NovelToon NovelToon
Universitas BERDARAH (Dendam Cempaka)

Universitas BERDARAH (Dendam Cempaka)

Status: tamat
Genre:Horor / Eksplorasi-misteri dan gaib / Horor/Misteri / Dendam Kesumat / Roh Supernatural / Tamat
Popularitas:169.3k
Nilai: 5
Nama Author: Neng Syantik

WARNING!
NO BOOM LIKE! HARGAI KARYA ORANG!


“Permisi! Maaf saya mengganggu, kenapa kamu malam-malam sendirian disini?” tanya Radit.

Wanita itu berhenti bernyanyi, ia sedikit mengangkat kepalanya. Tapi, ia tidak menjawab pertanyaan Radit.

“Hey, Mbak. Kenapa diam saja? Kenapa mbak berada di kelas ini sendirian? Apakah mbak tidak takut?” tanya Radit.

“Saya gak bisa pulang!” sahut wanita itu dengan suara pelan.

“Kenapa?” tanya Radit. Wanita itu hanya menggeleng pelan.

“Saya antar, ya!” tawar Radit. Wanita itu menjawab lagi dengan anggukan kepala.

Radit segera mengulurkan tangannya, wanita itu menyambut tangan Radit yang hangat. Radit terkejut setelah meyentuh tangan wanita itu, tangan yang begitu dingin.

“Kenapa tangannya begitu dingin? Apakah dia sakit?” batin Radit.


.
.
.

Cerita ini hanya fiktif belaka, apabila ada kesamaan tempat dan nama tokoh. Itu semua hanya kebetulan semata. Dan karya ini hasil imajinasi saya sendiri, bukan PLAGIAT!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neng Syantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 34

Swosss...!

Cempaka melayang terbang, sosok itu sengaja mempermainkan Lastri, Herman dan Darto.

“Herman, cepat keluarkan air itu! Nanti setelah dia muncul lagi. Siram ke tubuhnya,” kata Lastri. Ia belum merasakan takut, sebab Arwah Cempaka belum melakukan apapun kepada mereka. Jadi, ia pikir Cempaka tidak akan bisa menyakiti mereka. Terlebih lagi, ada jimat dan air penangkal hantu yang ada pada dirinya dan Herman.

Jika Lastri dan Herman masih tetap tenang, berbeda dengan Darto yang begitu was-was. Bukan was-was akan keselamatannya, tapi was-was pada sosok Cempaka yang akan di lukai untuk kedua kalinya.

“Bagaimana ini?” guman Darto sembari menatap Herman yang sudah bersiap-siap dengan air sakti pemberian Mbah Dukun.

“Aku harus melakukan sesuatu!” Darto pun memikirkan cara, bagaimana mencegah Lastri dan Herman untuk menyakiti sosok Cempaka itu.

Tak lama kemudian, Cempaka muncul lagi sambil tertawa-tawa.

Swosss....! “Ihihihi!” Arwah penasaran itu terkikik-kikik sembari terbang melayang di atas tubuh Herman, Lastri dan Darto.

“Herman, cepatlah bersiap. Ingat! Harus tepat mengenai sosoknya. Jangan sampai tidak kena!”

Cempaka mendekati sosok Lastri yang terlalu banyak mulut. Arwah itu mengangkat sebelah tangannya, dan mengibaskan tangan itu. Tubuh Lastri terangkat dan terhempas begitu saja ke atas lantai.

“Lastri!” teriak Herman panik.

“Herman, Darto. Tolong aku!” pekik Lastri. Wanita setengah paruh baya itu, tampak memegangi bokong nya yang mungkin terasa sakit akibat terhempas ke lantai.

Cempaka pun semakin maju, arwah itu hendak mencekik tubuh Lastri. Tapi, setelah tangannya sampai pada leher itu, tiba-tiba sosok Cempaka terpental jauh. Kalung yang ada di leher Lastri mengeluarkan sinar terang berwarna merah.

“Bedebah!” Cempaka kembali bangkit dan mendekat. Tapi, baru saja ia mendekat. Lagi-lagi, Herman membantu Lastri. Ia menyiram bagian belakang arwah itu dengan air sakti pemberian dukun.

“Cempaka, awas!” pekik Darto yang berada beberapa meter saja dari posisi Lastri dan Herman.

“Aaaaaaakkkkkhhh!” teriak arwah Cempaka sembari mundur.

Terlambat sudah, Darto mengusap wajahnya dengan kasar.

“Las, ayo sekarang! Pakaikan benda itu pada setan ini!” tunjuk Herman. Barang yang di maksud Herman adalah, gelang kaki yang telah di sembunyikan Lastri sebelumnya.

Gelang belenggu yang di dapatkan Herman bersama air sakti dari dukun sakti dengan harga yang tidak kaleng-kaleng. Sengaja ia berikan pada Lastri setelah mereka melakukan hubungan intim saat di penginapan.

“Harun! Tolong aku, panas!” teriak Cempaka.

Lastri dan Herman hendak melancarkan aksi mereka. Mereka mendekati Cempaka yang mengapung dan terus bergerak tidak karuan.

Saat Lastri hendak memasangkan gelang belenggu itu. Tiba-tiba saja, Darto memukul belakang Herman dan merebut gelang belenggu yang ada di tangan Lastri.

“Darto! Apa yang kamu lakukan?” teriak Herman dengan wajah yang merah padam.

“Aku tidak mau mengulang kesalahan dan di hantui rasa bersalah lagi!” timbal Darto. Kini, gelang belenggu itu sudah ada di tangan Darto.

“Kembalikan gelang itu, Darto!” pinta Lastri dengan nada marah. “Kalau tidak, kami berdua akan menghabisimu!” ancam Lastri.

“Kalian mau ini kan?” Darto mengangkat tangan nya yang memegang gelang belenggu untuk menaklukan arwah Cempaka itu.

“Jangan main-main, cepat kembalikan!” bentak Herman sembari mendekati Darto.

“Ambil saja kalau bisa!” Dengan cepat, Darto melempar gelang belenggu itu ke atas tumpukan kardus dan sampah-sampah yang ada di dekat mereka.

“Sialan kau, Darto! Tidak bisa di andalkan. Kau pantas mati dan menemani Cempaka di tempat ini!” geram Herman.

Herman mendekati Darto, dan memukul wajah serta tubuh Darto. Tapi, Darto yang sekarang bukanlah Darto yang pengecut seperti dulu. Ia telah berani melawan Herman dan Lastri.

Bukk! Darto membalas pukulan Herman. Bukan hanya sekali, tapi berkali-kali.

“Kau akan mati di tempat ini, Darto!” Herman mengusap sudut bibirnya yang berdarah.

“Cepat habisi dia, Herman. Setelah itu, kita tinggal membereskan setan ini lagi!” Lastri memerintah Herman untuk menghabisi Darto, sedangkan ia sendiri sibuk mencari gelang belenggu yang berada di atas tumpukan sampah dan kardus-kardus.

“Aku tidak akan mengulangi hal bodoh untuk kedua kalinya. Malam ini, aku rela mati di tempat ini. Asal aku bisa menebus sedikit dosaku pada Cempaka!” dengan bangga, Darto mengusap pelipis nya yang terluka.

“Cih! Tidak bisa di andalkan!”

Di saat Darto dan Herman terus berkelahi. Lastri sibuk mencari gelang belenggu itu. Saat ia sedang sibuk dan fokus, tiba-tiba suara Cempaka yang ada di belakangnya, membuat dirinya begitu terkejut.

“Ihihihihi! Cari ini?” Cempaka memperlihatkan benda yang ada di tangannya pada Lastri.

Saat ini, tubuh Cempaka sudah pulih. Efek dari air sakti dari Mbah Dukun itu hanya bersifat sementara.

“Hah? Kenapa bisa ada di kamu, jal*ng?” pekik Lastri.

“Itu mudah!” Cempaka membuat gelang belenggu itu terbang dengan sendirinya di hadapan Lastri. “Sekarang, aku akan membuat dirimu merasakan nikmati nya jadi aku.”

“Hahahaa! Dengan kalung penangkal ini, kamu gak akan bisa menyentuh aku!” Lastri terbahak sembari memegangi kalung jimat yang ia pakai. Ia sudah seperti orang yang sudah kehilangan akal.

“Gak bisa sentuh, bukan berganti gak bisa membunuh kan?” Cempaka mengangkat tangannya sedikit, membuat tubuh Lastri ikut terangkat.

Lastri di buat terkejut dengan hal itu, ia tidak menyangka. Sosok arwah Cempaka masih bisa mengendalikan tubuhnya.

.

.

.

BERSAMBUNG!

1
Qaisaa Nazarudin
Tuh kan Jiwanya udah di ambil oleh Cempaka..
Qaisaa Nazarudin
Jangan bilang ini ulah Cempaka yg ingin mengambil Radit utknya..
Qaisaa Nazarudin
Jangan lah,Darto melakukan semua itu karena Dipaksain oleh duo dakjal itu.
Qaisaa Nazarudin
Kejam banget Nih Cewek,kenapa gak siksa dia aja bukan anaknya??
Qaisaa Nazarudin
Setelah Cempaka Mati apakah kamu mendapatkan Harun?? Gak kan?? Yang ada kamu sudah menjadi seorang PEMBUNUH hanya karena seorang pria,bego banget jadi cewek..
Qaisaa Nazarudin
Mmg Pantes anaknya mati kayak gitu,Anaknya juga kelakuan kayak bapak nya..
Qaisaa Nazarudin
Pantesan Jony gitu kelakuannya ternyata turunan dari bapaknya..
Qaisaa Nazarudin
Makanya jangan suka ikut campur,Udah di wanti- wanti juga tapi masih aja ikut campur..
Qaisaa Nazarudin
😳😳😳😆😆😆😆Dari deg degan lamgsung ngakak dengar kejelasan Radit ke Bokap nya..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Hadeeuuhh ini si gagap diam aja deh..Malah bilang kerjaannya hantu segala,Kamu pikir Polisi itu percaya itu kerjaan hantu,Yang ada kamu yg dikira gila..
Qaisaa Nazarudin
Oh Jony anaknya Lastri, kalau gitu pantesan mati,Kan Lastri pelaku utama nya..
Qaisaa Nazarudin
Ckk Ibra ganggu aja..harusnya Cempaka kunci pintu nya dulu baru bunuh tuh si Jony..Aelah
Qaisaa Nazarudin
Lha ini anak siapa lagi? anak Lastri? Kan Cempaka bilang satu persatu anak2 yg sudah membunuh nya akan muncul sendiri dan ngumpul dikampus Garuda itu..
Qaisaa Nazarudin
Oh ternyata nenek yg ditolong Radit waktu itu nenekmya Ibra..
Qaisaa Nazarudin
Lebih baik dipanggil JENAZAH nya Lidia,Bukan MAYAT..
Qaisaa Nazarudin
Ayah Lidia,Ayah Jony dan Ayahnya Radit di masa lalunya Cempaka,Terus Ortunya Sarah?
Qaisaa Nazarudin
Waahh makin penasaran,Apa mungkin ortunya Jony dan Ortunya Radit itu temennya Cempaka dulu sebelum kejadian?? 🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Nama peran nya ketukar2 mulu,gak konsisten..
Qaisaa Nazarudin
Waah ceweknya pak Harun nih kayaknya? Terus kenapa bisa mati tuh cewek?
Qaisaa Nazarudin
Kok Rendi? Radit kan?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!