“Temani kesepianku, maka uangku adalah uangmu!"
Demi kesembuhan sang ibu, Ermi Azrina rela menjadi Fake Affair yang berarti ia hanya perlu menjalankan misi agar Nesya Key (istri sah) sakit hati hingga menuntut perceraian.
Mampukah Ermi menyelesaikan misinya dengan baik? Apakah mungkin Key yang sangat mencintai suaminya mau bercerai hanya karena kehadiran orang ketiga? Apa motif di balik Fake Affair yang Varon Mero lakukan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34 ~ Terungkap
DOR!
Varon tersenyum kecil melihat sang sahabat melepas tembakan pada vas bunga dan bukan padanya. Itu artinya, Viktor belum berubah sepenuhnya, masih ada sedikit harapan bahwa sang sahabat akan kembali seperti semula sebelum mereka mengenal cinta.
"Yang Nesya kandung bukan anakku, tapi anakmu," ungkap Varon membuat Viktor mematung di tempat.
"Pergi dan temui dia sebelum terjadi sesuatu padanya karena aku sudah menceraikannya," lanjut Varon melanjutkan perjalanan membawa Ermi ke rumah sakit. Ia berkata seperti itu karena Nesya atau biasa ia panggil Key terus mengancam ingin bunuh diri apabila diceraikan. Ya, sampai detik ini, saat ia telah melahirkan dan rahasia besarnya terbongkar, Key masih tetap terobsesi akan Varon.
Tiba di rumah sakit, dokter langsung mengambil alih Ermi. Karena kondisi Ermi sudah sangat lemah, maka dokter memutuskan untuk melakukan operasi cecar. Namun, sayangnya sudah terlambat karena pembukaan sudah pembukaan terakhir.
"Panggil suami pasien!" perintah dokter karena Ermi perlu ditemani agar kuat saat mengejan. Seorang suster bergegas keluar dari ruangan persalinan untuk memanggil Varon yang mereka kira adalah suami Ermi.
Varon pun langsung masuk ke dalam ruangan, ketika masuk, langkahnya terhenti saat melihat perjuangan Ermi yang berusaha melahirkan calon bayinya.
"Mari temani nona melahirkan, tuan," ujar sang suster membuyarkan lamunan Varon. Dengan tubuh yang bergetar, ia pun mendekat pada Ermi yang terus mendorong dengan sekuat tenaga.
"Ayo nona, dorong lagi!" tegas sang dokter memberi semangat. Ermi yang telah kehabisan tenaga tak lagi sanggup mendorong. Sementara Varon masih mematung di sebelah Ermi, ia ingin menyentuh Ermi dan memberikan semangat, tapi tubuhnya seolah kaku.
Hatinya terasa sakit melihat betapa kuatnya jemari Ermi mencengkram besi pembatas brankar. Varon sangat ingin meraih jemari Ermi, kemudian membiarkan Ermi mencengkram jemarinya dengan sekuat tenaga. Namun, ada perasaan tak pantas hingga ia tak sanggup melakukannya.
Sebagai seorang pria yang tega menelantarkan Ermi yang tengah mengandung buah hatinya. Varon merasa tak pantas untuk mendapatkan wanita sebaik Ermi. Varon merasa sangat bersalah karena semua penderitaan serta rasa sakit yang Ermi dapatkan, semua karena dirinya.
"Gunting!" seru dokter membuat Varon bergidik ngeri.
"Aarrgh! Saa-kiiit!" teriak Ermi kesakitan hingga membuat Varon mundur beberapa langkah. Suster sampai menggelengkan kepala tak percaya melihat Varon ketakutan.
Sementara Ermi terus meringis kesakitan ketika dokter mengambil keputusan untuk menggunting jalan lahir. Meski dokter telah memberikan suntikan bius, tapi tetap saja Ermi dapat merasa sakit luar biasa itu.
"Tuan, tolong bantu kami tenangkan nona setidaknya itu dapat mengurangi rasa sakitnya. Itu adalah tugas anda sebagai suami," ujar sang suster geram melihat pria sekekar dan setegap Varon justru tak melakukan apa pun pada Ermi. Suster sangat kasihan pada Ermi.
"Tapi saya bukan suaminya, suster," ucap Varon merasa tak pantas. Mendengar itu, Ermi menitikkan air mata. Ketiak rasa sakit menggerogoti tubuhnya, Ermi masih sanggup membendung air mata. Namun, saat mendengar perkataan Varon yang tidak mengakuinya, entah kenapa Ermi merasa sangat sakit hingga tak kuasa membendung air matanya.
Tidak bisakah Varon berbohong demi menjaga perasaannya? Baru saja Ermi merasa dicintai ketika Varon datang menyelamatkan nyawanya dan juga calon bayinya. Apakah Varon harus secepat itu membuatnya merasa seakan tidak berharga. Baiklah, tidak apa bila Varon tidak mengakui dirinya. Lagipula ia memang bukan siapa-siapa. Hanya gadis bodoh yang rela berselingkuh demi uang.
Akan tetapi, Ermi berharap anaknya kelak tak mendengar ucapan Varon yang tidak mengakuinya anaknya. Meski keberadaannya tidak diakui, tapi Ermi tetap berharap keberadaan anaknya tetap diakui oleh Varon, karena Ermi tidak ingin anaknya merasakan sakit yang sama seperti yang ia rasakan.
"Perlu dorongan sekali lagi saja," ucap dokter di bawah sana. Suster menatap Varon dengan sinis, kemudian menatap Ermi dengan rasa kasihan. Melihat Varon yang masih diam mematung, suster pun mengambil alih memberikan semangat kepada Ermi untuk mengejan sekali lagi.
"Semangat nona, saya yakin anda bisa. Pikirkan bayi anda yang menggemaskan, yang selama ini menguatkan nona, bayangkan betapa cantik atau tampannya ia saat hadir di hadapan nona ketika nona mendorong sekali lagi saja. Hanya sekali saja nona, maka dia akan segera muncul dalam pelukan anda," bisikin sang suster membuat Ermi mengusap air matanya sendiri dengan lemah.
Setelah itu, Ermi berusaha mengumpulkan semua energi yang ia punya. Lalu, ia pun mengejan dengan sekuat tenaga hingga akhirnya....
Oek....
tapi kok dikit banget kak.. 😁😁😁
gpp deh, yg penting masih bisa terus menikmati karyamu..
oke deh lanjut karya berikutnya..
sehat2 terus ya kak..
tetap semangat berkarya.. 😘🥰🤩😍
udh mampir di karya baru mu mak..
makasih othor 😘