Dilarang Spam Promo!
Basic: Xianxia, Xuanhuan
HAPPY ENDING!
Satu jiwa yang harus dipertanyakan kebenarannya. Satu jiwa yang harus menjelajah ke dunia asing.
Dengan bekal Blue Phoenix dan seorang pria misterius, dia harus mencari identitas sejatinya. Identitas yang bahkan masih dia pertanyakan.
Apakah dia memang terlahir di Bumi?
Atau dunia antah brantah ini yang seharusnya dia tempati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yulia rohana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gugup
Bai Yin Xue duduk bersila di atas kolam, kemudian dia menelan satu pil biru bundar. Matanya tertutup dan mengunpulkan konsetrasi. Pil yin murni turun ke tenggorokan lalu segera pecah menjadi energi yin murni yang terserap di setiap meridian tubuhnya.
Hawa dingin yang sudah lama mengendap dalam tubuhnya segera bangkit dan berperang melawan energi Yin yang datang. Bai Yin Xue menggertakkan giginya saat rasa sakit datang disekujur tubuhnya. Keringat dingin mulai muncul di dahinya yang halus.
Rasa sakit itu terasa tidak tertahankan. Namun dia tetap teguh menjaga kesadarannya. Dia ingin segera membangkitkan tubuh Yin-nya.
Tanpa disadari dua jam sudah berlalu. Seluruh tubuhnya bergetar karena menahan rasa sakit. Hawa dingin dalam tubuhnya sudah tekikis sedikit demi sedikit sampai habis. Energi Yin yang melimpah mengalir di setiap meridian tubuhnya.
Tiba-tiba cahaya biru yang terang meledak dari tubuhnya disertai dengan ledakan rasa sakit yang tidak tertahankan. Saat itu dia merasakan kesakitan yang selama ini tidak pernah dia rasakan.
Namun saat dia merasakan kritis, sebuah belaian yang lembut datang di atas kepalanya. Rasa sakit itu sedikit berkurang, tapi tubuhnya kehilangan kendali dan jatuh dengan lemah.
Mo Jingtian meraih tubuh mungil yang sangat rapuh. "Apa itu sakit?"
Bai Yin Xue hanya bisa bersandar di bahu Mo Jingtian. Matanya yang kabur berkedip beberapa kali sebelum pandangannya menjadi lebih jelas. Dia tersenyum samar sebelum menjawab.
"Aku baik-baik saja."
"Kamu masih sangat lemah. Aku akan membawamu kembali," ucap Mo Jingtian.
Kemudian dia menggendong tubuh Bai Yin Xue. Dalam sekejap mereka sudah berada di dalam kamar gadis itu. Dia membaringkan tubuh mungil itu setelah menggunakan mantra untuk mengeringkan tubuh. Dia sendiri duduk disamping tubuh Bai Yin Xue.
"Kamu berhasil membangkitkan tubuh Yin milikmu. Cobalah periksa kultivasimu."
Bai Yin Xue segera mengamati kondisi tubuhnya. Setelah beberapa saat, dia menjadi tertegun. Setiap sel di dalam tubuhnya dibangun menjadi lebih kuat. Dan kultivasinya juga memasuki level 2 alam bumi. Itu berarti dia langsung menerobos dua tingkat!
Selain itu tubuhnya telah tumbuh menjadi lebih tinggi dari sebelumnya. Tubuhnya yang sebelumnya sangat datar seperti seorang pria, sekarang sudah berubah menjadi lebih menggiurkan untuk ukuran seorang gadis remaja. Kulitnya juga terasa lebih halus dan bercahaya.
Bai Yin Xue merasa sangat takjub. Mungkinkah selama ini tubuhnya terkurung di bawah energi delap Yin yang tidak dibangkitkan?
"Ini menakjubkan!" Dia berseru dengan gembira. Akhirnya dia lebih terlihat seperti seorang wanita.
"Aku sudah membantumu lagi kali ini." Mo Jingtian berkata dengan acuh.
"Ah, bukankah kamu memang selalu membantuku."
Bai Yin Xue berkata dengan begitu saja. Sekarang dia menjadi lebih berdamai dengan pria ini. Walaupun terkadang pria ini terlihat sangat dingin, tapi Mo Jingtian tidak pernah benar-benar menyiksanya.
Mo Jingtian memiringkan kepalanya. "Kamu tidak akan memberiku imbalan?"
"Memangnya apa yang kamu butuhkan? Kamu pasti sangat kaya, kamu juga sangat kuat. Jadi apa yang bisa aku berikan?" Bai Yin Xue menjawab dengan polos.
Mendengar ini Mo Jingtian menyunggingkan senyum manis yang jarang dia tampilkan. Sering kali dia hanya akan tersenyum miring atau menyeringai. Kali ini Bai Yin Xue tercengang melihat senyum itu.
'Dia terlalu sempurna!'
Bai Yin Xue terbatuk ringan untuk menenangkan detak jantungnya. "Em kenapa kamu tersenyum seperti itu?"
"Apa? Bukankah ini bagus?" Mo Jingtian mengangkat alisnya.
"Tidak, itu sangat jelek. Jangan menampilkan senyum itu kepada orang lain atau mereka akan ketakutan." Bai Yin Xue berkata dengan nada yang sangat serius. Dia terlihat seperti sedang membicarakan kebenaran.
Mo Jingtian tertawa terbahak-bahak mendengar kata-kata itu. Jantung Bai Yin Xue kembali berdetak dengan ritme yang tidak normal.
"Kamu juga jangan tertawa seperti ini di depan orang lain. Mereka mungkin juga akan ketakutan." Bai Yin Xue berkata lagi.
Mo Jingtian menghentikan tawanya lalu menatap Bai Yin Xue dengan serius. Mata emasnya sangat mencolok dengan rambutnya yang putih.
"Baiklah, aku hanya akan tersenyum dan tertawa di depanmu." Dia berkata dengan tenang.
"Itu lebih seperti itu." Bai Yin Xue berkata dengan canggung.
Hening. Mereka saling memandang dalam diam. Tidak perlu mengatakannya, mereka saling memahami pikiran masing-masing.
"Apakah kamu ingin berkultivasi?" Bai Yin Xue memecahkan keheningan.
"Hm?"
"Aku akan beristirahat. Mungkin kamu bisa menyerap aura phoenix dari tubuhku." Bai Yin Xue berkata dengan tenang.
Mo Jingtian menyeringai. "Apa ini upah untuk pertolonganku?"
Bai Yin Xue terdiam sebentar lalu menatap pria itu dengan ragu-ragu. "Apa itu tidak cukup?"
Bai Yin Xue mencoba untuk duduk. Mo Jingtian membantu menyangga tubuhnya.
"Mn?" Pria itu mengangkat alisnya.
Mereka duduk sangat dekat. Bai Yin Xue bisa mencium aroma khas cendana dari tubuh Mo Jingtian. Dia bahkan bisa merasakan nafasnya yang sangat teratur. Dia mengamati struktur wajah pria itu yang hanya bisa dikatakan sebagai 'sempurna'.
Dia merenung. Hanya beberapa hari mereka tidak bertemu tapi dia merasa orang ini menjadi lebih lembut dari sebelumnya. Jujur saja dia merasakan perasaan yang tidak pernah dia rasakan. Hatinya memiliki keinginan yang tidak bisa dia katakan.
Cupp
Bai Yin Xue menemukan keberanian entah dari mana untuk mencium pipi pria itu.
"Apa ini cukup?" Bai Yin Xue bertanya dengan wajah memerah.
Mo Jingtian sedikit tersentak. Dia tidak pernah berharap gadis itu memiliki keberanian untuk mencium pipinya. Namun senyum manis segera meluncur dari bibirnya.
"Ini sudah cukup."
Bai Yin Xue merasa sangat gugup. Sebelumnya dia tidak pernah bergaul dengan lawan jenis. Apalagi untuk berani menciumnya, itu benar-benar seperti terlepas dari pikirannya.
Dengan cepat dia kembali berbaring dan segera menutup matanya. Dia merasa terlalu malu untuk melihat pria itu lebih jauh
btw novelnya ga mau lanjut seasond 2 kak?
btw novelnya ga mau lanjut seasond 2 kak?
dah lama tidak muncul
Ayok kak Ana seger up lagi ceritanya, bnyak yg sudah menunggu😊
ayolah beri kabar pada kami semua
Sekarang mertahanin apk ny cuma buat nungguin ini cerita update😭
Kak ana udah setaun kakkkkkk, udah lumutan akuuuu😭😭
aq menantikan selanjutnya