NovelToon NovelToon
Sword Wanderer Live'S Stream

Sword Wanderer Live'S Stream

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Anak Genius
Popularitas:177
Nilai: 5
Nama Author: EAGLE EZ

Satu... dua... tiga..."

​Gua merem, terus ngebuka mata lagi. Angka yang ada di layar hologram tablet lipat di depan gua masih sama. Gak berubah, gak berkurang nolnya, dan tetep bikin mual.

​[Harga Eceran Resmi: 120.000.000 KRW (Termasuk Pajak)]

​"Seratus dua puluh juta won..." Gua ngegandeng dagu pakai kedua tangan, natap angka itu kayak lagi natap musuh bebuyutan di kehidupan lalu. "Ini mah bukan sekadar mahal, tapi udah gak ngotak buat kantong orang kayak gua."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12.Undangan dari menara

"Penandatanganan kontrak kemitraan khusus?" Gua ngerutin dahi sambil nyoba berdiri, megangin tembok kosan yang kerasa agak muter. "Sponsor utamanya langsung yang ngehubungin kita?"

"Iya, kampret! S-Teknologi!" Jinho ngeguncang-guncang laptopnya kayak orang dapet lotre. "Lu tahu artinya apa? Mereka gak nunggu turnamen ini kelar buat ngasih lu panggung. Permainan lu semalem bener-bener ngerusak pasar promosi mereka—dalam artian yang positif!"

Gua ngambil handuk kecil buat nyeka keringat dingin di leher. "Ngerusak gimana?"

"S-Teknologi itu kan perusahaan megakorporasi yang bikin komponen saraf buat *capsule* Nex-Gen 7. Selama ini, narasi iklan mereka selalu fokus ke soal 'kenyamanan' dan 'grafis realistis'. Tapi semalem, lu ngebuktiin kalau sistem *bio-sinkronisasi* mereka bisa nahan input perintah makro yang kecepatannya gak manusiawi," Jinho ngejelasin sambil matanya berbinar-binar.

"Singkatnya, lu baru aja jadi iklan berjalan paling mahal buat produk terbaru mereka. Tanpa perlu lu juara satu pun, nilai jual lu di mata mereka udah setara sama atlet papan atas."

Gua jalan ke arah cermin kecil yang nempel di lemari plastik gua, natap muka gua yang keliatan agak pucat tapi matanya tajam. "Jam berapa mereka minta gua dateng?"

"Jam sepuluh pagi besok. Di kantor pusat mereka yang di Gangnam," Jinho ngelirik pakaian gua—kaos oblong warna putih yang udah agak meral di bagian leher dan celana training hitam. "Dan tolong, demi harga diri mantan *Sword God*, kita harus beli baju yang beneran besok subuh. Lu gak bisa dateng ke gedung pencakar langit megah kayak begitu pake setelan gembel begini."

Gua cuma terkekeh pelan. "Duit kita kan udah banyak dari saweran semalem. Atur aja."

Keesokan paginya, distrik Gangnam bener-bener padat sama kesibukan orang-orang kantoran. Di depan gedung s-Teknologi yang berdiri megah dengan arsitektur kaca futuristik, gua berdiri sambil ngebenerin kerah kemeja hitam kasual yang baru dibeli Jinho tadi subuh.

Jinho sendiri udah keringat dingin duluan padahal baru nyampe lobi. "Gila, gede banget gedungnya. Ji, lu jangan malu-maluin ya. Jangan mendadak keluar jurus pedang di dalem."

"Tenang aja, gua tau tempat," sahut gua santai.

Begitu kami nyebutin ID *streaming* 'SwordGod77' ke resepsionis, atmosfer langsung berubah. Kami gak disuruh nunggu di ruang tunggu biasa, melainkan langsung dijemput sama seorang sekretaris dengan setelan rapi yang langsung ngegiring kami ke lift VIP menuju lantai paling atas.

*Ting.*

Pintu lift kebuka, nampilin sebuah ruang rapat luas dengan dinding kaca transparan yang langsung memperlihatkan pemandangan seluruh kota Seoul dari ketinggian. Di ujung meja panjang, seorang pria paruh baya berambut klimis dengan setelan jas seharga ribuan dolar udah nunggu sambil tersenyum lebar.

"Selamat datang, Tuan Kang Jin-woo. Atau harus saya panggil... *Sword God*?" Pria itu berdiri, ngulurkan tangannya dengan sangat ramah. "Saya Park Hyun-suk, Direktur Divisi Pemasaran Global s-Teknologi."

Gua nyambut jabat tangannya dengan genggaman yang mantap, gak keliatan gugup sama sekali. "Panggil Jin-woo aja, Pak. Jadi, langsung ke poinnya aja, ada perlu apa nyari pemain amatir kayak saya?"

Direktur Park terkekeh, lalu ngisyaratain sekretarisnya buat ngebuka sebuah koper metalik yang ditaruh di atas meja. Begitu koper itu kebuka, seberkas cahaya biru tipis keluar dari dalamnya, nampilin sebuah kartu akses hologram berlambang s-Teknologi.

"Kami tahu tentang kondisi medis Anda, Tuan Jin-woo. Kelainan saraf bawaan yang membuat Anda tidak bisa mengakses *VR gear* standar," ucap Direktur Park, bikin Jinho langsung melotot kaget karena gak nyangka rahasia medis gua bisa kebongkar secepat itu.

"Jangan tegang, kami tidak berniat buruk," lanjut Direktur Park dengan nada menenangkan. "Justru karena kondisi Anda itulah, kami sangat tertarik. *Capsule* Nex-Gen 7 dirancang untuk memitigasi kelainan seperti yang Anda miliki. Dan permainan Anda semalem... adalah bukti nyata kalau produk kami bekerja melampaui batas medis."

Pria itu memajukan badannya, menatap gua dengan pandangan bisnis yang sangat tajam.

"Kami ingin menawarkan kontrak sponsor eksklusif. Kami akan memberikan satu unit *Capsule Nex-Gen 7* secara gratis, langsung diantar ke tempat tinggal Anda hari ini juga. Sebagai gantinya, Anda harus terus bertarung di turnamen LFG menggunakan nama s-Teknologi sebagai sponsor utama Anda."

Direktur Park tersenyum penuh kemenangan, yakin banget kalau tawaran ini gak bakal bisa ditolak oleh seorang pemuda miskin dari kamar kosan sempit. "Bagaimana, Tuan Jin-woo? Anda mendapatkan alat seratus dua puluh juta won itu secara instan tanpa perlu menunggu turnamen selesai."

Jinho di sebelah gua udah nyenggol-nyenggol siku gua pake lengannya, mukanya kode keras banget nyuruh gua langsung bilang 'IYA'.

Gua natap kartu akses hologram di dalam koper itu, lalu pelan-pelan nyenderin punggung gua ke kursi rapat yang empuk. Gua narik napas pendek, lalu ngeluarin senyum tipis yang bikin Direktur Park agak ngerutin dahi karena ngerasain atmosfer di ruangan mendadak berubah jadi agak menekan.

"Tawarannya menarik banget, Pak Direktur," ucap gua santai, sambil ngetuk-ngetuk jari gua di atas meja kaca. "Dapet mesin seratus dua puluh juta won secara gratis emang impian gua dari beberapa hari lalu."

Gua ngegantung kalimat gua sebentar, lalu natap lurus ke mata si direktur.

"Tapi, kalau gua terima kontrak mengikat sekarang, artinya gua cuma jadi alat promosi kalian yang main aman, kan? Kontrak kayak begini pasti punya klausul di mana gua gak boleh kalah atau harus ngikutin skrip tertentu demi menjaga nama baik brand."

Direktur Park agak tersentak, gak nyangka anak muda di depannya ini bisa langsung ngebaca arah kontrak bisnis secepat itu. "Itu... tentu saja ada beberapa penyesuaian standar performa—"

"Gua tolak," potong gua mutlak.

"Hah?!" Jinho langsung kelepasan teriak sampai mangap, sementara sekretaris di samping direktur langsung nahan napas.

"Gua gak butuh belas kasihan berupa barang gratisan yang mengikat kebebasan gua bertarung," ucap gua sambil berdiri dari kursi, memancarkan aura dominasi seorang *Sword God* yang sesungguhnya. "Gua bakal tetep dapet *capsule* itu... tapi dengan cara gua sendiri. Gua bakal menangin turnamen LFG ini sebagai juara pertama sejati, tanpa ada embel-embel skrip dari sponsor mana pun."

Gua berbalik, ngajak Jinho yang masih syok buat jalan menuju lift. Tapi sebelum pintu lift tertutup, gua nengok lagi ke arah Direktur Park yang masih terpaku di kursinya.

"Tapi kalau s-Teknologi mau taruhan... silakan pasang nama perusahaan kalian di slot iklan *live stream* gua besok malam. Harganya tentu gak bakal murah lagi setelah gua ngebantai bos grup selanjutnya."

*Ting.*

Pintu lift tertutup, ninggalin keheningan total di ruang rapat eksekutif itu.

Di dalam lift, Jinho langsung ngejambak rambutnya sendiri kayak orang stres. "JI!!! LU GILA YA?! SERATUS DUA PULUH JUTA WON DI DEPAN MATA LU TOLAK BEGITU AJA?! DEMI HARGA DIRI?!"

Gua cuma ketawa lepas, nepuk-nepuk pundak temen gua itu. "Bukan demi harga diri, Jinho. Tapi karena gua tahu... kalau gua terima itu sekarang, nilai gua cuma bakal dihargai seratus dua puluh juta won. Tapi kalau gua menangin LFG dengan tangan gua sendiri... gua bisa beli sepuluh *capsule* kayak begitu tanpa perlu tunduk sama siapa pun."

Mata gua berkilat penuh antisipasi. Babak penyisihan grup udah lewat. Sekarang, panggung utama turnamen LFG yang sesungguhnya udah nunggu gua. Dan dunia virtual... bakal segera ngeliat amukan penuh dari sang *Sword God Wanderer*.

1
EAGLE EZ
mungkin nanggung
SecretivePlotter
sama pembesar otong
SecretivePlotter
kek manhwa itu inimah
EAGLE EZ: benar cuman ide nya di ambil dari novel misal coverbook nya cuy
total 1 replies
SecretivePlotter
pinjol
SecretivePlotter
ya gak usah beli
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!