NovelToon NovelToon
Hello Presdir

Hello Presdir

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:4.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Shintapuji

Reporter cantik itu harus rela melepas kekasihnya untuk menikah dengan adiknya sendiri.

Kenangan yang telah tercipta, perjuangan yang telah dilalui, waktu yang telah dihabiskan bersama terasa sia- sia ketika semuanya harus diakhiri.

Lalu ia bertemu dengan Presdir. Seseorang yang mampu membuatnya kembali merasakan cinta, namun apakah kisah cinta mereka akan seindah angannya selama ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shintapuji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Teman Baru

Seperti biasa, Keno sedang sibuk menatap laptopnya di ruang kerja. Mengurus perusahaan yang sangat besar membuatnya kewalahan sendiri, hingga menyita semua waktu Keno. Dengan selalu ditemani secangkir kopi, ia menyelesaikan pekerjaannya. Jika sudah begitu ia akan lupa dengan segalanya termasuk dengan kondisi tubuhnya sendiri. Tak jarang jika ia telat untuk makan bahkan terkadang lupa.

"Kalau masuk itu ketuk dulu, jangan sembarangan masuk ! Tidak sopan !" teriak Keno ketika ada seseorang yang masuk ke ruangannya.

Perempuan yang masuk segera menghampiri Keno menyerahkan beberapa berkas serta merangkul pundak Keno dengan lembut. "Bukankah kita teman, kita tidak perlu terlalu formal saat tidak ada orang lain. Bukan begitu?" celetuk Adel.

Keno tidak membalas perkataan Adel, ia langsung menandatangani berkas yang dibawa oleh dia tadi.

"Pergilah ! Sudah ku tandatangani semua."

"Biarkan di sini dulu sebentar saja." ucap Adel.

Keno semakin geli dan jijik karena Adel membelai pipi Keno dan mencubitnya pelan.

BRAKKKK ! Keno menggebrak meja dan sontak membuat Adel tersentak kaget.

"Keno sayang, jangan marah- marah seperti itu. Baiklah- baiklah aku akan keluar dari sini." Adel pun keluar dari ruangan Keno.

"Cih menjijikkan sekali apa dia selalu begitu dengan laki- laki lain." gumam Keno.

Keno kembali menatap laptopnya lagi menghilangkan perasaan kesal yang dibuat Adel tadi.

Dan tiba- tiba, pintu terbuka lagi tanpa diketuk terlebih dahulu.

"Ada apa lagi ! Apa memang kau tidak mempunyai sopan santun sehingga tidak bisa mengetuk terlebih dahulu !!! Pergilah aku tidak mau melihat wanita seperti mu terus menerus !" bentak Keno mengira Adel datang lagi menemuinya.

Tetapi yang masuk itu bukanlah Adel, melainkan Frido. Frido pun tertawa mendengar bentakan Keno tadi karena ia sudah tahu siapa yang membuat Keno marah.

"Sudah berapa kali wanita itu menemui mu hari ini?" goda Frido.

"Diamlah, aku sudah muak dengannya. Apa kita bisa memindahkannya di kantor cabang yang lain atau pecat saja dia."

"Kalau untuk itu bisa diusahakan, tapi kalau untuk memecatnya pasti akan membuat masalah untuk kita. Kau tau sendiri kan dia bisa bekerja di sini karena ayahnya teman dekat Pak Bram pasti akan membuat pak Bram marah nanti."

Keno berdecak kesal, "Untuk apa kau kemari?"

Frido pun duduk di kursi yang berada di depan Keno. "Ada yang harus kau tahu, mungkin ini akan menjadi kabar yang menggembirakan untuk mu."

"Apa katakan saja, kau tau sendiri aku tidak suka kalau ada yang bertele- tele."

"Mantan mu itu kembali ke Indonesia, tadi salah satu pengawal kita yang mengawasi dia selama di sana memberitahu ku."

"Sepertinya dia akan menetap di sini lagi dan mungkin akan mengajak mu balikan." tambahnya lagi. Keno terdiam dan memikirkan perkataan Frido.

"Apa kau masih mempunyai perasaan dengannya?" tanya Frido.

Keno terdiam sejenak dan kepikiran dengan Aira juga, "Entahlah aku tidak tahu, di sisi lain aku juga mencintai Aira untuk dia aku tidak tahu lagi." batin Keno.

"Semoga kau tidak salah pilih untuk memberikan hati mu kepada Aira atau Ellen." ucap Frido meninggalkan ruangan Keno.

Keno kalut dengan pikirannya, lalu ia memandangi fotonya dengan si Ellen saat mereka berpacaran dulu. Ellen telah menemaninya selama dua tahun ini, tentu banyak sekali kenangan baik pahit maupun manis yang tertinggal. Tapi di sisi lain dia juga sudah mencintai Aira. Ia juga memandang fotonya bersama Aira. Selama ia bersama Aira tak pernah merasa kesepian sedikitpun. Sangatlah berbeda saat bersama dengan Ellen.

***

Siang hari...

Aira, Mega, dan Sandi sedang beristirahat dan sedang mencari makan siang mereka. Rencananya mereka akan makan di tempat angkringan dekat kantor. Siang ini banyak para rekan kerja lain yang menikmati makan siang mereka di angkringan dekat kantor jadi ramai serta padat sekali.

"Tumben- tumbenan pada makan di luar ini, biasanya juga pada makan di kantin tuh anak- anak." celetuk Mega.

"Terus gimana nih, mau ikutan antri atau cari tempat makan lain?" tanya Aira.

"Ke Restoran di Mall aja yuk, mumpung gue bawa mobil. Sekalian nongkrong juga." ajak Sandi. Aira dan Mega pun mengiyakan.

Mereka akhirnya memilih resto yang berada di salah satu Mall terbesar di kota yang merupakan Mall milik keluarga Sanjaya.

Kali ini Sandi yang akan membayarnya, sebagai ungkapan bahagia karena beberapa hari lagi akan nikah. Aira dan Mega pun dengan senang hati menerimanya. Mereka memesan banyak sekali makanan hingga Sandi terheran- heran karena kedua sahabatnya itu memesan banyak.

"Kalian serius bisa ngehabisin ini semua?" tanya Sandi saat pelayan menghidangkan pesanan mereka hingga mejanya penuh.

Aira dan Mega menganggukan kepalanya, "Serius, mari kita makan." celetuk keduanya. Membuat Sandi menggelengkan kepalanya.

"Pelan- pelan sayang makannya, jadi belepotan gini kan." Sandi mengusap bibir Mega dengan tissue karena belepotan dengan mesranya.

"Ekhhemm, masih ada orang ini." sindir Aira.

"Lah emang masih ada orang, emang situ kodok apa?"

"Princess gini dibilang kodok haha." Mereka pun tertawa mendengar celotehan Aira.

Tak butuh waktu lama, mereka bertiga menghabiskan makanan yang begitu banyak itu. Tentu saja yang paling banyak menghabiskan adalah si Aira dan Mega. Sandi sampai bergidik ngeri melihat keduanya yang makan seperti orang kelaparan yang tidak makan selama tiga hari.

"Aduhh kenyang banget nih." ucap Aira mengusap perutnya.

"Lo sih Ra, yang harusnya buat tiga orang eh dimakan sendiri." seru Mega.

"Lah, emangnya situ engga apa? Malah situ yang paling banyak."

"Hehe, iya juga sih ya. Tapi kok belum kenyang."

"Hah?" Aira dan Sandi membelalakkan matanya terkejut.

"Engga- engga, bercanda." ringis Mega.

Sandi pun segera membayar makanan mereka. Karena waktu istirahat masih cukup lama, mereka memilih untuk berbelanja di market Mall itu. Mereka memilih keperluan yang dibutuhkan masing- masing dan berpencar mencarinya.

Sandi dan Mega berkeliling bersama mencari keperluan mereka. Sedangkan Aira berjalan sendiri mencari keperluannya. Ia hanya akan membeli makanan ringan saja tapi jumlahnya sangat banyak karena Aira itu memiliki hobby ngemil.

Saat ia mengambil coklat, ada orang lain juga yang hendak mengambil coklat itu.

"Yah, tinggal satu saja ternyata." seru wanita itu saat Aira lebih dahulu mengambil coklat itu.

Aira tersenyum melihatnya, "Mbaknya mau? Kalau mbaknya mau bisa ambil ini. Saya bisa mencari coklat yang lain."

"Benarkah? Terima kasih. Saya sangat menyukai coklat ini."

"Benarkah? Kalau begitu ambil saja saya tidak keberatan."

Aira lalu berpamitan kepada perempuan itu. Perempuan yang sangat cantik dengan bodynya yang sangat aduhai seperti model itu. Dan wanita itu tampak baik serta lembut.

Sandi dan Mega sudah menunggu Aira di kasir sedari tadi. "Beli jajanan doang lama banget sih Ra, apa tadi lo mandi dulu jadi lama?"

"Hehe iya kak Mega, kok tahu sih haha."

Aira segera melakukan pembayaran dan segera keluar dari market. Namun langkah mereka terhenti saat mendengar keributan di kasir.

"Mbak gimana sih kalau tidak ada uang jangan gaya- gayaan beli barang banyak gini dong."

"Maaf, tapi dompet saya benar- benar tertinggal." ucap wanita yang Aira temui tadi.

Aira, Mega, dan Sandi pun mendekat pada dua orang yang sedang ribut itu.

"Ada apa ini? Eh mbaknya yang tadi." ucap Aira saat menoleh ke wanita yang ia temui.

"Ini loh mbak, mbaknya ini tidak punya uang tapi sok- sokan mau beli barang sebanyak ini. Pekerjaan kita jadi nambah kan karena harus mengembalikan barang ini ke tempat semula." ketus Kasir menatap tidak suka pada wanita itu.

"Tapi dompet saya benar- benar tertinggal. Tunggulah sebentar, sopir saya akan segera membawakan dompet saya."

"Mbak kasir kok mulutnya pedes banget ya, jangan gitu dong mbak nanti pelanggan pada kabur." cetus Mega.

"Sudah- sudah jangan ribut lagi. Semuanya berapa biar saya yang bayar." tanya Aira kepada kasir.

"Semuanya 500 ribu." Aira pun segera mengeluarkan lima lembar uang seratus ribuan dan memberikannya kepada kasir itu. Kemudian mereka segera mengajak wanita itu keluar dari market.

"Makasih ya jadi ngerepotin kalian, sebentar lagi sopir saya akan datang. Saya akan mengganti uang mu, tunggulah sebentar."

"Tidak perlu mbak, aku ikhlas tidak perlu diganti." Tolak Aira tersenyum manis.

"Kau baik sekali, bagaimana kalau saya traktir makan siang?"

"Kami sudah makan siang tadi, lain kali saja hehe."

"Wah sayang sekali, kalau begitu lain waktu saya akan mentraktir kalian."

"Dengan senang hati kami akan menerimanya." ucap Mega kegirangan ketika mendengar traktiran.

Sandi langsung melototi Mega dan Aira mencubit lengannya. "Cih memalukan sekali !"

Wanita itu tertawa melihatnya, "Kalian lucu sekali, apa boleh saya menjadi teman kalian?"

"Tentu saja boleh, saya Sandi sahabatnya Aira." ucap Sandi penuh semangat dan menjabat tangan wanita itu. Namun hanya sesaat saja karena Mega langsung menepis dan menggantikannya.

"Kalau saya Mega calon istrinya Sandi yang cantik, baik, hati dan tidak sombong." ucap Mega penuh dengan penekanan.

"Iya iya sayang, dunia juga sudah tahu kalau kau itu calon istri ku kita akan menikah minggu depan." rayu Sandi ketika melihat Mega merajuk.

"Kalau saya Aira, sama seperti Mega yang cantik, baik hati dan tidak sombong. Bercanda kok hehe."

"Tapi sepertinya itu memang benar, oh ya saya Ellen. Senang bisa berteman dengan kalian."

"Maaf sebelumnya, kita harus kembali ke kantor karena jam istirahat sudah hampir selesai." ucap Aira melirik jam tangan yang dipakainya.

"Baiklah kalau begitu, kita bisa mengobrol dan bertemu lagi lain waktu."

Mereka pun berpamitan pada Ellen untuk segera kembali ke kantor dan tak lupa bertukar nomor handphone.

"Harusnya kita nunggu sopirnya dia dulu biar ngembaliin uang kamu." cetus Mega.

"Udah ngga papa, gue ikhlas kok. Kenapa kak Mega yang sewot sih."

"Kan kita bisa tau dia itu serius atau engga bisa jadi emang minta dibayarin tuh anak."

"Dia itu keliatan baik kok jujur juga sepertinya. Jangan mikir yang aneh- aneh deh kak."

"Iya dia cantik juga." ujar Sandi ikut menimpali.

"Cantik- cantik gundul mu itu." Mega mencubit perut Sandi.

"Aww, ngga sakit sayang haha." celetuk Sandi.

***

Sudah saatnya para pekerja untuk kembali ke rumah melepas penat setelah seharian bekerja. Namun tidak dengan Keno, adanya proyek baru menjadikan Keno bekerja lembur untuk menyelesaikannya. Sudah beberapa hari ini Keno lebih banyak menghabiskan waktunya di kantor daripada di rumah.

Keno sudah mulai bosan dan ia pun teringat dengan Aira. Ia akan menyuruh Aira untuk menemaninya lembur lagi. Karena jika ada Aira kebosanan Keno akan sedikit berkurang. Segera Keno mengambil benda pipih yang ada di sakunya dan mencari nomor Aira segera melakukan panggilan video.

"Halooooo, ada apa menelfon ku? Apa kau merindukan ku?" seru Aira.

"Cih kepedean sekali kau."

Aira tertawa, "Lalu kenapa menelfon. Aku sangat sibuk ini katakan cepat."

"Sibuk apa? Sibuk mengunyah makanan?"

"Itu kau tahu, haha."

"Kemarilah, temani aku lembur lagi malam ini."

"Aku tidak mau, itu sangat membosankan di sana hanya rebahan, makan, minum, menonton tv saja. Tidak ada kegiatan lain."

"Bukankah di rumah kau juga begitu?"

"Tidak, pokoknya aku tidak mau ke sana. Aku sangat sibuk ini." Keno pun kesal lalu memikirkan cara yang tepat agar Aira mau menemaninya.

"Di sini ada Niken, kasihan dia tidak ada temannya. Bukankah kau senang jika bertemu dengan baby? Mengelus perutnya, menciuminya?"

"Are you seriously?"

"Yeahh, makanya cepat ke sini."

"Aa baiklah baiklah, aku akan ke sana sekarang. Byeeee."

Keno tersenyum melihat tingkah Aira, ia senang bisa mengelabui Aira yang polos dan lugu itu.

Mendengar Niken juga berada di kantor Keno, Aira semakin tidak sabar untuk menemuinya. Ia segera memesan taxi menuju ke kantor Keno.

Sesampainya di kantor Keno, ia berlari kecil agar cepat sampai. Bahkan ia juga menabrak beberapa pekerja lain yang berpapasan dengannya hendak pulang. Lalu ia masuk ke dalam lift.

"Ah baby tunggu aunty ya, aunty akan segera sampai." gumam Aira tidak sabar. Saat lift terbuka, ia segera berlari mencari Niken.

"Eh tunggu. Dimana mbak Niken? Apa dia ada di ruangan asisten sialan itu?" tanya Aira pada dirinya sendiri.

"Ah malas sekali jika harus bertemu dengannya juga, huh. Tapi tak apa ini demi baby, aku sangat merindukannya."

Aira pun berjalan menuju ruangan Frido, ia tak mengetuk pintu terlebih dahulu sehingga membuat Frido terjungkat dari duduknya.

"Sialan ! Kenapa tidak mengetuk pintu terlebih dahulu !" umpat Frido

Aira menertawakan Frido yang terjatuh, "Kau kenapa duduk di lantai, ada kursi empuk kenapa tidak dipakai. Sayang sekali bukan." ujar Aira pura- pura tidak tahu.

"Mau apa kau ke ruangan ku, mengganggu saja!"

"Mau bertemu dengan mbak Niken, dimana kau menyembunyikannya." Aira menyusuri ruangan Frido, ruangan yang tak kalah bagusnya dengan milik Keno. Di dalamnya juga ada fasilitas lengkap seperti kamar untuk beristirahat.

Aira sudah mencari di setiap sudut ruangan, membuka kamar mandi, dan kamar tidur namun tak kunjung menemukan orang yang dicarinya.

"Mbak Niken kau dimana?"

"Where are you baby?"

"Aku merindukan baby, cepatlah kemari mbak Niken yuhhuuuuu." Aira terus berteriak hingga memekakkan telinga Frido.

Frido semakin kesal dengan Aira yang sedari tadi berkeliling di ruangannya dan berteriak seperti orang yang tidak waras.

"Mbak Niken, keluarlah. Dimana asisten bodoh itu menyembunyikan mu."

"Hei berhentilah berteriak ! Suara mu itu cempreng sekali, gendang telinga ku serasa mau pecah mendengarnya."

"Kenapa kau marah ! Katakan dimana mbak Niken."

"Tentu saja di rumah, dia tidak di sini. Kau bodoh atau bagaimana."

Aira mendengus kesal tak percaya dengan perkataan Frido, bisa saja dia menyembunyikan Niken agar Aira tidak mengusik si baby.

"Keluarlah dari sini, pekerjaan ku masih banyak jangan mengganggu ku." Frido mendorong Aira menuju pintu keluar dan Aira terus meronta.

"Kau pasti berbohong kan, pasti kau tidak memperbolehkan aku menemui baby."

"Untuk apa aku berbohong ! Dia memang tidak ada di sini." teriak Frido tak kalah kerasnya dari suara Aira.

"Ada apa ini? kenapa kalian ribut?" tanya Adel menghampiri mereka.

Aira dan Frido diam saja tak menanggapinya. "Kau kenapa datang lagi, membuat kerusuhan saja. Pergilah!" ,usir Adel.

"Kau yang seharusnya pergi, untuk apa kau ikut campur dengan urusan ku."

"Kau berani membentakku?"

"Kau pikir aku takut, kalau ada ribuan wanita yang sama dengan mu akan ku pastikan aku akan melenyapkan semuanya."

"Jangan sampai ribuan, satu saja sudah membuat kesal apalagi ribuan." ujar Frido dengan santainya.

Plakkkk !

Adel menampar pipi Aira hingga memerah dan hampir saja terjatuh karena saking kerasnya.

"Jangan berani dengan ku." ancam Adel.

"Apa yang kau lakukan, kenapa menamparnya !" teriak Keno yang barus saja keluar dari ruangannya karena mendengar keributan.

"Keno." lirih Adel.

"Apa salahnya sehingga kau menampar wanita ku? Berani sekali kau !"

"Apa ! wanitanya?" gumam Adel.

"Kenapa kau tidak mencegahnya dasar bodoh !" bentak Keno terhadap Frido.

"Jangan berani- beraninya lagi kau menyentuh Aira atau akan aku pecat kau dari sini !" ancam Keno. kepada Adel.

Ia pun segera merangkul Aira membawa masuk ke ruangannya dan mendudukkan Aira di sofa.

"Apa masih sakit?" tanya Keno mengusap pipi Aira yang masih merah.

Aira langsung menepis tangan Keno, "Jangan menyentuh ku."

"Kenapa kau jadi kesal dengan ku?"

"Siapa yang tidak kesal ! Kau membohongi ku, kau bilang kalau mbak Niken ada di sini. Tadi aku sudah mencarinya tapi tidak ada! Dasar pembohong !"

Keno terkekeh, "Maaf, kalau tidak begitu kau tidak akan kemari."

"Aku mau pulang, Minggir !"

"Tidak boleh, kau di sini saja. Aku hanya sebentar tidak akan lama." cegah Keno namun Aira tetap berjalan menuju pintu. Belum membuka pintu, namun pintu itu sudah terbuka dari luar.

"Apaa !" ketus Frido yang membuka pintunya.

"Dasar monyet hutan, selalu saja mengganggu ku ! Minggir kau !" bentak Aira seraya melototkan matanya. Keno pun menahan tawanya saat mendengar perkataan Aira. Aira lalu pergi melenggang meninggalkan ruangan Keno.

Keno sudah tidak bisa menahan tawanya, ia pun tertawa terbahak- bahak, "Selamat ya, kau memiliki julukan lain. Monyet hutan hahahha." ledek Keno seraya menepuk pundak Frido.

"Cih...dia itu seenak jidatnya saja memanggilku dengan nama yang aneh- aneh. Susah payah orangtua ku memberi ku nama yang indah tapi malah memanggilku monyet hutan." gerutu Frido yang menambah gelak tawa Keno semakin pecah.

Keno membiarkan Aira pergi karena ia tahu Aira tidak akan keluar dari perusahaan meninggalkan Keno sendiri.

Keno mengawasi Aira melalui CCTV, dan benar saja Aira hanya pergi ke taman perusahaan bersama resepsionis. Lia adalah resepsionis perusahaan Keno, sekaligus orang yang pertama ia kenal di perusahaan Keno selain Keno dan asisten sialan itu.

Keno menyelesaikan pekerjaannya dengan sesekali mengawasi Aira.

"Aira, aku pamit dulu ya. Itu suami ku udah jemput." pamit Lia.

"Oh iya mbak, terima kasih sudah menemani Aira mengobrol besok lagi ya."

"Iya, besok kalau ketemu kita curcol lagi."

"Siap deh mbak." Lia pun menuju ke mobil suaminya dan melambaikan tangannya kepada Aira.

Aira pun kembali duduk di bangku taman, ia mulai bosan di sana. Tapi kalau kembali ke ruangan Keno ia akan malu sendiri karena ia tadi sudah pamit untuk pulang.

Cukup lama Aira menunggu Keno menyelesaikan pekerjaannya, sudah hampir jam delapan tapi Keno tak kunjung menemuinya. Karena takut ditinggal Keno, Aira memutuskan untuk pergi ke parkiran mencari mobil Keno dan ternyata mobilnya masih terpakir di sana berdampingan dengan mobil monyet hutan, eh Frido maksutnya.

Beberapa menit kemudian Keno datang menghampiri Aira. "Lama sekali !" seru Aira.

"Kau menunggu ku? Bukankah tadi kau sudah berpamitan pulang, kenapa masih di sini?" goda Keno.

"Banyak bicara, cepat masuk ke mobil kita pulang sekarang. Aku sudah lapar." Keno terkekeh sembari mengacak rambut Aira.

"Kenapa kau jadi galak seperti ini."

"Fokuslah menyetir, jangan banyak bicara!" Aira mencubit lengan Keno.

.

.

.

.

.

Terima kasih sudah membaca :)

Kalau kalian suka dengan ceritanya jangan lupa like, komen dan vote juga sebanyak- banyaknya ya hehe :v :v :v

Maaf jika kurang greget dan typo bertebaran, maklum baru belajar juga hehe :)

1
Aneng Rodiah
salam kenal
Sondang Sartika Lumbanraja
udah tau sakit keras masih aja bikin konflik
Lusia Wulandari
aq lebih menyayangi mu Thor
Sulaiman Efendy
IBU GK BENAR NGIZINKN ANAKNYA PACARAN,, DI ISLAM GK ADA PACARAN, DLM ISLAM PACARAN STELAH MNIKAH, MLH LBH INDAH, AMAN, DN HALAL..
YG ADA ITU TA'ARUF, JIKA COCOK & KLOP, TINGGAL DI KHITBAH....
AKU MNTAN PREMAN, 2X JDI NARAPIDANA, BKN ORG BAIK, BKN ORG ALIM,, BKN ORG SHOLEH, TPI KTIKA AGAMA KU BRBICARA TTG SYARIAT2 ISLAM, SE ISTIQOMAH AKU JALANKN... MKANYA GK ADA DLM PRINSIPKU IKUT BUDAYA2 DILUAR ISLAM, SPRTI RAYAKN ULTAH DGN TIUP2 LILIN, VALENTINE, APRIL MOP, MRAYAKN MLM PRGANTIAN BARU.. DN HARI IBU,, BAGIKU IBU BKN HRS DIISTIMEWAKN STAUN SEKALI, TTPI SETIAP HARI MULIAKN IBU KITA..
ORG TUA YG MMBIARKN ANAK LAKI2 & PREMPUAN NYA PACARAN, DUA2AN, PELUK2AN, CIUM2AN, APALAGI SAMPAI BRZINAH, MAKA AZABNYA AKN DI TUANGKN LELEHAN API NERAKA DAN DITUSUK BESI PANAS DARI KEPALANYA HINGGA KE KAKINYA..

TU SEPERTI AIRA YG DIBELAI2 & DIPELUK2 RAKA WAKTU MREKA PACARAN, TRUS DIBELAI2, DIPELUK2 ALFA DLU.. DN SAAT TINGGAL SAMA KENO SLMA SBULAN... PADAHAL DLU MRK SEMUA BKN MAHRAMNYA.....
TRUTAMA SAAT AIRA SAMA ALFA, ITU BENAR2 MNJENGKELKN, AIRA SPRTI WANITA MURAHAN..
Sulaiman Efendy
JELAS2 DY YG BUAT LO HAMIL, MALAH GK NGAKUI ANAKNYA..

TPI ITU JUGA SALAH LO. UDH TAU ALFA MSH CINTA MA LO, MSH AZA LO DEKAT2, DN BRPELUKAN DGN ALFA, ALFAKN BKN MAHRAM LO, MAKANYA LO SAMA KENO, SAMA2 AZA, 11-12 KLAKUAN LOO..
Sulaiman Efendy
LGI2 SI ANJING KENO BRKATA KATA YG MNYAKITKN, APA WKTU MLM PRTAMA GK NGARASAKN KLO AIRA ITU MSH PERWAN. .

MMG LAKI2 GOBLOK.. UDH, LO TINGGALIN AZA SI KENO..
Sulaiman Efendy
SALAH LOO, DIHUBUNGI BBRP X GK NGANGKAT2....
Sulaiman Efendy
SEANDAINYA MRK SPERSUSUAN PUN TTP GK PANTAS MRK TIDUR SERANJANG BEGITU...
Sulaiman Efendy
PALING TIDAK KASIH UANGLH KE PENJUAL BUNGANYA, ANGGAP AZA SEDEKAH, BIAR HAMILNYA SEHAT SELALU.. PARAH BANGET NI SUAMI ISTRI..
Sulaiman Efendy
ITU PSTI MAMANYA ALFA...
Sulaiman Efendy
LO JUGA TAU AIRA ITU KEKASIH KENO, CUCU PMILIK RMH SAKIT LO KERJA, TPI LO MSH AZA INGIN REBUT AIRA.

DAN AIRA TK SALAH KU BILANG KLO LO MMG GATAL, LO ANGGAP ALFA KK, TPI TDK DGN ALFA, TDK ADA LAKI2 YG TULUS MNJALIN PRSAHABATAN DGN TNP ADA PERASAAN CINTA,, HRSNYA LO UDH TAU KLO ALFA MMG BNAR2 MNYUKAI LO, TPI LO PURA2 GK TAU, LO MLH BRI HARAPAN KPD ALFA, APALAGI SAAT LO PERGI LIBURAN BRDUA, KE JEPANG, BAGI ALFA ITU HAL TRINDAH DLM HIDUPNYA..
KLO AKU JDI ALFA, KU BERI OBAT PRANGSANG TU AIRA.. HAJAR SAJA, MAU JDI ATAU NGGK YG PTG UDH CICIPN AIRA, BIAR NYAHOK SI KENO... GOBLOK AZA LO GK GUNAKN KSEMPATAN SBLM KENO NYUSUL KE JEPANG.. SKRG LO BRU SAKIT HATI
Sulaiman Efendy
NAHHH MNA GK KU BILANG GATAL SI AIRA... 11-12 SAMA KENO YG MNJENGKELKAN..
Sulaiman Efendy
BAGUSLH ELLEN MNINGGAL, BIAR TDK MNDERITA MNAHAN SAKIT LAGI...

AIRA, LO JGN BALIK KE KENO, DN JGN JUGA TRIMA ALFA, BAGUS LO PERGI JAUH2....
Sulaiman Efendy
MNUSIA TRGOBLOK NI AIRA..
DN MNUSIA TRANJING SI KENO..
DN TRBANGSAT SI ALFA,
Sulaiman Efendy
PASTI SI RAKA ITU YG DIPANTAI..
PSTI MAU TU DIPELUK2 LGI SAMA RAKA
Sulaiman Efendy
INILH YG JGA JENGKEL SAMA AIRA..
Sulaiman Efendy
JENGKEL KE KENO, JENGKEL JUGA KE AIRA YG TRLALU MUDH TERBUAI DGN ALFA..
MKIN KSINI MKIN GK JELAS HUBUNGAN KENO & AIRA...
KPN ROMANTISNYA..
Sulaiman Efendy
MMG ANJING JUGA NI KENO..
Sulaiman Efendy
MAKIN JENGKEL SAMA KENO, BKNNYA JGA JARAK DGN ELLEN, MLH MKIN LENGKET, DASAR ANJING..
Sulaiman Efendy
INILH YG AKU GK SUKA DGN KENO ATAUPN AIRA..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!