nggak muter2 berepisode panjang nggao jelas......., sangat menghibur di dunia halu...., Karya yang keren tor...👍👍👍🎉🎉
tetap semangat berkarya yah thor....🤟💪💪💪👍👍👍👍👍🎉🎉🎉🎉
Sri
keren thor ,,, 👍 👍👍
Lilis Ferdinan
ngak ngerti,,,,dng jalan pikiran mamanya alex,,
Lilis Ferdinan
ttp bersama ya,,, bersama akn lbh kuat,, thor jng jahat2 yah, 😇😇
Lilis Ferdinan
indahnya kebersamaan mereka,, smg ngak ada yg mngusik,,,😁
Lilis Ferdinan
smg cinta kefuannya cukup kuat, untk mnhan semua cobaan yg akan dtg,,, hmmmm,,,
Lilis Ferdinan
beneran ikut esmosi nih,,, tu, mamanya sama mertuanya, kgak punya perasaan apa yah,,, emng nikah bs seenaknya ditukar2,gitu,,,, pengen ketok lambungnya tu emak2,biar pada sadar,,, smg kepalsuan sierra segera trungkap,,,😔
Lilis Ferdinan
Greb,,,, nya bang alex bikin kesemsem deh,,jd ngak sabar nunggu keromantisan nya di Paris,,, tp,,, kok takut2 bakal ada yg batalin,,, hiiii☹️
Lilis Ferdinan
kayaknya tebakan alex benar deh,,, sierra penuh tipu muslihat,,,, smg alex ngak berubah, ttp mncintai dan percaya sm sarah,,, haaa,,,, ikutan esmosi nihh,,,, 😁
Lilis Ferdinan
visualnya bikin meleleh,, aihhhh,,,
Lilis Ferdinan
aihhhh,,,, kok udh ngerasa nyesek duluan , sblm konflik,,, ngeri2 gmnnaa,,,,gitu ngebayangin nya,,, 😟
Lilis Ferdinan
makin kesini, smkin suka,,,, bang alex kok esmosi,, situ yg selingkuhhh,,, pengen cubit ginjalnya deh,,, 😌
Lilis Ferdinan
dedegan nih,, ngebayangin gmn sifatnya sierra, jahatkah,,, haduhhhh,,,,, 😌
Lilis Ferdinan
semakin menarik,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!