NovelToon NovelToon
Ranjang Panas Milik Suami Dan Ibuku

Ranjang Panas Milik Suami Dan Ibuku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Susi Nya Sigit

Follow medsos author 👇
FB Susinyasigit
IG Susin59

Biar tau jadwal updatenya

Pengkhianatan yang dilakukan Raka padanya. Menjadi berkah tersendiri untuk Aira. Dari situlah, ia benar-benar menemukan cinta sejatinya. Suraj, yang selama ini dia anggap perusuh, ternyata pria itulah yang mampu memberikan kebahagiaan untuknya.

Raka mengkhianatinya dengan ibu yang selama ini, ia anggap sebagai pahlawan. Ternyata mereka berdua adalah sepasang kekasih yang memanfaatkan dirinya sebagai tameng belaka.

Ungkapan cinta yang keluar dari mulut Raka. Ternyata hanya palsu, sebuah akting untuk menutupi perbuatan busuknya bersama Citra. Wanita yang merawatnya sejak kecil.

Setelah tahu, perselingkuhan mereka. Aira masih berbesar hati untuk bisa menerima Raka dengan syarat. Pria itu harus meninggalkan Citra. Dan pergi bersamanya dari rumah itu. Alih-alih mau menyelamatkan rumah tangganya. Aira justru dipermalukan di depan mereka berdua. Di saat itulah Suraj datang menawarkan kebahagiaan. Yang langsung disambut hangat oleh Aira.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susi Nya Sigit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tugas pertama sebagai istri

Meski tak bisa tidur dengan nyenyak, tadi malam. Pagi-pagi buta, Aira sudah berkutik di dapur. Untuk pertama kalinya ia memasak makanan untuk sang suami. Di saat itulah, wanita itu merasa bingung. Dia bahkan tidak tahu makanan kesukaan Raka. Saling jarangnya mereka ngobrol.

"Mas Raka suka makanan apa, ya?" ujar gadis itu menempelkan ujung telunjuknya ke dagu. Sambil memandang ke arah langit-langit. "Emmm, bingung nih."

Aira memutuskan untuk melihat bahan makanan yang ada di dalam kulkas. Mungkin ada yang bisa di masak di sana.

"Cuma ada." Aira membuka semua boks yang ads di lemari pendingin itu. "Udang, sama tahu. Di buat capcay aja, kayaknya enak." Bergegas wanita itu mengambil bahan masakan yang ada. Siap untuk di eksekusi.

Di rumah itu memang tidak ada pembantu. Semua pekerjaan di kerjakan oleh Aira. Dari mulai menyapu, ngepel, masak, dan lain sebagainya. Bukan tidak mampu membayar. Citra memang sengaja tidak menyewa ART, karena tidak ingin banyak orang tahu tentang hubungannya dengan Raka.

Aroma masakan yang di buat Aira, mengundang cacing-cacing di perut Citra meronta. Ingin meminta jatahnya. "Tumben tuh anak masak," gumam wanita itu, beranjak dari meja rias. Segera menemui anaknya yang sedang ada di dapur.

"Ra, tumben pagi-pagi masak?" tanya Citra, tak langsung membantu Aira. Wanita itu justru berdiri di dekat kulkas. Mencari makanan yang bisa ia makan.

"Iya, Mi. Sekarang kan ada mas Raka di rumah. Aira harus melayani suami Aira dengan baik, Mi." Aira hanya melirik Citra, tanpa menghentikan aktivitasnya sibuk menaburkan bumbu lainnya.

'"Kamu masak apa, Ra?" Kemudian Citra mendekat. Mengintip masakan yang di buat oleh Aira. "Itu Idang, ya?" tunjuk wanita itu menampakkan wajah khawatir.

"Iya, Mi. Gak ada baso, Aira ganti udang aja," balas Aira tersenyum kecut.

"Ya ampun, Ra. Kamu mau bunuh Raka?" seloroh Citra menggeleng.

"La kenapa, Mi?" Aira balik bertanya. Tampak jelas kerutan di keningnya.

"Raka itu alergi sama udang, kepiting, cumi juga. Kamu ini," jelas Citra menyalahkan Aira. "Masa kamu gak tau, si!" Kemudian mencibirnya.

Aira sedikit terkejut dengan apa yang ia dengar. Dalam hatinya menertawakan diri sendiri. Kenapa Citra justru tahu lebih banyak tentang suaminya. Padahal, yang istrinya itu dia.

"Mami tahu banyak ya, tentang mas Raka?" ujar Aira mengangkat penggorengan dari kompor. "Aku aja yang istrinya gak tahu." Dengan wajah sendu, Aira memandang Citra.

"Ya itu karena kamu gak perhatian sama suamimu. Coba kalau perhatian, gak akan kek gini."

Lagi, ucapan Citra menohok hati Aira. Dia tidak menyangka, maminya akan menyalahkan dirinya dengan masalah ini.

"Itu karena Aira sibuk di cafe. Andai saja mami mau membantu. Aira akan punya banyak waktu untuk memperhatikan mas Raka," balas Aira tak tahan.

Citra tidak menyangka, Aira mulai berani membantah bahkan menjawab ucapannya. Rasa panas langsung menggelora dalam hatinya. Alih-alih ingin menutupi semuanya. Yang ada Citra semakin dalam posisi yang sulit.

"Kok kamu nyalahin mami, Ra?" Tak terima, Citra kembali membalasnya.

"Ya emang itu kenyataannya kan, Mi?"

"Ya sudahlah, mami mau ke teras belakang. Oh iya, Ra. Nanti jangan lupa ya, beresin kamar mami. Dari kemarin gak kamu beresin." Tak ingin merusak suasana. Citra pun pergi dari sana. Tak lupa, menyelipkan perintah untuk wanita itu.

Aira hanya bisa menggelengkan kepala. Selalu saja seperti ini. Bahkan pekerjaan rumah pun, Citra tidak mau menyentuhnya. Yang ia kerjakan hanya mengurus diri, agar terlihat cantik di depan berondongnya.

Sebelum mengerjakan perintah dari Citra, Aira mengganti makanan untuk sang suami. Nasi goreng dengan taburan bawang goreng sudah siap ia hidangkan di meja makan.

Selesai itu, Aira berniat akan membangunkan Raka. Sekalian dia ingin tahu, pekerjaan pria itu.

Belum juga masuk ke kamar, Raka sudah terlihat rapi dengan pakaiannya. Mengundang tanya untuk Aira.

"Mas, kamu udah mau kerja?" tanya Aira, mengulas senyum manisnya.

"Nggak, sayang. Belum, masih capek." Raka menjawabnya. "Mami mana?" Setelah itu bertanya keberadaan Citra.

"Mami," ulang Aira bingung. "Kamu ngapain nyariin mami, Mas?"

"Mau nganterin mami ke rumah temannya," jawab Raka santai. "Tadi mami minta tolong ke aku, sayang."

"Nggak, aku gak ngizinin kamu anter mami!" tolak Aira dengan tegas. Tak habis pikir dengan wanita itu, selalu saja merepotkan suaminya untuk hal yang tidak penting.

"Kenapa emangnya, Ra?" Tiba-tiba saja dari belakang, Citra menyaut. "Kamu cemburu?"

Aira sedikit terkejut dengan kedatangan wanita itu. "Bukan begitu, Mi."

"Terus apa?"

"Aku cuma gak mau, kejadian kemarin terulang lagi. Yang ada, orang akan mikir kalian punya hubungan selain seorang menantu dan mertua," terang Aira dengan serius.

Citra tergelak mendengar alasan Aira. "Kamu ini, masih aja ngurusin mulut orang. Lagian, gak mungkin juga mami mau sama suami kamu. Mami udah punya cowok yang lebih keren dari Raka," kilah Citra melirik ke arah pria yang terlihat tampan dengan jaket berbahan kain.

"Terus, kenapa mami gak minta antar aja sama cowok mami?"

1
Aina Kamila
👍👍👍👍👍👍👍
Pudji Lestari
Luar biasa
Ani Baru
bosen baca ny pn...
ngk ad ending ny
Ani Baru
mampus lo citra...
jd gelandangn kn kamu
Ani Baru
bnyk x pn musuh ny..
nth kpn sh surasd jmp ma Aira...
Ani Baru
sama2 bodoh ne peran laki2 n prempuan ny
Ani Baru
awas Aira itu jebakan, agar kamu mw tnda tngan surat warisan...
Ani Baru
mampus lo nenek peyot...
dteng kn mama ny sh aira
Ani Baru
udh krahuan suami ny selingkuh, mnta cerai ja.. orag tua ap sh citra itu...
macem ngk ad brondong laen ja..
Ani Baru
bodoh x sh Aira ini lh...
Ani Baru
suras ttanggaaan x ma si raka
Siti Malika
Thor dong sadarin Aira gedek aku sama kelakuan si raka SM ibu tolong gawangnya Aira jangan di jebol cuma buat Suraj
Re Han
akhirnya terbongkar semua perbuatann laknat citra dan Raka
Re Han
semoga Aira nggak kabulin permintaan nadien
Re Han
itu pasti perbuatan nadien
Re Han
dasar ya si nadien itu licik banget
Re Han
kemana Aira nya ya..
Re Han
emang bodoh Aira nya....
Re Han
bodoh banget ya Aira nya ....
Re Han
itu pasti aset aset penting... sudah jdi rencana citra dan Raka itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!