Insiden Pertemuan Absurd
------------------IPA---------------------
Peristiwa konyol menjadi sebuah awal pertemuan kedua insan sejoli yang sama-sama saling dilanda kesialan saat itu.
Kesialan yang menjadi sebuah hal yang sangat memalukan dan mencemoohkan. Membuat salah satu seorang dari sejoli itu menjadi bahan perbincangan dan kelucuan oleh orang-orang yang belum mereka kenal.
Perdebatan? Tentu saja. Selalu. Dimanapun dan kapanpun mereka bertemu.
Mereka sama-sama ingin saling menjatuhkan. Namun takdir mempersulit mereka.
Akhirnya, mereka sama-sama jatuh. Namun jatuh dalam sebuah cinta yang tumbuh, bukan jatuh dalam sebuah jurang kesengsaraan seperti yang mereka inginkan.
Tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah.
Mereka sama-sama jatuh.
Apa mereka akan bangkit bersama?
Atau mereka bangkit bersama orang yang sudah ditakdirkan bersama mereka dan bangkit bersama jodoh mereka masing-masing?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NindyCF, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
IPA--34
Pagi ini Keisha sedang dalam mood yang sangat baik. Dia berjalan di koridor sekolah dengan senyum riang diwajahnya. Dia juga tak lupa menjawab dan membalas sapaan teman-temannya yang berlalu lalang.
Brukk
Dia menabrak seseorang saat hendak berbelok. Dirinya melangkah mundur dan melihat siapa yang dia tabrak.
"Kak El? Sini kak gw bantu," ucap Keisha sambil mengulurkan tangannya pada Elisa.
Elisa memeriksa lengannya dan berdiri tanpa membalas uluran tangan Keisha. Menatap Keisha dengan sinis dan menyenggol bahu Keisha dengan keras.
Brukk
Keisha terhuyung dan menabrak seseorang yang baru saja melintas disampingnya.
"Eh sorry sorry," ucap Keisha spontan pada orang yang dia tabrak.
"Jalan yang bener dong!" bentak Mesya kesal.
"Ya sorry. Gw gak sengaja. Gw juga ditabrak!" bqlas Keisha.
"Jadi yang nabrak ditabrak juga gitu? Sini sini gw pengen nabrak lo juga," ucap Mesya sambil menyenggol keras bahu Keisha.
Tentu saja Keisha terhuyung kebelakang. Dalam keadaan tidak siap, gadis itu hampir saja mendarat mulus dilantai sebelum seseorang menahannya.
"Gak apa-apa, Ca?" tanya Ricky sambil membantu Keisha berdiri.
Keisha berdiri sambil melepaskan kasar tangan Ricky yang memegang pundaknya.
"Makasih!" ketusnya.
"Aduh, galak banget ya. Gak tau terimakasih banget nih bocil. Ri, padahal gak usah lo tolongin orang kayak gini," ucap Mesya menyindir.
"Elo juga Sya, gak usah dorong-dorong. Gw bisa laporin lo ke BK," jawab Ricky sinis.
"Ups. Jadi pahlawan lo yang ini lagi? Setelah lo sama Rizki jauhan, lo deketin yang dulu lagi? Cup cup cup. Kasian ya, Rizki udah gak jadi pahlawan lo sekarang," ucap Mesya sambil sesekali tertawa terbahak-bahak.
"Berisik lo nenek lampir! Dasar cabe-cabean gak tau malu lo. Kemarin mojokin Rizki, bilang musuh ke Rizki, bentak-bentak Rizki, marah-marah ke Rizki, dan jelek-jelekin Rizki. Sekarang buktinya apa? Lo sama dia malah kayak sendok sama garpu. Bullshit lo! Omongan lo sampah," ucap Keisha kesal lalu pergi meninggalkan dua orang itu sambil sesekali menghentakkan kakinya ke lantai.
Keisha berjalan sambil komat-kamit. Dia menggerutu kesal dengan alis yang menyatu selama perjalanan ke kelasnya.
"Eh, kenapa tuh muka? Jelek amat," sindir Rizki yang baru saja membuang sampah di depan kelasnya.
Keisha menatap Rizki sinis. Menarik nafas pelan sambil memejamkan matanya sebentar.
"Bukan.urusan.lo," ucap Keisha tajam penuh dengan penekanan disetiap katanya.
"Galak amat. Kenapa sih? Lagi dateng bulan? Mau gw beliin susu?" tanya Rizki menawarkan.
Keisha malah semakin kesal. Lalu berjalan cepat meninggalkan Rizki yang masih berdiam diri menatapnya dengan bingung.
Itu orang otaknya kenapa sih? Kemaren cuek, sekarang tiba-tiba manis kayak gitu lagi. Mana kemarin pas nyatain cinta dengan alasan TOD gak minta maaf lagi. Wajah tanpa dosa banget!!! Batin Keisha menggerutu.
***
Kriiinggg
"Ca, pulang sama siapa?" tanya Jera sambil membereskan beberapa bukunya di meja.
"Sendiri lah. Mau sama siapa lagi?" tanya Keisha balik.
"Tumben lo gak bawa motor. Terus lo balik gimana?" tanya Safitri ikut mengkhawatirkan.
"Pake angkutan umum," jawab Keisha singkat lalu menaikan tasnya ke punggung dan menggendongnya.
"Yakin? Gak akan ngikut aja ke salah satu dari kita?" tanya Silmi ikut menawarkan.
"Gak usah, gw mau balik sendiri. Yaudah duluan ya," pamit Keisha lalu keluar kelas dengan terburu-buru. Karena tadi sedang jam kosong, jadi tidak ada penutupan salam untuk guru.
Keisha memang tak membawa motornya ke sekolah. Dia merasa bosan dan malas. Padahal biasanya dia paling malas jika harus naik angkutan umum.
Keisha berjalan dipinggir trotoar. Berjalan pelan menuju halte dan menunggu bus disana sendirian. Gadis itu mengeluarkan ponselnya, menjelajahi sosial media miliknya sambil berharap bus segera datang.
"Eca, pulang sama siapa?" tanya seseorang. Suara itu membuyarkan lamunan Keisha. Keisha mendongak dan melihat siapa yang tadi mengajaknya berbicara.
Rizki. Ya, Rizki berada diatas motor miliknya dihadapan Keisha, lengkap dengan Mesya dibelakang Rizki yang sepertinya sedang menumpang.
"Sendiri," jawab Keisha cuek sambil kembali mengalihkan pandangannya pada ponsel.
"Gak bawa motor?" tanya Rizki lagi.
"Gak."
"Kenapa? Lo pulang pake apa?"
"Bus."
"Tumben. Biasanya lebih milih taksi," sindir Rizki bergurau.
"Terserah gw," ketus Keisha.
"Mau gw anterin pulang?" yanya Rizki.
Keisha langsung mendongak dan menatap Rizki. Mengangkat satu alisnya sambil tersenyum miring.
"Nganterin gw? Terus itu orang gimana?" tanya Keisha sinis sambil menunjuk Mesya dengan dagunya.
"Gw anterin dia dulu, nanti gw balik lagi jemput lo terus nganterin lo," ucap Rizki menawarkan.
"Ogah," tolak Keisha mentah-mentah.
Rizki menatap Keisha datar. Sementara Keisha malah melirik kesana-kesini dan mencari tanda-tanda kedatangan bus. Tetap tidak ada. Hingga akhirnya Matthew lewat dan Keisha memanggilnya dengan cepat.
"Matthew!" teriak Keisha memanggil.
Matthew menoleh dan memberhentikan motornya dipinggir jalan. Disamping motor Rizki tanpa menatap pemilik motornya.
"Kenapa?" tanya Matthew sambil membuka helm yang menempel dikepalanya.
"Lo mau kemana?" tanya Keisha balik setelah tepat berada dihadapan Matthew.
"Mau beli makanan buat anak-anak yang lagi latihan basket," jawab Matthew sambil melirik Rizki yang ternyata sedang sibuk memperhatikan dirinya dengan Keisha.
"Gw pengen ikut dong," rengek Keisha tiba-tiba.
"Lah? Lo gak pulang? Kalo mau pulang, biar gw anterin. Beli makan bisa nanti abis nganter lo aja," tawar Matthew bertanya.
"Gak. Gw pengen ikut lo latihan aja," rengek Keisha, lagi.
"Gak boleh. Lo harus langsung pulang, Ca," celetuk Rizki melarang.
Keisha menatap Rizki sambil tertawa meremehkan.
"Lo siapa?" tanya Keisha sambil tertawa terbahak-bahak.
"Lo harus pulang. Biar gw yang anterin. Sya, lo tunggu disini dulu. Gw nganter Keisha dulu nanti gw balik lagi," ucap Rizki sambil menatap ke arah Mesya.
"Gak. Gak mau," jawab Mesya ketus.
Keisha semakin tertawa kencang. Memperhatikan Rizki dan Mesya dengan tatapan menusuk.
"Udah yuk, Matt," ajak Keisha lalu naik dan duduk dikursi belakang motor Matthew.
"Duluan, Ki," pamit Matthew pada Rizki.
Motor Matthew meninggalkan Rizki dan Mesya ditempat tadi. Keisha sedikit mengintip ke belakang. Saat merasa sudah jauh dari keberadaan Rizki dan Mesya, Keisha menepuk bahu Matthew dengan kencang beberapa kali.
"Duh apaan sih, Ca," gerutu Matthew sambil tetap fokus berkendara.
"Gw mau balik aja deh. Anterin ya," ucap Keisha.
"Gak jadi ikut latihan?"
"Gak. Males," jawab Keisha terkekeh.
"Dasar lo. Pasti cuma mau bikin cemburu Iki kan? Kenapa, lo cemburu?" tanya Matthew menggoda.
"Apaan sih, ngga kok," elak Keisha membantah.
"Kenapa gak mau dianter Iki? Padahal tadi kan lo mau dianterin. Sampai bela-belain nyuruh Mesya nunggu disitu," hcap Matthew terkekeh sambil memutar balik ke arah rumah Keisha.
"Dih, itu sih tadi. Awalnya malah gw yang disuruh nunggu. Awalnya dia lebih milih nganterin si nenek lampir itu dulu," jawab Keisha kesal.
"Oh gitu. Berarti, lo cemburu dong gak di nomer satuin lagi sama dia, gitu kan?" tanya Matthew semakin memojokan.
"Ngga ngga ngga pokoknya. Udah anterin aja gw balik," bantah Keisha kesal.
Matthew hanya tertawa kecil melihat tingkah Keisha yang menyembunyikan kecemburuannya itu. Fokus berkendara dan mengantar Keisha sampai rumahnya dengan selamat.
skolah ap suka bully siswa siswi
Ini masih up kan thor???