NovelToon NovelToon
Cinta Paksa Berujung Bahagia

Cinta Paksa Berujung Bahagia

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / CEO / Sci-Fi
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ketoprak Encok

Di mata publik, Rania hanyalah anak bungsu Keluarga Baskara yang manja, dan menjadi beban keluarga. Semua orang lebih memuja kakaknya, Resti, yang merupakan model sukses. Padahal di balik layar, Rania adalah gadis mandiri yang membangun toko rotinya sendiri dari nol tanpa bantuan siapa pun.Malam pernikahan megah tiba, namun Resti justru kabur ke Prancis demi karier modelnya. Demi menyelamatkan nama baik Keluarga Baskara, Rania dipaksa menjadi pengantin pengganti untuk menikahi Rangga, CEO dingin pewaris Pratama Group.
Rangga murka karena merasa ditipu. Dia mengira Rania adalah gadis manja yang sengaja menjebak kakaknya demi harta. Namun, saat Rangga mulai tahu kemandirian Rania—dan aroma roti buatan Rania justru menyembuhkan penyakit mag kronisnya—sang CEO mulai cemburu buta dan gengsi untuk mengaku bucin.Sanggupkah Rania membungkam mulut semua orang yang dulu meremehkannya?

UP SETIAP HARI JAM 06.00

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ketoprak Encok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Suara aliran air dari keran stainless steel di dapur penthouse itu bergemericik konstan, memecah keheningan pagi yang sempat memanas akibat perdebatan sengit soal sarapan roti panggang susu. Rania berdiri di depan wastafel dengan gerakan telaten, membilas piring keramik putih yang baru saja dilahap habis oleh suaminya tanpa sisa. Tangannya bergerak lincah membersihkan sisa-sisa remah dan karamel madu menggunakan spons lembut, memastikan tidak ada satu noda pun yang tertinggal.

Bagi Rania, merapikan dapur adalah sebuah bentuk terapi kecil. Setiap gerakan mencuci adalah cara otaknya menata kembali strategi-strategi bisnis yang harus ia jalankan hari ini. Toko roti Sweet Crumb miliknya tidak boleh terbengkalai hanya karena status barunya sebagai Nyonya Pratama. Ia harus segera kembali ke sana, mengecek persediaan tepung, memantau kinerja para karyawannya, dan memastikan oven-oven kesayangannya bekerja dengan efisiensi maksimal.

Setelah piring terakhir diletakkan di rak pengering dengan bunyi dentingan halus yang teratur, Rania melepas apron putih yang melekat di pinggangnya, melipatnya rapi, lalu meletakkannya di atas meja konter. Ia menarik napas dalam-dalam, menepis sisa-sisa kekesalan akibat ocehan narsis Rangga beberapa menit lalu.

Rania membalikkan tubuhnya. Langkah kakinya yang mantap membawanya mendekati area ruang tengah, tempat Rangga Pratama masih berdiri bersidekap dengan wajah angkuh, menatap ke luar jendela kaca raksasa seolah-olah dirinya adalah penguasa mutlak jagat raya.

"Tuan Rangga Pratama yang terhormat," panggil Rania dengan nada suara yang sengaja dilembut-lembutkan—meski intonasinya masih menyisakan ketegasan yang khas.

Rangga menolehkan kepalanya perlahan. Pria berdarah dingin itu menurunkan kedua tangannya dari dada, menatap wanita yang kini berdiri beberapa langkah di hadapannya. Balutan pakaian santai pagi hari tidak mengurangi sedikit pun aura garang yang terpancar dari mata Rania.

"Ada apa lagi?" tanya Rangga sinis, mengangkat sebelah alisnya. "Mau minta ganti rugi karena roti buatanmu habis kumakan? Nanti ku transfer uang untuk ganti roti yang rasanya tidak seberapa itu."

"Bukan urusan roti, Tuan CEO yang pelitnya melampaui batas kewajaran," balas Rania tajam, melipat tangannya di depan dada sambil mendengus kecil. "Aku ke sini mau menyampaikan pemberitahuan administratif. Mulai hari ini, aku akan tetap bolak-balik mengurus toko roti kecilku, Sweet Crumb, di pusat kota. Jangan coba-coba melarangku atau membuat aturan jam malam konyol di luar jam kerja pernikahan kontrak kita."

Mendengar ucapan itu, sudut bibir Rangga terangkat membentuk senyuman meremehkan. Pria itu mendengus sinis, lalu melangkah mendekat dua langkah untuk memperpendek jarak di antara mereka, sengaja menggunakan tinggi badannya yang mendominasi untuk mengintimidasi sang istri.

"Toko roti kecil?" cibir Rangga dengan nada suara yang sarat akan penghinaan halus. Ia menggelengkan kepala perlahan. "Rania, sadarlah. Kau sekarang menyandang marga Pratama. Istri seorang CEO konglomerat besar di negeri ini. Untuk apa membuang waktu mengurus toko roti kumuh berukuran setengah ruko itu? Paling-paling, toko sekecil itu akan bangkrut dalam waktu kurang dari sebulan tanpa kucuran dana segar atau campur tangan perlindungan dari ayahmu."

Rilis kata-kata meremehkan itu meluncur begitu saja dari mulut Rangga, sebuah bentuk usaha klasik untuk meruntuhkan mental wanita di hadapannya agar tunduk pada aturan dunia mewahnya.

Alih-alih merasa kecil hati, ciut, atau menunduk ketakutan seperti bayangan Rangga, reaksi yang ditunjukkan Rania justru di luar dugaan. Kedua mata Rania membelalak tajam, pupilnya menyiratkan kobaran amarah yang membakar. Rahangnya mengeras, dan garis wajahnya berubah garang bagaikan seekor singa betina yang wilayah teritori kekuasaannya baru saja diinjak-injak.

Rania melangkah maju selangkah, menatap tepat ke dalam mata Rangga dengan tatapan mematikan. Bibirnya terbuka, bersiap melontarkan rentetan kalimat makian pedas kelas berat untuk menghancurkan keangkuhan pria di depannya.

Namun, alih-alih merasa terintimidasi oleh tatapan tajam maut itu, apa yang ada di dalam kepala Rangga justru melenceng jauh dari kenyataan.

'Astaga.....' batin Rangga tertegun sejenak, menatap lekat-lekat ekspresi melotot penuh amarah di wajah Rania.

'Kenapa dia kalau sedang marah begitu justru terlihat seperti kucing garong yang sedang ngambek? Sama sekali tidak seram. Malah terlihat aneh dan... Begitu imut?'

Sebuah senyum tertahan hampir saja lolos dari bibir Rangga melihat kelakuan istri dadakannya itu. Namun, sebelum Rangga sempat menikmati detik-detik kebingungannya sendiri, sebuah ide licik melintas di kepalanya untuk membungkam mulut cerewet sang istri.

Rangga merogoh saku celana panjang piyamanya, mengeluarkan ponsel pintar berlapis emas miliknya. Jemari tangannya bergerak lincah menekan beberapa tombol aplikasi mobile banking perusahaan dengan nominal transfer yang disengaja.

Tring!

Di saku jas rumah yang dikenakan Rania, sebuah suara notifikasi pesan masuk bernada khas berbunyi nyaring.

Rania menghentikan ancang-ancang makiannya. Dahinya mengernyit bingung. Dengan gerakan ragu, ia merogoh ponsel dari sakunya dan membuka layar kunci benda pipih tersebut.

Begitu aplikasi perbankan terbuka dan deretan angka pada saldo rekening pribadinya terpampang nyata di depan mata, napas Rania seketika tercekat. Matanya membelalak selebar-lebarnya, hampir keluar dari rongganya. Jantungnya berdegup kencang bukan karena ketakutan, melainkan karena shock melihat deretan angka nol yang begitu panjang dan fantastis.

Satu... dua... tiga... empat... lima... enam... tujuh... delapan...

Rp500.000.000,00!

Lima ratus juta rupiah?! Masuk ke rekening pribadinya dalam hitungan detik atas nama pengirim: Rangga Pratama!

Rania mengangkat kepalanya perlahan, menatap layar ponsel, lalu beralih menatap sosok pria di hadapannya dengan mulut sedikit menganga. Seluruh amarah, kekesalan, dan jiwa garangnya lenyap dalam sekejap, menguap tertelan nominal setengah miliar rupiah yang mendarat mulus tanpa aba-aba.

Melihat perubahan ekspresi wajah Rania yang tadinya bagaikan singa kelaparan kini berubah drastis menjadi bagaikan kucing persia yang disodori ikan salmon segar, Rangga mengangkat sebelah alisnya dengan seringai penuh kemenangan.

Rania berdehem pelan.

Ehem!

Membersihkan tenggorokannya yang mendadak terasa kering. Postur tubuhnya yang tadinya tegang dan siap menerkam kini melunak secara instan. Sudut bibirnya tertarik ke atas, membentuk senyuman paling manis, paling ramah, dan paling palsu yang pernah ia ciptakan seumur hidupnya.

"Ehemmm... Tuan Rangga, suamiku tersayang, tercinta, dan paling dermawan sedunia..." suara Rania berubah menjadi sangat lembut, nyaris seperti alunan madu meleleh, kontras 180 derajat dari bentakannya semenit yang lalu. Tangannya bahkan dengan cekatan terulur mengibaskan debu imajiner di bahu jas piyama Rangga dengan sangat hati-hati. "Ehmm, omonganmu soal toko rotiku tadi barusan itu... ah, tentu saja itu hanya candaan pagi yang menghangatkan suasana, kan? Mana mungkin toko roti sekecil Sweet Crumb bisa bangkrut kalau pemiliknya adalah wanita jenius sepertiku, didukung pula oleh suami konglomerat yang hatinya seluas samudra Pasifik ini."

Rangga menahan tawanya melihat perubahan ekstrem yang terjadi pada wanita di depannya. Pria itu menyilangkan tangan di dada, menikmati pemandangan langka di mana seorang Rania Pratama yang terkenal garang dan independen kini mendadak berubah menjadi penurut hanya karena gelontoran dana fantastis.

'Ternyata benar dugaanku,' batin Rangga menyeringai penuh kemenangan di balik wajah datarnya.'Gadis ini punya prinsip hidup yang sangat transaksional. Kalau sudah diberi uang dalam jumlah besar, dia langsung melunak dan berubah patuh seketika. Kurasa aku bisa memanfaatkan kelemahan finansial ini untuk menjinakkan si kucing garong.'

"Lima ratus juta itu bukan uang cuma-cuma, Rania," ujar Rangga dengan nada dingin yang dibuat-buat, mempertahankan wibawa CEO-nya meski matanya menggelitik geli. "Itu adalah bayaranku untuk roti jelek tadi sekaligus awal agar toko rotimu tidak terlihat memalukan di mata rekan bisnis keluarga Pratama. Gunakan dengan benar, dan ingat: setiap sen penggunaannya harus ada laporan pertanggungjawabannya di bawah pengawasanku."

Rania mengangguk-angguk cepat dengan senyum sumringah yang tidak bisa ia sembunyikan lagi, sementara jarinya sibuk menghitung estimasi keuntungan bersih yang bisa ia putar dari modal setengah miliar tersebut.

'Lima ratus juta... Dipotong modal bahan baku, terus buat beli oven baru, sisa tiga ratus juta bisa jadi tabunganku dan juga bisa eksperimen roti dan kue baru.' batin Rania bersorak girang penuh kemenangan. Tuan Muda ini ternyata selain pelit, kalau lagi khilaf dermawannya luar biasa juga.

1
fanny tedjo pramono
mampir baca guys
Rian Moontero
lanjuutt,,👍🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!