NovelToon NovelToon
Ustadzah Pengganti Pengantin

Ustadzah Pengganti Pengantin

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Malam yang seharusnya menjadi hari paling bahagia bagi Adrian berubah menjadi mimpi buruk ketika ia mendapat kabar bahwa calon istrinya, Liana, mengalami kecelakaan fatal. Saat tiba di lokasi kejadian, Adrian terkejut menemukan Liana meninggal bersama seorang pria bernama Jamie, yang ternyata adalah kekasih Fatma.
Fatma, seorang ustadzah yang salehah, hancur mengetahui pria yang dicintainya telah berselingkuh dengan wanita yang bahkan tidak dikenalnya. Di tengah duka dan amarah, Adrian melampiaskan kesalahannya kepada Fatma dan menuduhnya tidak mampu menjaga Jamie. Meski Fatma menegaskan bahwa dirinya juga korban pengkhianatan, Adrian yang dipenuhi emosi membuat keputusan nekat: pada malam yang sama ia memaksa Fatma untuk menjadi istrinya.
Dari tragedi yang menyatukan dua hati yang sama-sama terluka, dimulailah kisah penuh konflik, luka, dan takdir yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Di tengah tangis Hakam yang sesenggukan, Papa Adrian melangkah maju dengan wajah yang mengeras.

Dari dalam saku jasnya, beliau mengeluarkan sebuah ponsel pintar dengan layar yang retak seribu.

Ponsel itu terbungkus dalam kantong plastik transparan khas barang bukti kepolisian.

"Adrian," panggil Papa dengan suara barusan rendah, namun bergetar menahan amarah yang teramat dalam.

"Polisi menyerahkan ponsel ini kepada Papa pada malam kejadian kecelakaan Liana. Karena kekacauan dan duka saat itu, Papa lupa dan baru teringat untuk menyimpannya di brankas kerja. Baru pagi ini Papa membawanya dengan niat mengembalikannya kepadamu."

Papa Adrian melemparkan ponsel itu tepat ke atas pangkuan Adrian.

"Bukalah dan lihat sendiri apa yang selama ini kamu bela sampai tega merusak anak orang!"

Dengan jemari yang gemetar hebat hingga hampir menjatuhkan ponsel tersebut, Adrian menyalakan dayanya.

Beruntung, sistemnya masih berfungsi. Begitu ia berhasil membuka kunci layar dan masuk ke dalam galeri penyimpanan tersembunyi, mata Adrian membelalak sempurna.

Napasnya tercekat di tenggorokan, seolah seluruh pasokan oksigen di dunia ini telah lenyap.

Di dalam sana, berderet puluhan video dan foto syur yang merekam adegan hubungan intim antara Liana—wanita yang selama ini ia agung-agungkan sebagai korban suci—bersama Jamie.

Tanggal pembuatan video-video itu tertera jelas, dilakukan berulang kali tepat beberapa minggu sebelum hari pernikahan Adrian dan Liana digelar.

"Buka matamu, Mas! Buka!!" bentak Hakam, merangsek maju dan mencengkeram bahu Adrian, memaksanya menatap layar ponsel yang menyala itu.

"Lihat siapa calon istrimu yang kamu agungkan seperti malaikat itu! Dia wanita murahan yang mengkhianatimu!"

Hakam mencengkeram kerah kemeja Adrian yang bernoda darah dengan kasar.

"Mbak Fatma di sini juga korban, Mas! Dia korban manipulasi Jamie yang biadab itu! Jamie memanfaatkan Mbak Fatma untuk menutupi perselingkuhannya dengan Liana, dan kamu justru meluapkan semua dendam sialanmu pada wanita yang tidak berdosa!"

Saat Adrian masih terpaku menatap layar ponsel dengan dunia yang terasa runtuh berantakan, suara langkah sepatu yang tergesa-gesa kembali terdengar mendekat.

Sosok Bryan, mantan anak buah kepercayaan Adrian yang dipecat secara tidak hormat kemarin karena mencoba membela Fatma, berjalan mendekat dengan wajah serius.

"Sore, Pak Adrian," ucap Bryan, suaranya terdengar dingin dan tanpa rasa hormat lagi pada mantan bosnya.

Bryan menoleh ke arah Umi dan Papa Adrian, lalu membungkuk hormat sebelum kembali menatap Adrian yang masih terduduk lemas di lantai.

"Saya datang kemari setelah mendengar kabar dari orang rumah bahwa Ibu Fatma dilarikan ke rumah sakit. Ada satu hal lagi yang harus Pak Adrian ketahui, hal yang kemarin sengaja Pak Adrian abaikan karena mata Anda sudah buta oleh amarah."

Bryan menarik napas dalam-dalam, menguatkan kesaksiannya.

"Kemarin, alasan Ibu Fatma berada di rumah mendiang Jamie bukan untuk merayakan sesuatu seperti yang Anda tuduhkan. Saya mengawalnya langsung. Di sana, orang tua dan adik kandung Jamie sendiri yang meminta pertemuan itu. Mereka berlutut dan menangis, memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Ibu Fatma atas segala fitnah dan kerugian yang telah diperbuat oleh Jamie semasa hidupnya."

"Mereka sadar Jamie telah menghancurkan nama baik Ibu Fatma demi menutupi hubungannya dengan Liana!" tegas Bryan dengan nada menghujam. "Dan Ibu Fatma, dengan segala kebaikan hatinya, memaafkan mereka tanpa menuntut apa pun. Tapi apa yang Anda berikan padanya setelah dia pulang ke rumah, Pak? Anda justru menyiksanya!"

Mendengar semua kenyataan yang menghantam bertubi-tubi, rahang Adrian terasa kaku.

Ponsel Liana terlepas dari genggamannya, jatuh berdenting di atas lantai keramik.

Penyesalan yang teramat besar kini mencekik lehernya, membuatnya ingin mati detik itu juga.

Dia telah menghancurkan tubuh dan jiwa seorang wanita suci, mengkhianati amanah Abah dan Umi, hanya demi membela bayang-bayang seorang wanita yang telah lama mengkhianatinya.

Bugh!!!

Hakam yang sudah tidak sanggup lagi menahan gejolak rasa sesak dan amarah yang bergemuruh di dadanya, berbalik dan melayangkan tinju mentahnya ke arah dinding beton rumah sakit hingga buku-buku jarinya memar dan meneteskan darah.

Tanpa memedulikan rasa sakit di tangannya, Hakam berbalik memunggungi Adrian dengan pandangan penuh rasa jijik.

Dengan napas yang memburu dan air mata yang terus mengalir, pemuda itu berjalan cepat meninggalkan lorong IGD yang menyesakkan tersebut, melangkah lebar menuju ke arah kantin untuk mencari udara segar sebelum ia benar-benar nekat menghabisi kakak kandungnya sendiri.

"Keluarga dari pasien Fatma Adiba, harap segera masuk ke ruang perawatan," panggil seorang perawat yang baru saja keluar dari ruang ICU.

Suara itu seketika memutus lamunan kosong Adrian.

Dengan tubuh yang masih lemas dan gemetar, ia bangkit dari lantai.

Langkahnya terasa sangat berat, seolah ada beban berton-ton yang mengikat kedua kakinya. Ia berjalan melewati pintu kaca, menyusuri ruangan yang dipenuhi dengan bunyi ritmis alat penunjuk detak jantung (bedside monitor).

Di sana, di atas ranjang berseprai putih, Fatma terbaring pasrah.

Wajahnya masih seputih kertas, kontras dengan beberapa selang medis dan jarum infus yang menancap di tubuh ringkihnya.

Kedua kelopak matanya masih terpejam rapat, menyembunyikan binar matanya yang biasanya selalu teduh.

Sebuah perban putih tebal membalut pergelangan tangan kirinya—tempat di mana aliran darah kehidupan sempat mengucur deras.

Adrian melangkah mendekat dengan dada yang terasa sesak luar biasa.

Ia menarik sebuah kursi besi, lalu duduk tepat di samping ranjang istrinya.

Matanya menatap lekat-lekat wajah wanita yang baru beberapa hari lalu sah ia nikahi di depan Abah dan Umi.

Saat keheningan ruangan itu menyergapnya, memori malam terkutuk itu kembali berputar otomatis di kepala Adrian, menghantam akal sehatnya tanpa ampun.

Ia ingat betul bagaimana malam itu dirinya yang sedang dalam keadaan mabuk berat.

Alkohol telah merenggut seluruh kesadarannya, namun amarahnya jauh lebih beracun.

Karena kondisinya yang tidak sadar dan otaknya yang sudah dipenuhi racun prasangka, Adrian mengira

Dengan bodohnya bahwa tulisan tangan di dalam buku itu adalah milik Fatma.

Ia mengira Fatma sedang merayakan kemenangannya bersama Jamie atas hancurnya Liana.

Padahal, itu adalah tulisan tangan Jamie sendiri. Lembaran yang berisi rencana busuk dan pengakuan egois Jamie untuk memanfaatkan Fatma.

Adrian memegangi kepalanya yang mendadak terasa pening luar biasa.

Air matanya kembali luruh, membasahi tangannya sendiri.

Bayangan detail malam itu melintas tanpa bisa ia cegah—bagaimana ia mengabaikan jeritan pilu Fatma, bagaimana ia mengikat kedua tangan wanita itu, menyumpal mulutnya, dan melayangkan ikat pinggang kulitnya ke punggung suci Fatma tanpa belas kasihan.

Lebih menjijikkan lagi, ego dan amarahnya yang membabi buta malam itu membuatnya nekat melakukan hubungan intim secara paksa, merenggut kehormatan istrinya sendiri dengan cara yang sangat biadab dan kasar, abai terhadap rasa sakit luar biasa yang dialami Fatma.

"Astagfirullah, apa yang sudah aku lakukan..." bisik Adrian parau, suaranya tercekat di tenggorokan.

Ia memandangi tangannya yang gemetar. Tangan yang seharusnya mendekap, melindungi, dan menuntun Fatma, justru menjadi tangan yang mencambuk dan mendorong istrinya sendiri ke jurang kematian.

Adrian meraih ujung jemari kanan Fatma yang terasa sangat dingin, lalu menempelkannya ke keningnya sendiri sambil menangis tergugu di sisi ranjang, meratapi kebodohan dan kesombongannya yang kini telah menghancurkan segalanya.

1
ahs@
sakit jiwa,c adrian....
ahs@
Adrian stress... melampiaskan kekesalannya kepada fatma yang tidak tahu apa" .Liana sendiri yang selingkuh dengan Jamie..
falea sezi
mau like kasih hadiah yo males
falea sezi
🤣🤣 uda di aniyaya tp di beri kesempatan 🤣🤣 maaf ya thor. pantes like sepi wong goblok
falea sezi
males MC nya oon skip aja😒 emosi q liat cwek bloon lulusan pesantren tp goblok
falea sezi
goblok klo. uda. ketauan belangnya jangan ampe balikan mending crrai😒
falea sezi
🤣 orang gila cari tau dlu calon istri mu yg gatel nyalahin orang😒
Soviani
lanjut up ny
sri hastuti
huuhh goblok banget sih fatma ini, mau mati ya, sdh bongkar aja kejahatan suamimu, bikin jengkel, jd wanita jangan ngalah terus, km gak salah, ayolah thor kelamaan, cepet dibongkar kejahatan Adrian 😡😡😡
sri hastuti
huuh pengen tak bunuh aja adrian thor, bikin jengkel aja, kelamaan thor ,bisa mati itu fàtma, 😡😡😡😡
sri hastuti
pie to ini,sdh gila si adrian,ah jd males aku, orang kok goblok dan kejam spt itu dibiarkan thor , huuhhh bikin 😡😡😡
keynara
si Adrian emang bener bener udah gila nyiksa Fatma tanpa ampun
Himna Mohamad
lanjut kk
keynara
la kasian Fatma nggak tau apa apa jadi sasaran dendam si Adrian duh ujian Fatma berat banget💪
lanjut thor🙏
sri hastuti
konyol ini adrian thor, huuhhh pengen tak pukul aja ,jd laki2 kok spt itu, gak mau trima kenyataan, dasar pengecut , 😡😡😡
bikin jengkel aja thor 😡😡
my name is pho: sabar kak🤭🙏
total 1 replies
sri hastuti
dasar Adrian konyol, yg selingkuh tunangannya kok gak mau trima, dasarr laki2 bego, malah memaksa orang lain, sdh gila dia 😡😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!