Alena Axelia Manuelo, seorang gadis cantik yang bersemangat, lugu, ceria dan polos. Di balik semua itu, dia selalu menyembunyikan bakatnya, agar dia tidak dijauhi oleh kakaknya yang merasa iri padanya.
Harus merasakan patah hati ketika melihat sahabatnya dan kekasihnya saling bercumbu di apartemen miliknya.
Kecewa?
Itu pasti
Sakit hati?
Juga pasti
Tidak cukup merasakan patah hati karena dikhianati, seolah takdir mempermainkannya, Alena mendapatkan kabar jika dirinya tidak lagi diinginkan di dalam keluarga Manuelo, karena dia bukanlah darah daging keluarga Manuelo, dia hanya seorang anak angkat yang dipungut oleh keluarga Manuelo.
Hatinya hancur, dalam sehari nasibnya berubah begitu saja, dia bahkan harus mati di tangan seorang perampok yang dikejar oleh beberapa massa.
Ya, dia mengakhiri hidupnya tepat di usia 20 tahun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Askaori, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bermain di Laut
Keesokan harinya, Alena dan yang lainnya seperti biasa. Mereka bangun sebelum fajar dan mulai berlari, setelah berlari, mereka melakukan olahraga kecil untuk memperkuat fisik mereka.
Selama bergaul dengan Alena dan yang lainnya, Aluna juga mulai terbiasa dengan kegiatan rutin Alena dan yang lainnya.
Begitu olahraga pagi selesai, mereka pergi untuk mandi dan langsung sarapan.
Hari ini Akrab menggunakan hotpants biru dengan t-shirt hitam yang tampak menutupi hotpants yang dia kenakan. Rambutnya dia biarkan tergerai begitu saja. Memakai sandal rumah, dia keluar dari kamar.
Ketika mereka berada di rumah, tentu mereka tidak perlu menyembunyikan bekas luka mereka.
Karena hanya memakai hotpants, maka bekas luka panjang akibat cakaran binatang buas, bekas luka akibat terpotong oleh belati, semua terlihat jelas dari paha Alena hingga betis.
Bagi orang yang tidak terbiasa melihat, mereka akan ketakutan karena bekas luka yang begitu mengerikan.
Aluna juga telah melihat bekas luka di seluruh tubuh Alena, awalnya dia sangat ketakutan, dan tertekan serta sedih, tapi setelah beberapa hari, dia sudah terbiasa. Namun, Aluna masih merasa sedih dengan kehidupan keras yang dialami oleh Alena dan yang lainnya selama dua tahun.
Begitu Alena membuka pintu kamar, dia melihat seorang maid yang mungkin ingin membersihkan kamarnya, dia hanya mengangguk dengan wajah tanpa ekspresi.
"Nona pertama, selamat pagi."
"Pagi."
Setelah kedatangan Alena dan yang lainnya, para maid dan butler langsung mencari old Don dan menanyakan tentang tanggal lahir mereka semua, dan mereka memtuskan dengan cepat
Mereka akan menyebut Alena adalah nona pertama atau nona sulung, Aluna dengan nona kedua, dan Lea adalah nona bungsu atau nona bungsu. Jo adalah Tuan muda pertama, Ron merupakan tuan muda kedua, Levi adalah tuan muda ketiga, Stuart sendiri adalah tuan muda keempat, dan Adam adalah tuan muda kelima.
Jadi ketika maid tersebut melihat Alena, dia secara naluriah menyebut Alena dengan nona pertama.
Melihat penampilan sederhana Alena yang cukup menyegarkan, rasa hormat maid tersebut meningkat lagi, tapi begitu dia menunduk, dia ketakutan melihat bekas luka di paha dan betis Alena.
Alena masih tanpa ekspresi, tapi dia tetap menenangkan maid tersebut.
"Aku tidak apa-apa, biasakan saja, karena tidak hanya aku yang memiliki bekas luka seperti ini."
Maid itu sudah berderai air mata dan menatap Alena dengan sedih, tapi masih mengangguk.
"Saya mengerti."
Alena mengangguk, dia masih menatap maid tersebut dan kembali berbicara.
"Siapa namamu?"
"Lina."
"Oke, kau akan menjadi pelayan priabdiku dan mengurus keperluan sehari-hari ku di rumah."
"Ya."
Setelah mengatakan itu, Alena meninggalkan Lina dan berjalan turun ke lantai pertama di mana ruang makan berada.
Di meja makan, semua sudah duduk di posisi masing-masing, dan hanya Alena yang baru tiba.
"Pagi kakek, pagi semuanya."
"Pagi, Duduk!"
Alena langsung duduk dan mereka mulai sarapan. Sarapan cukup sederhana, itu hanya pancake dan segelas susu. Ada juga buah sebagai pencuci mulut.
Begitu mereka selesai sarapan, Frangky mengatakan pada mereka jika kapal pesiar untuk mereka telah siap.
"Kapal untuk kalian sudah siap, kalian bisa pergi bermain kapan saja."
"Ya, kakek yang terbaik."
Karena kakek tidak ingin mendengar ucapan terima kasih, jadi mereka hanya menggantinya dengan kata yang terbaik.
Mereka kembali ke kamar, Alena tidak mengganti pakaian, hanya mengambil ransel dengan 3 seta pakaian ganti. Dia memakai sepatu olahraga dan mengambil topi baseball untuk dia kenakan.
Setelah selesai, Alena keluar dari kamar. Meski paha dan betisnya tidak mulus, tapi Alena tampak biasa saja dan mengatakan pada yang lain untuk berangkat.
Aluna juga mengenakan pakaian seperti Alena dan Lea dan memperlihatkan setengah paha hingga betis.
Ketiganya berjalan berdampingan dan tampak sangat kontras. Di antara mereka bertiga, hanya Aluna yang memiliki paha dan betis mulus tanpa bekas luka.
Frangky yang melihat hal tersebut tampak sangat tertekan. Ketika melihat mobil yang ditumpangi cucunya, dia berbalik dan kembali bekerja
Setelah setengah jam, mereka akhirnya tiba di dermaga. Mereka bisa melihat kapal pesiar yang cukup besar, tapi tidak terlalu besar.
Alena dan yang lainnya sangat senang dan langsung naik ke kapal. Ketika mereka telah naik, kapal siap untuk pergi.
Rencananya mereka ingin bermain di tengah laut, jadi mereka beristirahat untuk sementara waktu di kamar yang di sediakan untuk mereka.
Setelah beberapa jam, kapal akhirnya berhenti bergerak, dan itu telah berada di tengah lautan luas. Mereka bahkan tidak melihat adanya pulau terdekat.
Di kapal masih ada beberapa maid dan butler yang dibiarkan untuk melayani Alena dan lainnya.
Ketika Alena keluar, angin laut meniup rambutnya yang panjang, tidak jauh darinya, Stuart mengambil foto Alena dan dia berkedip sambil memberi jempol.
Alena berbalik dan hanya menatap Stuart dengan pandangan bosan.
"Kakak, kau sangat cantik."
"Hillih."
Alena tidak peduli lagi, melihat lautan lepas, dia sangat bersemangat, dan tanpa berpikir panjang, dia langsung melompat ke laut.
Setelah lima menit, Alena akhirnya muncul dan melihat Stuart berjemur di kursi malas sambil menyeruput jus alpukat.
Maid dan butler yang melihat Alena muncul, tampak lega dan tersenyum.
Mereka tidak pernah berpikir jika nona pertama sangat menyukai laut sehingga dia melompat begitu saja.
Awalnya mereka khawatir, tapi ketika melihat Stuart sangat tenang, mereka tidak lagi panik.
"Kakak, kau terlalu bersemangat."
"Hn."
"Kakak, bisakah kau menangkap lobster, sudah lama aku tidak makan lobster segar, gurita atau cumi juga boleh."
Alena terkekeh pelan, dia dengan lincah naik ke kapal dan mengambil jus alpukat di tangan Stuart, dia tidak peduli dengan pakaiannya yang basah, tapi seorang maid menempelkan handuk di pundaknya.
"Aku akan pergi menangkap jika Luna muncul."
Alena duduk di pinggiran kapal sambil mengayunkan kakinya dengan tenang.
Hanya beberapa saat Aluna dan yang lainnya akhirnya muncul. Mereka masih memakai pakaian yang mereka kenakan ketika pergi. Melihat Alena yang basah, mereka tidak bertanya.
Alena menatap Luna, kemudian dia berbicara.
"Luna, ayo tangkap lobster, gurita dan cumi!"
"Oke." Aluna menjawab dengan senyum lebar dan keduanya kembali melompat ke laut.
Stuart tidak tinggal diam, dia masuk kembali untuk mengambil wadah sambil menunggu Alena dan Aluna membawa hewan laut untuk mereka makan.
Di dalam air, Alena dan Aluna telah mengubah kaki mereka menjadi ekor dan berenang dengan bebas.
Mencari sesuatu yang bisa mereka makan dan membawanya naik. Tindakan mereka terus berulang dan maid dan butler cukup terkejut ketika melihat Alena dan Aluna mahir dalam menangkap hewan laut itu.
Namun, mereka tidak memperhatikan kaki Alena dan Aluna yang telah menjadi ekor, itu karena keduanya masih mengenakan t-shirt ketika muncul di permukaan.
........
harusnya ada keuntungan dong dari penculikan ini 1000 anak bruh .. lumayan tuh organnya..kalo untuk memilih pasukan kuat udah dapet 7 anak
tapi bukannya dunia tmpt jinlien berpindah (dr jiangnan) itu dunia buatan lord tertinggi yg mirip dunia modern ya?
berrti di dunia tiruan ini kehidupan masih berlanjut?
tapi kalo zombie masuk cerita yg buat pangkalan itu kan?
cerita ini nyambung ke dua novel berrti
alena tipe licik tapi lembut (?)