NovelToon NovelToon
Kuserahkan Suamiku Kepada Pelakor

Kuserahkan Suamiku Kepada Pelakor

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Pelakor / Keluarga / POV Pelakor / Tamat
Popularitas:208k
Nilai: 5
Nama Author: Nike Ardila Sari

‘’Hei, Mbak! Ini lelaki yang kamu inginkan, bukan? Eh, suamiku maksudnya! Secara kan dia masih suamiku. Ambillah!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Ardila Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ancamanku?

‘’A—apa? Berani sekali dia. Aku malah lupa kalo pagi ini orang-orang yang melamar jadi security akan datang ke rumah ini,’’ kataku lirih yang terperanjat kaget mendengar ucapan bibi Sum.

Aku tak tahu lagi apa yang direncanakan oleh lelaki itu. Padahal dia sudah lama tak berada di rumah dan dia tak tahu apa-apa soal aku mencari security pribadi untuk rumahku. Yang tahu tentang ini hanya bibi dan aku. Ah, apalagi rencana licik yang dibuat oleh lelaki pengkhianat itu?

‘’Bi, temani aku ke luar ya?’’

Bukan aku takut, tapi aku hanya waspada saja. Jika nanti kepalaku mendadak pusing kembali dan apalagi kini tubuhku terasa tak berdaya. Bibi tampak mengangguk. Dengan pelan aku bangkit dan melangkahkan kaki ke luar. Setibanya di teras rumah, aku mendapati lelaki itu tengah bersama beberapa orang lelaki, menurutku mereka yang menghubungiku kemarin malam.

‘’Apalagi yang kamu rencanakan, Mas?’’ gumamku dalam hati. Tanpa berpikir lagi aku bergegas menghampiri.

‘’Mas, kamu nggak berhak mengatur semua ini!’’ tegasku. Membuat lelaki pengkhianat itu terperanjat, sedangkan yang lainnya terheran menatapku.

‘’Kalian semua, kalian itu mau kerja dengan aku. Bukan dengan lelaki ini!’’ tunjukku dengan telunjuk kiri.

‘’Bukannya, Bapak ini suami, Ibu?’’ selidik salah seorang di antara mereka yang membuat aku tersenyum sinis.

‘’Hemm, dia sudah lama enggak di sini lagi. Jadi aku rasa akulah yang seharusnya berhak memilih kalian, bukan? Dia enggak tahu apa-apa soal ini,’’ kataku yang melirik mas Deno mematung.

Aku tak habis pikir dengan kelakuannya. Ada apa di balik ini semua? Dia yang tiba-tiba datang mendadak ke rumah, padahal rumah tangga kami tengah ditimpa masalah besar dan dia yang hendak ingin memilih security untuk rumah pribadiku yang dia tak tahu sama sekali soal ini.

‘’Dan kamu, Mas! Dengan baik-baik aku minta kamu untuk meninggalkan rumah ini dan apa aku harus menceritakan kebusukanmu ke Mama?!’’ bisikku di telinganya. Ya, aku bisa saja melakukan itu semua. Membuat dia bergegas bangkit dari kursi dan menatapku tajam, namun aku membalas tatapannya itu.

‘’Oke, kalo gitu sekarang aku tinggal cerita saja ke Mamamu yang berpenyakitan itu. Kira-kira gimana perasaannya ya? Anak semata wayang dan kesayangannya selingkuh di luar sana!’’ ancamku yang kembali berbisik di telinganya.

Ya, tak ada pilihan lain lagi selain aku mengancamnya. Aku masih punya hati hingga membuat aku hanya berbisik saja, bagaimana kalau dengan suara lantang aku mengatakan semua itu di depan orang-orang? Aku bisa saja untuk mempermalukan dan membuka aibnya.

‘’Kamu sungguh keterlaluan! Lihat aja nanti apa yang bakalan aku lakukan!’’ ancamnya kembali dengan rahang mengeras.

Namun, aku tak peduli dengan ancamannya itu. Dia bergegas melangkah menuju pagar yang masih terbuka dan mata elangnya masih menoleh padaku, menatap dengan tajam. Aku pun membalas tatapan tajamnya itu tanpa ada rasa takut. Dia bergegas menaiki mobil bewarna biru yang kukira itu adalah mobil baru dibelikan oleh selingkuhannya itu dan mobilnya pun hilang dari pandanganku. Aku menghela napas kasar.

‘’Untung saja aku punya cara untuk mengusirnya,’’ monologku dalam hati. Ya, akhirnya ancamanku mampu membuat dia pergi. Aku beralih menatap beberapa orang lelaki yang masih mematung.

‘’Kenapa enggak menemui aku dulu?’’ tanyaku memandangi para calon security rumah pribadiku.

‘’Ka—kami sebenarnya mau menemui Ibu, tapi Bapak yang tadi langsung berkata kalo dia suami Ibu—‘’

‘’Dasar lelaki! Apa lagi yang dia mau?’’ monologku dalam hati.

‘’Ma’af Mas, Bapak dan semuanya. Kita mulai saja ya? Apa kalian sudah membawa persyaratannya?’’ Aku mengalihkan pembicaraan.

Rasanya jika terus membahas lelaki pengkhianat itu membuat kepalaku makin berdenyut. Mereka bergegas menyodorkan padaku berkas-berkas yang dibawa olehnya. Seketika bibi Sum memasuki ruangan khusus untuk security dan berdiri di belakang kursiku. Kucoba mengecek satu-persatu berkasnya. Ada beberapa berkas yang mencantumkan surat pengalaman kerja dan ada juga yang tak mencantumkan.

‘’Bi, aku lupa. Naisya sama siapa di rumah ya? Kok Bibi tinggalin dia,’’ kataku yang menepuk kening dengan pelan. Ya, aku baru sadar kalau anakku sudah bangun di rumah.

‘’Sama Neneknya, Bu,’’ sahut bibi yang membuat aku terkesiap. Jadi mama mertua masih berada di rumah? Ah, aku tak memperhatikan sama sekali.

‘’Mas, Bapak dan semuanya. Kalian boleh pamit dan nanti malem akan aku hubungi kalian. Tapi mohon ma’af bagi yang enggak terpilih nantinya ya dan semoga kalian dapet lowongan kerja yang lain.’’

‘’Dengan berat hati aku harus memilih satu orang di antara kalian.’’

‘’Baiklah, Bu. Kami pamit dulu,’’ katanya mewakili dan bergegas bangkit.

‘’Iya, Pak. Terima kasih banyak sudah mendaftarkan diri untuk jadi security di sini ya,’’ kataku kemudian yang disahut dengan anggukan oleh semuanya.

Mereka pun keluar dari ruangan dan melangkah menuju gerbang untuk kembali ke rumah masing-masing. Tanganku masih sibuk menyusun berkas-berkas. Semuanya ada 12 berkas.

‘’Kok Ibu nggak tes dulu suara mereka?’’ tanya si bibi yang membuat aku tersenyum lebar, padahal hatiku sungguh kalut.

‘’Kan enggak ada Bibi tadi di sini. Seharusnya Bibi yang ngetes suara mereka,’’ sahutku sambil tertawa kecil.

‘’Kan ini bukan ajang pencarian bakat bernyanyi, Bi,’’ imbuhku yang membuat si bibi terkekeh. Wanita separuh baya itu bisa saja menghibur hatiku.

‘’Bibi serus loh, Bu.’’

‘’Udah deh, Bi. Mendingan bantu aku bawa berkas ini dan letakkin ke ruang kerja aku.’’ Aku bergegas menyerahkan berkas-berkas yang sedari tadi aku pegang. Bibi segera meraihnya.

‘’Oke deh, Bu.’’

Aku dan bibi Sum melangkah memasuki rumah, seketika tampak mama mertua bersama cucunya menghampiriku. Ingin rasanya aku jujur ke beliau, apa yang tengah menimpa masalahku. Tapi sepertinya waktu saat ini tak tepat, apalagi ada Naisya yang tak tahu apa-apa. Ya Allah, rasanya aku tak sanggup begini terus.

‘’Mama?’’ Aku tersenyum memandangi Naisya yang di gendong oleh neneknya, namun di sisi lain hatiku sungguh teriris.

‘’Nel? Kamu dari mana?’’

‘’Umm, ini, Ma—‘’

‘’Ya, aku tadi habis dari luar sama Bibi,’’ sahutku, entah kenapa aku terasa sulit untuk bicara dengan mama.

‘’Suami kamu mana?’’ Mata mama mencari keberadaan anaknya.

‘’Di—dia…’’ Ya Allah, kenapa begitu sulit untukku mengatakan yang sebenarnya ya? Kenapa lidahku seakan kelu. Aku beralih menatap bibi.

‘’Ma, kayaknya Naisya udah ngantuk deh. Dia biasanya tidur jam segini.’’

‘’Bi, bawa Naisya ke kamar, ya?’’ Yang disahut anggukan oleh wanita separuh baya itu.

‘’Yuk, Dik sama Bibi aja. Kita tidur ke kamar,’’ katanya sambil memberikan berkas padaku, langsung aku mengambil alih dari tangan bibi dan wanita separuh baya itu bergegas menggendong anakku, untung saja dia menurut. Bibi langsung membawanya menuju kamar.

‘’Itu apa?’’ Mata mama mertua tertuju pada berkas-berkas yang dipegang olehku.

‘’Oh, ini berkas orang-orang yang melamar kerja jadi security di sini, Ma.’’ Aku menatap berkas yang tengah kupegang.

‘’Security? Udah kamu bicarakan dengan suamimu?’’

Jleb! Apa yang harus kukatakan? Jika aku mengatakan kalau mas Deno tak lagi di sini karena ada masalah besar yang tengah menimpa rumah tangga kami, pasti mama tak kan percaya.

‘’Aku kan nggak ada bukti. Seandainya saja, video itu udah di tangan aku. Pasti aku bisa jujur sekarang ke Mama,’’ gumamku dalam hati.

Ya, aku menyuruh seseorang untuk mengikuti mas Deno dan si pelakor itu, lalu aku menyuruhnya untuk merekam kemesraan kekasih haram itu, tentunya tanpa sepengetahuan mereka berdua. Untung saja orang suruhanku itu pintar dalam segala hal, termasuk memata-matai secara diam-diam.

‘’Nel?’’ Panggilan mama mampu membuyarkan lamunanku.

‘’Ah ya, Ma.’’

‘’Deno tahu kalo kamu mau cari security?’’ ulangnya kembali yang membuat jantungku berdegup kencang.

‘’E—enggak sih, Ma. Mas Deno kan jarang banget di rumah. Bahkan ini baru tadi dia ke sini,’’ kataku. Hanya ucapan itu yang keluar dari mulutku.

Membuat mama terkesiap,’’Ma—maksud kamu gimana, Nel?’’

‘’Iya, gimana aku mau bicara soal ini ke dia. Kalo dia selalu saja sibuk di luar. Aku takut aja kalo dia sampe mainin wanita lain di luar sana,’’ kataku yang keceplosan bicara. Seketika aku membungkam mulutku dengan telapak tangan.

‘’Aduh! Nelda, kamu ini gimana sih?’’ monologku dalam hati.

‘’A—apa lagi maksud kamu, Nel? Main wanita? Nggak mungkinlah, Mama tahu gimana Deno itu. Dia tipe lelaki yang setia dan apalagi dia cinta mati sama kamu. Jangan su’udzon deh Nel, nggak baik begitu. Atau jangan-jangan karena kamu kebanyakan nonton sinetron?’’ katanya panjang lebar. Membuat aku menghela napas panjang. Bagaimana kamu mau ceritakan semuanya tanpa bukti yang kuat, Nelda?

‘’Mama pulang dulu ya. Besok giliran kamu dan Deno yang ke rumah. Bawa sekalian Naisya,’’ ujarnya kemudian. Aku hanya terdiam membisu.

‘’Ingat apa kata Mama, jangan su’udzon sama suami sendiri.’’

Bersambung.

**Terima kasih banyak teruntuk Readers yang masih setia membaca novel ‘’Kuserahkan Suamiku Kepada Pelakor’’. Jika kalian suka dengan novel ini, mohon supportnya ya dengan cara like, vote, koment, dan share. Oke, semoga kalian sehat selalu dan dimudahkan segala urusannya.

See you next time**.❤

Instagram: n_nikhe

1
Ai Diah
udah curiga tapi tetap di terima justru yang aneh adalah pemikiran Melda 🙄
Anonymous
bisan bacanya
Jumiah
bisa jd mertua mu sdh tau kelakuan anak x..berselingkuh...
Jumiah
ngapain lg di tunda 2...
sebaik ap mertu klo sdh pisah ia anak nya urusan x..
Jumiah
klo gk mau ad masalah sma orang tua kenapa selingkuh ha dasar suami chemen ,
Jumiah
kesabaran mu nel akan berbuah manis pd ahir nya..
angel
Buruk
angel
langsung aja ksh tau mertuanya ... ngapain jg di simpan ...mertua sebaik apapun tetap anaknya yg di bela
Arin
mampir ach,sprtny menarik...Krn sy pling suka baca novel peran cweny tegas
Jumiah: ak salut bangat ..
semangat baca klo wanita x tegas gk bodoh..
total 1 replies
Mega Mkf
jujur aja si,nelda itu pwrempuan munagix,otak sm logikanya bertolak belaka,,,, makanya (maaf sebelumnya) jgn jadikan kebaikan sbgai kedok buat kemunafixan,dan itu jg banyak di kehidupan nyata/real,,,,,,
Mega Mkf
justru kl ortu ngk di ksh tau,nnti akan menyesal sndri,seberat apa pun mslh rumah tangga kita ortu pasti akan tau,jgn smp ortu tau dr org lain,itu mlh akan menambah ortu tersinggung,mmg ada yg mengatakan jg kl seberat apa pun mslh rumah tangga kita ortu tdk perlu tau,tp itu tergantung mslhnya,kl mslh perselingkuhan,salah kl ortu smp ngk di ksh tau,,,, jgn smp menyesal dan nnti ujung2nya,,, MAAF IBU,,, itu kata2 basi,,,,,
Vivi Bidadari
Eh dasat anak durhaka sdh tau salah malah menyalahkan ortu
Rosnelli Sihombing S Rosnelli
Jangan jangan itu anak si mita makanya mamanya mengusir dia dari rumah
Nike Ardila Sari: Baca sampe ending ya, Ka. Terima kasih banyak sudah membaca karyaku. Support terus ya.😍🙏
total 1 replies
Rosnelli Sihombing S Rosnelli
ou gitu ya
🧭 Wong Deso
semangat terus Bun, perjalanan mu untuk mencapai silver agaknya masih panjang..
Pa'tam
menarik
Nike Ardila Sari: Terima kasih banyak, Kak. Ikutin sampe ending ya. Semoga Kaka dan keluarganya sehat selalu. 🙏❤❤
total 1 replies
🧭 Wong Deso
Semangat terus Thor, votenya udah mendarat manis seperti karyamu 😊
Nike Ardila Sari: Terima kasih banyak, Bun. Sukses selalu dan semoga senantiasa diberikan kesehatan❤❤
total 1 replies
Rosnelli Sihombing S Rosnelli
jangan lama dong up nya sayang
Nike Ardila Sari: Ma'af, Ka. Kebetulan aku beberapa hari ini menstruasi. Seperti biasa, aku akan mengalami sakit perut luarbiasa. Alhamdulillah, sekarang udah mendingan. Aku barusan udah update kembali, silakan dibaca. ❤❤
total 1 replies
Daryati Idar
Aamiin yg sabar y thor
Nike Ardila Sari: Makasih Kak. Semoga Kakak sehat selalu.❤❤
total 1 replies
🍃yanni🍃
aamiin , yg sabar ya thor ttp semangat dn sehat slalu🤗💪
Nike Ardila Sari: Aamiin Ya Robb. Makasih banyak, Kak.❤❤
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!