NovelToon NovelToon
Anak Genius: Perfect Daddy

Anak Genius: Perfect Daddy

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Action / Cintapertama / Mafia / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 5
Nama Author: Queen_OK

Adegan 21+ bertebaran!
Karya ini dibuat semata-mata untuk sekedar hiburan. Terinspirasi dari komik cina dengan pergaulan bebasnya. Jadi Author mohon jangan menyamakannya dengan adat kesopanan orang Indonesia!
Kalau tidak sesuai dengan keinginan dipersilahkan mundur teratur tanpa banyak drama😉
Sandra kehilangan keperawanan karena kesalahpahaman. Seorang pengusaha tampan mengira dia adalah penghibur yang dipanggilnya. Satu bulan kemudian ia diketahui hamil dan diusir keluarganya.

Beruntung ia bertemu dengan seorang ketua geng mafia dan diangkat menjadi anak. Identitasnya juga dirubah dan dibawa ke luar negeri.

Enam tahun kemudian, dia kembali dengan identitas barunya dan dua anaknya.

Bagaimana jika laki-laki itu masih mengenalinya dan mengetahui jika ia memiliki anak darinya?


"Karena kau telah mengizinkan dua anakku memanggil orang lain ayah. Maka aku akan mengizinkanmu menggantinya dengan sepuluh anak yang lain." ucap Sean pada Evelyn yang berada di bawahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen_OK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab_34. Tidak Memiliki Kesempatan

Siang ini Evelyn memiliki janji makan siang bersama Derry di salah satu restoran. Evelyn merasa tidak enak atas kejadian yang terjadi kemarin. Ia ingin meminta maaf pada laki-laki itu.

Sepuluh menit sebelum jam makan siang, Evelyn sudah keluar dari ruangannya dan segera berangkat. Ia akan semakin tidak nyaman jika membuat Derry menunggu terlalu lama.

Evelyn masuk ke dalam restoran dan mengedarkan pandangannya. Benar saja, Derry sudah menunggunya di salah satu meja dengan cangkir kopi di depannya. Tapi bukan hanya ada kopi di depannya, juga ada banyak menu makanan yang terlihat menggiurkan.

“Maaf, apa kamu sudah menunggu lama?” Evelyn segera duduk di seberang Derry. Laki-laki itu tersenyum hangat.

“Tidak. Aku juga baru sampai. Lihatlah, kopi yang aku pesan saja masih banyak.” Derry menunjukkan cangkir kopinya yang masih penuh.

“Syurkurlah. Aku kira aku terlambat. Hari ini di kantor banyak pekerjaan.”

“Kalau begitu kita mulai makan saja. Kamu pasti kelaparan. Aku sudah memesan makanan untuk kita.”

“Kamu memang selalu perhatian padaku. Masih saja ingat makanan kesukaanku.” Evelyn tersenyum melihat menu makanan yang semuanya adalah makanan kesukaannya.

“Tentu saja. Ayo makan.” Evelyn dan Derry makan sambil berbincang-bincang.

“Aku minta maaf untuk kejadian kemarin. Kamu datang jauh-jauh menemuiku tapi aku malah meninggalkan mu pergi.” Ucap Evelyn canggung.

“Tidak apa-apa. Siapa laki-laki itu? Bryan dan Brily bilang dia adalah kenalan kalian.”

“Bisa dibilang begitu. Dia rekan kerjaku.” Evelyn tanpa sadar menyibak rambutnya yang ia gunakan untuk menutupi kissmark di lehernya. Derry bukan orang yang bodoh. Jadi ia akan tahu dengan sekali lihat.

Melihat kissmark yang berwarna merah gelap itu hatinya benar-benar terasa sakit. Selama bertahun-tahun ia mengejar Evelyn tanpa hasil. Dan sekarang, belum genap satu bulan mereka tidak bertemu, seseorang telah membuat kissmark di leher wanita yang ia cintai.

Namun Derry bukanlah laki-laki yang berpikiran kolot. Apalagi ia berasal dari luar negeri. Hubungan bebas seperti itu sudah biasa. Asal kedua belah pihak bersedia tidak akan terjadi masalah. Jadi ia hanya menganggap Evelyn sedang memenuhi kebutuhan biologisnya. Itu normal. Jadi ia tidak ambil pusing.

Tanpa mereka sadari, seseorang yang baru saja keluar dari dalam ruangan VIP bersama dengan beberapa orang lainnya menatap penuh amarah kepada keduanya.

Saat ini Sean seperti sedang kebakaran di dalam hatinya. Andai saja saat ini ia tidak sedang menemani para kolega pentingnya, ia pasti sudah pergi menghampiri dua orang yang sedang tertawa bahagia itu dan menarik sang wanita untuk dibawa pulang dan ia beri hukuman di dalam kamarnya.

Yang benar saja, setelah koleganya ia antar hingga masuk ke dalam mobil mereka, Sean kembali masuk dengan Soni yang mengikutinya dari belakang.

Awalnya Soni bingung mengapa bosnya itu kembali masuk ke dalam restoran. Tetapi saat melihat wanita yang ia kenal bersama pria kemarin, ia tahu apa yang sedang terjadi. Apalagi ia tahu jika semalam bosnya menghabiskan malam dengan Evelyn. Wanita yang sedang bercanda dengan lelaki yang membuat bosnya emosi.

Sean menghampiri Evelyn dan tanpa berkata menarik Evelyn hingga menabrak tubuhnya.

“Hei bung jangan kasar pada wanita.” Derry segera berdiri dan hendak menolong Evelyn.

“Bukan urusan anda.” Sarkas Evelyn.

“Sepertinya pelajaran yang ku berikan semalam kurang dapat kamu pahami.” Sean menatap Evelyn dengan tajam.

“Sean, Lepaskan aku. Jangan terlalu tidak tahu malu. Lihatlah kita jadi bahan tontonan gratis.” Evelyn mengedarkan pandangannya.

“Soni urus semuanya.” Sean melirik Soni dan membawa Evelyn duduk di pangkuannya. Melihat Sean dan Evelyn duduk, Derry juga kembali duduk di tempatnya semula.

Tak menunggu waktu lama, restoran yang tadi penuh pelanggan kini kosong. Hanya menyisakan Sean, Evelyn dan Derry yang duduk di salah satu meja. Soni telah memboking restoran untuk satu jam ke depan. Dan untuk pelanggan yang sudah ada di dalam, ia memintanya keluar dengan kompensasi satu juta rupiah untuk setiap orang.

“Turunkan aku Sean.”

“Kenapa? Sekarang tidak ada siapa-siapa lagi yang akan membuatmu malu.”

“Ada Derry.”

“Ooh. Tuan Derry, jika anda tahu malu sebaiknya anda keluar dari sini. Anda membuat pasangan saya merasa malu.” Sean menatap tajam Derry.

“Sean! Jangan kurang ajar. Derry kesini aku yang undang. Jangan mengusirnya seenaknya saja.” Protes Evelyn.

“Sudah aku bilang kamu itu milikku. Kamu tidak boleh dekat dengan laki-laki manapun.”

“Tuan Sean, anda sebaiknya jangan memperlakukan Evelyn seperti itu. Dia itu manusia, bukan binatang peliharaan yang bisa anda atur dan Anda kekang semau Anda.” Derry berkata dengan serius. Memandang Evelyn dengan tatapan kecewa. Selama bertahun-tahun ia bahkan tidak pernah menggandeng tangan gadis itu, dan sekarang di depan matanya, kedua orang itu terlihat sangat mesra.

“Aku tidak memperlakukan wanitaku seperti binatang. Aku hanya menjaganya agar dia tidak terkontaminasi oleh virus dan bakteri yang menyerang.” Balas Sean santai.

“Sean sekarang turunkan aku. Jangan kekanakan.” Melihat raut wajah Evelyn yang terlihat marah, dengan terpaksa ia pun menurunkan Evelyn dan mendudukkannya di atas kursi di sebelahnya.

“Hentikan tatapan kalian itu. Kalian akan menakuti orang yang lewat. Bahkan hantu saja aku rasa akan mati terkena tatapan tajam kalian.” Lerai Evelyn saat melihat dua orang itu saling

Mendengar teguran Evelyn. Dua orang yang tadinya menatap tajam memalingkan wajah mereka.

“Oh aku jadi mengira jika kalian ini saling tertarik. Hahahaha.” Evelyn memandang keduanya main-main. Ia tertawa di akhir kalimatnya. Dan itu adalah pertama kalinya Evelyn tertawa hingga puas.

“Sayang bagaimana kamu bisa menilaimu seperti itu. Aku masih menyukaimu.” Sean sangat tidak menyukai penilaian Evelyn terhadapnya.

“Jangan bicara omong kosong. Aku geli mendengarmu memanggilku sayang.”

“Oh bagaimana jika aku ganti saja dengan beib, honey, cinta..atau...” Sean mulai mengabsen panggilan sayang yang kadang ia dengar dari orang-orang di sekitarnya.

“Hentikan. Aku semakin geli.” Evelyn menutup mulut Sean dengan tangannya. Lalu ia beralih menatap Derry yang menatap mereka. “Derry terima kasih sudah datang menemui ku. Makan siang ini begitu lezat. Lain kali aku yang akan mentraktirmu ya. Waktu makan siang sudah hampir habis. Aku kembali dulu.” Evelyn segera pamit. Ia pun mengambil tasnya.

“Tidak ada lain kali. Kamu tidak boleh menyanyinya lagi.” Sean segera memotong sebelum Derry berbicara.

“Aku tidak butuh izinmu. Oke Derry aku pergi dulu. Sampai jumpa. Dadah.” Evelyn berdiri dan berjalan meninggalkan Derry. Sean mengikuti Evelyn. Menempel pada wanita yang terus memberinya perlawanan.

“Aku selalu berada di sisimu. Tetapi kamu tidak pernah memandang ku. Kamu bahkan selalu menolak saat aku menggenggam tanganmu. Tapi laki-laki yang datang entah dari mana itu dengan mudahnya melakukan semuanya tepat di depanku.” Derry berkata miris pada dirinya sendiri.

“Apakah aku benar-benar tidak memiliki kesempatan?”

*

*

*

Terima kasih sudah mampir 🤩

1
Asiana Tyas
Luar biasa
Artha Yuliana
good
Luar biasa
Fitri Ani
suka ceritanya
devaloka
duh cupid satu ini 🤭
devaloka
tapi calon mantu 🤣
devaloka
bodoh sih
devaloka
wahhh beneran perempuan dong 🤣
devaloka
🤭🤭🤭
devaloka
resiko cinta dalam diam ya gitu bro
devaloka
bener sih kepanjangan lola 🤣🤣🤣
devaloka
jir sean di katain lelaki pinggir jalan 🤭🤭🤭
devaloka
cuma karyawan 🤭
devaloka
lebaynya 🤭
devaloka
jir seleksi daddy 🤣🤣🤣
devaloka
oh jelas gak masalah, dikasik semua ke ayang pun gak apa 🤣
devaloka
cuci tangan duluan 🤭🤭🤭
devaloka
huhahahha kalau anakmu dengar gimana 🤣
devaloka
ada gitu satpam modelan gini
devaloka
harusnya 1triliun sih 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!