Nanda ananta andreansyah seseorang polos lugu ,cupu penampilan yang begitu cupu siapa pun pasti akan membully nya , namun jangan salah sangka dia adalah anak orang terkaya di dunia namun dia selalu mengabaikan ibu nya dan ayah nya demi mengejar cinta nya dari seseorang bernama ,
Xavier Alexander seorang dingin, irit bicara,dan ketua geng motor arlon orang yang di sukai oleh Nanda , namun dia sangat acuh dan selalu memaki nya karena dengan begitu Nanda pasti akan berhenti untuk mengejar nya pikiran nya
namun salah bukanya berhenti tapi Nanda masih mendekati terus menerus nya meskipun pernah di Katai dan di maki namun suatu hari dia sangat lelah dan tidak percaya memang dirinya sudah terbiasa dengan maki" namun knp ini rasanya sakit banget
pada akhirnya dia ketabrak mobil
" Xavier aku mencintaimu selamat tinggal " ucap Nanda dan menutup mata nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon author Rhs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34
Kring kring
Bel istirahat berbunyi
Semua siswa keluar dari kelas menuju kantin. Untuk mengisi perut atau ada yang mau duduk bermain hp seperti sila.
Sila fokus dengan bermain hp membuat nya tak sadar dengan sekitar bahwa ada yang menatap nya dari tadi.
" Hai kak sila " Ucap bianca anak baru yang masuk bersama Alex. Berniat menyapa sila.
sila yang tadi sedang fokus bermain hp, merasa dipanggil dia pun menoleh dan mengerutkan kening dirinya.
" Iya ada apa " Ucap sila dan menaruh hp di meja,
Sejenak bianca menunduk dan gugup.
Sila yang melihat itu bingung dengan sikap bianca,
" Aku mau ngajak kamu ke kantin mau ngak " Ucap bianca dan memberanikan diri menatap sila.
Sila pun meganguk.
" Boleh ayok tadi gw ada penting makanya main hp " Ucap sila dan segera sila berdiri dan bianca mengikuti dibelakang nya.
" Terimakasih kak udah nerima ajakan aku " Ucap bianca atau dipanggil bia,
" Sans aja bia lagian kalo lo tadi ngak ngajak gw, kayaknya gw bakal lupa makan, soalnya kalo main hp suka lupa kecuali kalo udah masuk , soalnya bunyi bel nya keras " Ucap sila kepada bia.
Bia pun meganguk
" Sama dong kaya aku, apalagi kalo nonton drakor sama kartun suka lupa diri. Tapi untung aku punya keluarga suka ngingetin. Buat makan sama mandi "
" Oh lo suka drakor sama kartun, wih sama dong kayak gw suka drakor, kapan kapan kita nobar yok "
" Ayok aja kak "
" Ngak usah manggil kak panggil aja sila lagian kita seumuran kan "
" Em gimana ya kak aku baru umur 16 tahun "
Ucap bianca dengan malu malu, mendengar jawaban bianca sila pun terkejut tanpa sadar dia berteriak.
" APA 16 TAHUN " Teriak sila hei siapa yang tidak terkejut saat bia bilang umur 16 tahun, dirinya saja sudah umur 17 hampir 18 tapi masih lama.
Kalo masih SMP mungkin sila tidak akan terkejut tapi ini SMA 16 tahun what.
Tanpa disadari sila semua murid menatap sila dan bianca menjadi pusat perhatian karena sila berteriak, dan ada yang menguping dan ada tanpa sengaja mendengar obrolan mereka, ada yang terkejut ada yang tidak.
" Kak bia malu. Emang kenapa kak kalo umur ku 16 tahun " Ucap bia dengan menunduk dan pipi bersemu , dia merasa malu karena menjadi pusat perhatian.
Mendengar itu sila pun menatap sekitar dan tersenyum kikuk
Dia ingin menghilang dari saat ini juga bisakah,
Langit aku ingin menghilang dari dunia ini karena aku malu. Langit
Ekhem
" Maaf maaf udah megangu tadi, maaf para senior dan adik kelas " Ucap sila malu dan mengandeng tangan bia, dan berjalan cepat
" Kenapa kak malu ya lagian kakak ini kenapa terkejut waktu aku bilang umur 16 tahun "
" Ya terkejut aja gitu rata rata biasanya anak SMA itu, 18/17 tahun lah ini 16 tahun ,dan jarang aja gitu umur segitu,udah SMA. Pasti kamu loncat kelas ya "
" Hehehe iya kata papa aku, kalo aku diberi kelebihan maksud aku gini, aku kan pintar gitu jadi manfaatin dengan kepintaran dan, aku langsung loncat kelas, gitu maksudnya
" Pantes makanya aku terkejut ternyata pintar wih boleh nyontek dong hehe " Ucap sila dengan enteng ( jangan dicontoh gaes) bianca pun mengeleng geleng dengan kelakuan teman nya,
" Boleh aja tapi harus bayar 100 juta gimana " Ucap bia dengan jahil membuat sila terkejut, dan menatap bia
" Eh buset nyontek doang bayar 100 juta mending buat ke Jepang buat jalan jalan " Ucap sila
"Ya mau gimana lagi masa iya, aku yang mikir kaka yang dapat nilai bagus, makanya belajar, kalo nyontek boleh kok asal bayar 100 juta kan untung juga buat aku hehehe "
" Ngak minat ngak jadi "
" Oh ya kak aku boleh tanya ngak "
" Tanya aja, mending lu disamping gw jangan dibelakang cape gw, nengok ke belakang terus " Ucap sila kepada bianca yang menang bianca saat ini diposisi belakang sila,
mendengar sila menyuruh untuk disamping sila, bianca pun menurut
" Kak karin sama kak nanda kemana kak, biasanya ada disamping kakak "
" Udah jangan manggil kak meskipun lo umur, 16 tahun . Untuk nanda sama karin ngak tau kayaknya bolos deh, dasar ngak sohib. gw ngak diajak bolos juga awas mereka kalo datang nanti gw mau ngambek "
Ucap sila tanpa tau kalo sebenarnya mereka sedang dirumah sakit, karena ada kecelakaan Xavier dan Alex. Tidak seperti dibayangkan sila bolos, kecafe atau mal dll.
"Jangan bolos kak itu ngak baik loh. Nanti kakak ngak naik kelas gimana. Ngak sopan kak kalo manggil nya sila kak " Ucap bia memberikan saran baik.
" Ngak papa kan gw yang minta . Hehehe sekali kali ngak papa lah " Ucap sila ( mau digeplak sama mak lo, bolos terus nanti kalo ngak naik kelas, nangisss)
( diam lo thor)
Ok back topik
" Eh dari tadi kita ngobrol terus, yaudah gw pesen makanan lo nyari meja ya "
" Oke kak "
*****
"Xavier kenapa kamu bisa begini hiks hiks anak mama " Ucap mama Xavier saat melihat keadaan anaknya sedang kritis, dia sebagai ibu merasakan sakit melihat kejadian yang menimpa anaknya.
" Mama kita harus terima apa yang terjadi sama Xavier,dan masih dikasih kesempatan hidup lagi ma " Ucap papa Xavier mencoba menenangkan sang istri dari pingsan tadi.
Saat dia dikasih tau nanda bahwa Xavier kecelakaan dan bibi di pembantu memberitahu,
dan sang istri pingsan membuat dia langsung pulang padahal papa Xavier sedang meting. Dengan saham tinggi.
Setelah sampai dirumah sang istri sudah bangun dan memaksa langsung ke rumah sakit,
Sebenarnya dia sudah bilang ke istri kalo sedang tidak baik baik saja, biar papa Xavier saja yang nanti kerumah sakit,
dia melihat sang istri pucat, dan sang istri pun menyakinkan bahwa dia baik baik saja ,
Setelah sampai dirumah sakit mereka segera mencari nanda tapi tidak ketemu karena nanda saat itu sedang di ruang perawatan Alex,
Orang tua Xavier pun bertanya kepada suster dan memberikan arah ke ruang perawat yang dimana Xavier berada.
setelah diberi arah mereka pun bertemu dengan karin melihat orang tua Xavier sudah datang, karin pun pulang dengan sang pacar.
dan tidak lupa berterima kasih karena sudah menjaga anak mereka,
Saat melihat keadaan anak sang istri pingsan lagi, karena tidak kuat, alhasil papa Xavier pun menjaga anak dan istri di ruang satu perawatan sama, dan dicek dengan dokter
Dokter pun bilang bahwa istri pingsan karena syok dengan keadaan anak nya, setelah dicek dokter segera dokter pergi menunggu satu jam istri bangun.
dengan dituntun suami dia mendekati anak nya dan menangis, sang suami pun menenangkan istri
" pa Xavier hiks hiks nak "
" udah ya ma jangan nangis lagi nanti, Xavier sedih lihat mama begini "
" hiks pa mama tuh sakit hati lihat keadaan Xavier begini "
" mama papa tau mama sedih lihat keadaan Xavier begini tapi mama jangan nangis terus, nanti Xavier sedih loh "
hiks hiks
Mama Xavier tidak menjawab pertanyaan suami lagi, Ida masih sedih melihat keadaan Xavier,
"ma papa tinggal dulu boleh, papa harus pergi ke dokter untuk mengetahui apakah luka Xavier parah, dan bagaimana kondisi nya "
" iya pa pergi aja pa "
" baiklah papa pergi ya "
****
" sus jadi bagaimana keadaan anak saya sus "
" anak anda baik baik saja pak, namun karena kepala anak anda mengalami
Kerusakan jaringan otak menyeluruh
Cedera kepala yang berat juga bisa menyebabkan kerusakan jaringan otak secara menyeluruh atau diffuse axonal injury yang merupakan akibat paling berbahaya dari cedera kepala. Jika terjadi, ini dapat menyebabkan seseorang mengalami kerusakan otak permanen bahkan kematian, " ucap dokter dengan menatap kasian kepada orang tua pasien, papa Xavier pun menahan kesedihan dia tidak boleh menangis,
istri dan anak adalah tanggung jawab nya, dia tidak boleh lemah dia harus kuat untuk keluarga,
" apa ada efek dari kepala anak saya dok? " ucap papa Xavier bertanya. dokter pun meganguk
"Saat terjadi benturan keras pada kepala, otak akan ikut bergerak dan bergeser, pergerakan otak yang berlebihan ini dapat menimbulkan gejala gegar otak. Gejala gegar otak dapat berlangsung selama beberapa menit hingga berhari-hari setelah mengalami benturan."ucap dokter dengan panjang lebar
papa Xavier pun mencerna kata kata dokter,
" terimakasih dokter apa ada lagi yang harus dibicarakan "
" tidak ada pak untuk obat rasa sakit jika, datang lagi ini obat untuk anak anda "
" terimakasih dokter "
"sama sama pak, mari "
" mari dokter "
papa Xavier pun keluar dan sandaran pada dinding, dia lemah soal keluarga dia tidak kuat jika keluarga nya, sedang terancam nyawa, apalagi tentang anak dan istri
papa Xavier yang dikenal kejam didunia bisnis, sekarang dia sedang lemah, rapuh tapi dia harus kuat demi keluarga
Setelah menangis dan menenangkan pikiran dan hati, dia pergi ke ruang anaknya.
mohon maaf karena ngak jarang update, dan maaf kalo ngak nyambung, karena ini hasil dari pemikiran ku,
maaf sebelumnya saya ingin memberikan saran, di bab ini banyak sekali pengulangan kata yang sama dalam satu paragraf,dan banyak sekali salah huruf disetiap kata.
maaf sebelumnya kalau bisa athor sunting dulu sebelum di upload ke NT untuk episode selanjutnya ♥️♥️♥️🙏