Tiwi salah satu anak pembantu di keluarga Pratama, setelah tamat sekolah keluarga Pratama memintanya menikah dengan anak kedua mereka yaitu Raihan Pratama..
Tiwi terjebak di dalam pernikahan palsu,dia hanya menjadi tumbal untuk menutupi penyakit menyimpang Raihan,Tiwi sampai putus asa dengan takdirnya..
Tapi nasib berkata lain,Bara seorang pebisnis hebat menikah dengan anak pertama keluarga Pratama..sejak masuk di dalam keluarga Pratama Tiwi dan Bara menjalin kedekatan di karena kan sama-sama membutuhkan kehangatan sehingga mereka saling cinta..
Bagaimana kah kisah antara Bara dan Tiwi,apakah mereka bersatu atau malah terpisah kan dan kembali pada pasangan masing-masing...
untuk cerita selanjutnya silahkan mampir di Noveltoon 🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pindah
" kalau kalian tidak cocok tinggal di sana,pindah saja...mama akan membeli kan rumah baru untuk kalian" ujar mama Bara dia melihat Bara yang selalu uring-uringan bertengkar dengan Raina
" ma,,bisa kah kami bercerai saja" mohon Bara
" kamu punya pengganti Bar?" tanya mama Bara curiga
" ma....tolong aku,,mama mau cucu kan?" bujuk Bara
" mama memang menginginkan cucu tapi bukan berarti berpisah cara terbaik Bar,Raina bisa juga hamil,,kamu tak boleh menghukum nya begini,dia perempuan baik-baik Bar"
Papa Bara yang mendengar mama dan anak ini sedang bicara serius segera menghampiri
" kenapa lagi anak ini ma?" tanya papa Bara
" ntah lah pa,, selalu saja mengeluh...mama sendiri pun tidak tau di mana kurang nya Raina" jawab mama Bara
" pak harun sudah banyak membantu kita Bar,ingat proyek yang kau tangani kemarin berkat campur tangan Beliau jadi jangan mengecewakan nya" tegas papa Bara
" jika tak suka tinggal di sana,pindah saja papa akan belikan rumah Baru"
" selalu saja mengaitkan dengan bisnis," gumam Bara kesal lalu beranjak pergi ke kamarnya
"Bar...pulang..istrimu menunggu di rumah, jangan buat papa malu" pekik papa Bara
kali ini Bara tak menghiraukan ucapan papa nya,dia masuk kekamar dengan membanting keras pintu lalu mengunci nya
" semakin besar semakin susah di atur dia ma"
" papa juga jangan terlalu keras,kalau bukan Bara siapa lagi penerus keluarga kita pa,hanya dia satu-satunya nya anak kita,,tak kan ada guna nya harta jika Bara meninggalkan kita" ucap mama nya
****
Bara menarik ponsel di saku celananya,dan menghubungi Tiwi
" sayang...." ujar Bara seketika mendengar suara Tiwi
" kenapa mas? kamu di mana?" cecar Tiwi penasaran
" mas menginap di rumah mama,,jaga dirimu dan anak kita baik-baik di rumah" ucap Bara
Tiwi tersenyum mendengar ucapan Bara,Abra begitu perhatian dengan dirinya dan calon anak mereka
" iya...berapa lama mas disana?" tanya Tiwi
" hanya malam ini,mas tak bisa lama-lama berjauhan dengan mu"
" gombal...ya sudah mas istirahat besok mau bekerja" ujar Tiwi
Bara memberikan kecupan jarak jauh lalu menutup ponselnya,,,
***
pagi ini Raina bangun dengan memegang kepala nya yang sedikit pusing...
" astaga kenapa aku bisa minum malam tadi" gumam Raina kesal
" dimana mas Bara,apa semalam dia tidak tidur di sini"
Raina mengambil ponselnya untuk menghubungi Bara
" mas....kamu di mana?" tanya Raina saat Bara sudah mengangkat ponselnya
" kantor..." jawab Bara singkat
" kenapa tak membangunkan ku?" tanya Raina lagi
" kamu sudah sadar.... segera bersihkan dirimu,tubuhmu bau alkohol...kalau mama tau kau bisa di hukum nya" ujar Bara menutup ponselnya
Raina mencium bau tubuhnya memang benar bau alkohol, dia terlalu banyak minum semalam,Raina segera bangkit dan masuk kedalam kamar mandi
" mas Bara pasti marah,aku benar-benar tidak sadar semalam," batin Raina
***
Tiwi membuat susu hamilnya di bawah
" wi,,sejak kapan kamu minum susu?" tanya Nyonya Fatyah
" ini ma.... dokter menyarankan ku minum susu karena kekurangan darah,,kepala ku sering pusing" bohong Tiwi
" kamu sudah periksa kedokter?"
" sudah,, bersama ibu...saat aku pulang kemarin ma,maag ku kambuh" jawab nya gugup
" oo.... jangan suka telat makan wi,sayur dan buah juga bagus untuk kesehatan,,apalagi kamu sekarang sedang program bayi"
" maksud mama?" tanya Tiwi heran
" bukan nya kami dan Raihan saat ini sedang berjuang" goda nyonya Fatyah
Tiwi segera menghabiskan susu nya lalu pergi dengan membawa satu piring buah ke taman belakang, meladeni mertua nya membuat Tiwi takut kalau keceplosan...