Dua orang yang tidak saling mengenal satu sama lain telah dijodohkan semasa kecil oleh kedua orang tua mereka masing–masing. Davin Syaputra, berusia 23 tahun, bersifat dingin, cuek tampan dan disukai banyak kuam hawa sedangkan si wanita cantik berusia 18tahun Donna Vania kusuma dan sudah mempunyai kekasih yang dicintainya.
Akankah cinta tumbuh di antara mereka, apalagi Vania sudah mempunyai seorang kekasih.?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anna Maryana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiga Puluh Empat
Hari yang di nantikan oleh siswa akhirnya tiba. Jam 10 pagi, Vania mendengar nama lulus di hadiri oleh suaminya Davin dan kedua orangtuanya. Vania yang slalu pinter mendapat peringkat umum dan peringkat 1 di jurusannya. sedangkan Rissa dan Letta masuk 5 besar di jurusan. Sedangkan Indra sama mendapat peringkat 1 di jurusannya. Orang tua senang dengan peringkat anak-anaknya.
“Selamat Yach Van .. “ucap Letta, Rissa dan Indra
Davin menghampiri mereka dan memberikan ucapan.
“selamat Yach sayang” ucap Davin dan memeluknya Vania hanya mengangguk kepala dan membalas pelukannya.
“ehhhmmmm..” goda Donny dan mereka berdua sadar dan Vania malu.
“udah nanti di rumah aja” ucap Donny
Yang membuat Vania menambah malu.
“Selamat Yach Kaka” ucap ayu dan mencium pipi Vania begitu juga Diva yang memberikan selamat buat Kaka.
Indra yang melihat Vania yang memeluk Davin tau jika Davin ini suaminya. Vania yang melihat Indra yang sedang menatapnya menjadi serba salah dan memandang sekelilingnya dan berkata
“maaf dra… ini suami gue… “ ucap Vania pelan takut temua teman sekolahnya tau. Indra hanya mendengar itu tersenyum dan mengangguk lalu memandang Rissa yang sedang memandangnya.
“Yuk pulang siap-siap untuk acara sebentar malam..” ucap Donny.
Mereka semua pulang. Sesampai di parkiran Davin melihat orang tua Rissa dan Letta lalu menghampiri mereka yang membuat Vania bingung
“mau kemana kak Dav..?” tanya Vania sedangkan Donny dan ayu sudah jalan duluan. Diva yang mau mengikuti ayu dan Donny di cegah oleh Vania karena Vania ingin Diva ikut pulang bersama dia.
“Bentar… “ ucap Davin
Setelah mendekat dengan orang tua Rissa dan Letta Davin meminta ijin untuk membawa Rissa dan Letta pulang ke rumah Vania dan meminta ijin untuk nginap di sana. Ketika Vania mendengar itu senang dengan apa yang dilakukan Davin suaminya. Dan dengan senang hati Orangtua Rissa dan Letta mengizinkan anaknya pulang bersama Davin. Rissa dan Letta bergabung dengan Vania dan Diva sedangkan Indra yang melihat itu menghampiri mereka.
“Makasih kak Dav..”ucap Vania dan Davin mengangguk Davin yang melihat Indra terus memandang Rissa lalu Davin memandang Rissa yang sedang berdiri di samping Letta ngerti dan tersenyum.
“Yuk pulang..”ajak Vania.
Diva udah masuk di mobil Davin, tetapi Davin melihat Letta yang menarik Rissa mengikutinya pun mau beranjak ke motor Letta
“mau kemana kalian berdua?” Tanya Davin, Letta dan Rissa yang melihat davin hanya memandang Davin heran
“naik mobil sama kita pulang biar motor nanti Kaka Dav minta tolong suruh bawa pulang ke rumah.” Ucap Davin. Letta dan Rissa hanya mengangguk kepala lalu masuk kedalam mobil.
“dra mau ikut ke rumah atau rumah pulang?” tanya Davin dan Vania kaget mendengar itu yang belum masuk mobil.
“Pulang aja kak nanti malam baru gue datang” ucap Indra lalu memandang Rissa yang sudah masuk di dalam mobil. Davin yang mendengar Indra berkata begitu hanya mengangguk,
“Sebelum jam 5 ke rumah dulu kita sama- sama ke hotel” ucap Davin pada Indra dan Indra hanya mengangguk kepala Indra lalu berjalan menuju mobilnya dan Davin masuk mobil setelah Vania masuk mobil baru Davin masuk.
Setelah sampai rumah, ayu, Donny, Oma Sinta dan opa Rio sudah ada di ruang keluarga.
“Assalamualaikum ..” ucap mereka serempak
“Waailakumsalam”
Mereka lalu menyalami ayu Donny dan kedua orangtua Donny.
“kalian ganti baju lalu turun makan .. istirahat sebentar jam 5 kita menuju hotel. Vania Diva, Rissa dan Letta mengangguk
“kaka atau Ade nanti pinjamkan baju buat Letta dan Rissa yach..” ucap ayu
“ga udah bun.. Davin udah pesan baju buat mereka Bun”ucap Davin yang membuat Vania kaget dan senang atas apa yang dilakukan Davin terhadap dua sahabatnya.
Tak lama pesanan yang di minta Davin datang dan di bawa oleh bibi.
“den Ini ada titipan dan yang bawa tadi pesan motor non Letta udah sampai di rumah Non Letta.” Ucap bibi
“makasih bi” ucap Davin. Dan memberikan paper beg buat Vania. Vania yang penasaran dengan isiya lalu melihat isi dari paperbeg dan kaget ada **********. Rissa dan Letta yang melihat Vania kaget merasa heran dengan sikap Vania. Vania lalu memandang Letta dan Rissa dengan tatapan tak biasanya lalu memandang Davin dengan tatapan marahnya. Lalu memberikan pada Letta dan Rissa.
“Bun Kaka ke atas dulu” ucap Vania lalu berjalan
Ayu yang tau Vania lagi marah menjadi heran lalu memandang Davin. Letta dan Rissa menjadi serba salah melihat sikap Vania karena mereka belum melihat isi paper beg dan ragu mengambilnya.
“Davin, kenapa Vania kok kaya marah?” ucap Ayu, Oma sinta hanya mengangguk dengan apa yang ayu sampaikan
“Biar saya yang bicara bun, oma .. saya permisi ke atas ikut Vania dulu” ucap Davin dan di anggukin oleh ayu dan oma serta Opa Rio dan Donny. Davin naik keatas begitu juga Diva, Rissa dan Letta karena ayu meminta mereka menggantikan pakaian.
Davin sampai ke kamar Vania lalu membuka pintu dan mencari istrinya tapi tak menemukan tak lama terdengar suara dari kamar mandi pintu di buka. Vania keluar dari kamar mandi dengan handuk yang dililitkan tanpa sadar Davin sudah ada di kamar lalu Vania masuk ke ruang ganti. Davin melihat itu hanya menelan saliva dengan susah melihat Vania istrinya yang hanya menggunakan handuk. Davin lalu masuk kedalam ruang ganti membuka pintu dan Vania kaget dan berbalik memandang davin. Lalu Vania mencari baju dengan cepat untuk memakai dan pergi keluar menghindari Davin.
Davin yang melihat itu langsung memeluk Vania dari belakang
“kamu kenapa sayang?marah kenapa sayang?” tanya Davin lalu mencium leher Vania
“kak Dav awas aku mau ganti baju” Ucap Vania tanpa menjawab, Davin yang mendengar itu tau kalau istrinya sedang mode ngambek
“kalau manggil gitu berarti lagi marah sama aku, disini Cuma ada aku sayang”ucap Davin yang masih mencium leher Vania dan menambah pelukan erat dan membuat Vania sadar ada yang sudah bangun dan merasa malu.
“sayang…” panggil Davin yang masih mencium Vania
“kalau kamu marah dengan apa yang aku kasih ke Rissa dan Letta sahabatmu biar aku ambil lagi Kembali” ucap Davin dan membuat Vania kaget dengan apa yang Davin ucapkan.
“apaan sich bby, aku ga marah Cuma kenapa hubby kasih juga dalaman mereka apa hubby tau ukuran dalaman mereka sampai kasih lengkap gitu” ucap Vania malu dengan ucapan tapi mau gimana lagi.
Davin yang mendengar itu tersenyum lalu membalik badan Vania dan vania yang memegang baju, davin lalu memegang kedua tangan Vania.
“aku ga tau ukuran dalaman teman kamu, aku kirimin foto temanmu ke teman aku yang istrinya mempunyai butik langsung ke dia dan dia yang masukan ke dalam paper beg dan orang suruhanku tinggal ambil dan bawa kesini sayang jadi ga ada aku, orang suruhan aku atau teman laki-laki aku yang tau Cuma teman istri aku yang tau.”jelas Davin dan vania lalu menunduk mukanya karena malu.
“maaf byy” ucap Vania sendu
Davin mengangkat muka Vania lalu tersenyum melihat kecemburuan di istrinya.
“kamu cemburu sayang … cemburu sama sahabat kamu sendiri “ ucap Davin
“sapa yang ga cemburu liat suami yang kasih baju lengkap dengan ********** pasti cemburulah.”ucap Vania. Davin yang mendengar kalau vania cemburu padanya menjadi senang dan tersenyum lalu Davin mencium bibir Vania
“jangan cemburu lagi aku lakukan semua itu udah tau batasannya sayang .. apa yang sayang lakukan tadi membuat Letta dan Rissa merasa ga enak.. nanti minta maaf pada mereka sayang” ucap davin vania malu atas kecemburuan dan kaget mendengar nama Letta dan Rissa.
“Ea bby.. nanti aku minta maaf” ucap Vania.
“bby ga cemburu lagi sama Indra? Tanya Vnia hati –hati Davin hanya menggeleng kepala
“saying, au ga cemburu karena aku tau istriku ga cinta lagi dan kulihat Indra sudah mencintai orang lain” ucap Davin yang membuat Vania kaget
“kok hubby tau Indra, siapa Bby?” Tanya Vania yang membuat davin heran
“masa sayang ga tau” Ucp Davin
“ga bby, indra memang ngomong kalau dia suka sama seseorang tapi aku sama yang lain ga tau” ucap Vania
“yakin ga tau” Tanya Davin dan Vania hanya menganggku kepala
“udah kalau gitu biar indra yang kasih tau takutnya aku yang salah orang” ucap Davin
Davin lalu mencium Vania, ******* bibir Vania dan Vania memeluk leher Davin lalu membalas ciuman Davin.
Davin lalu menggendong Vania tanpa melepas bibir mereka masih berciuman dan Davin melepas ciuman dan membaringkan Vania di tempat tidur dan mereka menikmati surga dunia
Cowok= SISWA