Dira, Luna dan Nisa adalah tiga gadis yang bersahabat, mereka berteman sejak SMA.
Dira adalah seorang gadis yang bar-bar sering berantem dengan teman kampusnya. Tetapi dia gadis yang cukup mandiri walaupun terbilang dari keluarga yang berada.
Luna sejak kecil adalah anak yang paling memprihatinkan, dia tinggal bersama ibunya di rumah yang sangat sederhana, bahkan untuk mencukupi kebutuhannya ibunya harus berjualan makanan. Luna gadis yang pintar bisa masuk kampus terbaik di kota itu dengan bantuan beasiswa.
Nisa adalah gadis yang ceroboh, tukang makan, kalau bicara asal benar.
Buat Nisa yang penting ada makanan semua beres.
Arkan dan Elang siapa ya mereka????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Dira berangkat ke kampus pagi-pagi sebelum papahnya bangun dari tidur, dia masih ngambek dengan papahnya.
"Dira, sarapan dulu!" suruh mamah Meri.
"Nanti saja mah, Dira berangkat ke kampus dulu," pamitnya, keluar dari rumah.
Mamah Meri menatap kepergian Dira, lalu masuk ke dalam rumah menyiapkan keperluan Vio.
Di kampus baru beberapa mahasiswa yang datang, Dira pergi ke perpustakaan untuk membaca buku terlebih dahulu.
"Kamu, mahasiswa yang berisik kapan itu kan?" tanya petugas perpustakaan.
"Iya, kenapa? saya cuma mau baca buku dulu," jawab Dira.
"Boleh, asalkan jangan bikin keributan lagi," ucapnya, mempersilahkan Dira masuk ke dalam perpustakaan.
Dira masuk ke dalam perpustakaan dia mencari buku di rak yang hendak dia baca, setelah mendapatkan apa yang dia cari dia duduk di meja yang telah di sediakan.
Luna dan Nisa saat ini baru datang, dia mencari keberadaan Dira.
"Luna, kita cari ke kelas saja," ucap Nisa.
"Dira tidak mungkin ke kelas pasti nungguin kita," kata Luna.
"Kantin saja yuk!" ajak Nisa. Aku belum sarapan, mamah belum masak tadi pagi," Lanjutnya.
Luna dan Nisa pergi ke kantin, saat menuju kantin mereka bertemu dengan geng Sisil.
"Mana Dira kok gak sama kalian?" tanya Keke.
Luna dan Nisa tidak menjawab pertanyaan Keke, mereka justru meneruskan jalannya. Hingga membuat Keke marah dan mencekal lengan Luna.
"Kalian tidak dengar aku bicara apa!" bentak Keke.
"Ada apa kamu nyari aku? lepasin tangan Luna!" ucap Dira, yang tiba-tiba datang.
"Dira, untung kamu segera datang," ucap Nisa.
"Lama kita tidak bertemu, Dira," ucap Keke.
"Mau kamu apa? jangan pernah ganggu teman ku," ucap Dira memberi peringatan pada Keke.
"Dira, aku tidak ganggu mereka! aku tanya baik-baik tapi teman kamu tidak mau menjawab," jelas Keke.
"Gak usah banyak alasan," ucap Dira, lalu pergi bersama Luna dan Nisa ke kantin.
Keke sangat kesal dengan Dira, dia bahkan merencanakan sesuatu yang tidak baik terhadap Dira.
"Keke, kamu kenapa berbuat jahat terus?" tanya Leo yang kebetulan melihat Keke tadi.
"Gak usah ikut campur kamu!" bentak Keke pada Leo.
"Aku cuma ingatin kamu, biar gak kena masalah karena aku anggap kamu juga teman ku," kata Leo.
Leo dan Keke akhirnya berdebat, Sisil datang untuk melerai mereka.
"Kalian berdua jangan kaya anak kecil," ucap Sisil.
"Sisil, itu teman kamu berencana mau berbuat jahat ke Dira," ucap Leo.
"Gak usah nuduh kamu, Leo," sahut Keke.
"Udah! kalian bisa diam tidak!" teriak Sisil.
Leo dan Keke diam, mereka saling melotot. Kalau tidak ada Sisil mungkin sudah berantem mereka. Leo akhirnya pergi meninggalkan Keke dan Sisil.
Di kantin seperti biasa Nisa memesan makanan cukup banyak, dalam hati berharap Elang datang dan membayar makanan yang dia pesan.
"Nisa, kamu pesan makanan banyak sekali," ucap Luna.
"Aku udah bilang tadi kalau belum sarapan," kata Sisil mengaduk mie yang dia pesan.
"Ini enak sekali," sahut Dira yang memakan mie goreng.
"Nyobain boleh, Dira?" tanya Nisa.
"Ambil aja Nisa," sahut Luna.
"Tidak! nanti perut kamu sakit lagi," ucap Dira.
Elang kebetulan datang ke kantin juga, tetapi dia duduk di meja yang berbeda, dia masih marah dengan Dira. Bahkan biasanya nyapa sekarang tidak, Nisa mencoba menyapa Elang.
"Kakak ganteng, Nisa temani boleh?" tanya Nisa.
"Di sana ada teman kamu, kenapa pindah," kata Elang.
"Biasanya kakak juga bareng kita, kenapa menyendiri?" tanya Nisa.
Elang tidak menjawab pertanyaan Nisa, dia fokus membaca buku yang dia bawa sambil meminum kopi yang dia pesan di kantin.
Karena merasa diabaikan oleh Elang, Nisa kembali ke meja dimana ada Dira dan Luna sedang duduk.
Dira bertanya-tanya akhir ini sikap Elang banyak berubah tidak seperti dulu lagi, karena sudah berteman lama jadi Dira merasa perubahan sikap Elang.
Setelah dari kantin mereka masuk ke kelas, kebetulan ada kelas Arkan. Dira, Luna dan Nisa memperhatikan Arkan dengan tenang, karena mereka tidak ingin di beri tugas lagi.
baik benar jadi teman❣️❣️❣️❣️
masih z suka menyalahkan orang lain 🙄🙄🙄🙄