NovelToon NovelToon
Rock Lee Kebangkitan Cheat Di Konoha

Rock Lee Kebangkitan Cheat Di Konoha

Status: sedang berlangsung
Genre:Naruto / Sistem
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: Billy Author

Raymond yang dulunya penduduk bumi, mendapati dirinya bereinkarnasi menjadi Rock Lee di anime Naruto. Dalam kepanikannya menerima kenyataan, tiba-tiba dia membalikkan cheat yang dulu dia buat saat main game mobil sewaktu di bumi. Regenerasi tak terbatas dan kebal terhadap ilusi genjutsu. Uchiha Madara: Sialan apakah dia masih manusia. Penulis : hallo semua, saya ingin bersenang-senang membuat novel fanfic ini, selamat membaca..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Billy Author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5: Kejutan di Hutan Kematian dan Kebal Absolut

Jalur menuju pos penjagaan luar Konoha melintasi pinggiran Hutan Kematian, sebuah area yang terkenal dengan vegetasi raksasanya dan hewan-hewan buas yang bermutasi akibat paparan chakra lingkungan yang peka. Suasana di sekitar jalur tanah ini sangat sunyi, hanya diiringi oleh derit roda kereta kayu yang ditarik oleh Lee dengan santai.

Might Guy berjalan beberapa meter di depan, tampak bersiul kecil seolah tidak ada beban di pikirannya. Namun, Lee tahu betul bahwa seorang jounin elit seperti Guy pasti sudah menyadari perubahan atmosfer di sekitar mereka jauh sebelum dirinya sendiri merasakannya. Guy sengaja diam, ingin melihat bagaimana reaksi dan kesiapan ketiga murid Genin-nya dalam menghadapi situasi darurat yang nyata.

"Tenten, siapkan senjatamu," Neji tiba-tiba berbisik, matanya yang tanpa pupil mulai menegang. Pembuluh darah di sekitar pelipisnya menonjol keluar, menandakan bahwa dia telah mengaktifkan Byakugan-nya secara penuh. "Ada tiga tanda chakra asing yang menyembunyikan keberadaan mereka di atas pohon, sekitar lima puluh meter di depan kita. Mereka bukan ninja Konoha."

Tenten langsung menegang, tangannya bergerak cepat meraba gulungan besar yang melingkar di punggungnya. "Apa? Ninja pelarian? Di dekat perbatasan desa?"

"Kemungkinan besar mereka adalah sisa-sisa ninja pelarian dari Kusagakure yang mengincar pasokan obat-obatan medis di dalam kereta ini," Neji menjelaskan dengan nada dingin, matanya terus berputar memantau pergerakan musuh. "Mereka bergerak dengan formasi penyergapan standar."

"Lee, berhenti menarik kereta," perintah Guy tanpa membalikkan badannya, suaranya kini terdengar berat dan serius, kehilangan semua nada komikal yang biasanya dia miliki. "Ini adalah ujian nyata pertama kalian. Musuh di depan adalah tiga orang chuunin pelarian. Aku tidak akan campur tangan kecuali nyawa kalian benar-benar berada di ujung tanduk. Selesaikan ini dengan formasi yang sudah kita latih."

Lee melepaskan tali penarik kereta dengan perlahan. Dia memutar lehernya hingga terdengar bunyi krek yang renyah. Bukannya takut, seulas senyum penuh antisipasi justru muncul di wajah kotaknya. Chuunin pelarian? Sempurna sekali untuk uji coba kedua.

Syuut! Syuut! Syuut!

Tiga sosok bayangan melompat turun dari kanopi pohon raksasa, mendarat dengan suara seringai yang serak di depan jalur kereta. Mereka mengenakan pelindung kepala yang sudah dicoret garis horizontal, menandakan status mereka sebagai pengkhianat desa. Pakaian mereka tampak kumal, namun mata mereka memancarkan aura haus darah yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang terbiasa membunuh untuk bertahan hidup.

"Heh, hanya sekelompok bocah ingusan yang dipimpin oleh satu orang jounin bodoh," salah satu ninja pelarian yang bertubuh kurus dengan tato ular di lengannya mengejek. Dia mengacungkan sebuah kunai besar yang berlumuran racun hijau tua. "Serahkan kereta itu, atau kami akan mengembalikan kalian ke desa dalam bentuk potongan-potongan daging!"

"Banyak bicara," Neji mendesis. Dia melesat maju terlebih dahulu, tubuhnya bergerak dengan keanggunan khas klan Hyuga. "Tenten, dukung aku dari belakang!"

"Dimengerti! Sosho: Tensasai!" Tenten melemparkan dua gulungan kecil ke udara, memicu ledakan asap kecil yang melepaskan puluhan senapan mesin berupa shuriken dan kunai yang menghujani area musuh.

Pertempuran pun pecah dengan cepat. Neji langsung terlibat duel taijutsu sengit melawan dua ninja pelarian, sementara Tenten terus menjaga jarak sambil memberikan bantuan serangan jarak jauh yang presisi. Gerakan Neji sangat taktis, namun musuh mereka adalah chuunin berpengalaman yang tahu cara menggunakan trik kotor dan memanfaatkan medan hutan yang rimbun.

Sementara itu, ninja pelarian ketiga—seorang pria bermata satu dengan bekas luka bakar di wajahnya—melihat Lee yang berdiri diam di dekat kereta tanpa memegang senjata apa pun. Dia tertawa meremehkan. "Bocah bodoh berbaju hijau, kamu ketakutan sampai tidak bisa bergerak, ya? Sini, biar kupotong lehermu dengan cepat!"

Ninja itu melakukan beberapa segel tangan dengan kecepatan sedang. "Katon: Kasumi Enbu no Jutsu! (Elemen Api: Tarian Kabut Asap)"

Sebuah kabut tebal berwarna ungu kehitaman menyembur dari mulutnya, dengan cepat menyelimuti area tempat Lee berdiri. Kabut itu bukan kabut biasa, melainkan kabut beracun yang dicampur dengan chakra manipulasi pikiran—sebuah teknik kombinasi ninjutsu dan genjutsu tingkat rendah untuk melumpuhkan panca indera lawan.

"Hahaha! Begitu kamu menghirup asap ini, otakmu akan melihat ilusi monster yang mencabik-cabik tubuhmu sendiri sampai kamu gila!" ninja itu berteriak penuh kemenangan dari balik kabut

Di dalam kabut ungu yang pekat itu, Reymond berdiri dengan tenang. Dia menarik napas dalam-dalam, membiarkan asap beracun dan chakra manipulasi itu masuk ke dalam sistem tubuhnya.

Detik berikutnya, sebuah notifikasi mekanis kembali bergaung di dalam kepalanya, memecah kesunyian batinnya.

[Mendeteksi intervensi chakra asing yang mencoba memanipulasi pusat saraf otak (Genjutsu).]

[Fungsi Kekebalan Ilusi Absolut diaktifkan. Mengunci dan menghancurkan frekuensi chakra luar secara instan.]

[Mendeteksi zat beracun korosif masuk ke dalam saluran pernapasan.]

[Fungsi Regenerasi Tak Terbatas diaktifkan. Memperbarui sel paru-paru dan menetralkan racun dalam hitungan milidetik.]

Mata Lee yang bulat berkedip. Tidak ada ilusi monster, tidak ada rasa sesak napas, dan tidak ada rasa pusing sama sekali. Otaknya terasa sangat jernih, bahkan jalur chakranya mengalir lebih lancar dari sebelum asap itu menyembur. Cheat-nya bekerja dengan efisiensi yang mengerikan, menghancurkan semua usaha musuh untuk melumpuhkannya tanpa sisa.

"Hanya... segini saja?" Suara Lee terdengar dari dalam kabut, tenang tanpa ada nada panik sedikit pun.

Ninja pelarian bermata satu itu menghentikan tawanya, wajahnya mendadak memucat. "A-apa? Bagaimana mungkin kamu masih bisa bicara dengan normal di dalam kabut beracun itu?! Seharusnya kamu sudah berlutut sambil menjerit ketakutan!"

Syuuwt!

Sebelum ninja itu sempat memikirkan jawabannya, kabut ungu di depannya mendadak terbelah oleh tekanan angin yang luar biasa dahsyat. Sosok hijau Lee melesat keluar seperti kilat batin yang dilepaskan dari busurnya. Kecepatannya begitu tinggi hingga menciptakan efek bayangan visual di udara sore yang temaram.

"Kamu terlalu banyak bicara untuk ukuran seorang ninja pelarian," Lee berbisik, posisinya sudah berada tepat di bawah dagu ninja tersebut.

Mata ninja itu membelalak horor. Dia mencoba melompat mundur untuk menjaga jarak, namun tangan kanan Lee sudah bergerak maju dengan pukulan lurus yang mengarah tepat ke arah ulu hatinya. Sebuah pukulan murni tanpa chakra ninjutsu, namun didukung oleh kekuatan otot ekstrem yang terus beregenerasi tanpa batas lelah.

BUM!!!

Suara hantaman keras menggema di sepanjang pinggiran Hutan Kematian. Tubuh ninja pelarian bermata satu itu melesat ke belakang seperti peluru meriam yang ditembakkan, menabrak batang pohon ek raksasa hingga pohon tersebut retak dalam dan menumpahkan dedaunannya ke tanah. Ninja itu langsung memuntahkan darah segar dalam jumlah banyak sebelum akhirnya jatuh tersungkur, pingsan dengan tulang rusuk yang patah total.

Lee mendarat kembali di atas tanah dengan posisi yang sangat seimbang. Dia menarik napas pendek, menikmati uap putih tipis yang keluar dari kepalan tangannya yang sempat memar namun kini sudah mulus kembali.

Di kejauhan, Neji yang baru saja menjatuhkan musuh keduanya menggunakan teknik Hakke Rokujuyon Sho (Enam Puluh Empat Telapak Tangan) langsung membeku di tempat. Dia menoleh ke arah Lee dengan tatapan yang penuh dengan guncangan mental yang mendalam. Kebal terhadap genjutsu beracun, dan memiliki kekuatan fisik yang bisa menghancurkan seorang chuunin dalam satu pukulan?

Bahkan Might Guy yang sejak tadi menonton dari atas dahan pohon menundukkan kepalanya, menyembunyikan senyum tipis di balik ekspresi seriusnya. Lee... pertumbuhanmu ini benar-benar di luar dugaan kuno-ku. Masa mudamu tidak lagi sekadar membara... tapi sudah mulai membakar dunia.

1
aldo
lanjut author 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
The Music
lanjut lagi 🔥🔥🔥
Hadi Hadi
mantap 👍
Andi Akhasay: Mampir kak ke ceritaku.
total 1 replies
Aisyah Suyuti
goof👍
waktunya comeback
menarik
Hadi Hadi
good 👍
The Music
semangat thor👍🔥🔥
Hadi Hadi
mantap 👍👍
Hadi Hadi
up up up 😍😍
Hadi Hadi
is good 👍👍
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
semangat 💪
Hadi Hadi
semangat
Hadi Hadi
good 👍👍
Hadi Hadi
lanjut 💪
Hadi Hadi
up up up 👍👍
Hadi Hadi
sikat 💪
Hadi Hadi
mantap 💪
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
good 😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!