Bagaimana kisah Cinderella menaklukan Kemal seorang pria yang ternyata adalah pemain wanita. Benarkah, cinta itu buta, tidak memandang rupa dan tak kenal waktu?
Simak ya jangan lupa untuk Like di setiap chapter.
Salam Sayang,
Rehuella.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rehuella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernikahan
Happy reading, jangan lupa untuk vote dan komentar positif.
Seminggu kemudian ...
Setelah acara lamaran Kemal seminggu yang lalu, di sinilah mereka sekarang, di atas pelaminan, dan di pertotonkan kepada para tamu undangan yang jumlahnya tidak lebih dari 200 orang.
Hari ini adalah hari pernikahan Cinderella untuk yang pertama. Malam ini Cinderella tengah berdiri di samping Kemal dengan senyum yang dibuat seceria mungkin, dia merasa bersalah dengan kedua orangtuanya, jadi, secepatnya dia menyetujui Kemal yang secepatnya mengadakan acara pernikahan. Terlihat Kemal yang suka sekali dengan penampilan Cinderella malam ini, baju putih ala princess yang Kemal belikan, ternyata sangat cantik di pakai oleh istrinya.
“Istriku kamu sangat cantik malam ini, bersiaplah untuk malam pertama kita.” Cinderella memukul lengan Kemal saat tidak tau malunya Kemal berbicara seperti itu di depan kedua orangtuanya.
Wajahnya sudah merah semua, seperti seluruh wajahnya mengenakan blush on.
“Hahaha... Kalian memang cocok, tidak salah aku menyerahkan putriku padamu, Mal.” Kemal hanya tersenyum lebar saat mendengar ucapan lelaki yang baru saja menyandang status mertuanya itu.
“Cepat-cepatlah buatkan ayah mertuamu ini cucu,” pintanya sambil menepuk punggung Kemal.
"Pasti Papa mertua, saya akan secepatnya memberikan cucu padamu," Kemal tersenyum ke arah cinderella yang masih terlihat malu itu.
Setelah tamu undangan pulang. Kemal bersiap akan mengajak Cinderella pulang ke apartemennya, karena risih juga jika dia harus tinggal bersama mertuanya. Dan beruntungnya keinginan Kemal itu langsung diberi lampu hijau oleh mertuanya.
***
“Hah...” desah Kemal sambil merebah tubuhnya di sofa ruang tamu.
Jam di dinding baru menunjukkan pukul 7 malam, tapi mata Kemal langsung terpejam saat dia merebahkan tubuhnya di sofa.
Dia terlalu lelah menjabat tamu yang hadir tadi.
Cinderella segera menghampiri Kemal saat tidak melihat Kemal di kamarnya.
“Mal. Bersihkan tubuhmu dulu, nanti baru kita istrirahat,” teriak Cinderella sambil berjalan ke arah sofa, dia menatap ke arah Kemal yang tengah terlelap di sana.
Cinderella yang tidak mendapat reaksi dari Kemal segera mendekat ke arah suaminya, yang tengah tertidur itu, dia mulai mencoba membuka sepatu Kemal, lalu berusaha melepas jas yang dia kenakan. Saat Cinderella akan membuka kancing kemejanya, dia kaget saat Kemal tiba-tiba memeluknya erat.
“Aku nggak kuat jika melakukannya malam ini, kita lakukan besok pagi saja,” ujarnya yang masih memejamkan mata, Kemal berfikir jika Cinderella akan mengajaknya bercinta.
Cinderella yang mendengar itu langsung mendorong tubuh Kemal ke belakang dengan keras, hingga membuat kepala Kemal terbentur bantalan sofa.
“Awww...,” rintihnya sambil memegang bagian belakang kepalanya, Cinderella langsung panik, takutnya kepala Kemal gagar otak atau mengeluarkan darah. Dia lalu menarik Kemal di peluknya kembali tubuh lelaki itu, di usapnya kepala bagian belakang Kemal dengan kedua tangan, membuat tubuhnya menempel sempurna di tubuh Kemal.
“Kamu tidak apa-apa kan, Mal?” Kemal yang tadinya sudah bangun dari tidurnya, hanya bisa berpura-pura pingsan mengerjai istri barunya itu. Kemal menjatuhkan tubuhnya kemabali ke sofa, seolah dia benar-benar sedang pinsan. Cinderella semakin panik setelah Kemal tidak meresponnya sama sekali, dia lalu langsung berlari mengambil air dingin, untuk mengompres kepala Kemal, tapi saat dia tiba di kamar mandi terdengar suara teriakan dari mulu Cinderella.
“Awwww...” Kemal yang tadi berpura-pura pinsan, reflek langsung berlari ke arah kamar mandi.
“Kamu kenapa!!” teriak Kemal yang sudah melihat Cinderella duduk di bawah dengan posisi kaki membentuk huruf W.
“Aku terpleset, kamar mandimu terlalu licin.”
Kemal yang mendengar itu, segera menelepon sekertarisnya agar segera mengirimkan dokter kandungan ke apartemen.
“Kemal, tolong bawa aku keluar dari sini!” teriak Cinderella karena bajunya sudah basah, dan dia sudah tidak bisa bergerak lagi. Kemal lalu berusaha melepas baju Cinderella di kamar mandi.
“Mau ngapain kmu?” tanya Cinderella yang melihat Kemal mulai membuka kancing bajunya.
“Menurutmu?”
“Jangan Mal!” ucap Cinderella saat Kemal sudah mendekatkan tubuhnya agar menempel di tubuh Cinderella.
Kemal yang melihat Cinderella menutup mata, hanya bisa tersenyum tipis karena merasa lucu dengan tingkah wanitanya itu.
“Otakmu terlalu mesum, aku hanya ingin melepas bajumu supaya tidak membasahi ranjang kita.” Cinderella reflek langsung membuka matanya.
“Kita?”
“Ya, ranjang kita!”
“Nggak biar aku tidur di sofa saja, aku takut tanganmu menjamah tubuhku.”
“Hahahah... Kita suami-istri, kita tidak akan berdosa jika melakukannya setiap hari,” ucap Kemal sambil menaikkan alisnya menggoda Cinderella.
“Aw... Sakit!” pekik Cinderella saat Kemal mulai mendekatkan dirinya. Dia hanya takut kejadian dulu terulang kembali, karena dia sedikit meresa trauma dengan rasa sakit yang dideritanta dulu.
“Mana yang sakit?” tanya Kemal sambil meraba-raba perut Cinderella.
“Bagaimana keadaan anakku di dalam?” ucap Kemal dengan nada khawatir.
“Aku bukan dokter, cepat angkat tubuhku ke sofa, biarkan aku tidur di sana.”
Kemal yang mendengar teriakan Cinderella langsung mengangkat tubuh istrinya itu, dan merebahkan tubuh Cinderella ke ranjang.
“Ternyata kamu masih berat juga ya,” keluh Kemal saat selesai mengenakan baju Cinderella.
“Kamu mau bilang aku gendut. Iya! Berbulan-bulan aku diet demi kamu, kamu sekarang bilang aku gendut. Iya?” maki Cinderella sambil memukul Kemal dengan guling di depannya.
“Haih... Iya iya kamu sexy, aw... Cinderellaku yang sexy, jangan banyak bergerak dulu biarkan dokter memeriksamu,” jelas Kemal.
“Mal..,”
“Apa!”
“Pengen mangga! Mangga muda tempatnya pak Sobirin dekat rumahnya Papaku,” ujar Cinderella yang mulai menyidam aneh-aneh.
“Biar nanti Billy yang carikan, dia sebentar lagi datang,” ucap Kemal yang tidak mau memenuhi kemauan Cinderella.
“Ini anakmu Mal, dia yang mau kamu mencarikannya,” jelas Cinderella, lalu memalingkan wajahnya ke lain tempat demi menghindari tatapan Kemal.
“Anakku belum bisa ngomong, mana bisa minta padamu, jangan mengada-ada gitu,” ucap Kemal.
“Kamu nggak tau istrimu lagi nyidam, hah!"
.
.
.
.
Terimakasih yang sudah membaca cerita Cinderella dan Kemal semoga suka.
Ng